Akatsuki Maen Teater

By

Red Apple790

Genre : Humor & Parody

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Warning : Warning chap 1 masih berlaku disini *nyengir –lagi-*


''Sas... Lo tampil pertama sekarang...'' ujar Konan, dia mengintip sedikit untuk melihat keadaan di depan panggung, ''wow, orang rame banget! Oke, Sas... Lo siap tampil kan?''

Sasori nyisir rambut merahnya dengan pose sok cool, ia mengedipkan sebelah matanya, ''Yo'i, serahkan ke gue.'' katanya sambil nepuk dada, terus berjalan tegak menuju ke atas panggung dengan dagu yang terangkat. Saking belagu sok keren, Sasori bahkan nggak liat ada kabel gede yang melintang di jalannya. Alhasil, do'i jatuh nyosor ke depan panggung dengan pantat nungging dengan tidak elitnya.

Penonton sweatdrop, Akatsuki yang di belakang panggung ngakak dan Sasori yang pastinya malu banget langsung bangun dan nyengir salah tingkah sambil garukin belakang kepalanya. Kemudian, Sasori yang udah pake pakaian ala pembantu langsung memulai aktingnya. Lampu terang menyinari setiap langkah Sasori, Sasori sekarang terlihat sedang akting duduk di sebuah kursi.

''Pada jaman dahulu kala, hiduplah seorang pangeran tampan yang bernama Cinderellos yang ditinggal mati ayahnya, dan akhirnya tinggal bersama Ibu tiri dan kedua kakaknya yang kejam...'' ujar suara seorang narrator dari pengeras suara yang memulai cerita.

''Hiks, ayah,'' ujar Sasori tersedu-sedu dengan air mata buayanya, ''semenjak kau pergi, Ciderellos terus-terusan disiksa oleh Ibu tiri, ayah...'' Sasori kembali berujar dengan dramatis hingga membuat penonton berlinang air mata -lebe-.


''Ah, sial. Gue pake kostum memalukan kaya gini...'' gerutu Itachi pada baju daster ala emak-emaknya.

Kakuzu ketawa nista sambil guling-gulingan...

''Haha! Chi, lo dapat peran perempuan jadi emak-emak emang cucok dah!''

Itachi manyun sambil deathglare ke Kakuzu, ''Heh, emang cuma gue aja yang dapat peran jadi perempuan? Lo juga, tempe bacem!'' katanya, sebelum ia naik ke atas panggung bersama Zetsu dan Hidan.


Itachi, Hidan dan Zetsu pun akhirnya nonggol di atas panggung. Itachi risih sedikit dengan kostumnya, ia ngelirik ke arah bangku penonton, di barisan paling depan ada Sasuke, sang adik yang kiyut bin hendsem lagi bersama teman-temannya.

''Semangkaa~! Semangat kakak!'' seru Sasuke dengan alayness-nya. Dua temannya -Naruto dan Sakura- pun juga ikut-ikutan dengan berteriak, ''Cemungut, cemungut eaa!'' sambil nari-nari gajebo ala cheerleader.

Itachi sweatdrop sama kelakuan Sasuke dan teman-temannya, daripada eneg, ia pun tidak menghiraukannya dan langsung mulai berakting.

''Cinderellos! Cinderellos!'' teriak Itachi dengan lantangnya. Sasori pun menghampiri Itachi dengan tergopoh-gopoh.

''Ada apa, ibu?''

''Cepat, buat makanan untukku!'' perintah Itachi.

''Setelah itu cuci piring!'' perintah Hidan

''Setelah itu bersihkan kamar kami!'' tambah Zetsu. Dia, Hidan dan Itachi pun ketawa ala mak lampir.

''B-baik! Akan segera ku kerjakan!''

Sasori, Hidan, Zetsu dan Itachi pun segera turun ke backstage.


''Oke, selanjutnya raja, ratu dan penasehat bakalan muncul. Lo semua siap kan?'' tanya Konan pada Tobi, Kakuzu dan Kisame.

''Siap senpai!'' seru Tobi dengan semangat. Kisame mangut-mangut, Kakuzu diem aja.

''Ganti dekorasinya!'' perintah Konan pada pekerja yang bertugas mengganti latar di panggung.


Panggung sudah berganti dengan latar sebuah istana. Tobi dan Kakuzu pun memulai aktingnya.

''Ratuku, aku kasihan dengan putri kita. Dia sampai sekarang masih belum menikah...'' ujar Tobi yang menggenankan kostum raja dilengkapi dengan mahkotanya, ada sedikit tambahan dalam penampilan raja Tobi, yaitu topengnya. Yap, dalam penampilannya, Tobi masih menggenakan topeng loli-nya.

''Ya, padahal aku sudah ingin sekali menimang cucu,'' sahut Kakuzu yang berkostum gaun cantik dengan cadar, yang membuatnya seperti artis-artis Bollywood, India.

''Paduka raja, bagaimana jika kita membuat sebuah pesta dansa?'' usul Kisame yang berperan sebagai penasehat kerajaan.

''Pesta dansa?''

''Ya, kita undang para pemuda dari penjuru desa untuk ke istana kita. Dengan begitu, putri bisa berkenalan dengan mereka dan menemukan kekasihnya.''

''Ah, sungguh ide yang cemerlang! Baiklah, segera buat dan sebarkan undangan!''


''Ah, akting yang sempurna!'' komen Konan dari backstage dengan aktingnya, Tobi, Kakuzu dan Kisame.

''Ibu dan kakak, kudengar putri kerajaan sedang mengadakan sebuah pesta dansa. Bolehkah aku ikut?'' akting Sasori berlutut sambil sok lemes-lemes pada Itachi, Hidan dan Zetsu.

Seperti apa yang dilakukannya saat latihan, Itachi, Hidan dan Zetsu pun memalingkan wajahnya dan mengatakan ''Tidak!'' dengan serempak.


Dibalik panggung...

''Pein? Pein? Eh, tu besi karatan pergi kemana?'' tanya Konan sama para Akatsuki.

''Oh, Pein-senpai lagi ada di toilet, lagi nyuciin mukanya pake sabun colek!'' sahut Tobi.

''Pein cepetan! Giliran lo muncul!''

''Iya, capcus!''


''Aku ingin sekali pergi ke pesta dansa, tapi ibu tidak mengizinkanku... Hiks...'' kata Sasori sambil akting bak anjing kecil merana yang kelaparan.

Akhirnya, Pein pun muncul dengan kostum peri ala Tinkerbell, dengan tongkat bintangnya ia menghampiri Sasori. ''Hai Cinderellos, jangan bersedih. Kau tetap bisa mengikuti pesta, aku akan menyihirmu jadi...ohok... tampan.'' kata Pein setengah gak ikhlas sama bagian 'tampan'-nya.

''Siapa geranggan dikau?''

''Aku adalah peri baik, yang akan menolong anak baik sepertimu.'' kata Pein sambil tersenyum lembut. Kemudian ia kembali berujar, ''Tapi nak, sihir yang ku berikan padamu itu ada efek sampingnya, yaitu... saat jam berdenteng efek sihirku akan menghilang dan kau akan mati.''

''Tidak apa-apa, aku akan menerima segala resikonya peri,'' kata Sasori, ia dan Pein pun kembali ke backstage sementara panggungnya berganti latar.


Adegan berikutnya pun dimulai, Deidara dengan rambut pirangnya yang digerai bebas tampil dengan gaun panjang, mahkota, dan lipstick berwarna merah. Membuat beberapa penonton bersorak sambil siul-siulan.

Deidara masa bodoh sama godaan dari penonton, dia langsung masuk dengan perannya. '' Dimanakah geranggan seorang pria yang tepat untukku, un?''

Sasori pun muncul dengan kostum pangeran dengan menggenakan bakiak, ''Ah, siapakah pemuda gagah itu,un?'' kata Deidara sok terpesona, ia menghampiri Sasori.

''Wahai pemuda tampan un, maukah kau berdansa denganku, un?''

''Tentu saja, tuan putri.'' Sasori dan Deidara pun akting dansa dengan penuh keterpaksaan.

Sesuai dengan naskah cerita Konan, setelah berdansa si Cinderellos bakal menggombal putrinya. Jadi, Sasori pun mulai beraksi. ''Wahai putri, bapak... Bapak kamu...''

Ah, gue lupa dialognya. Batin Sasori dalam hati. ''Mm... Bapak... Bapak kamu laki-laki ya?''

PLAK! Konan nampol jidatnya sendiri sampe muncul cap lima jari, ''Sas... Lo ngancurin ceritanya~'' katanya frustasi.

Deidara sweatdrop, ni anak ngombalnya kok macam gini? Tapi akhirnya ia menjawab dengan begonya, ''Kok tau sih, un?''

''Karena... Bapak aku juga laki-laki.''

Krik. Krik. Penonton pada diam sambil sweatdrop berjamaah. Konan langsung jedotin palanya ke tembok.

Teng... Teng...

''Ah, bel sudah berbunyi. Aku harus pergi!''

''Kenapa?''

''Peri bilang, pada saat jam berdenteng aku harus pergi. Kalau tidak, sihirnya akan hilang dan aku akan mati.'' kata Sasori, kemudian dia berlari meninggalkan Deidara, dengan sengaja Sasori melepaskan bakiak sebelah kirinya.

''Un, tunggu! Bakiakmu tertinggal!'' panggil Deidara sambil mengejar Sasori dengan gaya slow motion.

Tiba-tiba asap memenuhi panggung, saat asap hilang, kostum pangeran yang dikenakan Sasori berubah menjadi kostum pembantu. Sesuai perkataanya tadi, dia akan mati setelah sihirnya hilang.

Sasori sang Cinderellos berlari di 'kegelapan malam', dia tak melihat ada 'jurang' di depannya.

''Cinderellos pun akhirnya mati, dan putri kerajaan tidak menemukan jodohnya, karena disetiap desa tak ada pria yang cocok menggenakan bakiak kiri bekas Cinderellos. Putri kerajaan pun tak menikah seumur hidupnya...'' kata narrator mengakhiri cerita.

Tirai panggung pun tertutup.

Krik. Krik. Krik...

Penonton cengo, tapi beberapa saat kemudian mereka bertepuk tangan dengan riuh.


Beberapa hari kemudian...

''OIII! Gue punya pengumuman!'' seru Konan sama cs-nya, para Akatsuki pun pada berkumpul. Konan narik napasnya, kemudian berseru, ''Kelompok kita menang! 5M kita bakal di transfer nanti.''

''Hoh? Beneran (senpai)?'' tanya Akatsuki kecuali Kakuzu yang lagi mimisan plus ileran, matanya berubah jadi ijo terang banget, sambil mulutnya berkali-kali nyebutin ''lima em, oh lima em''.

''Iya, jurinya bilang kelompok kita menarik. Mereka nggak nyangka kalo Cinderellos bakal mati!''

''Giliran tokoh yang mati, gue pula!'' sewot Sasori

''Ah, udah yang penting kita dapat lima em terus bisa ganti vas bunganya mpok Tsunade.'' ujar Pein.

''YEAAH~!''

END