Go Your Own Way
Holla readers \(^o^) *bows
Ahaha, kira-kira ini termasuk updatetan cepet ngak ya? Karena saya banyak pekerjaan yang menumpuk, gomennasai minna TTwTT *gigit baju.
Oky! Silahkan membaca fanfic abal bikinan saya, aye sir! ^o^)
Warning :
OOC ngak ketulungan! Yang paling parah dari yang terparah! No EYD in here! Udah saya warning lo, jadi jangan protes soal EYD yang amburadul, protes yang lain aja ya, ngak apa-apa... XD *maksa banget lu!* oh ya, karena ini humor, untuk para FG jangan marah~ oky!
Nah, selamat membaca...jangan lupa kritikan pedesnya di tunggu XD *plak
Enjoy the fict! -^_^-b
Naruto, dkk © Masashi Kishimoto
Rated: T - Indonesian – Romance, Humor – Naruko U & Sasuke U.
Summary :
"Apapun yang terjadi...aku akan menghentikanmu...meskipun hatiku sakit, aku akan menghentikanmu..."
Kuning...
Itulah yang terlihat di lembah kematian Sunagakure. Pasir yang menderu-nderu tersapu angin membuat tim 7 ini memakai mantel pendingin mereka. Kenapa pendingin? Author sendiri tidak tahu apanya yang dingin, mungkin ada Acnya kali XD (Author di gampar)
Mereka memutuskan untuk membuat makanan dan beristirahat sejenak.
Terlihat disana Sai berusaha keras untuk membuka tutup kaleng makanan instan.
Berikut ini ulah mereka, mari kita simak...
"Gile, ni kaleng apa galon isi batu?" Sai mulai menarik-narik penutup kaleng.
"Ada apa Sai? Buruan! Laper nih!" suara perut Naruko sudah berbunyi ala "ayolah, kalau tak kau beri makan, aku akan ngedens ala boyband kena ranjau~"
"Sabar atuh neng, ini saya lagi usaha!" Gaya bahasa Sai berubah kaya abang-abang penjual bakso.
Dan tara...penutup kaleng terbuka, tapi kejadian ini belum selesai. Saat Sai ingin memasukkan tangannya ke dalam untuk mengambil benda yang ada didalam kaleng tersebut dan tangan Sai nyagkut dengan elitnya.
"Waduh! Tangan ane! Tangan ane!" Sai mulai meratapi tangannya yang nyangkut.
"Apa lagi seka...astaga! tanganmu!" Naruko mencoba menarik kepala Sai, eh salah, menarik sang kaleng yang memakan tangan Sai.
Terjadilah adegan india yang tak kalah seru! Mereka berdua berputar-putar dan lagu india-pun mulai muncul ditambah desiran pasir yang membuat mereka semakin so sweet~ (Author diceburin ke kolam XD)
Dilain sisi, Sakura mencari-cari dimana adanya kayu kering agar bisa dijadikan api unggun.
"Wahai pangeran kayu...(Cielah, pake nada pemain teater aja lu!)...engkau dimana?" Sakura memasang pose ala putri salju kesasar di terminal.
Aneh sekali, sungguh aneh, ada yang membalasnya!
"Disini." Suara serak nan aneh menyahut. Sebenarnya sih suara tersebut berasal dari pohon kaktus disamping kayu kering.
Tapi emang pada dasarnya si Sakura itu o'on atau bego sehingga mengambil kayu tersebut dan pergi dengan langkah riang menuju ke teman setimnya yang masih berputar-putar karena sebuah kaleng.
Ternyata yang bilang kayu itu ada disini itu adalah si orang-orangan sawah! Kakashi Hatake sodara-sodara.
Sebenarnya dia sudah mengetahui gerak-gerik murid-muridnya itu dan memakluminya. Baik juga ya, Author jadi makin sayaaang deh! XD *di bazoka ama kakashi FG.
Kembali ke adegan india kita (plak) Sai masih berputar-putar dengan Naruko, Cuma bedanya kali ini kedua insan ini mutah ditempat dengan alaynya dan tepar ditempat.
Entah bagaimana tu kaleng copot dengan sendirinya. Mungkin ikutan mabuk akibat ulah mahluk yang tak tahu cara mengambil sesuatu dalam dirinya dengan benar, yakni dengan menusuk isinya.
Sakura yang tadi ceria kini mengangalah mulutnya samapai nyamuk yang lewat mati seketika menghirup aroma tak sedap dari mulun sakura yang sedang menatap dua mahluk yang tepar tak sadarkan diri dengan tidak elit.
"Astaga! Mereka ini kesurupan rakun belang apaan sampai mulutnya berbusa?"
Sakura mencoba memeriksa mereka menggunakan ninjutshu medis, tetapi apa daya jika Zombie sudah terbangun dari tidurnya.
"Kyaaaa, looontong, eh tolooongg~" Teriak Sakura lebay dengan gaya slow motion diikuti seorang mahluk yang mengejarnya.
"Sakkyuuuryaaa~" Si zombie alias si Naruto melambai-lambaikan tangannya.
"Plieasssse deh! Kalian ini kaya dikejar satpol PP aja" Naruko dan Sakura menoleh mendengar suara yang menegur mereka.
2 menit berlalu, Naruko dan Sakura menatap makluk yang menegur mereka.
Lalu...
"NUUOOOOOO~" Akhirnya mereka tepar dengan gaya yang amit-amit sedangankan Sai yang menegur mereka keheranan sendiri.
"Mereka kenapa?" Kasihan Sai, dia tidak melihat wajahnya saat ini yang...um... gimana njelasinnya ya? Coba bayangkan saja JB jungkir balik dan salto setelah makan petay ala bu Inem dan berkata mantaaafffff. Kira-kira seperti itulah. (ngak nyambung banget)
Tanpa banyak basa-basi lagi, mereka sudah kembali ke wujud semula.
Mereka mulai melakukan aktifitasnya masing-masing.
Sakura mencoba membuat api unggun untuk memasak. Dia tetep keuh-keuh mau pake cara pramuka gitu, digosok gosok biar panassss~ udah diperingatin Author supaya menggunakan ninjutshu biar cepat, malah Author kena timpuk kayu. Hick...TTwTT
Dan disana Sai guling-guling dipasir, mungkin dia baru pertama kali berada di padang pasir. Ya ampun ni anak =,=
Naruko yang termangu melihat ulah Sai yang guling-guling di pasir membuatnya memutuskan untuk mengikuti tingkah Sai.
Alhasil mereka berdua berubah menjadi tumpukan bola pasir dengan raut wajah menangis tersedu-sedu meminta pertolongan.
"Waaa~ gimana cara keluarnya nih?" Naruko muter-muter ditempat. (Belom...belom nangis)
"Aduuh...mataku kelilipan nih." Kali ini Naruko loncat-loncat ditempat. (Masih belom nangis)
"Susah banget sih! Aku gunakan rasengan saja! Kan lebih mudah." Kata Naruko pada akhirnya dengan riangnya, sama sekali tidak ada tanda-tanda mau nangis. (Kampret nih bocah kaga nangis!)
"Hua...hua...help meah~" Sai menagis dengan suara bombaynya berputar-putar ditempat. Lha? Kok malah si Saitaro ini yang nagis? ==;
"Kalian ini...BERHENTIHAH MAIN-MAIN!" Sakura mulai mengamuk dengan meluluh lantahkan batang pohon.
Suara seriosa sang penyanyi kamar mandi inipun menbuat pasir yang mengepung Naruko dan Sai pecah seketika! Naruko dan Sai langsung megap-megap meratapi telinga mereka masing-masing. Untung Author pake penutup kepala X9 (plak)
"Kalau kao tak mau menyala..." Inner Sakura sudah berpose ala Ultramen dan Sakura sendiri sudah mengangkat kaktus rampasan dari kebun Temari.
(di tempat lain, Temari yang akan menyiram tanamannya syok melihat kaktus kesayangannya telah tiada dan dengan mulusnya dia terjatuh tepat pada pupuk organik alias pup binatang berada, naas sekali nasibmu nak)
Dan entah mengapa tuh batang pohon dengan ajaibnya tersambar petir dan tara...api menyala dan menari-nari hawai melihat Sakura yang memeluk kaktusnya karena kaget dengan suara petir tadi. (tau dah, gimana Sakura menyembuhkan bengkak ditubuhnya dengan cepat)
Dengan ajaibnya, iklan lewat yang tak kalah heboh jika dibandingkan Gaara yang lagi nyanyi dangdut di kamar mandi, tiba. Twister! Alias angin puting beliung atau yang paling populer sebutannya yakni tornado, yeah! Datang!
"Uh!? Noooo~"
Dengan pose alay bin megap-megap, kelompok tujuh yang saat ini dipimpin oleh Naruko lari dilanda masa-masa kritis.
"Apa yang akan kita lakukan?" Naruko lari dibelakang Sai.
"Tanya pada peta!" Sai dengan ngak nyambungnya menjawab dan berlari di belakang Sakura.
"Lari secepat mungkin bodoh!" Sakura berlari dibelakang Naruko.
Lha? Ini kenapa pada lari muter-muter begini? =_= bagaimana kalian bisa menghidar dari tornadonya coba? Ck ck ck.
Tentu saja akhirnya mereka terbang ke surga lewat tornado yang lewat dengan anggunnya sampai-sampai Athor juga ikut dibawa.
...
...
The end...
...
...
Boong kok! Hehehe (dengan wajah polos Author kembali bersama trio kwek-kwek. Horeee~ Author di karak rame-rame XD)
RnR?
To Be Continue...
Reply for the reviews :
Author : Holla~ akhirnya chapter terbaru update. ulala (~=3=)~
Kakashi : Nah, sebaiknya kita balas review dari para pembaca. (membuka surat pertama)
Naruto : (tetap dengan wignya, merebut surat dari tangan Kakashi) wah yang pertama dari Nanaki Kaizaki . Ahahaha, ini mah kesalahan Author ini nih! (nunjuk-nunjuk Author)
Author : (pasang wajah cemberut) eto...aku memang masih nggak bagus dalam deskripsi =3= gomennasai. Tapi, Nanaki Kaizaki bisa tersenyum kan? Sedikit? (maksa banget! *di bazoka)
Kakashi : Kalau yang ini dari dwidobechan.
Sasuke : (nongol dari dapur, bawa sandwich dan mengambil surat yang baru dibuka Kakashi) yang ini dari dwidobechan . Nah, ini sudah di update. Hn, terimakasih dwidobechan (mencium punggung tangan dwidobechan)
Author : Untuk kak leo yang udah review, hountono arigatou ^^
Kakashi : Apa-apaan sih kalian ini?! jangan seenaknya mengambil suratku! (Meluluh lantahkan 2 mahluk tak senonoh tersebut)
Author : Eto...itukan punyaku...(suara berbisik, takut di bom oleh Kakashi)
Kakashi : RASAKAN JURUS TERLARANGG! (menusuk pantat dengan pose jutshu)
SasuNaru : Ampuuuunnn~ (dengan alaynya mereka lari terbirit-birit seperti mau ditangkap satpol PP)
Author : (Sembunyi di kolong meja)...Dasukete~ (terisak-isak)
(DUAAAKK, BBUUAAAGGG, CTARRR!)
...
Author : dengan inisaya nyatakan rumah saya hancur ditempat, oh ya...reviewnya minna ^o^)
