Go On Your Own Way
Holla readers \(^o^)/ *bows
Fanfic yang ngak terlalu mulus ini akan saya teruskan hingga selesai TwT halangan dan rintangan sudah saya hadapi bersama fanfic nista ini (ngaku)
Oky! Tanpa bacot lagi, silahkan membaca fanfic buatan saya! ^o^)
Warning :
OOC ngak ketulungan! Yang paling parah dari yang terparah! No EYD in here! Sudah saya peringatkan~ =3=
Nah, selamat membaca...jangan lupa kritikan pedesnya di tunggu XD *plak
Enjoy the fict! -^w^-b
Naruto, dkk © Masashi Kishimoto
Rated: T - Indonesian – Romance, Humor – Naruko U & Sasuke U.
Summary :
"Apapun yang terjadi...aku akan menghentikanmu...meskipun hatiku sakit, aku akan menghentikanmu..."
Di pagi yang cerah, sangat cerah, cerah sekali, sampai-sampai bunglon padang pasirpun menjadi hitam seketika. Setelah kejadian tornado yang senonoh lewat seenaknya, mereka kembali pada tujuan mereka, yakni menyelamatkan Sasuke.
Naruko dan teman sekelompoknya sudah susah payah melewati lembah kematian. Mereka terpaksa meminjam layangan dari pinggiran pemukiman daerah sekitar.
"Mereka pada ngapain sih? Kok pake pinjem layangan? Mereka itu ninjakan? Kenapa ngak pake jurus apaan gitu!"
"Entahlah, lebih mudah kalau mau ke Sunagakure tinggal lewat jembatan gantung yang sudah dibuat Kazekage beberapa bulan yang lalu saja kan?"
"Mereka benar-benar aneh!"
"Anak muda zaman sekarang suka banget main layangan, kalo kesambar petir gimana coba?"
"Kau ini lebih aneh! Mana ada petir di padang pasir kalau belum musim penghujan"
"O...iya ya, hehehe"
Itulah komentar dari warga yang tinggal dipinggir lembah kematian Sunagakure yang melihat Naruko dan teman-temannya tetep keuh-keuh ama layangan hasil pinjeman mereka.
"Hah, gimana cara nerbangin layangan?" Sakura yang diberikan kepercayaan oleh Naruko dan Sai yang saat ini nempel di layangan masih terheran-heran dengan benang ditangannya.
"Sakura~ apakah kau sudah siap? Ayo tarikkkk~" Suara Naruko menggema.
"Apa~ Jangkriiikkk? Mana?" Desiran angin telah membuat telinga Sakura yang menengok kanan kiri menjadi tidak beres.
"Tariiikk Sakura~ Taaarrrriiiiikkkkk!" Naruko mulai jingkrak-jingkrak.
"Hah? Terik? Ya memang terik sekali" Sakura mulai mengibas-ngibaskan tangannya ala irfan bahdim dengan pocary ditangannya mengatakan Sunagakure panas (?)
"TARIK SAKURA! TARIIIKKK!"
Sai berteriak menggunakan toa yang diambil dari masjid belakang rumah (kapan ngambilnya?) di sebelah telinga Sakura sejauh 0,0001 mm. Sakura dipastikan akan mengalami budek abadi sehingga harus dilarikan segera ke puskesmas terdekat.
...
...
Cahaya matahari kini telah berubah menjadi cahaya bulan yang terang, Naruko dkk memutuskan untuk melewati jembatan lembah. Meskipun Naruko dan Sai menggerutu ingin naik layangan tapi mereka tidak berani kepada Sakura yang lebih mengerikan saat sedang marah dan memilih untuk mengurunkan niat mereka, daripada mati kerena diamuk mahluk Pinky kan nggak lucu.
Sakura yang kembali sembuh seperti sedia kala, kini sedang mengikat Naruko dan Sai dipundaknya dan menyeret mereka.
Beberapa halang rintangpun telah terlampaui...
Batu? Kena kepala Naruko dan Sai, pusing tujuh keliling yang dialami.
Keringat nista Sakura? Diminum juga ama Naruko dan Sai. Dialamilah muntah seketika.
Pup yang tak sengaja ato emang sengaja dikenakan Sakura kepada Naruko dan Sai, minggatlah arwah mereka~
Rintangan demi rintangan telah mereka jalani dengan kesuksesan Naruko dan Sai koid duluan. Becanda~
Oke lanjut!
Di lain sisi, tepatnya di dalam sebuah gua, Sasuke sedang berkaca dicermin.
Senyum narsis menghiasi wajahku. Kenapa aku narsis? Ya, pantas dong!
Seorang Sasuke Uchia, Sudah ganteng, jenius, rendah hati, suka menolong, suara bagus, tubuh proporsional, pokoknya PERFECT gituch. Apa sih yang kurang dari diriku ini? Tidak ada?
Yak.. lanjut.
"Eh.. betewe , Author ke mana yah? Kok cerita ini dilanjutkan olehku? Apa? Dia tidur?"
"Okelah kalau begitu.." Sasuke menggaruk-ngaruk kepalanya.
Pandangan mataku mengarah pada cermin yang berada tepat di depanku. Aku menatap bayangan sempurna tubuhku.
"Rambut? Check..." (ngak ada ubah-ubahnya dari dulu sas =_=;)
"Tampan? Check..."
"Wajah? Check..."
"Bau? Check..." (Hemmm~ sedap aroma asam and jahe)
"Nista? Check, check, check, check" (1 jam telah berlalu)
Itulah sekilas rutinitas narsisme Sasuke dipagi hari. Kita intip kegiatan anggota lainnya.
"Tunggu-tunggu..." Sasuke berfikir sejenak.
"OI AUTHOR SIALAN! SALAH DIALOG! SALAH DIALOG UI!" (melempar Orochima ke arah Author)
"APACK?!" (Melempar bakiack baru beli kearah Sasuke)
"UWOOOHHH! WAJAHKU! WAJAHKU YANG TAMPAN!" (Author lari ngibrit)
...
("Yak, kita lihat arah yang berlawnan dari pada ngeliat Author nista kita dichidori ama Sasuke" Zero memulai mengambil sekenario Author.
...)
Karin yang sedang bermake up dengan mencoba kacamata barunya yang wow! Gedenya, yang wow! Gemerlapnya dan sebagainya yang ngak jauh-jauh beli dipasar minggu itu ia kenakan dengan bangga.
Dilain ruangan, si Suigetsu mengintip karin dengan tatapan...sempurna (?)
Didepan Karin, Juugo sedang mencoba berkomunikasi dengan tanaman Anggrek yang layu tak disiram selama 23.55 jam perhari.
"Anggrek...boleh kupanggil kau Kimimaro?"
"..." (Si anggrek diam saja)
"Aku benar-benar rindu kepadanya"
"..." (Si anggrek menggugurkan daunnya)
"Kau benar-benar mengerti diriku Anggrek. Kau baik sekali." Juugo yang mengelus-elus si Anggrek.
"..." (Si anggrekpun bergoyang)
("Artikan saja si Juugo mengalami gangguan kejiwaan tingkat galau, kita kembali ke arah Naruko dkk." Zero mengarahkan kamera ke arah jembatan. Lhah? Kok masih disitu?)
("Hei! Kembalikan semua yang kau ambil dariku!" Author come back)
Okeh! Back to story...
"Naruko? Sai? Kau masih hidup kan?" Sakura memaparkan Naruko dan Sai yang berbusa mulutnya di jembatan.
"Uggghhhh..." Itulah jawaban mereka.
"Maaf deh...aku kelewatan tadi" Sakura memperlihatkan senyum kudanya dan tak lupa tanda piece di tangannya.
Angin semilir menerpa Naruko, Sai dan Sakura.
"Perasaanku tidak enak" Sakura menoleh kearah ujung jembatan yang akan dia lalui.
Mata Sakura melebar, air mata mulai menetes jatuh membasahi Naruko yang terbaring di depannya.
"Selamat datang" Sapa seorang lelaki yang kini didepannya sedang berkacak pinggang.
"Kamu...tidak mungkin..." Sakura menutupi mulutnya dengan kedua tangannya.
"Ya... ini aku, Haruno Sakura..." Sosok laki-laki itupun mulai mendekat.
"Tidak..." Sakura mulai lunglai.
"Hai..." Sebelum sosok lelaki itu melanjutkan kata-katanya, dia telah diserang duluan oleh Sakura.
"Imut~ kau mirip sekali dengan Sasori, Gaara~" Sakura memeluk Gaara dengan pelukan mautnya. Yang dipeluk memberontak kesesakan nafas yang dialami karena bulu ketiak Sakura yang beuh! Mantap!
"Apa yang kau lakuakan dengan adik imutku hah?!" Temari menarik baju Sakura untuk menjauh dari adik cute, imut, lucuh, panda, baby face, pokoknya yang moe, kawai, semuanya deh yang ada pada Gaara. (Ketahuan kalo Author suka sama Gaara XD)
"Mumumu..." Sakura mau protes tapi diurungkan niatnya dikarenakan si Temari sudah pasang kipas 10 ton-nya (Buset dah!) Kankuro yang melihatnya hanya bisa diam saja.
"Ehem...Sakura apa yang terjadi pada Naruko-chan dan temanmu yang berambut hitam itu?" Gaara mendekatkan wajahnya kepada Naruko.
("Whuuutt?! No~ kao panggil Naruko dengan embel-embel –Chan? Gaara jahat! Huaaa~" Author nagis mombay agak alay pake selay bawang bombay)
"Ap...apa? Gaara..." Sebelum Sakura menanyakan sebab si Kazekage Suna itu memanggil temannya dengan embel-embel –chan, Gaara terlebih dahulu menggendong Naruko ala bridal stile (Author megap-megap) sedangkan Kankurou membopong Sai.
Lirikan tajam Gaara menuju kearah Sakura, meminta penjelasan yang mendalam. Hawa hitam sudah menjalari tubuh Kazekage baru ini, memmbuat Sakura menelan ludah seketika. Dengan terbata-bata Sakura mencoba menjawab sebab lirikan maut Gaara.
"Ng...ano... tadi...ada angin puting beliung yang menyerang kami, lalu..." Pandangan Sakura menatap Naruko yang masih pingsan dengan mulut berbusa.
"Hn..." Gaara mulai berjalan terlebih dahulu. Sepertinya dia percaya saja dengan omongan Sakura. Sakura sendiri sudah menari-nari senang tak karuan karena Gaara berhasil ditipunya, tentu saja yang menari itu Inner Sakura.
"Wah, memang cuaca di Sunagakure itu susah ditebak." Kankurou mulai berbicara setelah sekian lama tak mendapat jatah ngomong.
"Ha ha, iya..." Sakura mulai menyusul Gaara.
Diliriknya si panda unyu-unyu itu. Saat Gaara menoleh padanya, Sakura mencoba tersenyum kepadanya. Gaara kembali melihat kearah jalan, Sakura menatap tanda AI di jidad si Kazekage itu.(Temari terbakar) Gaara lihat Sakura lagi, Sakura senyum lagi. Si Gaara mulai melihat pemilik rambut pinky itu dengan tatapan keheranan dan hanya dibalas senyuman oleh sang empunya rambut pinky. Gaara liat jalan lagi, Sakura mengamatinya lagi. Begitu seterusnya hingga sampai di Sunagakure.
Sekarang mereka sudah ada di rumah sakit Suna. Gaara membaringkan Naruko di tempat tidur yang sudah disediakan. Disitu hanya ada mereka berdua. Sakura daan Temari sedang melihat keadaan Sai yang mengigau kalo lukisannya dicolong banci. Kankurou meneruskan pertunjukan wayang ketopraknya yang digelar di alun-alun Suna.
"Naruko..." Gaara meremas tangan Naruko yang kini masih tak sadarkan diri.
"Kenapa kau bersusah payah hanya karena dia?" Gaara menundukkan kepalanya.
Kesunyian terjadi cukup lama...
...
...
Terdengan suara orang yang lagi molor, ternyata Naruko.
Bukan! Ternyata si Gaara, mentang-mentang Shukaku sudah tak ada, seenak jidad dia tertidur disembarang tempat. (Author dilempar ke kolam pasir XD)
Suara langkah kaki menghantam keras lantai rumah sakit. Otomatis si Gaara terbangun. Slow motion-pun terjadi,Gaara membuka kelopak matanya, mata shapire itu perlahan-lahan menanpakkan cahaya kehidupan (Author klepek-klepek) Gaara mengangkat kepalanya dan tentu saja membuat rambut merahnya melambai tertiup angin. (Zero manyalakan kipas angin, membuat Author tepar tak tahan dengan kecakepan Gaara)
Pintu ditendang seketika (Males ah, kalo diketuk =_= variasi gitu)
Gaara kaget, dia mulai megap-megap dan mulai berkata "Jashin...jashin...jangan cabut jantungku" (Sejak kapan Gaara pindah agama? 0.o)
Sedangkan Naruko yang tadi pingsan, saking kagetnya dia terlonjak terbangun dan dengan mulus mencium lantai, jatuh.
"Kazekage! Sasuke Uchia menjebol tembok tempat makam para Kazekage Suna!" Si Anbu dengan posisi siap ala PBB menunduk saat melihat Sang Kazekage masih dalam keadaan mengusap air liurnya.
"Uapach?!" Naruko membelalakkan matanya.
Saat Naruko akan menerjang si Anbu yang menutupi pintu keluar, Gaara meraih tangan Naruko. Naruko-pun menoleh dan melotot kearah Gaara.
...
...
"Jangan pergi..."
To Be Continue...
Reply for the reviews :
Author : (Bows) Yay yay \(w)/ udah di update!
Zero : Lama banget sih!
Author : Gommenasai Readers, modem aku rusak (TTwTT)
Sasuke : (Muncul dari balik tirai) Woy! Author sialan! Kau apakan wajahku?! (Bersiap dengan dark chidori)
Author : (Ngibrit dengan kecepatan cahaya lampu)
Naruto : Gaara! Ngapain masih megang tangan aku? (Wajah blussing)
Gaara : ... (Menahan tawa)
Naruto : (=_=;) Kau kenapa?
Sakura : Uh... kok jadi begini sih (Ngelirik ngeri Gaara dan Naruto)
Sai : (Senyum redup) mulutku bengkak.
Sakura : (Membuang muka, lirik Sai tanpa rasa bersalah)
Author : HELPPPPP!~
Kakashi : Reviewnya di tunggu ya (^_^)
All in room : (Smile) Minna...Review anda harapan kami!
RnR?
