Chapter 2
Disclaimer :
Kuroshitsuji by Yana Toboso
Yaoishitsuji sama Ciel Phantomhive punya saya *dibunuh mba Yana* -plak_
Warning : Typo(s), OOC, Yaoi, BL, OC, siapkan kantong muntah, cerita sedikit ngaur (sebenarnya sih banyak), gaje (pastinya), garing DLL.
Genre : Humor, Romance
Rating : T
summary : Apa jadinya jika seorang –iblis- yang perfect seperti Sebastian ternyata seorang yang ehem-pencinta sesama. Dan apa jadinya jika pemimpin negara Britania Raya seoarang fujoshi? Apa yang akan terjadi pada si unyu, imut Ciel?
Nah akhirny cerita nista saya muncul lagi,
Selamat membaca semua :D –plak-
Hoh hoh hoh
ehehehe
makah ya atas reviewnya ^^
Alice Hitomo-chan : ehehehe makasih ya ^^ jangan lupa di bacaya ^^
Leony-chan GabyNez :ehehehe, iya makash ya :D, review lagi ya -plak-
Ayumi Phantomhive : iya, dia ketularan virusnya si... *baca az deh ya* -plak-, review lagi ya ^^
AriesGirl : hehehehe makah ya :), wah sya juga gak tau tuh, maaf y ^^
dEviLune Michaelis : hehehe, iya deh, chapter depan gak kan sya buat terlalu OCC lagi ^^ ttap sarannya lagi ya :D
"Aku juga butuh bantuanmu Butler Phantomhive" kata Queen Victoria.
"Saya akan membantu anda sebisa saya, yang mulia." Kata Sebastian, walau dalam hati dia ogah-ogahan.
'Ih ngapain juga gue ngebantuin nih nenek-nenek peyot' itulah yang hati Sebastian ucapkan saat si nenek peyot, eh maksudnya Queen Victoria meminta batuannya.
"Kalau begitu, ini tugas untukmu Ciel Phantomhive dan Sebastian Michaelis..." kata Queen Victoria sengaja menggantungkan kalimatnya.
'Terserah lu aja nek, gara-gara lu Bocchan tercinta gue jadi repot' balas Sebastian dalam hati.
"... atas izinku serta perintahku, kalian harus..." raut penasaran tergambar di wajah Ciel saat Queen Victoria menggantungkan kalimatnya.
'Izin lu peyang? Cepetan napa? Bocchan gue udah kecapean nungguin lu gomong nek'
"Menikah dalam satu minggu ini^^" katanya histeris seraya menari-nari gaje.
'APA? Nenek peyot ini, mau nikahin gue ama Bocchan?! Oh Ghost, ternyata memang benar yang God bilang, bantuan itu datangnya sangat tidak terduga?! Gak nyangka gue, ternyata ni nenek peyot malah ngelurusin jalan gue buat mencapai impian tertinggi gue. Makasih ya nek udah ngerestuin gue ama Bocchan gue tercinta, termanis, terimut dan ternista serta terlezat' batin Sebastian. ("buset Bas, lu kira anak gue makan apa pake kata 'terlezat' segala?"itulah yang dikatakan Vincent dan Rachel Phantomhive yang lagi notonin SebaCiel lewat layar tancep sebesar 77 inch(?) dari atas sana)
Ciel hanya bisa ber-sweatdrop-ria, sedangkan Sebastian malah senyum-senyum mesum, karena ternyata nenek menyebalkan ini malah membantuny mewujudkan impiannya, yaitu menikah dengan bocchannya yang sangat imut itu.
"Dengan senang hati yang mulia" jawab Sebastian sambil memasang seringai mesumnya.
Satu detik
Dua detik
Tig-
"UUUUUUUAAAAAAAAAAAPPPPPPPAAA AAAAAAAAAAAAAA!" teriak Ciel yang baru menyadari arti dari perkataan Sebastian.
~OoO~
Dengan beringasnya(?) Ciel memasuki mansion kesayangannya, dan dengan kecepatan kilat Ciel segera berlari ke kolang meja kesayangannya, tanpa mempedulikan Sebastian yang memanggilnya.
Sebenarnya apasih yang ada dibalikkolong meja itu?
Dan jawabanya adalah...
Ciel berlari menuju kolong meja kesayanganny, setelah berada di kolong meja tersebut Ciel mulai mengeser lantai yang berada tepat di bawah kolong mejanya itu. apakah itu jalan rahasia? Great! Itu memang sebuah jalan rahasia Ciel, satu-satunya jalan rahasia Ciel yang tidak diketahui oleh butler mesumnya itu. Bagaimana cara Ciel membuat jalan rahasia itu? itu semua berawal dari kebosanan seorang Ciel Phantomhive, setelah santap siangnya pada suatu hari, Ciel jadi berfikir untuk membuat sebuah jalan rahasia. Diambilnya sendok makan peraknya, untunglah saat itu Sebastian sedang tidak ada di sampingnya, karena dia sedang sibuk kencan dengan Doraemon(?). Ciel mulai menggali dasar kolong tempat tidurnya, lama dia menggali sampai menemukan seberkas cahaya, didorongnya salah satu benda tang ada diatas kepalanya, alangkah terkejutnya Ciel saat menemukan dirinya berada dik kolong meja yang ada disebelah kamarnya. Dam mulai detik itu Ciel menetapkan bahwa kolong meja adalah tempat kaburnya(?) dari sang akuma mesum yang selalu dan selalu mengekori dirinya. (sampai disini dulu penjelasan tentang kolong meja rahasia Ciel)
"Sebastian, ini perintah, aku ingin sendirian! Jangan temui aku sebelum kupanggil!" kata Ciel.
"Dan satu lagi, selidiki siapa yang menyarankan pada baginda ratu, tentang 'pernikahan nista' itu!" lanjut Ciel yang sukses membuat Sebastian syok di tempat.
"Ye, yes My Lord" jawab Sebastian gagap, setelah mendapat jawaban tersebut Ciel mulai masuk kedalam pintu rahasianya.
~OoO~
Disuatu tempat di istana kebangga nene- ehem. Queen Victoria, terlihatlah seorang anak dengan rambut hitam legam melekat dikepalanya, dengan model gaya rambut dan wajah seperti seseorang yang bernama Charles Grey. Selidik-diselidik ternyata anak yang sangat mirip dengan Earl Gray ini adalah seorang perempuan, sekaligus adik kandung dari Charles Grey, namanya adalah Pricelia Gray bocah berumur 11 tahun yang terkenal dengatn ke-pervert-anya, bagaimana tidak? Setelah diselidiki oleh Sebastian ternyata gadis nista inilah sang biang kerok, biang racun dan segala biang lainnya dari rencana ratu tentanng pernikahan nista antara Sebastian dan Ciel. Karena sebenarnya Pricelia ini adalah seorang fujoshi akut, yang sudah sukses menularkan virusnya pada sang nenek funky.
'Buset dah ni bocah, gak kakak gak adik sama aja ngeselinya, tapi kayaknya gue mesti ngucapin terima kasih daeh sama nih bocah, kan gue bisa nikah ama Bocchan gue tercinta.' Batin Sebastian.
"Baginda ratu, bagaimana? Apa mereka pernikahannya?" tanya Pricelia pada seorang nenek tua nan peyot –plak-.
"haaah~ sepertinya Cuma seseorang yang menyetujuinya Pricelia sayang..." kata sang pemimpin Britania Raya .
"Pasti Sebastian Michaelis 'kan?" tanya Pricelia, yang lebih tepatnya pernyataan.
"Bagaimana kau tahu Pricelia sayang?" tanya Queen Victoria penuh keheranan.
"Tentu saja, si Butler itukan mukanya mesum + pedo banget" jawab Pricelia santai, sementara Sebastian yang mendengarnya seakan merasakan badai berada didekatnya, sangat dekat.
~OoO~
Sesosok bungkusan hitam(?) eh, salah maksudnya, sesosok mahluk yang terbalut dengan warna hitam tengah berjalan menyusuri lorong yang gelap (jalas saja gelap, kan sudah jam 12 malam). Dia terus berjalan sampai berada tepat didepan sebuah pintu yang sangat ia kenal.
"Hah~ Bacchan, saya sudah mengetahui siapa pelaku dari perencanaan 'pernikahan nista' itu" kata Sebastian sambil mengetuk lembut(?) pintu kamar sang tuan mudanya itu.
"Masuk!" teriak Ciel dari dalam kamarnya.
"Permisi Bocchan~" sapa Sebastian lembut tak lupa sambil menebarkan seringai mesumnya.
"Hentikan berwajah mesum begitu Sebastian! Cepat katakan siapa pelakunya!" bentak Ciel pada Sebastian.
"Haahh, Bocchan wajah saya bukankahmemang seperti ini sejak dulu?
Baiklah ternyata sifat ratu jadi berubah seperti ini karena kedatangan adik dari Charles Grey yang selama ini tinggal di Jepang." Jawab Sebastian, dengan wajah serius.
"A... Adik... Charles...Grey?" Ciel tergeragap, saat mengetahui siapa pelaku yang membuatnya harus menikah dengan butler mesumnya itu.
"Iya Bocchan" kata Sebastian yang kembali memasang senyum mesumnya.
"Hweeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee!
Kenapa sih gue mesti punya urusan sama orang yang ngerepotin!?
Nama masalahnya gue mesti nikah ama Butler gue nan mesum gini sih?!" rengek Ciel sambil guling-guling di tempat tidurnya.
Sebastian hanya bisa sweatdrop melihat kelakuan sang tuan mudanya yang imut itu.
"Saya permisi dulu Bocchan" kata Sebastian yang meninggalkan Ciel yang mulai nangis dengan OOC-nya.
~OoO~
Sebastian yang pensaran akan apa yang ada dibalik kolong meja kesayangan Boocchannya, semakin dibuat penasaran saat melewati meja yang sering di tempati majikannya. Saat Sebastian masuk kekolong meja itu, dia heran, tidak ada yang aneh dari meja itu, tapi lantainya...
Saat Sebastiann menggeser lantai itu, mulutnya menganga lebar selebar apa yang ada di balik lantai itu. sebuah jalan bawah tanah yang berujung pada suatu tempat. Karena penasaran Sebastian memasuki terowongan(?) itu. 'Bagaimana Bocchan membuat ini' tanyanya pada diri sendiri yang tengah merangkak didalam trowongan tersebut. Saat berada di ujung terowongan dia mendorong sesuatu yang ada di atas kepalanya.
Alangkah terkejutnya Sebastian saat mendapati dimana dirinya berada. Dia berada di bawah kolong tempat tidur sang tuan mudanya.
Bukan itu saja yang membuatnya terkejut, saat ini dia tengah melihat sang tuan mudanya yang sedang belajar memakai baju sendiri. Tubuh bagian atas Ciel yang tak tertutup sehelai benang pun, benar-benar membuat dia terlihat sexi, san membuat Sebastian 'dag dig dug' sambil memegangi hidungnya, dia merasakan cairan hangat melintasi hidung mancungnya. Apa tuan mudanya sedang stres, makanya dia mencoba memakai kemeja berkancing, yang kancingnya sudah lepas semua, karena kekesalannya.
Sebastian sudah benar-benar tidak tahan dengan pemandangan yang ada di depannya itu, memutuskan untuk kembali, tapi karena dia kurang hati-hati kepalanya malah terbentur ranjang kesayangan Ciel.
'Mampus Gue!' batin Sebastian.
"Siapa itu?!" bentak Ciel yang berjalan menuju tempat tidurnya. Dan saat dia mendongakkan kepalanya, untuk melihat siapa yang ada di kolong kasurnya.
Dan alangkah terkejutnya Ciel saat melihat siapa yang ada di dalam sana.
"Se... Se.. bas... ti..an, ap... apa... yang kau.. laku..kan?" tanya Ciel yang panik saat melihat Sebastian yang tengah tiarap di bawah tempat tidurnya sambil menutupi hidung yang tengah mengeluarkan darah. (kasian ama suh lu Bas –plak-.)
To Be Continued
Hahaha bagai mana hasilnya? Makin gaje + aneh aja ya ==
Saya tetap mohon masukannya ya :D
tetap minta Reviewnya ya ^^
