Chapter 3

Disclaimer :

Kuroshitsuji by Yana Toboso

Yaoishitsuji sama Ciel Phantomhive punya saya *dibunuh mba Yana* -plak-

Warning : Typo(s), OOC, Yaoi, BL, OC, siapkan kantong muntah, cerita sedikit ngaur (sebenarnya sih banyak), gaje (pastinya), garing DLL.

Genre : Humor, Romance

Rating : T

summary : Apa jadinya jika seorang –iblis- yang perfect seperti Sebastian ternyata seorang yang ehem-pencinta sesama. Dan apa jadinya jika pemimpin negara Britania Raya seoarang fujoshi? Apa yang akan terjadi pada si unyu, imut Ciel?


Balasan review

anon : gak kebayang deh,klo rakyt inggris fujo semua *di gebukn ratu inggris* ==

tpi ngomong" sebenarny Ciel itu punya saya lo –plak-

(Ciel : ih najis banget deh gue ama manusia laknat kayak elo

Author : hwaaaaaaaaaa Ciel kok kamu tega sih ngatain daku 'laknat'? kita kan pernah menjalin hubungan...

Someone : maaf,tolong jangan hiraukan mahluk ini, karena dia adalah pasien kami *nyeret si author yang ternyata pasien RSJ*

Sebas-chan: abaikan kalimat di atas)

Ehehehe review lagi ya ^^

amanda-chan : ehehehe, sya jga ngrsa garing banget pas baca ulang, trus sya juga merinding bisa nulis beginian *maklum lah saya emang uhukradauhuk aneh* tpi kan ada romanceny jga? O.o? gak bisa klo ada unsur gitu"(?), trus sbenarny sya juga gak bisa bikin humor ==, enth knpa rsany jadi garing banget, hwaaaaaaaaaa maafkan daku –plak- *dikeroyk orng sekmpung*

ehehe, review lagi ya ^^

Ayumi Phantomhive : hahaha, iya tuh si adik Charles Grey malah ngasih virus yaoi ama si nenek fungky, oke deh aku panjangin, tapi kalau soal adegan 'ehem'-nya, dipikir-pikir dlu dh –plak-

Ehehehe review lagi ya ^^

Uzumakikagari : ehehehe, makash ^^, oke geh aku panjangin critanya ^^

Review lagi ya ^^


Hoh hoh hoh

Dan maaf kalau masih banyak OCC-nya *bungkuk*


"Siapa itu?!" bentak Ciel yang berjalan menuju tempat tidurnya. Dan saat dia mendongakkan kepalanya, untuk melihat siapa yang ada di kolong kasurnya.

Dan alangkah terkejutnya Ciel saat melihat siapa yang ada di dalam sana.

"Se... Se.. bas... ti..an, ap... apa... yang kau.. laku..kan?" tanya Ciel yang panik saat melihat Sebastian yang tengah tiarap di bawah tempat tidurnya sambil menutupi hidung yang tengah mengeluarkan darah. (kasian ama sih lu Bas –plak-.)

"Ja... jangan-jangan..." kata Ciel yang mulai kalut.

"Bocchan, sa.. saya bisa jelaskan ini semua.." Sebastian mencoba mencarialasan apa yang tepat untuk disampaikan pada si imut Ciel.

"Cukup! Aku tau! Kau mengintipku 'kan Sebastian?!

Dasar MESUM!" teriak Ciel dengan penuh penekanan pada kata 'mesum'-nya.

Sebastian serasa membeku di tempat, masih dengan posisi tiarap dibawah kasur, tentu saja dengan mulut mengaga, selebar jurang dengan kedalaman 1000 meter(?).

"Ini perintah! Kau tidak boleh mengikutiku Sebastian!" kata Ciel yang entah darimana Ciel serasa mendapat kekuatan yang sangat besar, sehingga dia melompat dari balkon kamarnya yang berada dilantai dua itu. terjun dan berlari menuju istal kuda kesayangannya. Yang entah bagaimana sudah mengenakan kemeja yang urutan kancingnya terpasang dengan sempurna.

Ciel memacu kudanya dengan kecepatan tertinggi. Terus memacu kudanya keluar dari manor house Phantomhive, menuju ketempat yang sangat dikenalnya.

Sementara Ciel pergi meninggalkan manor house kebanggaannya, Sebastian telah beranjak dari kolong tempat tidur, sambil menatap kepergian tuan sekaligus puajaan pujaan hatinya, sambil bergumam.

"Yes My Lord" gumamnya.

~OoO~


Sekarang Ciel telah sampai pada tempat tujuannya, setelah mempersiapkan diri, Ciel pun bergegas melakukan kegiatannya.

"ALOIS! ALOIS! Kau ada di dalamkan?! Cepat buka pintuny!" teriak Ciel sambil menggedor-gedor Trancy's manor itu.

Sementara itu Claude yang mendengar gedoran Cielpun hanya bisa menghela nafas.

"Berisik benget 'sih si bocah Phantomhive itu, gue makan juga nanti!" kata yang telah menghentikan aktifitasnya, memberi makan si kepala keluarga Trancy, yang lumayan aneh itu.

"Sudahlah, Claude! Cepat bukakan pintu untuk sahabatku tersayang~" pinta Alois sambil mengeluarkan wajah imutnya.

"Baiklah Danna-sama" jawab Claude, seraya berjalan mendekati(?) pintu depan tanpa diduga oleh si jidat lebar(?) si pengetuk pintu malah berteriak.

"AWW SILAUMAN!" teriak Ciel sambil menutupi matanya.

"Gue ini iblis tau! Bukan 'siluman'!" teriak Claude yang ternyata telinganya lumayan bermasalah rupanya.

"Alois ada 'kan? Gue masuk!" kata Ciel seraya melenggang masuk, serasa dia yang punya rumah.

"Awas lu ya! Ngejengkelin banget sih lu, gue makan baru tau rasa lu!" omel Claude dengan jidat yang lebar, selebar lapangan bola.

~OoO~


Sementara Ciel yang sedang berkunjung ke mansion Alois, mari kita lihat apa yang terjadi pada Sebastian.

Sebastian berjalan lunglai menuju taman belakang, dia terlihat sangat frustasi, sampai-sampai dia tidak menyadari suara teriakan, tangisan dan ledakan para rekan idiotnya serta 'hoh hoh hoh'-nya Tanaka(?). sebastian terus berjalan sampai menemukan sekelompok kucing yang lagi bertengger(?) di atas pohon. Berhubung Sebastian bukanlah manusia, jadi dia mengerti apa yang sedang di bicarakan teman-temannya itu.

Seekor kucing jantan dengan bulu berwarna biru muda, sedang merayu kucing betina derbulu abu-abu, yang diketahui bernama 'Doraemon' dan 'Mii-chan'

"Mii-chan.. ayah kamu ketua RT ya?" tanya Doraemon yang mulai menggombal.

"Kok, tau?" tanya Mii-chan sambil memasang wajah penasaran.

"Karena kamu sudah mengetuai hatiku" balas Doraemon yag mendapatkan hadiah blushing dari Mii-chan.

Sebastian tidak mau mengganggu kemesraan dua rekannya itu, dia pun berjalan menuju ranting yang terdapat seekor kucing berbulu putih, dan Sebastian pun mulai berteriak.

"Kimmy! Aku galau" kata Sebastian dengan wajah yang memerah.

"Terus gue mesti koprol sambil bilang waaw gitu?" Balas si kucing dengan bulu putih yang di ketahui bernama Kimmy.

"Ugh, percuma deh gue cerita ama mereka, haahh~ Bocchan anda kemana? Saya 'kan merindukan anda~", rengek Sebastian yang sudah bergelantungan diatas pohon(?).

~OoO~


"Wah ini dia yang sebentar lagi menikah" kata Alois sambil nyengir kuda saat Ciel yang diikuti Claude memasuki ruang rekreasi Alois.

"Apa maksudmu?" tanya Ciel sambil membulatkan matanya, 'bagaimana bisa Alois tahu akan hal ini?' pikirnya saat ini.

"Ah, jangan pura-pura lupa deh Ciel" balas Alois.

"Sungguh aku tidak mengerti yang kau katakan." balas Ciel.

"Halah, 'kan kau yang ngirim undangan tadi pagi, padahal aku udah mau mampir ketempatmu, buat ngucapin selamat."

"APA?! Udangan?! Siapa yang-" belum sempat Ciel melanjutkan kalimatnya, tiba-tiba dia teringat akan siapa 'biang' dari masalahnya ini. Ya siapa lagi kalau bukan ratu-nya dan adik dari Charles Grey, Pricelia Grey.

Ciel tertunduk pundaknya bergetar, Alois yang melihat perubahan pada Ciel tiba-tiba merasa bingung dan heran.

"Kau kenapa Ciel?" tanya Alois dengan kening berkerut.

"Ak... aku..." Ciel pun menceritakan apa yang terjadi antara dirinya dan Sebastian.

"APA?! JADI KAU DAN SEBASTIAN DIJODOHKAN QUEEN VICTORIA?!" teriak Alois.

"Iya" jawab Ciel yang masih menundukan wajahnya.

"LALU SEBASTIAN MENYETUJUINYA?!" tanya Alois yang masih berteriak.

"Ya" lirih Ciel yang semakin menunduk.

"DASAR BUTLER MESUM! Eh- tunggu dulu..." kata Alois yang menghentikan teriakannya.

Ciel pun mendongaka wajahnya.

"Apa... Lizzie tahu akan hal ini?" tanya Alois dengan wajah horrorya.

DEG!

Ya benar Elizabeth, bagaimana Ciel bisa lupa? Dan lagi kalau undangan sudah disebar, kemungkinan besar keluarga Midford juga menerimanya 'kan? Apa yang harus Ciel lakukan, bagaimana caranya dia menjelaskan semua ini pada paman, bibi, Elizabath serta calon kakak iparnya? Bagaimana mungkin dia bilang "Aku dipaksa menikah oleh Queen Victoria" tidak mungkin mereka bisa mempercayai alasan konyol begitu, walaupun memang seperti itulah kenyataannya.

Tiba-tiba kepala Ciel terasa nyeri, sangat sakit sampai pandangannya mulai kabur, kesadarannya pun mulai menghilang. Alois langsung memegang tubuh Ciel saat Ciel ambruk dari kursinya.

"Ciel! Ciel!" panggil Alois saat sahabatnya tersayangnya kehilangan kesadarannya.

To Be Continued


Rasanya ceritanya kok mulai berubah, ya?

Saya tetap minta masukannya ya ^^