Naruto © Masashi Kishimoto

Days in Konoha!

A Naruto Fanfiction by Asakura Ayaka

.

.


Kelompok 101 . Staring :

Uzumaki Naruto, Nara Shikamaru, Sabaku no Gaara, Inuzuka Kiba, Uchiha Sasuke, Aburame Shino, Hyuuga Hinata, Yamanaka Ino, Haruno Sakura, dan Uzumaki Karin


Day 2 : Shino Paling Pengalaman

.

.

.

.

Krik krik krik krik…

Malam hari yang tenang di Konoha, rasanya enak jika suasana kalem seperti ini dipakai untuk tidur, bersantai, malas-malasan dan sebangsanya. Namun sesuai peraturan rumah basecamp mereka, setiap malam Sabtu; Naruto, Shino, dan Sasuke adalah oknum-oknum yang kebagian jadwal ronda. Maklum saja, mereka semua—sepuluh mahasiswa—berasal dari Tokyo. Tinggal di kampung begini pastilah mereka merasa diincar maling kelas teri, jadi mau tidak mau para laki-laki harus bergantian jaga setiap malam.

"Bangun woy, ronda-ronda." Shino menendang kecil kaki Naruto yang sedang terlelap. Nampaknya si pak ketua itu lupa jadwal rondanya sendiri.

"Mmmmm jam berapa ini…? Apa yang lain sudah tidur?" Naruto menjawab setengah sadar.

"Hn. Ayo keluar."

Berkat paksaan—dan seretan Sasuke tentunya—maka tiga cowok itu pun melakukan aksi rondanya. Sialnya Naruto, harus ronda ditemani dua manusia pendiam macam Sasuke dan Shino. Untuk satu jam saja rasanya bagai setahun, bahkan ia mulai menguap-nguap sendiri karena bosan.

"Ngomongin apa kek biar ga ngantuk." Naruto mulai bersungut kesal.

"Hn."

"….."

.

.

.

Tidak ada hasil yang signifikan.

Keadaan masih tidak berubah.

Akhirnya selaku pihak paling bete, Naruto pun berinisiatif mengajak Shino bicara. Sementara Sasuke cuek-cuek bebek dan memilih berkutat dengan ponselnya sendiri.

"Shino, kamu ga capek diem aja kayak patung gitu?"

"Enggak." jawabnya singkat, jelas, padat. Aneh sekali, daritadi Shino tidak bergerak sedikitpun. Beda dengan Naruto dan Sasuke yang sudah berganti-ganti posisi mulai dari duduk, selonjoran, nyender, duduk lagi, tengkurap, nyender lagi, dan sebagainya.

"Jadi orang jangan terlalu pendiam, nanti jomblo terus kaya si teme."

"Aku tidak jomblo." timpal Shino lagi.

"Terus kau punya pacar?"

"Ya."

"Sudah berapa lama?" Naruto mulai kepo.

"Tiga tahun setengah."

Sontak Naruto langsung ber-woow ria. Sebenernya Sasuke juga agak shock denger ini, tapi dia berusaha untuk stay cool sekalipun kupingnya tetap menyimak pembicaraan dua temannya.

"Terus-terus, udah pernah ngapain aja? Grepe-grepe gitu?"

"Udah."

"Ciuman?"

"Apalagi."

"Begituan?"

"….."

Shino bergeming, menunduk. Entah dia malu atau ragu untuk menjawab. Tapi akhirnya dia jawab juga pertanyaan Naruto itu…

"Hampir."

"HAAAAAAHHHH?! Ko bisa?!" suara cempreng Naruto menggelegar kuat, kaget.

"Ya. Singkat cerita, aku ini hampir diperkosa."

"HAH?!" kali ini giliran Sasuke yang kaget. Ia bahkan menjatuhkan ponsel saking kagetnya, buru-buru ia pun memasang muka stoic-nya lagi, mencoba tenang seperti semula. "Ehm… gak kebalik tuh?" lanjutnya lagi dengan suara normal.

"Enggak. Pacarku sangat agresif orangnya."

"HAH?! Serius ah!" mereka berdua mulai menatap Shino lekat-lekat, siap menginterogasi pengalaman Shino.

"Dua rius. Nih buktinya." Shino mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan folder foto khusus bersama pacarnya. Dan ya, mata Naruto dan Sasuke sampai membelalak kaget. Dari semua foto-foto itu, Shino nampak datar-datar saja tanpa ekspresi. Sementara si cewek selalu berpose cium pipi, nempel, gelayutan dan manja pada Shino. Yang lebih parahnya lagi, cewek itu cantik banget. Kok bisa dia mau sama Shino?

'Ini mustahil!' inner Sasuke berteriak tak terima.

"Alaaah pasti ini foto editan!" Naruto tertawa remeh pada Shino.

"Ya sudah kalau kalian tidak percaya."

Berikutnya, mereka kembali terdiam. Bukannya apa-apa, mereka—tepatnya Naruto dan Sasuke—sibuk tenggelam dalam pikiran masing-masing. Shino yang pendiam ini, ternyata tingkat pengalamannya lebih jauh dari mereka yang tergolong amatir soal cewek. Padahal soal tampang, jelas menang Sasuke. Soal sifat, jelas Naruto lebih humoris dan easy going. Tapi kenapa?!

"Kalian kalau cari pacar jangan melihat fisiknya." Tiba-tiba saja Shino membuka suara, berhasil mengundang lirikan dua temannya. "Zaman sekarang, susah mencari perempuan baik-baik."

"Lah kau sendiri? Dapet yang 'agresif'?" sahut Naruto setengah nyindir.

"Makanya, kita harus berusaha untuk membimbing mereka ke jalan yang benar. Kalau bisa, jangan ada seks sebelum nikah." Oke, kalimat ini cukup ngejleb untuk Sasuke yang taraf kenakalan pikirannya kadang kumat jika membayangkan Sakura. Ia pun segera memprotes secara tidak langsung, "menurutku itu tergantung mereka melakukannya dengan siapa."

"Iya betul! Kalau melakukannya dengan semua laki-laki, baru bisa dibilang nakal." dukung Naruto pada opini Sasuke.

"Sekali haram tetap haram. Dosa ditanggung masing-masing." Kini Shino bagaikan ulama yang sedang menceramahi Naruto dan Sasuke. Ia mulai membacakan tafsir ayat-ayat kitab suci yang ia hafal dan dua temannya itu menyimak baik-baik. Malam ronda ini mereka lewati bak acara pesantren kilat yang berisi siraman rohani. Dua jam kemudian suasana kembali sunyi dan semua sudah kehabisan kata-kata, bingung harus bicara apalagi.

"Nggg… Shino. Menurutmu, Hinata cocok denganku tidak? Dia gadis baik-baik kan?" Naruto malu-malu bertanya pada patung di sampingnya. Sementara Sasuke mulai menyunggingkan senyum miringnya. "Sudah kukira kau menyukainya, Dobe."

"Iya hehehe… Gimana, Shino? Setuju ga nih?"

"….."

"Shino?"

"….."

Krik krik krik krik…

"….."

"Ni bocah tidur kali ya!" Naruto geregetan sendiri tatkala pertanyaannya tak kunjung digubris. Ia bergerak mendekati Shino yang mematung dan mencopot paksa kacamata hitamnya.

"TUH KAAAAN DIA TIDUR, TEME! KUSOYAROO!"

.

.

.

.


~Just another little story~

Terima kasih kepada reviewer chapter lalu:

Chiachan-18, Panda-kun, Redsans Mangekyou, FuuYuki34, sora, haruno ruka, Mizuira Kumiko, FuRaHeart, 13th Larc Hell, Sakura Hanami, dan para Guest yang ga login :*

Ada yang mau request siapa main chara untuk chapter 3? xD pilihannya ada di atas tadi yaa! Kalian semua adalah semangatku! Sampai jumpa di apdetan fic Aya selanjutnya *cyuw*

.

Review?