Chapter 4
Disclaimer :
Kuroshitsuji by Yana Toboso
Yaoishitsuji sama Ciel Phantomhive punya saya *dibunuh mba Yana* -plak-
Warning : Typo(s), OOC, Yaoi, BL, OC, siapkan kantong muntah, cerita sedikit ngaur (sebenarnya sih banyak), gaje (pastinya), garing DLL.
Genre : Humor, Romance
Rating : T
summary : Apa jadinya jika seorang –iblis- yang perfect seperti Sebastian ternyata seorang yang ehem-pencinta sesama. Dan apa jadinya jika pemimpin negara Britania Raya seoarang fujoshi? Apa yang akan terjadi pada si unyu, imut Ciel?
Akhirnya fic gaje ini kembali terbit(?), terimakash atas dukungannya ya ^^
Balasan Review
UzumakiKagari : jujur daku(?) jadi bingung, tapi mungkin chapter kali ini gak terlalu lucu, maafkan daku~ –plak– (abaikan kegajean Author)
Ehehehehe, Review lagi ya ^^
yoru knight : iya benar, walau pun galak, tapi tetap unyu –plak–
Ehehehehe Review lagi ya ^^
amanda-chan : ehehehe, makasih masukanya, tapi kalau wordsnya saya kayaknya gak sanggup *ngibarin bendera merah putih*
Tapi kayaknya chapter kali ini garing banget deh, alurnya juga kecepatan =,=
Ehehehe, tapi makasih banyak ya masukannya, tetep minta kritiknya dan sarannya ya ^^, review lagi ya ^^
Ayumi Phantomhive : iya gak apa-apa bok *jiwa buncis, eh- bencinya keluar* –plak–
Soal Lizzie kamu baca sendiri gih apa yang terjadi padanya –plak–
"Apa... Lizzie tahu akan hal ini?" tanya Alois dengan wajah horrorya.
DEG!
Ya benar Elizabeth, bagaimana Ciel bisa lupa? Dan lagi kalau undangan sudah disebar, kemungkinan besar keluarga Midford juga menerimanya 'kan? Apa yang harus Ciel lakukan, bagaimana caranya dia menjelaskan semua ini pada paman, bibi, Elizabath serta calon kakak iparnya? Bagaimana mungkin dia bilang "Aku dipaksa menikah oleh Queen Victoria" tidak mungkin mereka bisa mempercayai alasan konyol begitu, walaupun memang seperti itulah kenyataannya.
Tiba-tiba kepala Ciel terasa nyeri, sangat sakit sampai pandangannya mulai kabur, kesadarannya pun mulai menghilang. Alois langsung memegang tubuh Ciel saat Ciel ambruk dari kursinya.
"Ciel! Ciel!" panggil Alois saat sahabatnya tersayangnya kehilangan kesadarannya.
~OoO~
"Ng..." desah pemuda kelabu itu saat mulai membuka matanya.
"Bocchan, anda sudah sadar?" tanya sebuah suara yang sangat dikenalnya.
"Sebas-" kata-katanya terputus, tiba-tiba dia jadi teringat tentang kejadian sebelum dia tidak sadarkan diri.
"Kenapa aku ada disini Sebastia?!" bentaknya pada sang butler.
"Maafkan saya Bocchan, tapi tadi Tuan Alois bersama butlernya mengantar anda kesini." Jawab sang butler tenang.
"Alois, yang mengantarku?" tanya-nya untuk meyakinkan dirinya sendiri.
"Ya, Bocchan, selain itu Tuan Alois juga mengatakan kenapa anda bisa jatuh pingsan pada saya" saat mendengar penyebab kenapa dia bisa tidak sadarkan diri, wajah Ciel –pemuda kelabu itu– mendadak murung.
Seakan bisa membaca pikiran sang tuan Sebastian pun mulai menceritakan tentang kedatangan sang lady, saat dia menunggu sang tuan.
"Bocchan sebenarnya tadi, sebelum anda kembali Lady Elizabeth mampir kesini" katanya yang sukses membuat Boochan-nya pensaran.
"A... pa?" kata Ciel yang membulatkan matanya.
Flasback
"CIIIIIIIIIIIIEEEEEELLLLLL!" teriak seorang gadis blonde saat memasuki mansion tunangannya, bukankah ini hal yang biasa dia lakukan? Jadi jangan heran ya –plak–
"Lady Elizabeth" sapa Sebastian pada sang lady.
"Ciel mana Sebastian?" tanya gadis blonde itu.
"Bocchan sedang pergi, mungkin ketempat tuan Alois" jawab Sebastian.
"Kalau begitu denganmu saja deh" kata sang Lady yang membuat Sebastian bingung.
"Lady, ada perlu apa dengan saya?" tanyanya lembut.
"Ish, Sebastian, kok malah pura-pura gitu sih?" tanya Elizabeth yang sukses membuat Sebastian kebingungan Sebastian bertambah.
"Jadi maksud anda?" tanya pelan sang butler Phatomhive itu.
"Kau dan Ciel 'kan akan menikah minggu ini? Aku saja sudah terima undangannya" kata Lady blonde itu dengan riang.
"A... Ap.. pa?" kata Sebastian sambil membulatkan mata dan mulutnya(?).
'Buset dah ni Lady tahu dari mana sih? Jangan-jangan selama ini dia update terus tentang SebaCiel?' batin Sebastian.
"Sebenarnya kemaren ada seorang gadis berkunjung ke mansion kami Sebastian" kata Elizabath mulai menerangkan tentang kejadian kemarin yang membuatnya berubah drastis.
Sebastian mulai mendengarkan penjelasan sang Lady.
"Kemarin itu 'kan ada gadis tepetnya adik dari Earl Grey berkunjung ke mansion kami, katanya dia diutus Queen Victoria" kata Elizabath mulai menceritakan kunjungan sosial(?) sang adik Earl Gray pada Sebastian.
Flashback
Gadis dengan surai hitam itu memasuki mansion Midford dengan gak elitnya, sama seperti kebiasaan sang kakak, dia menerobos masuk kediaman Midford dengan bergelantungan kayak tarzan dan memecahkan jendela ruang utama mansion itu.
PRANG!
Suara jendela yang pecah itu sukses membuat seisi rumah menoleh padanya. Baru saja Frances Midford ingn menarik pedangnya gadis bersurai hitam itu menahanya.
"Tenanglah Marchioness Frances Midford, saya adalah Pricelia Grey, utusan dari Queen Victoria."
"Apa keperluanmu, sampai menerebos masuk seperti ini!?" tanya Frances Midford yang sudah bersungut-sungut karena kelakuan anak tidak tahu sopan santun ini.
"Santai saja Marshioness, saya hanya ingin menyampaika perintah baginda ratu." Jawabnya yang entah bagaimana duduk disalah satu kursi di ruang itu, tanpa dipersilakan duduk ileh sang tuan rumah.
"Woi bocah ! kami ini bukan 'anjing penjaga ratu' jadi kami tidak bisa diperintah seenaknya! Apa lagi olehmu!" betak anak pertama di rumah itu.
"Siapa yang kau maksud 'bocah' anak manja!" jawab Pricelia yang mulai terbawa amarah.
"AP-" belum sempat Edward –anak tertua– menyelesaikan kata-katanya sang ayah memotong kalimatnya.
"Tenanglah Edward, sebaikya kita dengarkan dulu penjelasan Nona Pricelia ini" kata sang ayah menenangkan anaknya.
"Katakan ada urusan apa kau kemari?" tanya seorang perempuan yang kelihatannya jauh lebih waras(?) dibanding para lelaki di rumah ini.
"Baiklah tante, berhubung saya juga masih ada keperluan lain, sebenarnya saya hanya ingin menyampaikan pesan dari baginda ratu. Dan ini ada hubungannya dengan Ciel Phantomhive"katanya seraya melirik Elizabeth yang tengah kebingungan.
"Ciel 'kan 'anjing penjaga ratu' bukankah itu hal yang biasa kalu ini ada hubungannya dengan dia"kata Elizabeth yang lebih tepatnya meyakinkan dirinya kalau ini adalah hal yang biasa.
"Sebenarnya ..." Pricelia menjelaskan semua recana ratu.
Seluruh keluarga Midford sukses membulatkan mata serentak(?).
"A... apa?!" tanya Marshioness tidak percaya.
"Be... benarkah?!" tanya Edward dan Elizabeth serentak.
"KYAAAAAAAAAAAA!" teriak laki-laki setengah baya yang diketahui bernama Alexis Leon Midford.
"Kyaaaaaaaaaaa, akhirnya keponakanku yang manis itu menikah dengan laki-laki juga" jeritnya yang ternyata seorang fudanshi. Oh ternyata diam-diam dia adalah salah satu fans SebaCiel juga, tentu saja hal ini tidak diketahui oleh istrinya.
"Ternyata benar dugaan saya kalau anda adalah salah satu dari kami" jawab Pricelia
Tiga anggota keluarga Midford lainnya hanya bisa ber-cengo ria melihat kelakuaan dari kepala keluarga Midford itu.
Seharian itu kediama Midford ramai oleh jeritan para fujo dan fudan yang bergentayangan disana.
Ternyata sesuai rencana yang telah dirancang hari itu Pricelia mulai meyebarkan virusnya pada keluarga Midford, tentu saja dibantu oleh sang kepala keluarga rumah itu.
End of Flashback
"Begitulah Sebastian seharian itu kami habiskan untuk yah, kau tau lah." Kata sang Lady yang telah selesai dengan ceritanya.
"Ja... jadi begitu.. ya?" tanya Sebastian yang sungguh tidak habis pikir kalau kepala keluarga Midford ternyata seorang...
'Buset dah tuh anak malah nyebarin virus fujo kekeluarga Midford' batin Sebastian yang kembali teringat akan kelakuaan nista Pricelia.
"Begitulah ^^" jawab Elizabeth riang.
End of Flashback
"Begitulah ceritanya Bocchan" kata Sebastian.
Ciel mulai merasa pusing lagi, kali ini dia merasa benar-benar frustasi. Bagaimana tidak? Satu-satunya harapannya untuk terlepas dari pernikahan ini hanyalah Elizabeth dan keluarganya, tapi sekarang mereka malah ikut-ikutan jadi fans SebaCiel lagi.
"Bocchan, bukankah anda ingin mencari tahu siapa yang telah menghina keluarga Phantomhive? Anda juga mengatakan bahwa cara tercepat untuk mengetahuinya adalah menjadi 'anjing penjaga' bukankah anda melakukan kontrak dengan saya untuk balas dendam? Kalau anda berhenti disini, hanya karena masalah ini, bukankah itu sangat disayangkan Bocchan?" kata Sebastian, yang tidak diketahui maksud kenapa bia berpidato(?) panjang lebar begitu. Mungkinkah hanya untuk menasehati atau memang ingin mencari kesempatan dalam kesempitan? Walau sepertinya itu memang karena dia ingin mencari kesempatan dalam kesempitan, lihat saja wajah mesumnya itu! Gak wajah gak otak yang sepertinya memang sudah diciptakan untuk menjadi mesum tingkat iblis(?) –plak–.
Ciel terlihat berpikir sejenak, dan memejamkan matanya, sesaat setelah itu, dia kembali membuka mata biru lautya itu.
"Kau benar Sebastian! Apa jadinya kalau kepala keluarga Phantomhive tidak bisa melakukan misi ini!" katanya angkuh, sepertinya Ciel telah merencanakan 'sesuatu'.
Sekilas Sebastian merasakan suatu firasat buruk namun dia abaikan saja. Sepertinya kau akan menyesal nantinya Sebastian.
To Be Continued
Haduh kok endingnya gantung terus sih =,=
Chapter depan bakal ada alasan kenapa Elizabeth merestui hubungan mereka.
Tetap tunggu kelanjutanya ya ^^
Terus saya tetap minta masukannya,
Tolong reviewnya ya ^^
