Chapter 5
Disclaimer :
Kuroshitsuji by Yana Toboso
Yaoishitsuji sama Ciel Phantomhive punya saya *dibunuh mba Yana* -plak-
Warning : Typo(s), OOC, Yaoi, BL, OC, siapkan kantong muntah, cerita sedikit ngaur (sebenarnya sih banyak), gaje (pastinya), garing DLL.
Genre : Humor, Romance
Rating : T
summary : Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu Sebastian pun tiba, tapi sepertinya akan ada masalah yang cukup merepotkan untuknya, bukan hanya masalah mantan tunangan sang 'Bocchan' tapi Bocchan tercintanya ikut menjadi 'biang masalah' untuk-nya.
Balasan Review
UzumakiKagari : eheheheh makasih ya udh nungguin kelanjutan cerita laknat bin nista ini ^^
Review lagi ya ^^
Ichshiroidiamond : heheheh ini sudah update lagi kok ^^ (maaf, ya lama==), entar ada kok pair ClaudAlois-nya, tapi nanti ya ^^
Review lagi ya^^
NonoUnie : ahaha, itu karena kenistaan Pricelia *digampar Pricelia* rencana Ciel itu sebenarnya... eheheheh, baca ajadeh ya ^^
Review lagi ya ^^
Aizzah : makasih Izzah ^^
Sebenarnya Sebas-chan itu Cuma nuruti perintah Ciel makanya dia ngomporin Ciel buat nerima pernikahan mereka, ckckckck dasar butler mesum (di gorok Sebastian).
Review lagi ya ^^
Akhirnya hari ini datang juga, hari yang telah sang iblis tunggu-tunggu, hari pernikahannya, dengan Bocchan-nya tersayang. Tapi entah kenapa ada sesuatu yang menarik untuk dia pikirkan, sepertinya memang harus dia pikirkan, kata-kata dari mantan tunangan Bocchan-nya ini, memang harus sudah seharusnya menyita pikirannya.
"Hanya kau yang bisa membahagiakan Ciel, Sebastian, aku percayakan Ciel padamu, ...
Tapi...
Jangan kau pikir aku akan merelakan Ciel begitu saja, aku bersikap seperti ini hanya agar Ciel tidak merasa bersalah padaku. Tapi Sebastian, kalau kau sampai menyakiti Ciel, kupastikan tubuhmua akan tercerai-berai!"
Kalimat itulah yang sedang Sebastian pikirkan, dia benar-benar takut menyakiti perasaan Bocchan-nya, bukan karena ancama Elizabeth melaikan dia tidak mau melihat raut kesedihan terukir diwajah Bocchan tercintanya itu.
Tapi tidak ada gunanya memikirkan itu, lebih baik dia memikirkan bagaimana caranya membahagiakan majikan tercintanya itu.
Seharusnya hari ini adalah hari yang paling membahagiakan dikehidupan panjang Sebastian, tapi kok rasanya ada yang aneh? Sebenarnya keanehan apa yang tengah menyelimuti sang iblis pedo ini?
Yah setiap pernikahan pasti ada pendeta yang menikahkan kedua mempelai, tapi kali ini berbeda Sebastian dan Ciel akan menikah di halaman belakang mansion Phantomhive (berhubung Sebastian iblis dan tentunya tidak bisa menikah di dalam gereja, maka dari itu pernikahan diselanggarakan di halaman belakang mansion Phantomhive), namun yang menikahkan mereka bukanlah seorang pendeta yang 'normal' yah, benar yang menikahkan mereka kali ini bukanlah seorang pendeta melainkan si tukang gali kubur yang nyentrik bukan main.
Yah siapa lagi kalau bukan shinigami yang doyan ketawa, Undertaker. Kenpa Undertaker bisa jadi pendeta yang menikahkan SebaCiel, oh ternyata saat masih tinggal di dunia Shinigami dia sering menikahkan para shinigami, yang memang bergender laki-laki semua. Karena itulah dia mengajukan diri sebagai pendeta yang akan menikahkan Sebastian dan Ciel saat menerima undangan pernikahan mereka.
Saat ini Sebastian tengah menunggu 'mempelai'-nya di depan altar kematian *di cincang Sebastian* di depan altar pernikahan tentu saja bersama dengan si 'pendeta' yang ketawa-ketiwi gak jelas.
"Hi hi hi hi, akhirnya anda menikah juga, hi hi hi bersama dengan Earl, hi hi hi hi" kata Undertaker sambil memamerkan gigi-gigi rapinya.
"Terima Kasih" kata Sebastian sambil tersenyum mesum, membayangkan dia dan Bocchannya sebentar lagi akan menikah.
Sementara segerombolan mahluk berkacamata memasuki halaman belakang mansion Phantomhive itu dengan sangan tidak elit, ada yang berjalan dengan tersoek-soek, ada yang ngesot ada ya-, (kalau diteruskan hal ini akan membahayakan keselamatan saya).
"SEEEBBBBBBYYYYYYY!" teriak okama merah yang –jauh lebih ganteng dibanding okama yang ada di kelas author–*malah curcol* dengan nistanya melompat kearah Sebastian. Dengan mudahnya Sebastian menghindar dari pelukan maut sang okama yang menyebabkan si okama sukses menelan(?) rumput yang mendarat diwajahnya(?).
"Tak kusangka ternyata si hama ini menikah dengan makan malamnya" kata jidat lebar kedua setelah Claude.
"Aku juga tidak menyangka senior" kata bocah bersurai pirang berkacamata.
"Sebby, kenapa kau tidak menikah sama aku sih?" tau 'kan siapa yang berkata nista seperti ini?
"Males banget deh gue kalau sama lu, mending elu jadi bujang lapuk aja" kata Sebastian dengan tampag ingin muntahnya.
"Kyaaaaaaaaaa Will, Sebby jahaaaat~" teriaknya yang sukses medapatkan jitakan tingkat tiga dikepalanya.
~OoO~
Beralih dari keributan di halaman belakang, mari kita intip apa yang sedang dilakukan sang 'mempelai' lainya(?).
"AKU TIDAK MAU!" teriak pemuda kelabu itu dengan sangat amat teramat keras.
"Aduh Ciel sayang, kau cocok memakai gaun itu" kata perempuan dengan surai coklat dan pakaina yang agak terbuka dibagian kakinya.
"Aku tidak akan memakai pakaian nista ini Nina!" teriak Ciel seraya menunjuk-nunjuk kesal gaun-nya.
"Aduh dear kenapa 'sih kau selalu menolak gaun yang kuberikan?" keluh wanita yang bernama lengkap Nina Hopkins.
"Tentu saja kutolak, aku ini laki-laki Nina! LAKI-LAKI!" teriak Ciel dengan penekanan pada kata 'Laki-laki'.
"Haah~ baiklah Ciel sayang, kau mau kubuatkan pakaian dengan warna apa?" tanya sang desainer.
"Hitam" jawab Ciel datar.
"Apa?! Aduh Ciel sayang ini pernikahan bukan pemakaman!" keluh Nina –lagi.
"Kau buat saja, kalau kubilang hitam ya hitam!" bentak Ciel.
Mau tak mau kalau Ciel sudah seperti ini Nina hanya bisa menurut apa yang diperintahkan Ciel.
~OoO~
"Sebbbbyyyyyyyyy! Aku mencintaimu~" rengak wanita jadi-jadian itu saat diseret oleh kedua temannya untuk duduk disalah satu kursi yang telah disediakan.
"Siapa 'sih yang mengundang 'mereka'?!" kata Sebastian seraya memijit pelipisnya yang mulai terasa menegang.
"Aku" jawab seorang gadis seraya mendekati Sebastian.
"Anda-" belum sempat Sebastian menyelesaikan kalimatnya, gadis itu sudah memotongnya.
"Perkenalkan nama saya Pricelia Grey, adik dari Earl Charles Grey" katanya seraya tersenyum manis pada Sebastian.
"Saya Sebastian Michaelis, saya sungguh berterima kasih pada anda, karena-" lagi-lagi si gadis nista itu memotong kalimat Sebastian.
"Ya jelaslah, lu 'kan bisa nikah ama majikan lu, karena gue." Katanya lalu pergi meninggalkan Sebastian yang masih ber-cengo-ria.
'Buset nih bocah bisa baca pikiran orangya, beda banget sama kakaknya' pikir Sebastian.
Tidak lama setelah itu seorang pemuda dengan setelan hitam ditemani oleh pria paruh baya disampingnya memasuki altar pernikahan. Pemuda kelabu itu menggunakan setelan jas hitam dengan amat teramat cantik.
Saat mereka sampai di altar, Sebastian pun menjemput mempelainya,dan menghadap altar bersama.
"Hi hi hi hi, sebelum saya hi hi hi hi mulai pernikahan ini hi hi hi hi, adakah yang keberatan hi hi hi hi dengan pernikahan ini? Hi hi hi" katanya dengan penuh tawa.
"AK-!" Grell baru saja akan berteriak, tapi malangnya dia malah disumpal rumput oleh William dan Ronald, yang ada disampingnya.
Alhasil Grell diberikan deathglare penuh cinta oleh para mahluk yang ada disana.
"Hi hi hi pertama paman mesum Sebastian Michaelis hi hi hi bersediakah hi hi hi hi menikah dengan hi hi hi Earl Ciel Phantomhive yang cantik hi hi hi hi, selalu menemani hi hi hi dalam suka dan duka hi hi hi" kata sang tukang gali kubur dengan penuh tawa.
"Saya BERSEDIA" kata Sebastian pada penekanan kata 'bersedia' sepertinya dia mulai kesal karena sang 'pendata' selalu tertawa seperti orang gila.
"Hi hi hi sekarang Earl Ciel Phantomhive yang berpotensi menjadi wanita hi hi hi hi, bersediakah anda menikah dengan si butler hi hi hi mesum Sebastian Michaelis hi hi hi, selalu menemani hi hi hi baik dalam suka maupu hi hi hi hi duka" kata sang pendeta nyentrik.
"Saya bersedia" kata sang Earl amat sangat datar.
"Hi hi hi hi, sekarang silakan cium mempelaimu hi hi hi hi" lanjut sang pedeta.
Wajah Ciel langsung berubah pucat. 'What?!' batinnya.
'Lama banget sih lu, dasar Shinigami tua bangka!' batin Sebastian seraya menarik wajah Ciel.
Ciel yang merasakan sentuhan lembut Sebastian langsung bergidik, pelan namun pasti Sebastian mulai mendekatkan wajahnya menuju wajah Ciel, dan dan...
Cup
Kecupan lembut Sebastian sukses mendarat di bibir mungil sang Earl mudanya, hanya short kiss, manun itu sudah cukup membuat Ciel blushing dengan amat teramat dahsyat.
"Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~~~~~!" teriak para SebaCiel FC saat melihat adegan romantis itu, sementara itu tiga orang nista yang ada dikerumunan para tamu sedang sibuk menyumpal hidung mereka dengan tisu. Kenapa begitu ya? Yah karena mereka memang suka berpikiran yang 'iya-iya' tentang Sebastian dan Ciel. Siapa lagi kalau bukan Queen Victoria, Pricelia dan Alexis, (ckckckckck).
"OOOOOOHHHHHHHH NOOOOOOOOOOOO!
Sebbbbbbyyyyyy! Kenapa ?! kenapa Sebby?! Kenapa kau khianati aku Sebby!" tau 'kan siapa yang berteriak nista begini.
Pricelia yang kesal karena ritualnya(?) diganggu oleh setan merah, langsung melemparkan pedang kewajah okama merah itu. Nyaris saja Grell kehilangan wajahnya(?) kalau dia tidak menghindar.
~OoO~
"Ciiiiiiiieeeeeeeeellllllllla aaaaaaaaaaa~" dasah anak pirang yang tengah bergelantungan di jidat lebar(?) sang butler *di bunuh Alois + Claude*
"Alois Trancy! Gue ini cowok! Gak usah deh nambah-nambahin nama gue!" sungut Ciel yang merasa terhina karena dipanggil dengan nama perempuannya(?).
"Ais Ciel! Tenang dong aku 'kan kesini untuk mengucapka selamat ckckckck, masa kau memperlakukan tamu begini?" kata Alois sok bijak, kali ini bukan Ciel yang marah, tapi Sebastianlah yang merasa kesal, karena melihat matahari yang telah terbagi dua(?).
"Heh Claude! Singkirin dong jidat lu tuh!" katanya sambil menutupi matanya dari sinar ultra violet yang dihasilkan oleh jidat Claude.
"Wah parah lu Seb, baru aja kawin, udah ngajakin gue berantem, ckckckck, dewasa dong Seb, majikan lu aja dewasa masa lu enggak, dilihat dari wajah lu aja Seb, sebenarnya lu lebih cocok jadi ayah-nya dibandingkan 'pasangan'-nya." Claude pun ikut angkat kak- bicara.
"APA?! DASAR JIDAT LEBAR!" balas Sebastian.
"OM MESUM PEDO!" Claude 'pun tidak mau kalah.
Sementara Sebastian tengah adu mulut dengan Claude, Ciel mulai menceritakan rencananya.
"Alois, aku ingin mengerjai Sebastian nih" kata Ciel sambil tetap menatap Sebastian dengan pandangan 'awas-kau-nanti-kubalas-!'
"Eh?! Kau masih kesal padanya? Bukannya kalian baru menikah" tanya Alois yang mulai kebingungan dengan sikap sang teman.
"Aku kesal karena dia memaksaku untuk menikah! Aku akan membalasnya, tapi bagaimana caranya?!" kata Ciel penuh kemarahan karena tidak bisa menemukan cara unntuk membalas kelakuan butler miliknya itu.
"Aku punya ide!" sela gadis denga rambut blonde sukses mengagatkan Ciel dan Alois.
"Lizzie!" pekik Alois dan Ciel.
"Hai Ciel, selamat ya ^^
Kyaaaaaaaaaa tadi itu keren sekaliii!" kata Elizabeth dengan riangnya.
"Te..terima kasih" jawab Ciel dengan wajah blushing yang imut sangat.
"Apa yang kau maksud Liz, dengan kau punya ide?" tanya Alois yang mulai penasaran dengen ide 'nista'-nya Elizabeth.
"Jujur saja, aku lumayan kesal dengan Sebastian! Karena dia sudah merebut tunanganku, tapi bukan berarti aku tidak suka, hanya kesal saja, dan aku ibgin membuat Sebastian kehilangan mukanya(?) di depan kita semua! Khu khu khu" kata Elizabeth lengkap denga seringai iblisnya.
"Jadi begini..." elizabeth mulai menerangkan rencana nistanya.
Seketika aura disekitar tiga bocah itu berubah menjadi hitam. Sementara itu dua iblis yang tengah adu mulut hanya bisa melongo melihat keadaan tiga bocah yang tengah tertawa seperti setan.
~OoO~
Malam hari setelah pesta pernikahan yang menguras tenaga Ciel dan Sebastian memasuki kamarnya, wajah kusut Ciel yang imut semakin membuat jantung Sebastian ingin meloncat, siapa juga yang tidak berdebar saat melihat pasangannya memasuki kamar dengan tampang lelah nan menggoda. Apalagi yang saat ini terlihat seperti itu adalah Ciel, pujaan hati Sebastian yang imut bin unyu. Pikiran-pikira nista Sebastian berterbanga kesana kemari dikepalanya, wajah yang sudah terlihat mesum terlihat semakin mesum saat melihat tuannya membaringkan diri diranjang yang telah berhiaskan kelopak mawar. Sungguh romantis keadaan kamar mereka saat ini. *author ngiri sama Sebas-chan*
Namun saat Sebastian menyentuh Ciel –niatnya sih pengen ngebantuin gantiin bajunya Ciel. Namun Ciel segera menepis tanga Sebastian dan melemparkan bajunya ke wajah mesum Sebastain serta mengambil gaun tidurnya dan berusaha memakainya sendiri.
"Bocchan, anda kenapa?" tanya Sebastian pada Ciel yang masih sibuk mengancing bajunya.
"Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu itu!" bentak Ciel pada Sebastian.
"Bocchan, saya tidak mengerti maksud anda..." jawab Sebastian dengan wajah yang tidak beraturan(?).
"Kau pikir aku tidak tahu?! Kau pernah menyentuh gadis sirkus itu 'kan!?" tanya Ciel dengan wajah yang bersungut-sungut.
"Maafkan saya Bocchan, saat itu yang ada dipikiran saya hanyalah menyelesaikan perintah anda, karena saat itu saya dihalangi oleh shinigami berjidat lebar itu." Jawan Sebastian seraya berlutut dihadapan sang tuan.
"Apa kau akan lakukan apapun, kalau kuperintahkan?!" tanya Ciel yang masih meninggikan suaranya.
"Yes my lord" jawab Sebastian.
"Apapun?" tanya Ciel yang ingin mendapatkan kepastian yang lbih.
"Tentu saja Bocchan, apapun yang Bocchan inginkan" jawab Sebastian penuh keyakinan.
"Kalau kuperintahkan kau untuk menghabisi dirimu sendiri, apakau akan melakukannya?" tanya Ciel dengan nada mengejek.
"Kalau itu kehendak Bocchan, saya akan melakukannya" jawab Sebastian dengan senyum lembut.
"Baiklah kalau begitu..." kata Ciel yang mulai menunjukan senyum iblisnya, sepertinya 'iblis'-nya sudah termakan umpannya.
"Sebastian ini perintah!" lanjutnya.
Terlihat wajah penasaran Sebastian yang membuat seringai Ciel makin lebar.
"Mulai detik ini, kau adalah UKE!"
CETAR!
Seketika itu juga kilat menyambar ditubuh Sebastian.
"A..ap..pa?" tanyanya dengan wajah tidak percaya
To be Continued
Ahahaha
Kenapa ceritanya jadi makin gaje ya?
Ehehehe, tolong kritik dan sarannya ya ^^
