Chapter 8

Disclaimer :

Kuroshitsuji by Yana Toboso

Yaoishitsuji punya saya, Ciel Phantomhive milik saya *dibacok Sebastian* -plak-

Warning : Typo(s), OOC, Yaoi, BL, OC, siapkan kantong muntah, siapkan tisu dan peti Undertaker(?), cerita sedikit ngaur (sebenarnya sih banyak), gaje (pastinya), garing, munculnya binatang piaraan & iklan kesukaan author, DLL.

Genre : Humor, Romance

Rating : T

Summary : "Se...Sebasti..an a..ap..pa yang ingin ka..u lakukan" kata Ciel yang memandang takut pada Sebastian.


Balasan Reviews :

fetwelve : ahahaha, hal yang gak terduga bakal terjadi disini ^^

makasih ya ^^

review lagi ya ^^

UzumakiKagari : hahahaha, kita lihat kali ini kamu bakal nangis lagi atto enggak –plak–

makasih ya ^^

review lagi ya ^^

Aizzah : hahahaha Ciel mah suka banget sama Sebas-chan, cuma sok jual mahal aja –plak–

Ahahaha kayaknya chap ini bakal gek normal lagi deh #bangga

makasih ya ^^

review lagi ya ^^

Wiwitaku : hehehehe makasih ya sudah review lagi ^^

Yak chap kali ini imajinasi anda bakal diuji lagi hoh hoh hoh

makasih ya ^^

review lagi ya ^^

Ayumi Phantohive : chap kali ini bakal banyak kejutannya loh ^^

makasih ya ^^

review lagi ya ^^

michaelis yuki : waaa itu daster kucing saya kenapa direbut(?!) –plak–

hahahahaha makasih ya ^^

review lagi ya ^^


"Bocchan sepertinya saya memang tidak pantas menjadi uke, maafkan saya" kata Sebastian dengan wajah sedih.

"Ti... tidak ma... masalah Sebastian" bantah Ciel, sekarang sepertinya saat yang tepat untuk Sebastian balas dendam.

"Bocchan, maukah anda mengabulkan permintaan saya?" tanya Sebastian dengan wajah memelas, dan suara yang bikin author merinding.

"Apapun itu Sebastian, apapun aku pasti akan mengabulkannya" kata Ciel dengan amat teramat mantap, sepertinya dia tidak sadar bahwa dia sudah masuk jebakan Sebastian.

"Baiklah Bocchan ayo ikut saya" kata Sebastian seraya menarik Ciel keruangan kosong.

Sesampainya diruang kosong Sebastian mengunci pintu ruangan tersebut tanpa aba-aba dari sang majikan. Dan sekali lagi sampai author ngeluarin sifat malas ngetiknya(?) Sebastian lagi-lagi tanpa diperintahkan sang tuan, membuka baju dress-nya didepan Ciel a.k.a majikan a.k.a 'istri' –plak–

Ya dapat kalian lihat saudara-saudari setanah, sebangsa, sesungai(?), selaut(?) bulu kaki Sebastian yang menggoda iman author(?) sehingga menyebabkan author pengen nyabutin tuh bulu kaki (Sebastian : wew, enak aja lu, pengen nyabutin bulu kaki gue, entar gue gak hebat lagi(?), Ciel : perasaan dari kemarin ni anak mikirin bulu kaki mulu ckckckck).

Bagi yang punya penyakit anemia, diharap jangan baca paragraf dibawah ini!

Karena author gak bakalan bertanggung jawab kalau nanti kalian berakhir dirumah sakit(?!)

(Ciel : banyak bacot lu! Gue bacok juga nih!, author : ampun Ciel yang unyu-unyu kayak anak ayam saya –plak–)

Yah dapat terlihat tubuh kekar Sebastian yang tengah memakai boxer bermotif wajah Ciel *author ngakak guling-guling*

"Bocchan..." panggil Sebastian dengan suara yang super menggoda sehingga membuat readers kelepek-kelepek, kayak ikan yang dimakan kucing author.

GLEK!

Kali ini Ciel merasakan firasat buruk yang tiada tara buruknya(?).

"Bocchan..." sekali lagi semuanya (readers : plis deh gak usah ber tela-tela), baiklah, sekali lagi *dilempar panci* baiklah-baiklah saya mengalah. Ehem- panggil Sebastian–sekalilagi–dengan suara yang sangat menggoda, sambil terus mendekat pada Ciel.

"Se...Sebasti..an a..ap..pa yang ingin ka..u lakukan" kata Ciel yang memandang takut pada Sebastian, seraya mundur beberapa langkah.

Acara maju mundur SebaCiel pun terhenti bersamaan dengan terhentinya langkah kepala keluarga Phantomhive mini itu(?).

"Bocchan, saya hanya ingin mengambil janji anda" kata Sebastian masih dengan tubuh setengah telanjang yang mengenakan boxer bermotif wajah Ciel.

"Ja.. janji? Ja.. jadi kau, kau akan memakan jiwaku sekarang?" tanya Ciel yang entah mengapa jadi sedikit tenang.

"Tentu saja bukan Bocchan, bukankah anda telah berjanji akan mengabulkan permintaan saya?" jawab Sebastian dengan senyum yang masih menggoda.

Tiba-tiba tanpa disangka oleh siapa pun, termasuk Gayus Tambunan(?)–

"Aku beri satu permintaan!"

–sepenggal iklan yang author sukapun muncul. Dan hasilnya author pun digebukin readers.

Yak kembali ke cerita

"A.. apa?" tanya Ciel yang entah kenapa jadi gugup sekaligus takut –lagi.

"Bocchan maukah anda..." tanya Sebastian yang telah sukses menampilkan wajah mesumnya. (author : keluar juga tuh wajah aslinya.)

"Ma.. mau apa?" tanya Ciel sambil memejamkan matanya, berharap saat membuka mata si butler sialan, yang lebih ngejengkelin dibanding anak kucing piaraan author yang suka nguber-nguber anak ayam piaraan author.

"Memakai kostum ini!" Seru Sebastian dengan riangnnya, sambil melambai-lambaikan kostum kucing yang unyu bin imut didepan wajah Ciel.

"A..APA?!" tanya Ciel dengan wajah yang sangat sulit diartikan.

"Tadi, saat Nina membuatkan saya daster, saya minta dibuatkan pakaian kucing hitam dengan ukuran tubuh Bocchan" jawab Sebastian, lagi-lagi dengan wajah ceria + mesum.

"Aku menolak!" bantah Ciel.

"Bocchan bukankah tadi anda telah berjanji? Bukankah kepala keluarga Phantomhive tidak boleh melanggar janji?" yak kali ini Sebastian tidak lupa menyertakan seringai kemenangannya.

"Ukh!

Baiklah, tapi untuk apa kau melepas pakaianmu?!

Apa kau mau-" Ciel seketika menutup mulutnya pakai tangan author *author ditimpuk Ciel* eh- salah maksudnya pakai tangannya sendiri, dengan wajah memerah layaknya tomat busuk(?!)

"Maaf Bocchan, saya tidak terbiasa memakai dress.." lagi-lagi –lagi– seringai mesum Sebastian muncul dan membuat aut- oke, oke silakan bunuh author sebelum ocehannya menjalar(?) kemana-mana.

"Memangnya apa yang anda pikirkan Bocchan?" tanya Sebastian dengan seringai mesum yang ehem-

"Su... sudah! Cepat serahkan kostumnya!" perintah Ciel yang wajahnya merah padam.

"Baiklah Bocchan?" kata Sebastian

~OoO~


Yak kali ini Sebastian keluar dari ruangan kosong, yang tentu saja sudah memakai pakaian butler kebanggaannya. Ayolah gak mungkin kan seorang Sebastian Michaelis yang cool abis keluar hanya mengenakan boxer andalannya(?)

Grell yang melihat Sebastian yang telah berubah menjadi laki-laki tulen lagipun(?) bersiap akan menerjang Sebastian. Namun sungguh malang nasib-nya, (hadus Grell kok dari pertama muncul sampai sekarang kau masih sial saja?) lagi-lagi –lagi– Grell dengan nistanya mendaratkan ciuman mautnya pada lantai yang tidak berdosa, sungguh kalau lantai itu bisa berbicara, dia pasti akan menyumpahi Grell dengan sumpah serapahnya serapah(?).

"Se... sebastian ma... mana Bocchan?" tanya May-rin, terlihat rona merah diwajahnya, oh rupanya May-rin juga seorang fujo, yang selama ini disembunyikannya.

"Oh Bocchan, sebentar lagi dia akan keluar, Bocchan anda telah ditunggu" panggil Sebastian seraya memandang kebelakang.

Semua orang yang ada disana ikut menoleh kebelakang dan terlihatlah sebuah kepala bersurai kelabu dengan kupin kucing berwarna hitam.

Yak sekali lagi buat yang anemia tolong jangan baca paragraf dibawah ini, nanti kalian akan berakhir seperti author yang terbaring di peti Undertaker(!)

Gumpalan kepala itu mulai menujukan rupa-nya yang terbilang sangat imut. Terlihatlah anak lelaki mungil, yang tengah merona sana sini, mengenakan pakaian yang wow! *author koprol sambil bilang wow!*

Pakaian atasnya dimana tidak berlengan kiri (saya tidak pandai mengungkapkanya) dan berlengan sejari disebalah kanannya. Baju atasan tersebut hanya berukuran sampai dada sang pemuda kelabu dan tentu saja mengekpos pusar pemuda yang seksi sangat itu. Sedangkan pakaian bawahnya mengenakan rok mini lima belas sentimeter diatas lutut dan tentusaja dengan ekor yang entah bagaimana bisa digerakkan kesana sini. Oh satu lagi pemuda kelabu itu juga mengenakan kalung yang biasa dikenakan kucing-kucing(?) yang bertuliskan nama si empunya dan siapa lagi kalau bukan 'Sebastian' ya nama Sebastian-lah yang tertera disana.

Oke berhubung saya bukanlah orang yang pandai mendeskrifsikan pakaian jadi cukup sampai disitu dulu, dan silakan readers bayangkan sendiri ya ^^ *dibantai readers*

"Ci.. Ci..." Alois tak sanggup melanjutkan kata-katanya karena sudah pingsan kehabisan darah(?)

"KYAAAAAAAAAAA~

Manis-nya~ ^^" teriak keluarga nista (keluarga Midford) + nenek dan gadis nista.

Sementara sang adik tengah teriak-teriak nista sang kakat (Charles Grey) hanya bisa makan rumput(?) saking kesalnya karena penampilan Ciel sukses menarik perhatian Charles Phipps.

Lalu Soma, Angni, Lau dan 3 pelayan idiot hanya bisa mangap-mangap plus melotot memandangi pemandangan langka tersebut.

"Hoh hoh hoh" nah yang ini malah duduk tenang sambil minum teh.

Lalu para Shinigami sukses mengalirkan air suci(?) dari hidung + mulut mereka(?)

Sebenarnya Ronald ingin sekali meggoda Ciel namun karena disampingnya ada si Sebastian dia mengurungkan niatnya, daripada dia harus bonyok seperti Grell.

Eh tunggu author lupa, Grell! Bagaimana keadaan Grell ya? Dan, dan, dan ternyata!

Ya Tuhan ternyata Grell tengah ber-blushing-ria, bukan pada Sebastian melainkan pada Ciel?! Ciel saudara-saudari, Ciel! Apa Grell telah jatuh cinta pada Ciel?!

"Ciel Phantomhive maukah kau hidup bersama denganku" kata Grell seraya tersenyum kearah Ciel.

Seketika itu juga seluruh penghuni kediaman Phantomhive tersadar dari aktivitas mereka(?)

"EEEEEEEEEEEEEEHHHHHH!" teriak mereka serempak.

"Hoh hoh hoh"

To be Continued


Wa wa wa!

Saya benar-benat tdak menyangka bakal ngebuat yang kayak gini.

Nah bagaimana-kah menurut kalian semua? ^^

Review please ^^