Chapter
Disclaimer :
Kuroshitsuji by Yana Toboso
Yaoishitsuji punya saya, Ciel Phantomhive milik saya *dibacok Sebastian* -plak-
Warning : Typo(s), OOC, Yaoi, BL, OC, siapkan kantong muntah, siapkan tisu dan peti Undertaker(?), cerita sedikit ngaur (sebenarnya sih banyak), gaje (pastinya), garing, DLL.
Genre : Humor, Romance
Rating : T
Summary : Grell mendadak berubah! Sebastian marah? Apa yang akan dilakukan Ciel?
Balasan Reviews "
UzumakiKagari : iya akhirnya sibanci normal juga *sujud syukur*, hahahaSebas kan samson versi iblis, makanya kalau bulu kak- *dibekap Sebas*
Makasih ya ^^
Review lagi ya ^^
fetwelve : hohohoho, yang kemarin updatenya cepat yang sekarang lama –plak– hehehe saja juga kaget akan apa yang dilakukan Sebastian pada Ciel *padahal saya sendiri yang bikin nih cerita)
hehehe
makasih ya ^^
review lagi ya ^^
orlyzara : hehehe kayaknya Grell sudah bosan jadi banci yang diuber-uber hansip *ditabok Grell* hehehe kalau mau tahu reaksi Sebas-chan silakan dibaca –plak–
heheheh makasih ya ^^
review lagi ya ^^
michaelis yuki : iya sepertinya dia sudah normal (?) ehehehe
makasih ya ^^
review lagi ya ^^
Guest : hehehe makasih ^^
Ngebeli boxernya pesan sama Nina –plak–
Hehehe review lagi ya ^^
seiran-celestine17 : hehehe saya usahakan deh *menyepi dipegunungan biar mentalnya lebih kuat* -plak-
hehehe makasih ya ^^
review lagi ya ^^
Leony-chan GabyNez : hehehe makasih ^^
Review lagi ya ^^
Ayumi Phantomhive : hohoho Grell telah berpaling, bencana besar bagi Sebas, dapet saingan kayak Grell *ditabok Ciel*
Hehehe maaf updatenya lama kekeke
Makasih ya ^^
Review lagi ya ^^
Kim Victoria : ampuuuuuuunn buk, saya cuma mau bikin Sebas sedikit menderita –plak– *ditabok Sebas*
Hehehe makasih ya ^^
Review lagi ya ^^
"Ciel Phantomhive maukah kau hidup bersama denganku" kata Grell seraya tersenyum kearah Ciel.
Seketika itu juga seluruh penghuni kediaman Phantomhive tersadar dari aktivitas mereka(?)
"EEEEEEEEEEEEEEHHHHHH!" teriak mereka serempak.
"Hoh hoh hoh"
"WHAT THE HELL! Sejak kapan banci sepertimu menyukai Bocchan(ku)?!" Bentak Sebastian dengan wajah yang amat teramat mengerikan, sementara Ciel dia hanya menampilkan wajah ingin muntah terbaiknya.
"Kau tahu Sebby, aku lelah mengejarmu..." jeda Grell, terlihat semburat kemerahan menghiasi wajahnya "... lagipula Ciel Phantomhive sangat manis dan menawan" lanjutnya.
Nah Sebastian sepertinya nasibmu memang selalu sial, kau selalu dikerjai oleh majikanmu, saat kau berhasil membalas perlakuan tuanmu kau malah mengundang rival baru ckckckck, malang nian nasibmu Seb.
"Grell Sutcliff, tak kusangka kau lebih rendah dibanding hama yang palinng rendah dimuka bumi ini" yap kalian pasti tahu siapa yang bicara kasar seperti ini.
"Se... senior..." si anak pirang yang diketahui bernama Ronald tidak dapat berkata apapun lagi.
"Khi khi khi" entah kenapa si mantan shinigami yang doyan ketawa itu juga ikut-ikutan nimbrung ckckckck.
"Haah~ terserahlah kalian mau mengatakan apa, aku tidak peduli. Lagipula aku juga sudah lelah padamu Will" kata Grell yang tengah memasang wajah sedih.
"Jadi, hubungan kita cukup sampai disini" kata William dengan wajah yang amat teramat datar, kayak tembok kamar author yang penuh dengan hasil tangan keratif (baca : jahil) author.
Eh- tunggu dulu, hubungan? Jadi selama ini Grell dan William telah menjalin hubungan tanpa sepengetahuan author dan readers? (author cengo)
"Will sudah kubilng jangan mengatakan hal itu didepan Sebby dan author tukang gosip ini!" teriak Grell dengan nistanya, nah loh, kok sifatnya balik lagi?
"Baiklah Grell Sutcliff, kita akhiri hubungan kita. Cukup sampai disini!" bentak William sijidat lebar dengan wajah datar dan meninggalkan kediaman Phantomhive. Diikuti oleh Ronald, dan sikunti perak eh- salah, maksudnya kakek Undertaker *disambit Undertaker*
"Ng... lali eh- lalu, sekarang se... sebaiknya kami pulang saja, ya" kata Queen Victoria, sepertinya dia mulai menyadari aura gelap yang tengah menyelimuti tubuh Sebastian.
"Ng.. i.. iya, si... silakan Yang Mulia" jawab Ciel canggung, jujur saja setengah dari jiwanya masih melayanng entah kemana.
Yap Queen Victoria, Pricelia, Charles Grey, Charles Phipps, dan John Brown pun meninggalkan kediaman Phantomhive tapi sebelum itu, John membisikkan sesuatu pada sang ratu. John lalu pergi meninggalkan ratu yang menuju kereta kuda-nya setelah mendapat persetujuan dari sang ratu.
John berjalan mendekati Elizabeth, yak saudara-saudara kalian tidak salah baca karena author tidak salah ketik walau banyak typos –plak–
Yah John mendekati Elizabeth dan memberikan sebuah tiket, tiket untuk menonton sirkus yang bernama 'Noah's Ark Circus' Edward yang melihat hal itu langsung berubah menjadi anjing galak dan bersiap menerkam John, namun dengan sigap pemuda berambut seghy itu mengambil cambuknya dan memukulkannya pada Edward, lalu Edward terkapar dan ditolong oleh Bella serta Alice eh-!(readers : Woi baka! Salah! Lu salah narasi!) ehem- maaf atas kesalahan saya barusan, ayolah saya hanya manusia biasa yang kelewat nista.
Edward yang terkapar 'pun langsung jatuh kepulukan Maylane(?) hal ini tentu saja membuat Bard dan Nina kesal, kenapa begitu ya? Berhubung saya males menjelaskannya jadinya tidak akan saya jelaskan agar anda semua bisa membuat praduga-praduga tentang apa penyebab mereka berdua (Bard & Nina) kesal *author ditabok readers karena tidak bertanggung jawab*
"Ng... La.. Lady Elizabeth, ma... maukah kau, pergi menonnton sirkus bersama saya besok?" tanya John dengan wajah memerah. Semua orang yang ada diruangan itu syok seketika.
'Apakah ini ajang menyatakan cinta?' pikir semua orang yang ada diruangan itu. Ciel merasakan wajahnya memanas,dia yakin sekarang ini wajahnya pasti sedah seperti tomat busuk. Sebenarnya jauh dilubuk hatinya yang paling dalam Ciel merasa cemburu, karena jujur saja dia masih mencintai Elizabeth.
"Ba... baiklah" jawab Elizabeth dengan wajah yang tidak kalah memerahnya.
Seketika wajah Ciel berubah jadi mendung. Sebastian yang menyadari perubahan air muka Ciel 'pun berinisiatif untuk 'menghiburya' yah sekalian untuk mengambil perhatian Ciel.
"Bocchan, apa anda cemburu pada Lady Elizabeth?" tanya Sebastian.
DEG!
Ciel benar-benar tertohok akan pertanyaan Sebastian. 'What! Cemburu? Aku? Cemburu? Aku cemburu pada Lizzie? Aku? Cemburu?' batin Ciel yang entah kenapa dibayangi oleh kata 'cemburu' tiba-tiba jantung Ciel terasa sakit.
"Mungkin" jawab Ciel singkat, ciel hanya bisa menunduk mengetahui fakta bahwa dia merasa cemburu pada Elizabeth.
"Bocchan, maafkan saya" kata Sebastian seraya berlutut dihadapan Ciel, sepertinya keinginannya untuk menggoda dan menghibur Ciel lenyap seketika.
'Saya tahu Bocchan, anda sangat mencintai Lady Elizabeth, bahkan anda rela mati untuk-nya, saya tahu itu' batin Sebastian. Sekarang ada perasaan sakit yang menggentayangi hati manusia Sebastian.
"OHH~ pujaan hatiku~ bidadariku~~
Jaganlah kau bersedih~
Biarkan aku menyembuhkanmu dengan mawar merah yang sangat indah!" kata Grell seraya memeluk Ciel.
CTIK!
Entah kenapa seluruh bulu kuduk Ciel sukses dibuat berdiri karena pelukan Grell yang membuat author dan readers muntah-muntah.
CKLIK!
Yak, yang barusan adalah bunyi putusnya urat kesabaran Sebastian. Seketika seluruh orang yang ada di ruangan tersebut ngacir entah kemana.
"La... Lady Elizabeth sa... saya pergi dulu, baginda ratu pasti sudah menunggu" kata John, lalu berlari setelah mendapat angguka setuju dari Elizabeth.
"Ci... Ciel kami juga ha.. harus pulang" kata Marchioness Frances seraya menarik kedua anak dan suaminya dari tempat yang akan menjadi tempat pertempuran antara akuma dan shinigami.
"Oh~ dear aku juga harus pulang karena, aku masih punya pekerjaan lain" kata Nina dan berlari secepat kilat meninggalkan lokasi pertarungan(?).
"Bo... Boc.. chan ka.. kami ju... ga akan membereskan dapur" kata Maylane lalu berlari kedapur dan diikuti oleh 3 pelayan lainnya.
"Kami juga akan membantu!" kata Prience Soma dan menyeret Agni utuk mengikuti para pelayan Phantomhive.
Dan terlihatlah tiga mahluk yang eksistensinya berbeda, manusia, iblis dan shinigami. Aura mencekam begitu kuat dalam ruang tamu keluarga Phantomhive itu. Si iblis terlihat sangat marah akan apa yang telah diperbuat sang shinigami merah yang tengah menyentuh manusia kesayangan si iblis.
"Apa yang kau lakukan pada Bocchan?!" tanya Sebastian, seketika bulu-bulu hitam berterbangan disekitar tubuh Sebastian.
"Nee? Tentu saja memuaskan Ciel tercinta, aku yakin, kau sama sekali tidak bisa memuaskannya Sebas-chan" kata Grell seraya meniup daun telinga Ciel.
"GYAAAAAAAAAAAA!" teriak Ciel dan entah mendapat kekuatan dari mana Ciel menampar (baca : menonjok) wajah Grell (yang katanya) cantik.
Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Sebastian. Dengan kecepatan kilat Sebastian menendang wajah Grell yang telah berantakkan.
Grell terkapar dilantai, dan lagi-lagi wajahnya yang telah berantakkan sukses menerima ciuman hangat dari lantai kramik milik keluarga Phantomhive.
"Ahahaha cinta itu memang butuh pengorbanankan Ciel-chan? Hihihi, besok daku akan kembali lagi~" desah Grell dan pastinya sukses membuat Ciel, Sebastian author dan readers merinding.
~OoO~
Setelah kepergian Shinigami merah nan menjijikkan itu Sebastian langsung mearik lengan kurus Ciel.
"Auuch! Sebastian! Apa yang kau lakukan?!" teriak Ciel saat merasakan sakit karena pegangan yang cukup –sangat– kuat pada lengan mungilnya.
"Ikut saja!" jawab Sebastian dingin.
GLEK!
Ciel merasakan perasaan yang tidak enak saat Sebastian dan dirinya berhenti didepan pintu kamar mereka.
'A.. apa Sebastian ak.. akan?' batin Ciel yang telah berpikiran yang 'iya-iya' tentang hal yang akan dilakukan Sebastian.
"Bocchan, saya akan memuaskan anda! Akan saya buktikan bahwa saya jauh lebih baik dibanding shinigami banci itu!" kata Sebastian, lalu mengeluarkan senyum mesum terbaiknya dan menggendong tubuh sang tuan, sepertinya dia takut tuannya akan kabur.
Setelah masuk kedalam dan mengunci pintu kamar, Sebastian langsung melemperkan tubuh rigkih Ciel.
BRUK!
Walaupun itu adalah kasur yang empuk tetap saja kalau seorang bocah kecil dibanting dengan kerasnya, pasti bocah itu akan merasakan sakit pada bagian punggungnya.
"SAKIT! Kau kasar sekali Sebastian!" protes Ciel seraya memegangi pinggulya yang benar-benar terasa sakit.
"Anda akan merasakan yang jauh lebih menyakitkan lagi Bocchan..." kata Sebastian masih dengan senyum mesumnya, yang entah mengapa semakin terlihat mesum bagi Ciel.
GLEK!
Perasaan Ciel semakin tidak enak.
"Tenang Bocchan saya akan memuaskan anda, lagi pula, jujur saja tubuh anda sangat menggiurkan" kata Sebastian sambil membelai tubuh Ciel
To be Continued
Hwaaaaaaaaaaaa maafkan saya karena ngebikin TBC disaat seperti ini -lagi. Jujur saja saya sudah tidak tahan *megangin hidung yang telah mengalirkan cairan nista*
Hehehehe
Review ya, ya ya *kitty eyes* ^^
