Chapter 11

Disclaimer :

Kuroshitsuji by Yana Toboso

Yaoishitsuji punya saya, Ciel Phantomhive milik saya *dibacok Sebastian* -plak-

Warning : Typo(s), OOC, Yaoi, BL, OC, siapkan kantong muntah, siapkan tisu dan peti Undertaker(?), cerita sedikit ngaur (sebenarnya sih banyak), gaje (pastinya), garing, DLL.

Genre : Humor, Romance

Rating : T

Summary : Grell ingin dibenci oleh Sebastian dan Will? Apa yang menyebabkan si lelaki feminim ini bersifat menyebalkan begini?


Balasan reviews :

Ayumi Phantomhive : ahahah saya harap dichap kali ini rasa penasaranmu bisa terpuaskan oleh chap kali ini

makasih ya ^^

review lagi ya ^^

fetwelve : Grell gak apa-apa kok ^^

eheheheh entahlah sya tidak tahu kapan bikin lemonnya, nanti naik rate dong

makasih ya ^^

review lagi ya ^^

michaelis yuki : ehehehe maafkan saya karena ratenya gk naik #pundung

makasih ya ^^

review lagi ya ^^

UzumakiKagari : hweeeeeeeeeee maafkan saya karena menskip lemonya #plak

makasih ya ^^

review lagi ya ^^

Izzah : wew saya jadi bingung mesti gimana jawabnya, yah sebagian kecil jawabannya ada dichap ini, mengenai Undertake dan Ronald, yah menurut saya mereka cocok, jadinya Undertaker keliatan pedo kayak Sebastain #plak

kalau Angela sama Ash, yah anggap saja mereka keluarnya berbarengan *digampar* mengenai sifat Grell, Ciel dan Sebas, angap saja itu karena kemurahan hati saya(?)

makasih ya ^^

review lagi ya ^^

Ga Punya AkunTT : ahahaha maafkan saya, saya belum bisa memutuskan apakah fic ini bakal naik rate atau tidak.

makasih ya ^^

review lagi ya ^^


"Kuharap dengan begini Will dan Sebby akan membenciku" gumam sosok yang mengenakan mantel merah darah itu.

Grell lalu teringat akan pertemuannya dengan dua shinigami, pirang dan coklat.

Shinigami yang seumuran dengannya. Namun sayangnya author tidak tahu berapa umur mereka. Nah bagi yang tahu silakan kasih tau author ya ^^

Flashback

"Hey! Kau Grell Sutcliff 'kan?" panggil sosok pemuda bersurai coklat.

Wajahnya yang terbilang manis itu sukses membuat Grell iri.

"Kalau iya kenpa? Masalah buat lo?" jawab Grell asal.

"Wah kau melupakan kami ya Grell?" kata seorang laki-laki macho barsurai pirang

"Eh? Eric Slingby? Waaaa! Eriiiiccc! Wah lama sekali kita tidak bertemu! Aku kangennn~" teriak Grell yang sudah hampir memeluk Eric, ya hampir, kalau saja bukan karena pria bersurai coklat itu Grell pasti akan memeluk lelaki macho yang bernama Eric itu.

"Hey! Kau ini jangan seenaknya memeluk kekasihku dong!" teriak lelaki manis bersurai coklat itu.

"EEEHHH! Kau! Jangan-jangan kau?!" teriak Grell dramatis.

"Alan Humphries!" teriak Grell sambil menahan tangis pilunya, karena mengetahui bahwa orang yang yah tidak disukainya, karena Alan punya wajah yang lebih cantik dibandingkan dirinya.

Aduh sebenarnya kau juga memiliki wajah yang cantik Grell asal kau mencuci wajahmu dengan larva gunung karakatau(?) atau kau oprasi plastik dengan bahan ember pecah saja Grell, saya bereni jamin kau akan menjadi jauh lebih coretcantikcoret.

"Tak kusangka kau berubah menjadi seperti ini Grell, kau terlihat begitu..." kata Alan dengan nada mencemooh pada Grell.

"Kudengar kau punya hubungan dekat dengan William yang pelitnya selangit itu, sepertinya dia juga sama sepertimu, orang aneh" kata Eric yang sukses membuat Grell naik darah.

"Will tidak seperti itu! Dia tidak seperti itu!" bentak Grell.

"Bisa sajakan? Kekasihnya saja seperti ini" kata Alan seraya memandang jijik pada Grell.

"Kalian tidak berhak menghina Will!" teriak Grell.

"Ah... kudengar Butler mesum itu juga sangat abnormal, masa dia ingin menikahi makan malamnya? Ih gak elit banget deh" tambah Eric.

"Kalian! Kalian boleh menghina aku, tapi kalian tidak boleh menghina Will dan Sebby!" bentak Grell.

"Memang kenapa?" tanya Alan dengan wajah polos.

"Karena William adalah orang yang kucintai! Dan Sebastian adalah orang yang kukagumi!" jawab Grell tegas.

"Tapi memang benarkan kalau mereka itu aneh? Buktinya William mau bersama denganmu" balas Alan.

"Jadi karena bersama denganku, kalian menghina mereka?" tanya Grell.

"Tentu saja, menurutku orang yang selalu bersama atau kau kagumi itu akan kami hina, karena..." kata Eric menggantungkan kata-katanya.

"Kami..." Alan 'pun ikut melanjutkan kalimat Eric.

"Membencimu!" kata Eric dan Alan berbarengan.

"A... apa?" gumam Grell tidak percaya.

End of Flashback


Grell benar-benar sedih, dia tidak ingin orang-orang yang dia sayangi dihina oleh orang lain, dia hanya ingin melindungi mereka walaupun mereka akan membencinya.

Lagi pula sepertinya Grell sudah tidak ingin dikatai banci oleh Eric dan Alan yang notabene-nya adalah temannya sejak kecil.

Eric adalah anak yang cool dan sangat disukai oleh para anak perempuan, namun sejak dulu Eric telah sangat posesif terhadap Alan yang ternyata adalah cinta pertamanya. Sementara Alan adalah anak manis yang bisa dibilang jenius, karena kejeniusan-nya banyak anak perempuan maupun laki-laki yang mendekatinya, tentu saja hal ini sering membuat Eric marah. Karena itulah saat bersekolah disekolah shinigami Alan lebih sering bersama dengan Eric daripada anak-anak lain.

Namun Eric sama sekali tidak marah saat mahluk yang gendernya tidak jelas itu mendekati Alan. Malah Eric sangat menyukai Grell, karena menurutnya Grell adalah orang yang mudah untuk disiksa. Namun semenjak Grell mempunyai jabatan yang lebih tinggi dibanding dirinya dan Alan, Eric dan Alan jadi membenci Grell, terlebih saat mereka mengetahui Grell dekat dengan william dan iblis yang coolnya melebihi Eric.

Sungguh malang nasib Grell. Dia harus dibenci oleh teman masa kecilnya sendiri. Sepertinya Grell tidak akan tinggal diam untuk menghadapi kedua 'sahabat'-nya itu. Ya dia sudah mempunyai sebuah rencana, rencana yang menurutnya adalah rencana yang sangat sempurna.

Saat ini dia tengah memperhatikan sosok anak yang sangat manis, anak yang sangat menarik perhatian semua seme didunia, bahkan tanpa dia sadari wajahnya kini telah memerah semerah rambutnya yang berantakkan bagaikan kamar author.

~OoO~


Sementara itu di kediaman Phantomhive-Michaelis.

Sang butler sekaligus 'suami' si empunya rumah tengah main kejar-kejaran bak penyanyi india bersama dengan uke tercinta Ciel Phantomhive yang telah menikah diumur tiga belas tahun. Untunglah Sebastian dan Ciel tinggal di London, kalau mereka tinggal di Indonesia, Sebastian sudah pasti dikenakan hukuman karena menikahi anak dibawah umur. Kalau kak Seto sampai tahu akan kelakuan Sebastian, dia sudah pasti akan menjebloskan Sebastian ke dalam rutan apalah itu namanya author lupa #plak.

"Ci– eh– Bocchan! Anda harus makan dulu! Nanti anda sakit!" teriak Sebastian dengan sangat OOC.

"Tidak! Aku tidak mau makan sayur! Lagipula untuk apa kau menyuapiku?!" bentak Ciel yang terus berlari.

"Saya– eh– Bocchan, anda tidak suka? Bukankah kita sudah menikah? Jadi saya sebagai sua– eh– pasangan anda sudah sewajarnya menyuapi andakan?" tanya Sebastian dengan tampang tanpa dosa.

"Aku tidak mau makan sayur sebanyak itu!" Ciel tetap menolak salad sayur penuh cinta buatan Sebastian.

"Hon– eh– Bocchan tidak baik kalau tidak makan sayur, nanti anda akan sakit. Walaupun kita telah 'berolahraga' tadi malam, tapi anda harus tetap makan sayur" kata si butler mesum sambil memanyunkan bibirnya, niatnya sih biar dibilang imut sama Ciel, tapi maaf saja, Ciel, author dan sebagian readers malah merinding dibuatnya.

"Kau ini! Sebenarnya kau dari tadi mau mengatakan apa?! 'Ci– eh–', 'Saya– eh–', 'sua– eh–', 'Hon– eh–' dan apa maksudmu dengan 'berolahraga' heh?!" kata Ciel yang telah merah padam, antara malu dan kesal.

"Ehehehe sebenarnya saya mau mengatakan 'Ciel', 'sayang', 'suami', 'honey' dan yang saya maksud dengan 'berolahraga' itu adalah 'aktivitas' yang kita lakukan bersama tadi malam dear" kata Sebastian dengan seringai mesum.

Entah mengapa bulu roma a.k.a kuduk author jadi berdiri dibuatnya. Dan entah mengapa juga Ciel jadi merasa ada aura mengancam dari Sebastian.

"Oh, jadi anda berpikir, anda tidak perlu lagi memakan sayur, karena kita akan 'berolahraga' tiap saat kan Dear?" kata Sebastian yang mulai mendekati Ciel.

Ciel 'pun semakin mundur sampai dia harus tertahan oleh jendela yang tengah terbuka.

'Kalau tidak menjauh aku akan dimakan Sebastian! Kalau melompat, aku akan mati!' itulah yang tengah dipikirkan oleh Ciel. Seandainya saja ada malaikat yang baik hati seperti author *readers muntah-muntah* menyelamatkannya dari dua kemungkinan yang akan membuat eksistensinya berakhir ini, mungkin dia akan sangat berterima kasih pada malaikat tersebut.

Dan benar saja apa yang baru saja Ciel harapkan. Oh ternyata kali ini tuhan tengah berbaik hati pada Ciel, akhirnya ada malaikat yang turun dari khayangan menyelamatkan Ciel dari dua kemungkinan terburuk sepanjang hidupnya. Mahluk dengan surai merah dan tentu saja dia adalah malaikat yang paling membuat Sebastian naik darah.

Mahluk merah itu kemudian menarik Ciel dari jendela tersebut dan membawa Ciel lari eh– ralat. Mahluk merah itu kemudian menarik Ciel dari jendela tersebut dan membawa Ciel terbang bersamanya. Sementara itu Sebastian hanya bisa membatu melihat sang tuan tengah dibawa terbang yang mungkin lebih tepatnya bisa disebut 'diculik' oleh mahluk merah bergigi runcing yang entah mengapa baru-baru saja merasa 'normal' dan Sebastian hanya bisa membatu melihat pemandangan barusan.

Semantara Sebastian tengah mematung, Ciel hanya bisa ber-syok-ria mendapati dirinya tengah digendong oleh malaikat merah yang tak lain tak bukan adalah Grell Sutcliff, si shinigami yang mengklaim bahwa dirinya normal.

"KAU! Apa yang kau lakukan padaku BANCI!" teriak Ciel tepat ditelinga 'suci' sang okama.

"Kyaaaaa~ ternyta kau benar-benar imut bocah~" teriak Grell saat memandangi wajah Ciel.

"Kau mau membawaku kemana hah?!" teriak Ciel lagi yang ternyta mulai merasa takut akan kondisi saat ini.

"Sudahlah, lebih baik kau diam saja Little king" kata Grell serius.

~OoO~


Sementara itu setelah lima menit kepergian Grell Cutcliff dan Ciel yang dibawanya secara paksa, barulah Sebastian menyadari bahwa tuan– ralat 'istri' tercintanya tengah diculik oleh mahluk merah.

"Apa yang dilakukan oleh mahluk merah itu!" erang Sebastian yang kemudian berlari mengejar Grell dan Ciel.

To be Continued


Ehehe maafkan saya semua ^^ setelah sekian lama gak update ternyta ficnya malah pendek. Jujur saja saya sudah kehabisan ide #plak

Nah semua tolong reviewnya ya ^^