Disclaimer Naruto Masashi kisimoto
Genre : Drama/Romance
Reted : T
Character: Sakura H & Kakashi H
Author: Shinju Hime Fadlila
Title : Permata yang beku Chapter 2
OOC/AOC
Sumary: Sakura adalah utara namun saat Kakashi adalah selatan Sakura adalah selatan, dan ketika Kakashi utara Sakura adalah Utara. Guru malang yang terkena akut siswinya sendiri. Akankah kebekuan yang terang dapat mencair atau bahkan pecah menjadi kepingan kecil.
'' hu...!''
suara beratnya terdengar begitu leleh bukan karena pekerjaannya, namun karena perasaannya yang merasa lelah padahal tidak melakukan apapun begitu berat tapi dirasakanya selalu seperti ini.
''sudah selesai sensei?'' tanya seorang guru baru di KHS.
Melihat Kakashi yang begitu dingin, ia tertarik untuk mendekatinya. Ya dia adalah seoarang guru baru yang beberapa waktu lalu pertama kali Ke sekolah ini Kakashi lah yang ia temui
''oh..aku sudah selesai Konan sensei.''
dengan singkat Kakashi menjawab ketus mengabaikan senyuman manis rekan kerjanya belum lama , nama guru baru itu adalah Konan wanita cantik berambut biru bunga kertas berpenampilan modis dan menarik namun tidak begitu glamor sehingga siapa yang tidak mau menjadi kekasih bahkan suaminya. Dia cantik, dewasa dan tentunya sudah mapan sebagai seorang wanita. Namun entahlah dia tidak begitu yakin dengan orang baru yang ia kenal berpendapat sama dengan laki-laki lain yang biasa memujinya
'' maukah kau menemaniku untuk minum shake sebentar? Sebuah senyuman kembali perempuan itu sunggingkan
'' ini sudah hampir malam, besok aku harus mengantarkan surat pengajuan kepusat perbatasan kota'' sekilas melirik jam tangan darkblue miliknya
'' ya..baiklah, aku mengerti.''
''Kalau begitu aku boleh numpang pulang? katanya lagi masih berusaha
Kakashi hanya melirik sekilas
''ya.. arah rumah kita kan sama, tidak ada salahnyakan aku mengirit ongkos''
Pernyataan konan sedikit membuat kakashi ingin menggerakan bibirnya tapi sayang..tidak sampai itu terjadi *karena senyuman kakashi membuat giginya yang kuning . .ha. * author dilempar sendal berjamaah sama kakalovers..AMPUNNN!
''Ya...baiklah...'' singkat Kakashi
''benarkah? benarkah?'' Konan kegirangan
akhirnya ia bisa pulang bareng Kakashi setelah semenjak ia mengajar disini Kakashi sulit didekati. Jangankan didekati diajak bicara saja susahnya minta ampun.
''ya sudah tunggu saja aku digerbang'' perintah Kakashi datar
''oke!'' Konan mengajungkan jari-jarinya sehingga membentuk o.
BREM..BREM..motor silver besar Kakashi terdengar disamping Konan
beberapa detik tetap saja begitu membuat Konan heran
''Konan sensei apa kau tidak akan pulang sekarang?''
''apa?'' tanya Konan, seolah baru saja Kakashi bertanya apa kau punya kaki!
''hah..apa kau tidak mengulurkan tanganmu ketika membonceng seorang perempuan Kakashi?
Konan selalu memberanikan diri memanggil Kakashi dengan sebutan nama, pikirnya supaya bisa kelihatan lebih akrab walaupun tidak pernah ada pernyataan Kakashi mengizinkannya, namun Kakashi tidak memperdulikan hal itu dia tidak mau ambil pusing dengan panggilan Konan terhadapnya setiap kali jam mengajar telah usai itu
''tidak usah seperti itu sensei kita ini kan rekan kerja, jadi silahkan naik hari sudah mulai gelap''
Kakashi. Tanpa membuka helm dan menoleh kearah perempuan manis disamping motornya
Berbeda dengan Kakashi yang selalu bersikaf formal terhadap siapapun apalagi dengan Konan yang baru dikenalinya
Tanpa berminat menjawab Kakashi lagi Konan langsung naik.
Sepanjang perjalanan pulang tidak ada yang memulai pembicaaraan perjalaan menjadi hening hanya suara angin dan kendaraan lain yang berpapasan dari arah berlawanan maupun dari arah sama yang mendahului, apalagi Kakashi yang memulainya. Jangan harap! Baginya ini hal biasa dan terpakasa pula harus membonceng rekan kerjanya yang tak biasa ia lakukan.
''Kakashi.."
BREMM... suara motor yang digas kasar tanda akan dipercepatnya kecepatan.
'' .."
''kakashi.."
''hah..apa?''
suara motor yang terdengar diperlambat lagi demi menangkap suara yang lainnya
''mmm...tidak jadi!''
''oh...'' hanya itu jawaban Kakashi
''lihat itu Kakashi sensei kasihan ya dia, ternyata si Haruno itu benar-benar bisa membuatnya sampai seperti ini''
''iya, setiap hari ia selalu kekolam belakang dulu kan Haruno biasa kesana''
''wah..benarkah..?''
''tentu saja, dia jadi lebih dingin dari sebelumnya malah''
''eh..eh tapi ku dengar si sensei baru itu berusaha keras mendekati Kakashi sensei lo''
''iya..ku dengar juga begitu''
Murid-murid yang dilalui Kakashi yang sedang membicarakan dirinya sebenarnya bukan tidak terdengar, tapi ia tidak mau ambil resiko jika ia memperdulikanya nanti anggapan siswi-siswi itu Kakashi jadi mau berinteraksi lagi dengan mereka selain mengajar lalu mereka menggoda Kakashi lagi seperti dulu. Oh..tidak Kakashi tidak mau itu terjadi.
Semenjak Sakura pindah dan pergi entah kemana Kakashi menjadi sangat sulit dijamah bahkan sekarang siswi-siswi yang biasa menggodanya enggan melakukannya lagi, melihat kakashi yang begitu dingin semakin dingin.
Kakashi terus menelusuri beberapa koridor kelas menuju tempat yang kini menjadi satu-satunya pendengar gundah hatinya yang semakin terikat tak bisa seorangpun membebaskannya dari perasaan ini dan hanya di tempat ini Kakashi bisa meluapkan isi hatinya selama ini. Kolam ikan belakang sekolah
Kakashi POV
Benarkah aku tidak akan pernah melihatmu lagi walau untuk yang terakhir kalinya...
Mengapa sampai detik inipun aku masih merindukanmu?
Mentari datang lalu ia pergi begitu saja
Kemudian ia datang lagi
Back song
I walking up from my summer dreams again
Try thinking if youre alright
That I am shattered by the shadow of your eyes
Knowing youre still here by my side
Kadang kau membintang kadang pula kau begitu gelap
Wahai angkasa sana...
Hembusan udaramu yang ku hirup menjadi sebuah nafas
Seakan tak ada arti
Menanti dan terus menanti
Berharap dan terus berharap
Tutur, untaian kata tek henti ku lagukan
Entah...sampai kapan ini.
End Kakashi POV
I can see you if youre not with me
I can say you to my self if youre okey
I can feel you if youre not with me
I can feel you my selft you show me the way
Jam istirahat telah usai waktunya jam pelajaran dimulai lagi semua murid bergegas memasuki kelas masing-masing, guru-guru diruang guru berkumpul kembali setelah istirahat berhambuaran seperti anak muridnya dan bersiap memasuki kelas yang akan diajarnya.
''Kakashi kemana sih sudah waktunya masuk ini..'' ucap guru perempuan pelan
''tidak perlu gelisah begitu Konan sensei, dia akan segera kembali''
''ah..eu..eu..tsunade sensei. Aku tidak. Aku hanya''
Guru yang disebut Konan sensei itu menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal. Malu. Jelas wajahnya sedikit memerah ia tidak sadar ucapannya yang ia anggap pelan itu terdengar Tsunade sensei dan tertangkap basah mengkhawatirkan Kakashi.
''apa benar kau tidak menyadari, semuanya sudah tahu kau menyukainya''
''hahahahah'' tawa Tsunade diikuti tawa guru-guru lain disana dan pergi kekelas mengajarnya masing-masing, kecuali konan yang masih mematung disana
''apa benar aku menyukainya?''Konan menunjuk dirinya sendiri
Tiba-tiba
''sepertinya aku terlambat, sensei apa kau tidak masuk kelas?''
Sadar siapa yang datang dan bertanya lembut walau dengan nada tergesa-gesa, tidak biasanya. Pikirnya lagi-lagi masih mematung.
''ya sudah..aku duluan ya sensei'' ucapnya lagi lalu pergi begitu saja
''dia tersenyum padaku..dia juga berbicara dengan menatapku, oh.. kami-sama aku sangat senang'' batin Konan
Waktu pulang telah tiba. Diruang guru nampak semua juga siap-siap untuk itu
''Kakashi. Sebentar lagi kan libur panjang semester akhir, apa kau sudah punya rencana kemana akan berlibur?"
''maaf senpai aku belum terpikir''
''oh..baiklah''
Tsunade memang satu-satunya guru yang terbilang akrab dengan Kakashi karena kedekatan Tsunade dengan Sakura menjadikannya prihatin terhadapa apa yang dialami Kakashi dan Kakashipun lumayan welcome padanaya dibanding seniornya yang lain. Kakashi merupakan guru muda yang amat dihormati senior-seniornya karena walaupun termuda tapi ia mempunya daftar prestasi senior. Dan Konan jelas tahu itu membuatnya semakin yakin bahwa Kakashi adalah laki-laki yang dipandangnya berbeda dengan laki-laki lain.
''mmm..sensei, aku ikut pulang lagi ya?''
Senyuman yang sudah ditata ia sunggingkan hanya untuk Kakashi
''maaf Konan sensei aku sedang buru-buru''
Kakashi menjawab datar tanpa menoleh dan berlalau. Berlalunya Kakashi diikuti tawa kecil dari guru lain yang menyaksiakan.
Konan menunduk malu dan kesal atas perlakuan Kakashi padahal beberapa jam yang lalu Kakashi tersenyum dan untuk pertama kalinya berbicara sambil menatapnya
''berusahalah..'' Tsuzune menepuk pundak konan dan merangkulnya pulang.
At night
''Sakura harusnya sebentar lagi aku akan melihatmu mengenakan kimono dan pertamakalinya melihat kau berhias,''
''pasti kau sangat cantik, aku tahu itu'' sebuah senyum tergurat dibibirnya sebenarnya tanpa sadar ia ucapakan itu
Kakashi menatap jendela kamarnya, dipandanginya langit yang gelap namun cahaya-cahaya kecil nan banyak begitu setia mengkhiasinya,, ada sesuatu yang menyedot perhatianya pada satu titik cahaya rembulan yang menyinari sebuah pohon dari kejauhan kamarnya namun ia merasa tahu dan yakin ingin kesana.
''Sakura, ditengah kegelapanpun kau begitu tampak indah".
''Aku tahu dibalik keangkuhanmu yang paling kau tunjukan padaku kau sungguh gadis istimewa".
Tanpa Kakashi sadari tubuhnya sudah terjatuh ketanah dan ia berlutut dihadapan pohon Sakura yang tampak bercahaya menyinari wajahnya yang mengeluarkan butiran-butiaran bening yang menetes menyusuri pipinya, rahanyanya yang tajam turun kekerongkongannya sehingga terekpose samar-samar pahatan wajahnya yang begitu indah disinari pohon sakura malam itu.
Back song
Life was never be so eazy as it seem
Till you comeing and bring your love inside
No metter space and distance to make it love so far
Still I know your still here by my side
Malam yang selalu seperti ini, sengat melelahkan. Kakashi bertekad setelah ini tidak akan lagi mengingat apalagi sampai merindukan Sakura.
TIGA TAHUN KEMUDIAN
seseorang terus melangkah sambil sesekali melihat-lihat bangunan sekolahnya yang tampak tidak jauh berbeda dengan yang dulu.
''benarkah itu dia" Kakashi berulang-ulang menggesek-gesekan matanya dan memukul-mukul wajahnya sendiri
Seorang gadis berambut pink pucat sebahu berkameja garis-garis hitam ungu celana jeans panjang hitam namun wajahnya tak terlihat jelas karena mengenakan topi yang berwarna seirama dengan kemejanya semakin membuat Kakashi terkekeh untuk mengikutinya namun bel masuk sudah terdengar menganggu telinganya.. sempat ia untuk tak memperdulikan bunyi bel tapi lagi-lagi jiwa tanggungjawabnya selalu muncul kapanpun.
'' tidak-tidak aku sudah janji akan melanjutkan hidupku, tenpa melihat kebelakang terus berharap yang tak pasti dengan menatap kedepan. tapi Sekarang bagaimana kabarnya apa dia baik-baik saja, apa dia masih membenciku''
Kakashi menghela nafas, enggan rasanya jika harus mengingat suatu kebencian terhadapnya oleh seseorang yang ternyata berpengaruh besar dalam hidupnya setidaknya sudah tahun keempat Kakashi nyaris tidak dekat dengan wanita manapun tentu saja bukan karena tidak ada yang tertarik kepadanya hanya saja Kakashi yang selalu menarik diri dan bersikaf dingin pada wanita manapun. Dan sejak tiga tahun yang lalu ia sedikit dicairkan, bisa dibilang sedikit dengan teman wanita sepropesinya, Konan. jangan harap secepat itu mencairkan hati yang membeku selama bertahun-tahun.
''Kakashi sepulang mengajar bisakah kau kerumahku, kita harus merumuskan standar kompetensi yang baru mengingat akan ada peningkatan akreditas sekolah kita" ujar Tsunade sensei
''baiklah"
''apa aku boleh ikut sensei?" tanya Konan yang terus bekerja keras mendekati Kakashi yang sedingin antartika
tsunade hanya melirik kearah Kakashi yang sama sekali tidak memperdulikan pandangannya seakan mengatakan masabodoh
''walaupun ini urusan pekerjaan, tapi sekalian kita mengobrol-ngobrol saja deh. Lagi pula sekarang kan malam minggu jadi kurasa kita bisa sambil minum soda bersama.''
''yes!'
''kenapa senang ya? Kau ini cukup gigih ya biarpun dicuekin setengah mati" Tsunade berbisik pada Konan
''lihat saja nanti'' ucap Konan pada dirinya sendiri
''Jadi begini...blablablabla.." Kakashi menjelaskan sistem baru yang diusulaknnya untuk pembelajaran baru disekolah
Tiba-tiba
''ekh..jangan terlalu serius begitu ini kan weekand masa harus bekerja keras juga sih..!
Konan ikut ankat bicara merasa hanya dicuekan kedua orang dihadapannya
''baiklah akan ku ambilakan sodanya dulu, tunggu sebentar ya.."
Tsunade berlalu berniat mengambilakan minuman untuk mereka, ikut mengacuhkan Konan yang mencuri-curi perhatian dengan sesekali memberikan komentar
''nah..ini dia minumannya, ayo diminum dulu Kakashi" tawar Tsunade
''aku tidak sensei?"
''kau ini, kau juga Konan ini minumlah''
''hmmm...'' Konan mengembungkan pipinya, ya,, walau sebal tetap saja tidak ada yang memperhatikanya
''sudah. Ayo diminum dulu Kakashi, itu biarkan saja dulu, kau sama dengan muridku dulu ketika bekerja sangat fokus malahan tidak memperdulikan dirinya sendiri"
Mendengar perkataan Tsunade Kakashi langsung menghentikan aktivitasnya yang sedang mengetik beberapa data di notbooknya. Terdiam sejenak, lalu meminum soda dengan sekali tegukan, membuat kedua wanita yang sedang memperhatikanya terkejut lalu bingung.
TINGTONG..TENGTONG!
''wah..sensei malam minggu ada yang ngapelin juga ya.." goda Konan pada seniornya itu
''kau ini lagi-lagi ngaur Konan, suamiku diluar kota sedang ada pekerjaan!" tegas Tsunade agak jengkel dan risih dengan sikaf kekanak-kanakan Konan
Sedangkan Kakashi kembali sibuk pada notbooknya
''biar aku lihat dulu"
Ketika Tsunade membuka pintu matanya terbelalak tak percaya siapa yang ia lihat
''apa kabar sensei, apa aku menganggu?
''ka...kau..'' Tsunade membuka mulutnya tak percaya
''iya. Ini aku sensei..''
''...''
'' .sakura. wah... kau datang kerumahku, setelah kau pergi tanpa pamit padaku, berani-beraninya kau kesini hah!
''hehehe sensei jangan begitu, aku sangat...merindukan koi senseiku..."
Sakuara memeluk senseinya yang langsung dibalas dengan melepaskan diri cepat oleh sang sensei yang ia peluk itu
''hnnn" Tsunade melipatkan tanganya didada pura-pura ngambek
''ya...baiklah kalau tidak dipersilahkan masuk aku akan..masuk sendiri.."
Sakura berlari menerobos Tsunade yang menghalangi pintu. Ya karena keakrabannya pada sensei yang satu ini jadi sejak dulu sampai sekarangpun Sakura masih saja bersikap seenaknya..,
''ekh.. dasar kau ya.. murid tak tahu diri masuk rumah orang sembarangan"
'' . . biarkan saja yey.."
''sini kau murid nakal, kau masih punya urusan denganku''
''hahahah coba saja kalau bisa yey..''
Sakuara menjulurkan lidahnya dengan berjalan memundur
''hah hanya seorang gadis Uchiha, apanya yang tak bisa''
''nananana..nanana..''
Sakura terus berjalan dengan langkah memundur tanpa sadar sebentar lagi ia akan menabarak sofa diruang tamu dan..
''Sakura awas...'' teriak Tsunade yang berjalan normal
Dukk ''aaaaaa...'' brukkkk
Sosok yang tak asing berada didepan mata, begitupun seseorang tersebut tak kalah melengo tak percaya siapa yang ada di depan matanya,
Kakashi POV
berambut pink pucat sebahu berkameja garis-garis hitam ungu celana jeans panjang hitam namun wajahnya tak terlihat jelas karena mengenakan topi yang berwarna seirama dengan kemejanya. Sama seperti tadi, jadi tadi benar...
Apa kabar catatan usang masih kah kau bintang?
Berpedar dilangit meski tak terang..
Apa kabar kisah lalu masih kah kau batu?
Yang mengeras seiring waktu...
Normal POV
Sakura terjatuh tepat disofa yang diduduki Kakashi jadi secara tepat sekarang Sakura dalam posisi dilahunan Kakashi hampir terlentang namun tangan Kakashi menahan punggung Sakuara sehingga Sakura bak sedang digendong ala bridle stayl.
Waktu seakan berjalan sangat lambat kedua insan yang sedang bertatapan nafasnya terenga-hengah. Tsunade yang menyaksikan bisa melihat dada keduanya naik turun cepat, mungkin jantung mereka sama-sama berdetak tak semestinya
Back song
You made me so alive you gave the best
For me love and fantasi and I never feel so lonely
Coz you always seem with me
always seem with me….
''ekhm…ekhm..''
Seakan terlupakan disitu ada manusia kalau saja hanya Tsunade yang berada disana ia tak akan pernah menghentikan moment ini ia akan memebiarkan juniornya dipekerjaan dan mantan muridnya tetap seperti ini, namun karena Konan berdehem mereka jadi saling melepaskan dengan segera
Sebenarnya Kakashi tidak ingin melepaskan Sakura namun ia masih trauma untuk menyentuh Sakuara
''sensei..a..aku tidak bisa lama-lama''
''lo Sakura kau kan baru saja tiba''
Sakura POV
''orang ini.."
''mengapa ada oarang ini, mengapa aku harus melihat wajahnya lagi''
End Sakura POV
Kakashi terus memandangi Sakura dan terlihatlah matanya yang semakin berkaca-kaca, sedangkan Sakura berusaha memandang kearah lain asal bukan kearah Kakashi
''aku. Aku merindukanmu. Sangat,, sangat merindukanmu Sakuraku'' batin kakashi
Konan yang menyaksikan hal asing itu baginaya hanya menggaruk-garuk kepala dan melemparkan pandanganya pada tsunade seolah bertanya. Apa?. Tapi tsunade hanya mengangkat bahu lalu tersenyaum
Tak ada yang bertanya, Kakashi maupun Sakura yang satu terus menatap tanpa mengeluarkan kata-kata sedang yang satunya melihat-lihat rumah senseinya seakan baru pertama kali ketempat ini padahal jelas-jelas tidak asing lagi dan sudah terbiasa walau sudah empat tahun lalu
''maaf sensei aku ada urusan lain''
''kalau begitu aku pulang dulu sensei''
Sakuara beranjak dan akan melangkah cepat
''tapi.." Tsunade berusaha menghentikan sakura
''aku harus pergi sekarang sensei''
''jangan..jangan pergi lagi Sakura ku mohon jangan tinggalkan aku lagi'' lagi-lagi kakashi hanya bisa membatin
''baiklah... tapi kau akan kesini lagi kan?"
''aku tidak janji sensei''
''apa kau bilang! Tidak janji memangnya kau siapa bisa seenaknya begitu, aku tidak mau tahu kau harus kembali lagi kesini'' Tsunade nada mengancam membuat Sakura terkekeh dan sedikit menyunggingkan senyum
''akan ku usahakan sensei..'' dengan senyumnya yang irit
''kau tersenyum Sakuraku. Sangat manis..'' Kakashi lagi hanya dalam hatinya
Sakura bergeges pergi
Awalnya diam menatap kepergian Sakura namun setelah itu Kakashi berlari mengejar Sakura yang sudah keluar rumah seolah lupa akan janjinya
Sakuara sudah keluar dari rumah Tsunade tiba-tiba
GREPP! Sakura masih mengenal tangan itu dan berusaha melepaskanya tanpa mengeluarkan kata apapaun
''ku mohon..jangan pergi dulu''
Sakura terdiam masih dalam posisi membelakangi Kakashi, lalu berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Kakashi. Berhasil, Sakura terlepas dari genggaman yang cukup kuat itu, namun bukan karena ia yang cukup hebat melepaskan diri tapi memeng Kakashi sengaja melepaskanya. Hendak Sakura meneruskan langkahnya..
''apa kau masih membenciku ? sebenarnya apa salahku Sakura ? apa aku menyakitimu ? maaf…, maaf jika aku memang menyakitimu..
suaranya mengecil lirih
Sakura membeku tanpa sekalipun menoleh kearah sosok yang ada dibalik punggungnya. Lalu tanpa sepatah katapun ia melanjutkan langkahnya meski tidak lari seperti sebelumnya.
''dengarkan aku ku mohon… ''
Kakashi berteriak kembali menghentikan langkah Sakura
''aku tahu kau pindah karena aku, karena kau tidak mau melihatku lagi, karena kau sangat membenciku..semua itu karena aku.. aku..
''kau seorang guru tak sepantasnya kau memohon pada seorang murid terlebih pada muridmu sendiri. SEN..SEI ! ''
Seketika Sakura kali ini membalikan badan dan memotong ucapan Kakashi. Dan Kakashi hanya memandanginya hanya ia yang tahu baru kali ini ia menatap seorang wanita seperti itu.
''sudah biarkan saja''
''Kubilang jangan ''
''tapi aku ingin tahu, sebenarnya dia itu siapa?"
''ku bilang nanti juga kau tahu."
''tapi.."
''SSSSSSSssssttt! Jangan bicara lagi berisik tahu!"
Konana hanya mengmbungkan pipinya kesal, ditambah lagi kebingungn melandanya, seorang Kakashi yang sudah 3 tahun ia kenal 3 tahun itu pula ia tidak pernah melihat Kakashi dekat dengan seorang wanita bahkan ia nyaris berpikir Kakashi belum pernah memiliki kekashi. Tapi apa yang terjadi dihadapannya saat ini membuatnya berpikir setengah mati.
''apa wanita itu mantan kekasihnya?" batin Konan
Tak bisa sakura pungkiri tatapannya membutanya tak nyaman.
Kakashi melangkah pelan menghampiri Sakura, hanya Sakura yang tahu jantungnya tak pernah seperti menonjok-nonjok dadanya seperti ini seolah ada yang memukul-mukul dari dalam. Dug! !
Meskipun begitu kakinya sulit sekali digerakan, berat. Seolah tertancap dibumi, kaku tak bisa menghindar. Tubuhnya memebatu dengan tatapan mencolok pada satu titik yang semakin mendekatinya.
Hanya beberapa langkah lagi. Dua dan satu langkah lagi mereka berhadapan sekajap dan
''aku memang sangat membencimu..''
TRITTTTT...TRIT... suara klakson mobil membuyarkan semunya bersamaan dengan ucapan Sakuara yang terakhir entah Kakashi mendengarnya atau tidak, Sakura dan Kakashi pun repleks menoleh kearah mobil. Begitu juga Tsunade dan Konan yang menonton dari dekat pintu
Seseorang melengo dari kaca mobil hitam itu
''Sakura ternyata kau ada disini, aku sangat mengkhawatirmu. Kenapa tidak pamit dulu?
*udah dech...chapter 2. Hehehehe jelek ya..? abal-abal.? Puisi yang matahari2 itu ngasal..., Tapi ficnya ga ngasal-ngasal amat kan?.. jadi tolong dihargai n coment ya.. gak papa pedas jua asal jujur. Jangan salahkan author tapi kalau hasilnya memang abal-abal KESEMPURNAAN HANYA MILIK SANG KHALIK. Hehehehehe. Makasih buat yang udah baca
