Disclaimer Naruto Masashi kisimoto

Genre : Drama/Romance

Reted : T

Character: Sakura H & Kakashi H

Title : Permata yang beku Chapter 3

Warning : OOC/AOC *maaf gak sempet ngeditt..lagi mengusahakan waktu luang

Enjoy it!

Sumary: Sakura adalah utara namun saat Kakashi adalah selatan Sakura adalah selatan, dan ketika Kakashi utara Sakura adalah Utara. Guru malang yang terkena akut siswinya sendiri. Akankah kebekuan yang terang dapat mencair atau bahkan pecah menjadi kepingan kecil.

bersamaan kakashi dan sakura menoleh kearah sumber suara.

Seorang pemuda yang bertubuh tegap dan terlihat matang keluar dari mobil mewah hitam mengkilap. Perawakannya yang gagah serta parasnya yang terlihat ramah dan manis mengalihkan perhatian dua wanita yang sedari tadi menjadi penonton dibalik pintu.

''siapa dia.."

konan yang entah bertanya atau pernyataan yang tak dihiraukan pula oleh tsunade yang berdempet disampingnya.

''wah.. aku sepertinya mengenalmu.. kau.."

''kakashi. Dia guruku di KHS dulu kak"

''oh...iya aku ingat"

Kakashi hanya melirik sakura yang terlihat sangat enggan mengatakan namanya pada kakaknya.

''Masih terlihat jelas bahwa kau masih seperti dulu sakura. Masih membenciku'' Batin kakashi

''baiklah. Apa kau masih ada urusan sakura? Kakak pikir kau pasti kesini untuk memberikan oleh-oleh yang kau khususkan buat senseimu. Tapi jika memang masih ada kakak pulang duluan, hanya memastikan kau baik-baik saja"

Itachi panjang lebar. Kakak dari sang berambut pink tahu betul semua tentang adiknya dalam hal apapun termasuk masalahnya terhadap salah satu gurunya. kakashi.

''tidak."

Sakura merespon langsung ucapan kakak kesayangannya itu.

Kakashi menatap kecewa dengan jawaban sakura namun apa yang bisa ia lakukan ia hanya takut setiap ucapanya,sikafnya dan caranya memperlakukan sakura hanya akan membuat sakura semakin membencinya, kakashi tidak ingin itu terjadi ia hanya bisa pasrah.

''aku sudah tidak ada urusan."

tegas sakura dan melangkahkan kakinya menuju mobil dengan cepat tanpa memalingkan wajahnya pada sosok yang tak luput sekejappun memandanginya

Itachi menepuk pundak kakashi seolah mengerti sebelum kembali kemobilnya mengikuti sakura.

''Pagi ini tidak begitu cerah sepertinya sang fajar enggan untuk terbangun dari singgahsana atau mungkin hari ini akan turun hujan. Tapi kuharap hari ini kami-sama berpihak padaku.''

Ucap kakashi yang bersiap untuk menjalani aktivitasnya sebagai pengajar

Di sekolah konoha high school

Hari sudah mulai gelap suasana sore yang biasanya cerah pun terlihat seperti sudah hampir malam ruang gurupun sudah sangat sepi hanya ada sesosok sensei muda yang selalu membiasakan pulang terlambat dipojok ruangan dengan mengotak-atik nootbook darkbluenya

''aku harap memang hari ini" kakashi berbicara pada dirinya sendiri, melihat jam tangannya lalu beranjak entah kemana

''wah...aku sangat merindukan tempat ini, apa kau juga merindukanku eh?"

''ahihihi.. siapa yang akan menjawabku ya..hihihi.''

ia nampak bahagia setelah 4 tahun ia bisa mengunjungi tempat favoritnya selama sekolah dikonoha high school, tempat yang selalu menjadi curahan hatinya, tempat yang ia nobatkan hanya miliknya sendiri. tak ia sadari seseoarang telah memperhatikanya dikejauhan sambil tersenyaum

''kau sangat manis ketika tersenyum sakura"

Sakura yang turun kekolam sedalam 50cm tersentak dengan repleks membalikan badan

''kyaaaaaaaa"

Sakura hampir terpeleset dan hampir terjatuh, beruntunglah seseorang menagkapnya dengan sigap

Ketika sakura sadar siapa yang sekarang hampir mendekapnya, ia langsung melepaskan diri dan menjauh

''emm...kau hampir mematahkan kakimu sa.. ''

kakashi gugup terang saja wajah mereka baru saja sangat dekat dan bukan hanya itu kakashi takut niatnya ingin menyelamatkan sakura takut malah menjadikan sakura makin membencinya karena ia menyentuh sakura dengan tanpa seizin sakura seperti kejadian terakhir mereka bertemu empat tahun yang lalu

''kau..bu..bukankah seharusnya kau.." sakurapun tak kalah gugup mendapati sosok yang ada dihadapanya

Suasana sempat hening beberapa menit. lalu sakuara seperti biasanya selalu berusaha meghindari kakashi

''aku tahu kau pasti kesini"

''sebelum malam tadi aku melihatmu disekolah ini''

Kakashi dengan hati-hati mengucapkan kata-demi katanya ia begitu menjaga apa yang diucapkannya seolah tak ingin menyakiti sakuara lagi dengan perasaan bencinya terhadapnya

'' lalu aku ketempat ini aku kira hari itu kau tidak ketempat ini dan aku pikir kau pasti kesini hari ini sakura''

''...''

Sakura hanya memalingkan pandangannya kearah lain

Sakura POV

''kakashi'' desis sakura

''Sial! aku kemarin siang sengaja tidak ketempat ini karena aku tidak ingin bertemu denganmu. Dan kupikir hari in,i sore ini, biasanya sudah tak ada siapapun disekolah. Tepi kenapa..kenapa kau selalu muncul dihadapanku kakashi.''

Normal POV

''kolam ini selalu menjadi tempat favoritmu kan?"

''darimana kau tahu itu?" akhirnya sakura mengeluarkan suara

''hah...'' kakashi menghela nafas seolah lega mendengar suara sakura keluar

'' dulu kau selalu ketempat ini sakura, kau selalu menghindari pelajaranku dan melampiaskan segalanya ditempat ini''

''aku harus pergi''

Sakura enggan mendengarnya apalagi merespon ucapan kakashi,segera saja ia naik dari kolam

''kau sadar, sudah empat tahun kau tidak kembali. tentu saja kolam ini tidak kuat menunggu tuannya yang tak kunjung datang menjenguknya, selama ini aku sendiri yang selalu menengoknya dan membersihkannya merasa kasihan juga ikan-ikan tak tahu apa-apa, semenjak kau pergi mereka menjadi lebih banyak diam dan murung disudut-sudut kolam."

Sakura menunduk sendu lalu mengalihkan lagi tubuhnya menghadap kolam

Tiba-tiba sesuatu menyadarkannya

''panjang lebar sekali orang ini, menyebalkan '' batin sakura

''lalu mereka menyerah dan memilih untuk berhenti menanti sang tuan dan usia merekapun tertelan sang waktu sakura". ''tapi aku, aku tidak berhenti berharap dan aku tidak akan menyerah''

Kakashi yang bercerita dengan gaya yang melihat-lihat kesekitar mengakhiri ceritanya dengan menatap sakura sekilas

''orang ini bicara apa sih, dan Sejak kapan dia jadi banyak bicara seperti ini''. Batin sakura

''aku juga tidak tahu'' ucap kakashi

''apa ? ''

Apa dia bisa menbaca pikiranku. Batin sakura lagi

''kurasa sebanyak-banyaknya aku bicara pada orang lain itu adalah sekarang ini''

''.hnnn...kenapa aku jadi banyak bicara seperti ini ya..''

Ucapan kakashi membuat sakura lega ternyata kakashi bukan bisa membaca pikiranya

''berhenti bicara lagi'' sentak sakura

Keadaan kembali hening. Di ikuti hari yang sudah semakin gelap bahkan mungkin ini sudah petang menjelang malam sehingga sakura tidak sadar kakashi terus menatapnya memancarkan sebuah pengharapan besar ia dapatkan saat ini

Sakura mengambil sepatu yang ia tadi lepas untuk dikenakan dan melangkah pergi

''kau akan pulang ?''

Sakura menoleh kebelakangnya dimana disitu ada kakashi

''memangnya mau kemana lagi''

''boleh aku antar?"

Tiba-tiba DUAR !DUAR !

Suara petir yang menggelegar membuat sakura berteriak histeris bahkan sekarang posisinya sudah jongkok dengan kedua tangan menutupi kedua telinga seketika cairan bening keluar dan mengalir dipipi mulus sakura

''AAAAaaaa'' teriak sakura

''sakura, kau tidak apa-apa ?, sebaiknya kita berteduh sepertinya akan segera turun hujan besar''

Kakashi memopong sakura dengan khawatir ke koridor belakang sekolah

Menit berikutnya saat kedua insan sudah berada ditempat yang beratap walau hanya koridor sempit, hujan lebat dengan cepat turun mengguyur bumi tanpa ada gerimis terlebih dahulu. Angin begitu kencang membwa tetesan-tetesan hujan itu berhamburan

Sakura merapatkan kedua tangannya kedepan memeluk dirinya sendiri

''tenanglah saku..''

Kakashi menyentuh sedikit pucuk kepala sakura, tentu ia takut, masih takut jika harus menyentuh gadis ringkih yang sedang ketakutan ini sejujurnya ia ingin membawa gadis ini erat kedalam dekapannya agar lebih bisa menenangkannya, kakashipun amat heran sakura gadis kuat kenapa ia begitu ketakutan begini

Tubuh sakura terkulai lemas dan terduduk dilantai yang basah itu. Sontak kakashi kaget dan mengikuti sakura yang sudah terduduk

''sa.. , apa kau baik-baik saja?''

Tangan kakashi hendak menyentuh pipi sakura namun tidak jadi

''aku takut. Aku sangat ketakutan''

Sakura menggigit jari-jarinya terlihat amat ketakutan kakashi sangat tersiksa melihat gadisnya menderita seperti ini namun tak ada yang bisa ia lakukan.

''ayo kakashi. Apa yang kau lihat. Jangan jadi pengecut kakashi,''

''bodoh kau pria bodoh membiarkan gadis yang sapenuhnya mengisi hatimu, pria macam apa kau ini hah''

Kakashi terus merutuk dalam hatinya ia berusaha melawan takut, takut jika apa yang ingin ia lakukan mendapat penolakan dari sakura bahkan mungkin lebih dari itu.

''kakak aku takut ka..''

Kakashi tersentak tak percaya dengan apa yang ada saat ini, sakura menyenderkan wajahnya di dadanya

Kakashi memang sengaja terduduk didepan sakura sehingga berhadapan agar hujan yang terbawa angin tak meniup jelas tubuh sakura biarkan punggungnya yang terkena air dingin itu biarkan dirinya yang kedinginan asalakan jangan gadis yang menjadi ratu dihatinya entah sejak kapan kedinginan

Dengan hati-hati kakashi mengelus rambut pink itu,

Kakashi POV

''aroma ini, wangi tubuhmu yang khas ini wangi yang begitu ku rindukan sakura, ah..aku sudah tak tahan lagi biar ku tanggung resiko setelah ini''

''ku dekap tubuhnya begitu erat sangat erat tak akan ku hiraukan jika ia berontak atau memukul ataupun menggigitku lagi''

Normal POV

Terdengar isakan tertahan dalam dekapan yang lembut itu dan lagi-lagi yang didekap memanggil-manggil ''kakak''.

''kakak..kakak dimana, aku takut ka, aku ketakutan ka''

Kakashi melepaskan dekapannya dengan perlahan dan menatap wajah sayu dihadapannya dengan dekat, tidak. Sangat dekat malah. Ia mulai berani menempelkan telapak tangannya dipipi yang terasa dingin itu dengan lembut sedangkan wajah yang ditatap hanya menunduk.

Nampaknya kakashi belum menyadari bahwa orang yang ada dihadapannya saat ini tidak dalam keadaan sadar sepenuhnya

CUP!

Kakashi mengecup kening sakura tak ada yang tahu selain mereka sendiri karena keduanyapun tak saling memandang saat kecupan itu mendarat dikening sakura kakashi memejamkan mata seolah teramat menyayangi gadis ini dan sekarang kakashi menarik dagu sakura meminta sakura menatapnya

Dihapusnya air mata itu dipipi sakura, sakura menatap kakashi dengan tatapan yang sulit diartikan wajah mereka amat dekat bahakan nafas kakashi yang terengah menyapu wajah sakuara membuatnya yang dingin terasa hangat. Kakashi terengah karena jatungnya kini sudah tak berdegup dengan semestinya. Dibawah sana tanpa sadar telapak tangan mereka bertautan dan menempel erat dengan sedang tangan kakashi yang satu lagi menarik dagu sakura dan dikecupnya bibir sakura. Tak ada penolakan dari sakuara ia hanya memejamkan mata sebaliknya dengan kakashi yang lebih senang melihat wajah sakuara yang memejamkan mata dengan sangat intim.

Apapun yang dilakukan dan yang terjadi saat itu memang seperti bukan sakura terbersit perasaan aneh dalam diri kakashi ia memang menikmatinya namun terkalahkan dengan rasa khawatirnya pada keanehan sikaf sakura yang tak seperti biasanya seolah membiarkan semua terjadi begitu saja,

''permisi tuan muda ada tamu''

''siapa bi?"

''maaf tuan saya tidak sempat bertanya siapa namanya''

''oh ya sudah bi, terimakasih''

''saku sayang, kakak tinggal dulu ya..''

Uchiha itachi mengecup kening sakura betapa ia menyayanginya dan meninggalkan sang adik dengan mata tertutup wajahnya nampak pucat terlihat jelas selain memang sedang sakit seperti terlukis luka teramat diwajahnya yang manis nan sayu yang terbaring di tempat tidur.

''eh kau rupanya''

''ku dengar dari tsunade sensei sakura sakit, jadi aku ingin menjenguknya''

''ah, iya baru saja tsunade pulang habis menjenguk sakura''

''oh iya, kakashi apa kemarin kalian pergi bersama ?''

Sebelum kakashi menjawab itachi kembali berkata

''syukurlah kalau hubungan kalian sudah membaik, sakura ada dikamarnya kau langsung saja kesana''

''bi. Bibi chiyo tolong antarkan kakashi ke kamar sakura ya bi''

''baiak tuan''

''maaf kak sebelumnya aku ingin bertanya apa sakura mempunyai trauma?''

''darimana kau tahu?''

TOBECONTINU