''Sekarang aku dapat merasakan apa yang mereka rasakan'' Sasuke mengelus perut Hinata yang sedikit membesar.
Hinata menggenggam tangan Sasuke yang ada di perut lalu tersenyum.
''Dan dia datang begitu cepat'' Sasuke memeluk Hinata dan menaikan selimutnya agar dingin malam tidak menusuk kulit.
Sasuke dan Hinata memang baru menikah empat bulan yang lalu dan kini kandungan Hinata sudah menginjak usia tiga bulan. Sasuke amat sangat senang ketika mengetahuinya kini dia dapat merasakan bagaimana perasaan menjadi calon ayah, biasanya dia hanya bisa melihatnya saja.
Dari wajah pasien-pasien yang dia tangani mereka memancarkan kebahagaian ketika mereka tau bahwa mereka adalah calon ayah dan ibu dan Sasuke juga melihat pancaran kebahagiaan pasiennya saat si bayi itu telah lahir karena bantuan pertolongannya. Sasuke memanglah dokter kandungan yang masih muda, dan kebanyakan pasien-pasiennya adalah ibu-ibu muda yang sangat suka pada pria muda yang tampan.
Tapi hanya melihat pasiennya bahagia, Sasuke tidak puas ia ingin merasakan hal yang sama dan tuhan kini mengabulkannya begitu cepat.
.
.
.
Hinata hanya menatap bosan pada makanannya yang sudah mengembang, sudah lima jam dia menunggu Sasuke yang sekarang masih tak kunjung datang, terlebih lagi ponselnya tidak aktif.
Biasanya jam segini Sasuke sudah pulang apa dia lagi menangani yang melahirkan ya?
Hinata jadi mikirin gimana nanti dia jika lahiran pasti sakit, Hinata memikirkannya jadi merinding sendiri. Ia mengelus perutnya, atau nanti saat ia lahiran Sasuke yang menanganinya Hinata terkekeh membayangkannya.
Tunggu! Tunggu!
Kalo Hinata lahiran dibantu Sasuke pasti suaminya itu akan melihat bagian intimnya, tapi Sasuke kan suaminya. Terus kalo wanita lain berarti...
Mata Hinata berkaca-kaca, suaminya ga boleh liat punya orang lain! Kenapa dia baru sadar? Tapi Hinata heran kok ga bintitan ya?
Hinata dapat mendengar suara pintu terbuka dengan wajah sumringah melupakan apa yang ia pikirkan langsung mengahmpiri Sasuke dan memeluk suami tercinta.
''Kenapa lama?''
''Tadi ada yang melahirkan jadi aku harus membantunya''
Hinata jadi ingat apa yang pikirkan tadi, ia langsung melepaskan pelukannya yang di sambut dengan wajah heran suaminya.
''Sasuke apa kalo bantu orang melahirkan kamu lihat 'itu' perempuan'' Sasuke mengerti maksud Hinata dengan tanpa bersalah ia menjawab...
''Tentu saja!''
Air mata Hinata peralahan mulai turun.
''Pokoknya mulai besok pasienmu ga boleh perempuan!''
What The...
''Siapa aja boleh jadi pasienmu asal jangan perempuan!'' Hinata langsung melesat pergi ke kamar meninggalkan Sasuke yang
Sweatdrop.
Sasuke itu kan Dokter kandungan, pasti pasiennya semua perempuan mana mungkin bapak-bapak melahirkan! Sepertinya ini cobaan baru baginya menghadapi Hinata yang lagi hamil.
.
.
.
Chapter 2 : don't woman!
Review please!
