Love Which Confusing
.
.
.
Chapter 2 udah jadi nih, baca aja XD
.
.
.
Enjoy!
Sakura berusaha mencari tahu apakah denda karena tidak ikut demo itu memang sah.
Perhatiannya teralihkan saat ia melihat lampu apartemen Itachi menyala. Sakura tahu belum waktunya bagi Itachi untuk pulang kerja. Ia mengambil teropongnya lalu mengamati Itachi. Itachi sepertinya mengambil dokumen yang tertinggal lalu mengambil teko air panas untuk membuat minuman. Sakura melihat Itachi menjawab telepon. Itachi menaruh teko air panas itu begitu saja di atas meja lalu pergi.
Masalahnya, teko air panas itu tidak di taruh dengan benar dan mulai tak seimbang. Sakura melihat anjing Itachi tidur di bawah meja, tepat diwah teko itu diletakkan. Jika teko air panas itu jatuh, maka akan menimpa anjing itu. Sakura memperhatikannya dengan khawatir. Teko itu terus bergoyang dan terjatuh! Sakura berteriak sambil menutup wajahnya, tak berani melihat apa yang terjadi pada anjing Itachi.
Sakura berlari keluar. Satpam terkejut saat melihat sakura. Sasori dan Deidara langsung memperhatikan Sakura. Bunyi klakson mobil mengejutkan mereka. Mobil Itachi hendak keluar dan para demonstran menghalangi jalan keluar.
Sakura berjalan menghampiri mobil Itachi tapi ia berhenti oleh Deidara yang mengajak berkenalan. Sakura tak berani menatap wajah Deidara. Deidara bertanya apakah Sakura memiliki keahlian khusus untuk mengurangi biaya pemeliharan apartemen. Sakura melihat mobil Itachi keluar dari halaman apartemen.
"Aku akan menuliskanya untuk mu," kata Sakura tanpa melihat wajah Deidara. Ia kembali berlari mengejar mobil Itachi. Lalu naik taksi.
Sasori terus memperhatikan Sakura, kemudian Sasori memangil taksi, dan mengikuti Sakura. Terdengar suara teriakan satpam yang memangil Sasori, "Tunggu!, siapa yang akan memimpin demo ini?, hei kau anak muda jangan pergi begitu saja…!" kata satpam dengan penuh amarah.
Taksi Sakura terus mengikuti mobil Itachi. Sakura membuka kaca jendela dan berusaha memangil Itachi. Suaranya terlalau kecil hingga Itachi tak mendengarkanya.
Itachi memarkir mobilnya di suatu tempat. Sakura berhasil menyusulnya dan mengikuti Itachi. Sebenarnya ia sudah sangat dekat dengan Itachi dan dengan mudah bisa menepuk punggungnya atau memanggilnya. Tapi Sakura tak sanggup. Ia berhenti berjalan. Saat ia hendak berseru tentang anjing Itachi, tiba-tiba seorang pria berdiri di hadapan sakura. Sasori!
Di tempat lain.
Sasuke menikmati nyanyian Hinata. Ia bertanya lagu itu tentang apa?, kedengaranya lagu itu tentang kemarahan.
"Itu lagu nasional. Apa kau tau artinya mengapa aku sampai mengingat lagu itu?" Tanya Hinata.
Sasuke menebak Hinata ingin mendapatakan kewarganegaran Jepang. Hinata heran mengapa Sasuke tidak terkejut Hinata hendak menjadi warganegara Jepang. Sasuke menghela napas panjang.
"Sepanjang tahun ini… setiap hari… aku benar-benar merindukanmu," kata Sasuke.
Hinata terdiam senjenak. Ia lalu memukul kepala Sasuke dan bersoloroh kalau ia juga merindukan Sasuke setiap hari. Ia mengalihkan pembicaraan dengan meyuruh Sasuke pergi karena sebentar lagi orang-orang akan berdatangan.
Sasuke berkata ia hendak menjadi dewa cinta. Tapi ia harus berhati-hati menembakkan panah asmaranya agar tidak terjadi kekacauan. Karena itu ia akan bertanya dan meneliti terlebih dahulu.
"Pria yang kaucintai… apakah Uchiha Itachi? Tannyaya. Hinata keget, dan langsung menatap Sasuke.
Itachi naik ke dalam sebuah mobil di mana para teman-temannya sudah menjemputnya. Sakura tak berdaya melihat Itachi pergi. Sementara Sasori dengan mudahnya memuji keindahan mata Sakura. Ia kemudian bertanya mengapa Sakura mengenakan pakaian tipis di musim dingin? Dan kau mengejar laki-laki itu kan, tapi apa kau tahu jalanya?
"Apa aku tahu jalannya? Aku tahu... aku terlalu tahu." kata Sakura.
"Heh? Jadi kau tahu jalanya? Apa kau mau membicarakanya sambil jalan-jalan?" tanya Sasori girang.
"Saat itu musim gugur... saat terakhir aku keluar dari rumahku," kata Sakura. Ia mengarahkan pandanganya ke langit. Walau bingung, Sasori juga ikut melihat ke langit.
-flash back-
Sakura mengangkat tangannya menutupi cahaya matahari. Tiba-tiba seorang pria berdiri di sana, menghalangi cahaya matahari. Uchiha Itachi. Itachi menoleh pada Sakura. Sakura memalingkan wajahnya, pura-pura tak melihat apa-apa. Kemudian Itachi berjalan pergi.
Sakura mengikuti Itachi pergi. Ia mengikuti Iatchi dari belakang. Sakura melihat Itachi memungut seekor anak anjing yang di buang di dalam kardus. Itachi melindungi anak anjing itu dengan jaketnya lalu tersenyum.
-end of flash back-
"Aku pertama kali melihat pria itu pada musing gugur."
"Jadi kau jatuh cinta pada pandangan pertama?" kata Sasori dengan lesu. Sepertinya dia cemburu.
"Awalnya aku tidak percaya jatuh cinta pada pandangan pertama. Aku merasa cintaku berakhir dengan cepat. Aku terlalu cepat harus mengucapakan selamat berpisah. Akan jauh lebih baik jika aku mengakhirinya di sana. berakhir dalam suatu sore."
"Oh begitu," jawab Sasori semakin lesu.
-flash back-
Setelah bertemu dengan Itachi hari itu, malamnya Sakura membeli minuman dingin dan mendapat hadiah undian sebuah teropong. Sakura sangat senang dengan teropong barunya. Ia sedang bermain-main dengan teropongnya saat ia menangkap sosok yang dikenalnya di aparteman seberang, berikut anjing yang telah di rawat. Ia merasa itu adalah takdir
-end of flash back-
Sasori mulai menggigil kedinginan mendengar curhat Sakura. Ia ingin menyuruh Sakura untuk pulang bersama ke aparteman mereka masing-masing.
Sakura menoleh menatap Sasori. Tapi tiba-tiba ia berseru, "Oh tidak anjingnya!" kata Sakura dengan cemas, dia baru ingat kalau anjingnya Itachi dalam bahaya.
Sasori kebingungan melihat Sakura tiba-tiba pergi begitu saja di hadapanya. Dengan segera dia mengejarnya.
Hinata tidak menjawab pertanyaan Sasuke walau wajahnya membenarkan. Sasuke berkata kalau tebakanya pasti benar, bukan?. Hinata hanya memasang wajah serius mendengar perkataan Sasuke.
"Aku minta maaf," kata Hinata.
Sasuke tetap bersikap riang sebisa mungkin dan mengajak Hinata makan malam bersama besok. Ia akan memasakkan spaghetti dan menyuruh Hinata datang ke apartemen Itachi. Sasuke bangkit berdiri. Sesaat ia tidak segembira yang diperlihatkanya tapi tak lama kemudian ia kembali tersenyum dan pergi.
Demostrasi telah selesai. Satpam meminta para penghuni berkumpul kembali besok untuk berdemo. Deidara bertanya sampai kapan mereka akan terus berdemo. Tentu saja sampai mendapatkan uangnya, jawab satpam.
Deidara melihat Sakura dan Sasori telah kembali. Ia terus melihat Sakura yang berlari tergesa-gesa dari jauh.
Sedangkan Sasori terlihat berpura-pura tidak melihat Deidara dia terlalu senang mengikuti Sakura. Walaupun sepanjang perjalanan pulang Sakura terus diam, tetapi dia mengagap itu sangat menyenangkan.
Deidara tidak tahan lagi melihat sahabat baiknya begitu cuek denganya. Deidara langsung menarik lengan jaket milik Sasori. Sasori sangat marah di perlakukan Deidara seperti menarik anak anjing yang tidak bersalah. Akhirnya Deidara mulai angkat bicara.
"Hei Sasori, kenapa kau malah berjalan-jalan dengan perempuan itu?" tanya Deidara kesal.
"Memangnya kenapa?" jawab Sasori dengan cuek.
"Aishhh, kau pergi begitu saja dan meningalkan ku sendiri di sini!, kau tahu satpam cerewet itu malah menyuruhku untuk menggantikanmu memimpin demo konyol ini!" jawab Deidara dengan penuh amarah.
"Itu cuma masalah kecil, kenapa kau begitu mengagapnya sangat besar."
"Bukanya berterima kasih malah memarahiku seperti itu."
"Kau terlalu banyak maunya," jawab Sasori lagi.
"Apakah susah menjawab terima kasih?"
"Oke-oke... AKU SANGAT BETERIMA KASIH KEPADAMU, kau puas."
"Aku rasa belum."
"Apa lagi maumu."
"Aku cuma mau kau mentraktirku makan malam."
"Mentraktirmu! aku tidak mau."
"Apa kau bilang!"
"Apakah aku harus mengulanginya lagi!"
"Aishhh, lupakan."
( Author: Deidara sepertinya kalah berdebat dengan Sasori XD )
Bersama dengan itu sebuah taksi berhenti tak jauh dari tempat mereka berdiri. Deidara terkejut saat melihat Sasuke turun dari taksi.
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ
Sakura menelpon telepon darurat dan memberitahukan soal anjing Itachi kepada petugas. Ia lalu berdiri di depan pintu apartemen Itachi , dan memangil-manggil anjing itu.
Tak ada jawaban dari dalam. Sakura semakin ketakutan. "Apa kau baik-baik saja? kau baik-baik saja, Hitam? Hitammm (anjing itu berwarna hitam)... " rengek Sakura sedih, "Kasihan, sakitkah?" Sakura mulai menangis.
saat ia menoleh, ia melihat...
LOL...Sasuke meniru ekspresi Sakura^^ Sakura melompat ketakutan. Sasuke bertanya apa yang dilakukan Sakura di sana. Sakura tidak memperdulikan pertanyaan Sasuke, ia malah cepat-cepat merangkak dan berlari pergi.
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ
Deidara dan Sasori membicarakan Sasuke sambil menunggu lift. Deidara yakin yang dilihatnya adalah Sasuke. Deidara bersanksi ia melihat Sasuke masih sangat muda. Deidara menjelaskan kalau Sasuke baru berusia 16 tahun saat mulai bekerja di sola studio.
Lift terbuka. Deidara langsung masuk. Tapi Sasori sepertinya menunggu seseorang. Benar saja, tak lama kemudian Sakura muncul. Deidara mengajak Sakura naik lift bersama mereka. Sasori pura-pura bersikap cuek padahal ia memperhatikan reaksi Sakura. Sakura memalingkan tubuhnya hingga pintu lift tertutup.
Deidara bertanya mengapa Sasori tidak menahan pintu lift agar Sakura bisa masuk. Sasori bukanya menjawab pertanyaan Deidara dulu, dia malah balik bertanya mengapa Deidara tidak memencet tombol pintu lift agar tetap terbuka. Ia berkata bagaimanapun juga Sakura tidak akan masuk. kepribadianya memang seperti itu.
Sakura berjalan kembali ke apartemenya. Terdengar suara langkah kaki di belakangnya. Sakura menegang dan mulai ketakutan. Orang yang ada di belakangnya segera memegang pundak Sakura. Sakura melompat ketakutan. Ternyata satpam.
Satpam itu heran mengapa Sakura selalu terkejut setiap kali melihatnya. Tapi ia senang melihat Sakura keluar juga dari apartemenya. Ia bertanya kemana Sakura pergi, tadinya ia pikir Sakura hendak mengikuti demo. Sakura bertanya mengenai denda.
Rupanya denda itu hanya ancaman kosong satpam agar Sakura mau mengikuti demo. Ia menasihati Sakura untuk berhemat uang sejak masih muda. Ia juga memberi tahu kalu Sakura mendapat giliran menjadi pemimpin demo besok, jadi Sakura harus datang. Sakura tak mampu menolak.
Sasori mendapati Deidara yang sedang mengintip di luar jendela. Deidara sedang mencari tahu di apartemen mana Sasuke tinggal. Sasori bertanya apakah Deidara tahu kalu mengintip orang lain itu ilegal. Deidara tidak perduli ucapan Sasori, kemudian dia melanjutkan acara mengintipnya lagi. Sasori sudah tidak tahan lagi dengan sikap sahabatnya yang satu ini. Kemudian Sasori menjewer telinga deidara dan menariknya menjauh dari jendela.
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ
Sakura terduduk lemas di apartemnya. Ia lalu teringat kembali pada anjing Itachi dan melihat ke seberang. Ia malah melihat pria lain di apartemen itu. Pria yang tadi mengejutkanya di depan pintu apartemen Itachi.
"Siapa kau?" tanya Sakura curiga.
Sasuke mengeluarkan barang-barangnya di apartemen Itachi. Ia lalu memakan snacknya sambil melihat keluar jendela. Sakura cepat-cepat bersembunyi. Sementara itu, Sasuke memandangi gedung apartemen Sakura. Ia mengangap gedung itu sudah tua dan sangat dekat dengan apartemen Itachi. Ia bahkan bisa melihat isi apartemen seberang.
Sakura memberanikan diri untuk mengintip lagi. Sasuke merasa ada yang mengawasinya dan menoleh. Sakura bersembunyi. Rasa penasaran membuat Sakura ingin kembali meliat Sasuke. Sasuke lagi-lagi menoleh. Melihat tak ada orang, Sasuke kembali membereskan barang-barangnya.
Sakura sekarang lebih leluasa mengintip kembali. Tapi tiba-tiba Sasuke berlari ke jendela. Sakura langsung merunduk kelantai saking terkejutnya. Sasuke tak melihat siapa-siapa lalu membaringkan dirinya di sofa.
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ
Dus botol minuman kosong milik Sakura berjatuhan ke lantai karena sudah terlalu penuh. Sakura membuang botol-botol itu ketempat sampah. Ia hendak kembali ke apartemenya tapi tidak tahan melihat dus-dus berserakan di jalan. Ia lalu membereskanya.
Sementara itu Sasori keluar untuk membuang sampah. Ia melihat Sakura yang sedang membereskan dus-dus yang berserakan lalu tersenyum. Sakura sama sekali tidak menyadari kehadiran Sasori.
"Seberapa rapuh dan mekutkan cinta yang tak terbalaskan? Walau cinta tak terbalas selalu mendapatkan jalan masuk, begitu cinta itu terjebak di dalam, ia tak bisa mendapatkan jalan keluar. Walau aku yang pertama kali memeulinya, jika ia pergi dari pendanganku pada suatu hari nanti tanpa sepengetahuanku, cinta itu akan berakhir begitu saja tanpa tujuan. Tidak pernah medapatkan kesempatan untuk berbunga, cinta yang tidak akan pernah berbuah... seperti buah benih yang terlupakan. Itu adalah cinta tak terbalas." ketik Sakura di komputernya.
Keesokan paginya. Itachi kembali ke apartemen dan mendapati apartemenya berantakan, juga Sasuke yang tidur di sofanya. Itachi tersenyum melihat Sasuke dan hendak meyelimutinya.
Tiba-tiba Sasuke berteriak. Ia hanya berpura-pura tidur. Itachi tertawa meliah Sasuke yang mengerjainya. Kemudian Sasuke memeluk Itachi seperti anak anjing yang memeluk tuannya.
"Kaaak!" serunya.
"Sudah setahun sejak aku terakhir melihatmu. aku sudah sangat rindu kepadamu."
"Aku juga rindu kepadamu ka." Sasuke kembali memeluk Itachi. Itachi mengacak-ngacak rambut Sasuke dengan penuh kasih sayang. Sudah lama Itachi meminta Sasuke berkunjung ke Jepang tapi Sasuke tidak pernah mau. Ia senang Sasuke sudah mau datang.
Sasuke berkata ia sangat tersentuh dengan sambutan hangat Itachi. Kerena itu ia meminta TV baru. Sasuke menunjuk TV Itachi yang kecil. Ia mengerutu itu adalah layar kompi, buakn TV. Itachi hanya tertawa melihat tingkah Sasuke.
"Jika tidak, bagaimana kalau sebuah mobil? Apa kakak akan membelikanku sebuah mobil,' rayu Sasuke. Atau menyewakan suite selama beberapa bulan? Apakah Itachi belum sanggup? Jika begitu bagaimana dengan TV saja.
"Tidak boleh, cobalah ubah gaya hidupmu selama kau tinggal di sini." Itachi dengan lembut menasihati. Pertama, mereka sebaiknya membereskan semua barang Sasuke yang berserakan. Ternyata Sasuke tidak bergutik melawan kelembutan Itachi.
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ
Sementara itu Sakura kembali membuka tirai apartemenya mencari-cari Itachi. Ia lega saat melihat Itachi telah kembali dan ternyata anjing Itachi baik-baik saja. Sakura mengarahkan teropongnya mengikuti Itachi. Namun saat dia mengarahkan teropongnya kesisi lain apartemen Itachi, ia melihat Sasuke sedang berdiri ke arahnya.
Sasuke menunjuk matanya lalu menunjuk Sakura. Seakan berkata: Aku telah memergokimu !
Sakura terkejut dan langsung menutup tirainya. Sauke menyadari perasaan ada seseorang yang mengawasinya semalam tidaklah salah.
"Apertemen kedua tingkat lima, tunggulah aku disana!" ujarnya geram.
"Bagaimana ini apa yang harus kulakukan," gumam Sakura panik.
Sasuke berjalan bergegas menuju apartemen Sakura. Sakura setengah mati kebingungan.
SAsori membuka catatan yang terselip di pintu apartemenya.
Sasuke tiba di lantai 5. Sasori dan Deidara membuka pintu apartemen mereka. Sakura mendengar suara bel apartemenya yang berbunyi. Ia mengintip ke lubang pintu dan terpaku ketakutan.
TBC
Note from Author: Konnichiwa, minna-san. Chapter 2 udah selesai XD. Ga nyangka Sasuke sampai segitunya,ckckckc XD
Balas Review dulu:
el-yuMiichann: hy juga :), iya d'sini Sasuke akan saya buat sikapnya berbeda :D. Arigatou untuk peringatanya. Review lagi yah :)
Merrya Narcissa Bellatrix: Salam juga :D, Arigatou untuk pujianya udah lanjut kok. Review lagi yah :)
mako-chan: Arigatou untuk Reviewnya, Nih udah lanjut :D
Riz Riz 21: Ok, gpp :). Udah lanjut kok :D
Okaeri-chan: Nih udah lanjut :), Review lagi yah :)
.
.
.
R
E
V
I
E
W
.
.
.
