Love Which Confusing

.

.

.

Chapter 3 udah jadi nih. Mau liat apa yang akan Sasuke lakukan? baca aja XD

.

.

.

Enjoy!


Sebenarnya apa yang terjadi pada pagi itu? Mari kita kembali pada beberapa saat sebelum Sasuke mendatangi apartemen Sakura.

Masih ingat kan Sasori menemukan secarik kertas yang terselip di pintu? Saat Deidara mandi, diam-diam Sasori membaca isinya. Tertulis: Tips mengurangi biaya pemeliharaan (Apartemen). Dari Haruno Sakura.

Matikan pemanas dan air sesering mungkin. Jika air panas dimasukkan ke dalam botol lalu di bungkus dengan handuk, maka air itu akan tetap panas untuk waktu yang sangat lama. Dan sebaiknya jangan menggunakan air yang mengalir langsung dari keran, tapi gunakan baskom. Mencuci dengan mengunakan tangan lebih menghemat air dan listrik.

Hm, jangan gunakan teko listrik untuk memasak air, gunakan kompor.

Dan juga, selalu cabut kabel peralatan elektronik yang tidak di gunakan. Teko listrik dan selimut listrik, semua yang mengeluarkan panas, menyebabkan tagihan membengkak. Kurangi penggunaan pemanas ruangan, kenakan jaket musim dingin agar tetap hangat (biasanya jaket ini hanya di kenakan saat keluar rumah). Pastikan tidak ada udara berlebihan masuk ke dalam rumah. Menutupi celah-celah bisa sangat membantu.

PS: Aku ingin meminta bantuanmu. Bisakah kau menjadi pemimpin demo menggantikanku hari ini? Tolong kabari aku siang ini.


Deidara langsung merebut kertas di tangan Sasori lalu membacanya. "Wah dia memang perempuan yang pintar, liat saja apa yang di tuliskanya untukku ini. Sasori bukankah ini sangat membantu?"

Sasori bertanya apakah hanya hal itu yang Deidara perhatikan. Iya, memangnya kenapa? Tanya Deidara. Sasori berkata orang biasanya menyembunyikan kemiskinan tapi Sakura terus terang mengenai keadaannya.

Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ

Kembali kepada Sakura yang baru saja membuka tirai jendelanya. Ia lega si Hitam tidak apa-apa. Tati alangkah terkejutnya ia ketika melihat pria berrambut pantat ayam yang menatapnya dengan sangar.

Sakura langsung menutup tirainya. "Ia menunjuk matanya… ia bisa melihat… ia bisa melihatku!" teropong Sakura terjatuh ke lantai.

"Jadi ini yang kurasakan semalam. Apartemen kedua lantai 5, aku memergokimu! Tunggulah di sana!" Sasuke mengenakan jaketnya lalu menghambur keluar. Sakura setengah mati kebingungan.

"Dia menunjuk matanya… dia menunjuk… " Sakura mondar mandir ketakutan lalu bersembunyi di kolong kasur.

Sedangkan Sasuke sudah tiba di lantai 5. Ia langsung menuju apartemen 221. Sakura mengintip di lubang pintu, tepat saat sasuke sedang melihat ke lubang itu. Sasuke menekan bel. Sakura tak berani membukanya.

Sasuke terus menekan bel hingga Sakura menutup trlinga.

-flash back-

Sakura terbaring di kursi. Sepertinya ia sedang dalam pemeriksaan psikiater. Entah dia dalam keadan terhipnotis atau tidak. Dokter bertanya apa yang paling di benci Sakura.

"Suara orang mengetuk pintu. Suara dering telepon. Bunyi interkom. Suara seseorang memanggil namaku.

"Mengapa kau membenci hal-hali itu?"

"Karena itu artinya aku harus menghadapi seseorang."

"Tapi kau tidak bisa menjalani hidup tanpa menghadapi orang lain. Sejak kapan kau benci bertemu orang lain? Apakah sejak kejadian itu?

Sakura mulai menangis.

-end of flash back-

Kembali ke saat ini. Sakura menutup telinga karena bel pintunya terus berbunyi. Sasuke memutuskan mengunakan tinjunya. (Ehm... tendanganya).

Sakura tersentak saat Sasuke menendang pintu apartemenya. Sasuke berteriak agar Sakura membuka pintu. Sakura langsung mengunci semua kunci tambahan di pintunya. Mendengar suara pintu yang di kunci, Sasuke berusaha mengintip melalui celah surat di bagian bawah pintu. Sakura menutupi lubang itu dengan tanganya.

Sasuke mengancam akan melaporkan Sakura ke polisi jika Sakura tak membuka pintu. Sakura langsung membayangkan wajahnya tercetak di surat kabar berikut kabar penangkapanya karena memiliki kebiasaan mengintip tetangga. Ia semakin mengerut ketakutan.

Sasori dan juga Deidara mendengar suara-suara berisik. Mereka berdua mengintip keluar dan melihat seorang pria mempunyai gaya rambut aneh yang sibuk menerjang pintu apartemen Sakura.

"Siapa orang aneh dan berisik itu?" tanya Deidara. Ia terbelalak kaget saat mengenali itu adalah Sasuke.

"Bagaimana mungkin... hah?" Sasori juga ikut kaget.

Deidara tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu untuk membuat video. Saat Deidara sibuk memikirkan apa yang sedang di lakukan Sasuke, Sasori malah bergerak karena penat hingga mereka kehilangan keseimbangan dan jatuh ke lorong.

Deidara, dan Sasori bangkit berdiri. Sasuke membungkuk memeberi salam pada mereka lalu mulai mengetuk pintu Sakura dengan lebih sopan. Deidara bertanya-tanya mungkinkah sakura adalah kekasih Sasuke. Sasuke jadi salah tingkah diperhatikan oleh mereka berdua.

"Apa kalian mengenal seorang pria di dalam sini?" tanyanya sambil menunjuk apartemen Sakura.

Sasori: "Seorang pria?"

Deidara: "Seorang pria?"

Sakura : "Seorang pria?" gumam Sakura di balik pintu.

"Iya seorang pria," kata Sasuke dengan pede-nya. LOL ^^

"Jadi tanpa tahu siapa orang di dalam sana, kau menggedor dan menendangi pintunya?" tanya Sasori.

"Wanita... yang tinggal di sana seorang wanita," kata Sasori.

Sasuke terkejut mendengar penjelasan Sasori. Satpam datang dan bertanya apa yang sedang terjadi. Sasuke berkata tak peduli pria atau wanita, yang pasti orang itu teleh mengintipnya sejak semalaman hingga pagi ini.

Satpam tak percaya begitu saja. Sasuke menjelaskan sejak semalam pinggangya terasa geli, kepalanya mendesis, pokoknya sajak semalam ia terus merasakan "itu" dan sampai sekarang ia masih merasakanya.

( Author: Hihi... penjelasan yang aneh dan mengundang kesalahpahamanXD )

Satpam mengira Sasuke seorang penguntit atau hidung belang. Ia lalu mencengkeram jaket Sasuke dan memarahinya. Sedangkan Sakura kebingungan di dalam apartemenya mendengar Sasuke di tuduh macam-macam. Sasori hendak melepaskan Sasuke tapi Deidara berpendapat sebaiknya mereka tidak usah ikut campur. Sasori menurut. Satpam terus memarahi Sasuke.

Sakura tak tahan lagi, akhirnya ia membuka pintu. Semua menoleh ke arahnya. Sasuke melihat Sakura dan teringat kalau Sakura adalah wanita yang ia lihat menangis di depan pintu apartemen Itachi. Ia hendak menerjang ke arah Sakura. Sakura buru-buru menutup pintunya kembali. Semua menghalangi Sasuke. Satpam berkata ia akan membawa Sasuke ke kantor polisi. Mendengar itu, Sakura langsung membuka pintunya lagi.

"Pamanlepaskandia. priaitubenarbenardatangkesin iuntukmencariku. benarakulahyangsalah," rentetan kata meluncur dari bibir Sakura yang memejamkan matanya.

Semua terdiam. Sakura membuka matanya dengan takut-takut. Melihat itu, Sasori mendorong Sakura masuk kembali, ia yang akan mengurus semuanya. Lalu ia membuka pintu kembali hanya untuk memberi tahu Sakura kalu ia akan mengatikan Sakura menjadi pemimpin demo, sehingga Sakura tak perlu keluar.

Rupanya tidak ada yang mendengar perkataan Sakura dengan jelas kecuali Sasori, karena ia berdiri di dekat pintu. Sasori menjelaskan semua ini hanya kesalahpahaman karena gedung apartemen mereka terlalu berdekatan. Ia meminta semua orang bubar. Sasuke tak puas tapi satpam menggiringnya pergi.

Sakura terduduk lemas di lantai.

Satpam menemani Sasuke turun denga lift. Sasuke tak puas dan hendak menjelaskan, tapi satpam menatapnya dengan galak. Sasuke kesal sekali karena tak berdaya. Ia melihat pengumuman mengenai pertemuan para penghuni apartemen di dinding lift dan medapatkan sebuah ide.


Deidara malah senang saat mengetahui kalau wanita juga senang mengintip. Sasori tak setuju, apanya yang bisa di intip dari Sasuke. Deidara yakin Sakura memang mengintip Sasuke, jika tidak mengapa Sakura tidak meneriaki Sasuke sebagai si hidung belang. malah bergumam tak jelas.

"Itu karena dia orang baik dan berbeda," kata Sasori.

"Oh my... apa yang kau rasakan ini?" Deidara curiga Sasori selalu membela Sakura.

"Ada hal yang tidak bisa di sembunyikan orang. Wanita di apartemen 221 itu, kilatan di matanya dan caranya berbicara, caranya melihat dari depan dan dari belakang... dia itu pokoknya sangat baik."

Deidara mengangguk. "Wanita di apartemen 221? cinta pertama (Akasuna No Sasori) mengutarakan ketertarikanya pada wanita di apartemen 221. Begitukah caramu menyatakan perasaan?"

"Kau ini... " Sasori mulai marah mendengar perkataan Deidara.

"Kenapa?... sebenarnya aku juga tertarik denga wanita di apartemen 221 itu," gumam Deidara.

"Apa yang kau bilang tadi," kata Sasori yang mendengar perkataan Deidara tadi.

"Tak ada, lupakan."

Sasori mulai memandangi Deidara dengan tatapan aneh.

Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ

Sakura menutup semua tirai di apartemenya. Sedangkan Sasuke menggeser kursi di dekat jendela lalu duduk di sana menanti Sakura. Ia mengagap hal ini mulai menyenagkan, setidaknya kehidupanya di Jepang tidak akan membosankan. Ia mengambil kertas dan kuas lalu menatap apartemen Sakura. Ia mulai menggambar sesuatu.

Sakura meneruskan pekerjaannya. Ia mendapat pesan dari atasanya kalau hanya sebagian uang gaji yang bisa di kirimkan pada Sakura karena ada masalah di kantor.

"Gajiku kan tidak seberapa dan kau masih membaginya? Kalau begitu apa jadinya? Sebagian gaji dari sebagian?" gerutu Sakura.

Sakura mulai memberanikan diri untuk membuka tirainya, bukan untuk mengintip tapi karena kebiasaan. Ia keget saat melihat Sasuke melambai ke arahnya. Pelan-pelan ia membuka tirainya sedikit. Sasuke menunjuk segelas teh di tangannya, seakan menawari Sakura untuk minum.

Walau takut, Sakura penasaran juga. Ia mengintip lagi. Sasuke tidak ada di sana. Sebagai gantinya di jendela tertulis: Aku akan segera kembali. Sakura bertanya-tanya siapa sebenarnya pria itu.

Terdengar suara satpam mengumumkan demo hari ini dan ia mengharapkan kehadiran semua orang tanpa kecuali.

Persedian makanan dan juga kebutuhan lainnya mulai habis. Sakura terpaksa membuat daftar belanjaan padahal ia tak ingin keluar. Tapi ia juga tidak suka barang-barangnya di antar.

Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ

Sakura akhirnya berjalan ke tenda pertemuan para penghuni yang terletak di atap gedung. Rupanya pertemuaan dan demo para penghuni ini mengenai uang sewa yang lebih tinggi dari apartemen lain. Semua penghuni telah berkumpul di sana dan terdiam saat melihat Sakura.

Mungkin inilah yang tidak di sukai Sakura, melihat semua mata memandangnya dengan rasa ingin tahu. Tapi Sakura memberanikan dirinya. Ia membungkuk memberi salam lalu melangkah masuk.

Sasori perotes mengenai seringnya diadakan pertemuan para penghuni. Mereka orang-orang yang sibuk dalam keseharian meraka (padahal yang dimaksud Sasori adalah Sakura). Satpam berkata mereka semua telah menandatangani petisi untuk departemen lingkungan, kali ini mereka harus menandatanganin petisi untuk dikirimkan langsung pada Direktur. Satpam berkata semua ini bukan bukan untuk dirinya sendiri. Petisi diedarkan pada para penghuni untuk ditandatangani.

Setelah petisi ditandatangani, satpam meminta para penghuni berkumpul kembali nanti dengan atribut demo masing-masing. Satpam hendak mengumumkan pemimpin demo ketika dengan gagahnya Sasori mengumumkan ia akan menggantikan Sakura menjadi pemimpin demo.

"Kau kan kemarin sudah menjadi pemimpin demo dan KAU! melarikan diri dari demo ini, dan sepertinya kau tak mau lagi memimpinya," kata satpam.

"Tidak, begini... mendadak aku merasakan dorongan untuk menuntut hak kita. Kompensasi! Kompensasi!" seru Sasori bersemangat. Sakura mengangguk dengan rasa terima kasih. Sasori tersenyum puas.

Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ

Semua penghuni keluar dari tenda pertemuan. Sakura menanti hingga semua orang keluar. Sasori berjalan pelan-pelan agar bisa berdua dengan Sakura. Ia berdehem lalu berterima kasih pada Sakura kerena telah hadir.

"Bagaimana kalau kita keluar dari sini?" katanya sopan.

Sakura malah jadi tak enak hati. Ia berkata ia akan keluar nanti.

"Kau lebih suka seperti itu? Seperti yang kubilang, aku akan mengambil alih tugas memimpin demo hari ini. Jadi yang perlu kau lakukan hanyalah menghadiri demo dengan tenang.

Sakura mengangguk.

"Kalau begitu aku permisi dulu," kata Sasori dengan sopan lagi. Sakura membungkuk hormat, di balas oleh Sasori.

Begitu keluar tenda, Sasori disambut omelan Deidara. Ia berkata kenapa setidaknya Sasori mengajaknya bertemu dengan Sakura. Sasori cepat-cepat menggeplak mulut Deidara karena malu kedengaran Sakura. Ia segera menyeret Deidara pergi. Sasori mengomeli Didara sepanjang jalan, tanpa menyadari kemunculan Sasuke di dekat tenda pertemuan.

Sakura akhirnya keluar dari tenda pertemuan setelah semua sepi. Alangkah terkejutnya ia ketika menoleh dan melihat Sasuke di sana menunggunya.


TBC

Note from Author: Konnichiwa, minna-san. Chapter 3 sudah selesai! XD

arigato gozaimasu cause dah baca cerita Gaje ini. Hehehe... :D

.

.

.

R

E

V

I

E

W

.

.

.