Disclaimer : Always Masashi Kishimoto
.
.
.
Pairing : SasuSaku
.
.
.
Genre : Romance/Humor
.
.
.
WARNING!: gaje, AU, aneh, OOC, OC, dll.
.
.
.
Rated : T
.
.
.
DON'T LIKE DON'T READ..!
.
.
.
Love Which Confusing
Setelah Itachi memperkenalkan dirinya kepada Sakura, Sakura yang malu-malu malah berpamitan akan pergi. "Benar-benar nih penguntit anjing, jika seseorang sudah memperkenalkan dirinya kepadamu kau harus memperkenalkan dirimu juga kepadanya…" sahut Sasuke. "Perempuan ini benar-benar pemalu." kata Sasuke pada Itachi. Itachi hanya tersenyum mendengarnya, membuat Sakura mau tidak mau memperkenalnya dirinya.
"Namaku...Sakura.. Saku.. Sakura Haruno..." Sebut Sakura terbata-bata, membuat orang yang melihat baik Itachi maupun Sasuke larut dalam ekspresi "ke'terbata-bata'annya."
"Sakura.. Saku.. Sakura Haruno..." Sasuke meledek mengikuti perkataan Sakura yang terbata-bata. "Dia akan tinggal untuk ikut makan malam." Sahut Sasuke cuek diikuti tatapan kaget Sakura karena Sasuke belum meminta persetujuan darinya.
"Tentu saja, tinggalah untuk makan malam… Pasta buatannya benar-benar yang terbaik" kata Itachi tersenyum. Sakura hanya diam saja sedikit bingung.
"Sekarang kalau kupikir, kau bahkan belum tahu namaku kan." Kata Sasuke kepada Sakura.
"Penguntit anjing, namaku adalah Sasuke.. ., Sasuke Uchiha." Tambah Sasuke dengan wajah ceria. Tapi Sakura hanya diam saja tanpa ekspresi.
"Ada apa denganmu penguntit anjing, kau membuatku merasa buruk… biasanya ketika orang lain mendengar namaku mereka akan mengatakan 'Oh, itu kan nama asing!' 'Oh, nama yang cantik, apakah kamu seorang imigran? Darimana asalmu?' Aku biasanya mendapatkan berondongan pertanyaan seperti itu.. Bagaimana bisa kamu hanya merespon seperti itu." Kata Sasuke panjang lebar sambil menyenggol-nyenggol Sakura yang masih diam membisu. Itachi hanya tertawa melihat tingkah adiknya itu.
"Nona Sakura, lihatlah mataku" kata Itachi sambil mengarahkan penlight ke mata Sakura. Tentu saja hal ini membuat Sakura gugup. Pria yang selama ini dia kagumi dari jarak jauh, kini sedang berdiri di hadapannya. Bahkan sedang berinteraksi langsung dengannya.. "Tidak." Kata Sakura tiba-tiba.
"Aku.. Aku baik-baik saja.. Aku benar-benar baik-baik saja." Tambahnya. Sakura pasti lagi gugup banget karena dia duduk bersebelahan dengan Itachi dan Sasuke. Mungkin hal yang tidak pernah dibayangkan oleh seseorang yang suka mengurung diri seperti Sakura.
"Apa maksudmu baik-baik saja." kata Sasuke… "Sebelumnya wajahnya benar-benar pucat bahkan terlihat seperti ketakutan." jelas Sasuke kepada Itachi.
"Apakah kamu sering mengalami hal ini?" tanya Itachi kepada Sakura . Dia kembali memeriksa mata Sakura dengan penlight.
"Periksa dia dengan hati-hati, dia adalah temanku." kata Sasuke yang langsung di'iya'kan Itachi. Sementara Sakura menjadi gugup sewaktu Itachi memeriksa matanya. Hal ini tidak luput dari pandangan Sasuke. Namun tiba-tiba bel berbunyi.
"Hinata sudah datang." Sasuke langsung bangkit untuk membukakan pintu. Itachi berhenti memeriksa mata Sakura, sedangkan Sakura terlihat bingung.
"Keluarkan lidahmu." Kata Itachi. Sakura menutup mulutnya.
"Itachi." kata Hinata yang masuk membawa buket bunga.
"Aku mencoba mengecek apakah kau anemia, jadi keluarkan lidahmu." Jelas Itachi kepada Sakura.
"Aaah, tidak." Jawab Sakura singkat.
"Jangan seperti itu, aku akan mengeceknya dengan cepat." kata Itachi.
Hinata yang sudah berada di dalam melihat mereka berdua.
"Sekali saja."
"Tidak, aku baik-baik saja." jawab Sakura gugup sambil memegang mulutnya.
Bagi Hinata yang baru datang, ia tidak tahu duduk perkaranya. Hinata hanya melihat posisi Itachi yang matanya mengarah ke bibir Sakura, pasti dia mengira kalau Itachi ingin mencium Sakura, Hinata langsung ingin membuang buket bunganya siap untuk melabrak.
"Bagaimana bisa pemilik rumah bertingkah seperti itu, tidak punya sopan santun." Omel Hinata yang sedang dibakar cemburu. Sasuke hanya bisa menghela nafas melihatnya, dia terlihat sedih. Mungkin Sasuke juga cemburu melihat Hinata yang cemburu kepada Itachi dan Sakura.
"Ini pertama kalinya aku bertemu denganmu setahun ini, Bukankah seharusnya paling tidak kau menoleh melihat wajah tamu yang datang? Pertemuan macam apa ini?" Hinata terlihat sangat cemburu dan kesal karena kedatangannya sama sekali tidak digubris Itachi, membuat Sakura mengangkat kepalanya memandang Hinata. "Maaf, kau bertingkah seperti ini lagi Hyuga Hinata." Sasuke mencoba mengatasi situasi ini.
"Bagaimana bisa kamu dibilang tamu? Kamu hanyalah teman dari adikku." ungkapI tachi. Perkataan Itachi ini membuat Sasuke merasa tidak enak terhadap Hinata.
"Nona Sakura, ini temannya Sasuke.." Itachi memperkenalkan wanita itu kepada Sakura.
"Namaku Hyuga Hinata" potong Hinata. "Katakanlah aku adalah temannya Sasuke, apakah kamu temannya Itachi Uchiha?" Tanya Hinata kepada Sakura agak ketus. Situasi menjadi tidak enak antara satu sama lain, mereka menjadi canggung. Sasuke yang terlihat paling jengah. Ia segara berkata kalau Sakura adalah temannya yang tinggal di seberang apartemen. Ia juga menjelaskan kalau ini pertemuan Sakura yang pertama dengan Itachi, dan Sakura datang untuk diperiksa karena dia pingsan sebelumnya. Hinata merasa malu setelah mendengarnya.
Itachi kembali dengan perannya sebagai dokter yang mengatakan kalau seorang yang tiba-tiba pingsan dapat menjadi bahaya, sebaiknya Sakura segera mendapatkan pengobatan.
"Bagaimana kalau kamu datang ke rumah sakitku, apakah kamu tahu rumah sakit di samping taman?" kata Itachi , Sakura hanya mengangguk. Sedangkan Hinata segera meminta maaf kepada Sakura.
Karena merasa tidak enak, Sakura memutuskan untuk pulang tetapi langsung dilarang Hinata. Dia berpikir kalau Sakura pergi maka kedua pria itu akan mengusirnya juga. Dan perkataan Hinata ini membuat kedua pria itu kompak mengernyitkaan alis. Hinata meminta Sakura tetap tinggal untuk makan malam, meskipun kesan pertamanya buruk tapi Hinata bukanlah orang yang jahat jika Sakura sudah mengenalnya. Tapi Sakura tetap ingin pergi dan berjalan keluar. Sasukelangsung menarik tangannya dan berbisik "Penguntit anjing, jangan pergi.. bantulah aku.. aku mohon." Sakura menatap wajah Sasuke yang terlihat sangat sedih saat meminta bantuannya.
Sementara itu, Sasori masih mondar mandir di luar. Dia teringat akan kejadian siang tadi, ternyata Sasori melihat saat Sakura pingsan dan ditolong oleh Sasuke, dia sangat khawatir. Tidak jauh dari sana, Ino datang dengan syal bulu berwarna pink. Dia sengaja mencoba untuk mematahkan hak sepatunya.
Deidara datang menghampiri Sasori untuk mengajaknya makan malam. Ino datang menginterupsi mereka bertiga. Dia pura-pura minta bantuan karena salah satu hak sepatunya patah, padahal sih sengaja dipatahin. Ino ingin meminjam handphone Sasori beralasan kalau handphonenya hilang. Tapi malah Deidara yang langsung memberikan handphonenya ke Ino. Deidara merasa kasihan pada Ino yang sepatunya rusak ditambah kehilangan handphone. Sasori diam saja tapi terus mengamati sepatu Ino, sepertinya dia curiga kalau patahnya disengaja. Tapi Ino mengarang cerita kalau patah sepatunya karena habis menyelamatkan seeokor kucing. Dia mencoba menarik simpati Sasori, tapi Sasori tetap cuek malah pandangannya penuh curiga. Ino bercerita kalau tiba-tiba seekor kucing melompat ke depan mobil. Karena buru-buru ingin menyelamatkan, sepatunya jadi rusak. Yang terpenting kucing itu selamat, katanya dengan mata yang selalu tertuju ke Sasori. Tapi yang terkesan justru bukan Sasori melainkan Deidara , dia menganggap Ino itu adalah seorang perempuan yang sangat baik.
Deidara menanyakan apa yang bisa mereka bantu. Ino bilang, dia hanya perlu memperbaiki sepatunya sebelum salju turun. Deidara merasa aneh karena tidak ada tanda-tanda salju akan turun. Sasori yang malas mendengar omong kosong ini, segera berjalan meninggalkan mereka. Tapi Ino pura-pura jatuh menabrak badan Sasori. Sasori hanya membantunya berdiri, maka Ino mengulangi pura-pura jatuhnya itu beberapa kali.
Kembali ke acara makan malam, Itachi memberikan vas bunga kepada Hinata sementara Sakura membantu Sasuke membuat pasta/spageti.
"Aku membeli bunga ini di toko bunga samping rumah sakitmu" Kata Hinata sumringah.
"Wanita di toko bunga itu mengenalmu, dia bilang satu kali kamu pernah membeli bunga seperti ini. Dia mulai menanyakanku beberapa pertanyaan tentang dirimu. Jadi aku bilang kalau aku adalah pacarmu. Akulah orang yang menyukai bunga itu. Akulah orangnya yang akan diberikan bunga itu."
Sakura mendengar ini dengan wajah sendu, begitupun Sasuke yang juga memperhatikan reaksi Sakura. Bahkan Sakura sampai berhenti membuat jus, dan Sasuke juga diam memperhatikan Itachi dan Hinata. Itachi diam saja mendengar perkataan Hinata. Sasuke akhirnya melihat Sakura yang sedang memperhatikan dirinya. Sasuke mengalihkan perhatian dengan menyuruh Sakura kembali membuat jus.
Sasori, dan Deidara mengantarkan Ino ke tempat reparasi sepatu. Begitu sampai, Sasori langsung pergi disusul Deidara. Ino terlihat kesal karena rencananya menarik perhatian Sasori tidak berhasil. Dia melampiaskannya dengan marah-marah ke tukang reparasi.
( Loh Ino kenapa kau jadi marah-marah kepada tukang reparasi sepatu, padahal ia kan tidak tau apa-apa :D)
Saatnya makan malam di kediaman Itachi. Sakura mencuri pandang ke arah Itachi. Hinata memuji pasta buatan Sasuke adalah yang terbaik. Hinata menyarankan supaya Sasuke membuka restoran daripada kembali ke Inggris. Ia menjadi murung begitu ingat kalau nanti Sasuke akan kembali ke Inggris mungkin Itachi tidak akan mau bertemu dengan dirinya lagi. Perkataan Hinata ini membuat Sasuke dan Itachi menundukkan kepala. Sementara Sakura sepertinya sudah bisa membaca situasi yang terjadi diantara mereka.
"Penguntit anjing, kenapa kau tidak memberikan reaksi terhadap makanan buatanku? Bagaimana menurutmu, apakah enak?" Kata Sasuke mengejutkan Sakura, hingga Sakura terbatuk. Itachi terlihat khawatir melihat Sakura. Sambil minum jus Sakura menganggukan kepala, mengatakan iya ke Sasuke.
Hinata bertanya kepada Sakura kenapa dia terus memanggil Penguntit anjing kepada dirinya. Hinata juga bertanya pada Sakura bagaimana ia bisa bertemu dengan Sasuke. Tapi bukan Sakura yang menjawab melainkan Sasuke. Dia bilang kalau dia baru beberapa kali bertemu dengan Sakura. Dia juga bilang kalau 3 tema drama dapat menggambarkan pertemuan mereka. Atau mungkin kita dapat menjadikan melodrama sepenuhnya kata Sasuke membuat Sakura kembali terbatuk. Itachi terlihat kembali khawatir, dia memberikan Sakura air putih karena saat batuk tidak baik jika minum jus. Hinata yang melihatnya menjadi sedikit cemburu, dia terus memperhatikan Sakura yang sedang senyum-senyum karena diberikan air oleh Itachi. Sasuke juga melihatnya. Hinata yang cemburu kembali mengeluarkan kata-kata yang tidak enak. Dia bertanya apakah Sakura tidak nyaman atau inikah kepribadian Sakura. Karena menurut Hinata penampilan Sakura terlihat seperti orang yang sangat frustasi.
"Ada apa dengan nada bicaramu sepanjang malam ini sejak kau berjalan masuk kesini. Apa yang telah kau lalui selama 1 tahun belakangan ini sehingga kau menjadi seperti ini?" Itachi kesal melihat tingkah Hinata.
"Kalau kau begitu penasaran, seharusnya kau sudah pergi menemui dia. Bagaimana bisa kamu tidak menemuinya sama sekali selama 1 tahun ini. Dia bahkan pergi ke Jepang demi kamu" kata Sasuke membuat Itachi tidak bisa berkata-kata. Hinata kemudian meminta Sasuke supaya berhenti, dia meminta maaf lagi kepada Sakura.
Deidara mengatakan kepada Sasori kalau dia merasa curiga dengan Ino yang terlihat sengaja menjatuhkan diri ke Sasori. Tapi Sasori tidak berpikiran demikian, baginya wajar ketika seseorang yang sedang terluka membutuhkan sandaran.
Sasori dan Itachi makan malam di restoran tempat biasanya mereka makan malam. Deidara kembali mengutarakan kecurigaannya terhadap Ino, karena sejauh yang dia lihat mulai dari dompet, jaket, baju bahkan perhiasan lainnya yang dipakai Ino adalah merek terkenal dan model terbaru di musim ini. Sasori merasa ketakutan dengan obsesi Deidara menyangkut perempuan. Kembali menurut Deidara, wanita yang selalu menggunakan barang keluaran terbaru tidak akan ditemukan bahkan aneh jika menggunakan sepatu keluaran musim sebelumnya. Tidak salah lagi, dia pasti menggunakan sepatu itu sebagai alasan untuk memikat Sasori. Deidara sangat yakin dengan itu.
Selesai makan malam, keempat orang ini sibuk merapikan peralatan makan.
"Sasuke, kapan kau akan kembali ke Inggris?" Tanya Itachi.
"Dalam 2 bulan, atau 3 bulan? Aku belum tahu pasti." Kata Sasuke ragu sambil membersihkan gelas.
"Ketika Sasuke pergi kau harus pergi juga" kata Itachi pada Hinata. Sakura yang membelakangi mereka karena sedang mencuci piring jadi menoleh.
"Berhenti menyamakan aku dengan Sasuke.. Kami hanya berteman, tidak ada hubungan lain diantara kami.. Apakah kamu benar-benar menginginkan aku pergi.. Kau ingin aku pergi, menghilang dari pandanganmu?" Jawab Hinata hampir menangis, tapi Itachi tidak menjawab.
Sakura yang sedari tadi memperhatikan mereka tidak sengaja menjatuhkan piring yang ia pegang, membuat pertengkaran Itachi dan Hinata terhenti dan menoleh ke arah Sakura . Ketika Sakura akan membereskan pecahan piring, Sasuke melarangnya takut Sakura terluka. Tapi Sakura tetap saja membereskannya, membuat Sasuke kesal dan berteriak "Jangan menyentuhnya!" Sakura terkejut, dan dia sadar kenapa Sasuke meminta bantuannya. Dia teringat perkataan Sasuke yang memintanya tinggal untuk menemaninya makan malam karena dia akan melalui situasi sulit.
Sekarang Sakura sudah mengerti situasinya, dimana Sasuke sangat menyukai Hinata, tapi Hinata menyukai Itachi. Entah sebenarnya Itachi menyukai Hinata juga atau tidak, tapi Itachi tahu kalau adiknya itu menyukai Hinata. Makanya Itachi selalu mendorong Hinata untuk tidak berada di sekitar Itachi. Semua hal ini telah disadari ketiganya.
Sasuke meminta Sakura jangan menyentuh pecahan piring lagi, ia menyuruh supaya Itachi yang membersihkannya. Sasuke juga meminta mereka melanjutkan pembicaraannya, dan menyarankan Hinata untuk berhenti menangis. Karena Sasuke membenci hal itu. Sasuke memegang tangan Sakura dan mengajaknya pergi keluar.
Di luar, Sasuke menarik tangan Sakura supaya cepat berjalan. Tapi Sakura langsung menepisnya dan berhenti.
"Maafkan aku.. Kamu pasti sangat kedinginan." Kata Sasuke sembil memasangkan jaket ke badan Sakura. Tapi Sakura langsung mengambil jaket itu dan memakainya sendiri.
"Penguntit anjing, maafkan aku.., aku menyadari kenapa kau mengintip.. Sebenarnya kau bukanlah mengintip anjing tapi kau sedang mengintip kakakku. Apa kau menyukai Itachi?" tanya Sasuke yang langsung membuat mata Sakura melotot.
"Sejak kapan kau menyukai Itachi, dia bahkan tidak mengenalmu sama sekali"
"Ti.. Ti.. Tidak" Jawab Sakura gugup karena ketahuan.
"Ayolah, aku tahu itu benar" Jawab Sasuke tertawa.
"Tidak, aku tidak menyukai Itachi"
"Benarkah?"
"Benar.." Jawab Sakura murung.
"Kalau begitu itu melegakan.. Mereka terlihat serasi kan?" Sasuke melihat reaksi Sakura yang begitu sedih mendengarnya. "Lihatlah, kau memang menyukainya" Sakura tidak bisa membantah.
"Aah, aku telah mengakhiri cinta tak berbalasmu.. bukan begitu?"
"Aku tidak memiliki sesuatu untuk diakhiri.. Itu adalah cinta tak berbalasmu yang telah berakhir" kata Sakura kemudian berjalan.
"Penguntit anjing, kau tahu aku tak akan memangilmu penguntit anjing lagi, melainkan akan memangilmu dengan sebutan baru, yaitu PENGUNTIT saja." Kata Sasuke dengan pede-nya.
'GRRR, itu sama saja.' Kata Sakura dalam hati, dia terus berjalan tanpa memperdulikan omongan Sasuke yang menurudnya memuakkan.
"Baiklah Sakura, Haruno Sakura, aku berhenti memengilmu penuntit anjing, dan penguntit. Tapi tolong dengarkan aku lagi, bukan seperti itu, itu adalah cinta pertamaku yang telah berakhir" Kata Sasuke, membuat Sakura berhenti dan menoleh ke belakang memandang Sasuke.
Sasuke tersenyum "Cinta pertamaku yang berumur 10 tahun ditambah 1 tahun.. telah berakhir" Tambahnya sambil tersenyum pedih.
"Aaahh, dinginnya.. Sepertinya aku tidak bisa masuk ke dalam dan mengganggu pembicaraan mereka.." Sasuke berjalan duluan sambil menggosok-gosokkan tangannya. Dia bersikap tetap ceria seolah tidak terjadi apa-apa di depan Sakura.
Kebetulan saat itu Sasori juga sedang berjalan pulang hampir berpapasan dengan Sasuke dan Sakura. Tapi dia spontan membalikkan badan menghadap tembok. Setelah kedua orang itu lewat, Sasori mengamati Sakura yang berjalan di belakang Sasuke.
Sasuke tiba-tiba berbalik "Sakura, apakah kau ingin makan? Cinta tak berbalasmu telah berakhir, dan cinta pertamaku juga berakhir.. Aku rasa kesamaan ini harus dirayakan dengan makanan" Sakura diam saja."Mana mungkin aku makan lagi,? kita baru saja menghabiskan makan malam bersama." Kata Sakura dalam hati.
"Ayolah Sakura, walaupun kita sudah makan malam, tapi aku masih lapar, apakah itu cinta tak berbalas atau cinta pertama, keduanya mempunyai kenangan indah kan?" Sakura tetap diam saja dan mulai berjalan meninggalkan Sasuke.
"Mari kita lupakan dengan membicarakan hal-hal itu.. Bagaimana seharusnya aku mendeskripsikan perasaanku saat ini? Aku merasa lebih segar, lega, kembali bersemangat.." Kata Sasuke beretorika.
"Pembohong" Ujar Sakura dalam hati.
"Yeah, itu sebuah kebohongan.. aku tidak baik-baik saja" Kata Sasuke membuat Sakura melotot kaget. Seakan Sasuke kembali bisa mendengar isi pikiran Sakura.
Dok Mi menoleh "Kau dapat mendengar ini juga?"
Tiba-tiba Sasuke mendapatkan ide "Sakura, mari kita melakukan perjalanan perpisahan..!"
"Aku tidak mempunyai banyak waktu luang, aku tidak ingin terkurung di dalam kamar menderita sindrom perpisahan.. Tidakkah kamu pikir ini sebuah ide yang mematikan" Kata Sasuke seakan idenya sangat cemerlang.
"Aaahh, dinginnya.. Sakura berikan aku handphone mu, cepat.. cepaatt.."
Sakura tetap diam saja. "Cepaatt.. cepaatt.. cepaatt.." Akhirnya Sasuke merogoh sendiri kantong jaket Sakura untuk mengambil handphone, karena Sakura diam terus.
Sakura menyerahkan handphonenya dan langsung disambar Sasuke. Dia mengetik sesuatu di handphone Sakura sambil berkata, "karena aku telah melakukan kesalahan terhadap dirimu, aku akan mengatur perjalanan ini.. Sakura, jangan menyiapkan apa-apa, okay."
"Bertemu di sini besok pagi pukul 10, okay.."
"Aku tidak dapat pergi."
Sasuke menunjukkan sebuah foto yang ada di layar handphone Sakura. "Di sini, tempat ini dinamakan Perkampung Di Akhir Dunia.. Bagaimana kalau aku pergi ke akhir dunia sendirian, merasakan apa yang aku rasakan saat ini dan benar-benar mengakhirinya."
Perkataan Sasuke ini membuat Sakura teringat masa lalu. Saat Sakura mengenakan seragam SMP. Saat itu dia berdiri di ujung atap tertinggi gedung sekolahnya, seperti orang yang ingin bunuh diri.
"Bagaimana bisa kamu mengatakan hal seperti itu dengan terus terang." Omel Sakura.
"Aku tahu.. Aku tahu.. Jadi mari kita pergi bersama..Mari kita pergi bersama, mari kita pergi bersama." "Aku akan menelponmu besok pagi pukul 10, okay.. ini, ambil kembali handphonemu, masuklah ke dalam." Sasuke membalikkan badan Sakura supaya dia masuk ke apartemennya.
Sasuke berjalan melewati Sasori yang sedang memperhatikan mereka. Kembali Sasori spontan balik badan pura-pura mengikat plastik sampah supaya tidak ketahuan Sasuke.
Melihat Sakura masuk, Sasori segera berlari masuk. Dia di belakang Sakura yang sedang menunggu lift. Tapi Sakura tidak menyadari keberadaan Sasori, bahkan sampai mereka berada dalam satu lift. Sakura mendapat panggilan telepon dan kaget baru sadar kalau Sasori ada di sampingnya. Kekagetan Sakura juga membuat Sasori kaget. Mereka berdua meminta maaf bersamaan.
"Tidak, aku seharusnya membuat keberadaanku lebih diketahui." Kata Sasori.
Sakura hanya mengangguk kemudian mengangkat telepon. Ternyata Ino yang menelepon di dalam mobil bersama 4 orang temannya. Keempat temannya kaget mendengar Ino menelpon Sakura. Mungkin mereka dulu satu sekolah. Ino menanyakan Sakura berapa harga sewa untuk tinggal di apartemen Sakura, dia ingin menyewanya untuk dijadikan rumah kantor. Tapi Sakura berkata kalau dia tidak tinggal di situ dan ingin menutup telepon karena sedang di dalam lift. Ino tidak kehilangan akal, dia bilang kalau dia melihat Sakura sebelumnya di sana. Tapi Sakura benar-benar telah menutup teleponnya. Ino shock karena Sakura berani menutup telepon darinya, teman-teman Ino yang mengetahui itu juga tertawa meledek Ino.
Pintu lift telah terbuka, tapi Sakura yang masih melamun tidak menyadarinya. Dia hanya diam saja tidak beranjak pergi, Sasori pun seperti menunggu pergerakan dari Sakura . Ketika pintu lift akan tertutup kembali Sakura baru sadar dan bergerak maju, buru-buru Sasori menahan pintu lift dengan tangannya sehingga pintu lift kembali terbuka. Masih dengan tangannya menahan pintu lift, Sasori mempersilahkan Sakura untuk keluar. Sakura langsung berjalan keluar mengucapkan terima kasih. Entah ragu-ragu atau bingung mau ngomong apa, Sasori masih diam di dalam lift setelah Sakura keluar. Untuk beberapa saat baru dia memutuskan keluar lift dan mencoba ingin bicara dengan Sakura. Tapi sayang Sakura sudah berada di depan pintu apartemennya dan berjalan masuk kemudian menutup pintu. Sasori kehilangan kesempatan untuk mengobrol dengan Sakura.
Sakura kembali melihat ke apartemen Itachi dari jendela apartemennya. Saat itu Itachi sedang duduk berhadapan dengan Hinata. Dia teringat perkataan Sasuke kalau cinta pertamanya telah berakhir, cinta pertama yang 10 tahun lebih setahun telah berakhir. Sakura mencari sosok Sasuke, tapi orang yang dicari sedang main game. Walaupun game yang dimainkan gol, Sasuke malah menangis. Sakura melihat Hinata pindah duduk di samping Itachi. Entah apa yang mereka bicarakan. Sakura melihat ke bawah dan terlihat Sasuke berjalan menuju gedung apartmen Itachi, Sakura jadi khawatir. Dia takut kalau Sasuke masuk di saat yang tidak tepat, karena akan semakin membuat Sasuke patah hati. Sakura kembali melihat ke apartemen Itachi, saat itu Itachi hendak berdiri pergi meninggalkan Hinata tapi tangannya ditahan oleh gadis itu. Sakura kembali mengawasi Sasuke dan khawatir. Ketika dia melihat lagi ke apartemen Itachi, saat itu setelah Hinata menarik tangan Itachi gadis itu malah memeluk Itachi dari belakang. Sakura tidak tahan melihatnya, dia segera berbalik. Sasuke sudah keluar dari lift lantai apartemen Itachi, dia hendak memencet tombol paswordnya. Sakura yang memberanikan diri melihat ke apartemen Itachi lagi, melihat Itachi melepaskan pelukan Hinata dan berjalan pergi.
Sakura kembali melihat ke bawah, ke arah jalanan. Dia mencari keberadaan Sasuke. Ternyata Sasuke tidak jadi masuk, dia hanya menunggu dia depan pintu. Dia teringat percakapannya dengan Hinata di studio musik.
"Aku seharusnya berhenti kan"
"Maafkan aku"
"Aku bukan seorang partisipan dalam pesawat cinta. Hanya karena aku yang pertama mendapatkan tiketnya, bukan berarti aku bisa mengumumkan kalau aku mendapatkan tempat duduknya. Dan aku benci mendengar kata 'maafkan aku'. Apakah kamu sudah lupa?"
Sasuke sangat sedih mengingatnya. Sementara Sakura melihat kalau Hinata sudah mengambil jaketnya dan berjalan menuju pintu keluar. Setelah itu Sasuke masuk setelah menahan dingin cukup lama. Sakura lega melihatnya, dan merasa kasihan karena Sasuke pasti kedinginan.
"Orang-orang yang berpikir kalau kebahagiaan adalah sesuatu yang selalu ada dalam genggamannya, aku bertanya-tanya seberapa bahagianya kah mereka? Wanita itu.. selalu grogi ketika dia mendapatkan dirinya terlalu bahagia.. Bagi wanita itu, kebahagiaan adalah seperti permainan meniup gelembung yang biasa dimainkan sewaktu kita kecil.. Momen ketika dia menyentuh gelembung yang membawa sinar pelangi di sekitarnya, kemudian gelembung itu menjadi lenyap.. Di depan kebahagiaan, wanita itu menyerah bahkan sebelum menggenggamnya." Ketik Sakura di Komputernya, mengingat pertemuannya dengan Itachi saat makan malam tadi.
Pagi hari, seperti biasa tukang susu menaruh kotak susu di depan apartemen Sakura. Lalu dia mendengar suara pintu dibuka, dan kaki dengan sepatu kets mengambil kotak susu kemudian menempelkan memo kecil di kotak susu. Di memo itu tertulis, "Berdoa semoga harimu penuh dengan kebahagiaan". Orang itu mengambil memo yang tertempel di pintu apartemen Dok Mi bertuliskan, "Dear tukang antar, terima kasih. Aku sangat menikmati membaca pesanmu". Kemudian orang itu meletakkan kotak susu yang sudah ditempel memo itu di tempatnya semula.
Sakura terbangun dari tidur nyenyaknya, Sakura menyalakan kompor lalu memasak air, kemudian dia mengambil kotak susu langganannya dan menempelkan memonya di kumpulan memo yang sudah tertempel di dinding apartemennya. Ketika Sakura merebus air, ada sms masuk dari Sasuke, "Jam 10, Perkampung Akhir Dunia."Sakura kaget melihatnya. Sakura pun membalas sms Sasuke.
"Aku sakit".. delete
"Sesuatu yang buruk tiba-tiba terjadi".. delete
"Aku tidak ingin pergi".. delete.. Sakura semakin frustasi.
Sedangkan di apartemen Itachi , Sasuke sedang sibuk mempersiapkan barang-barang bawaannya untuk pergi bersama Sakura, semuanya adalah makanan dan minuman. Itachi datang, dia seperti ingin berbicara sesuatu. Tapi tiba-tiba Sasuke mendapat sms dari Sakura. Dia minta kunci mobil Itachi dan segera pergi berlari. Ternyata isi sms Sakura adalah 'Kakekku sakit, dan aku harus segera pergi untuk menemuinya.., Semoga perjalananmu menyenangkan'. (Jadi ini toh yang bikin Sasuke tergesa-gesa :D)
Pintu bel apartemen Sasori berbunyi. Sasori menyuruh Deidara untuk buka pintu, sedangkan dia berbaring di tempat tidur.
Ternyata orang yang datang adalah orang suruhan pemilik apartemen. Sasori panik, dia meminta Deidara untuk mengunci semua pintu. Sasori mengecek kalendernya, hari ini adalah hari jatuh tempo pembayaran apartemen. Tapi saat ini Sasori tidak punya uang. Sasori ingat perjanjiannya dengan sang pemilik, tidak ada uang muka, harga sewa rendah, bahkan kondisi apartemen bersih. Tapi kalau pembayarannya telat sehari saja, maka pemilik akan menendang Jin Rak keluar. Sasori minta supaya Deidara memberikan uangnya, apalagi dia anak orang kaya. Tapi Deidara bilang kalau dia tidak punya uang lagi.
Sakura langsung menutup seluruh tirai jendela apartemennya, kemudian dia mendengar keributan di luar sewaktu orang suruhan pemilik apartemen Sasori ingin mengusir mereka keluar. Sewaktu orang suruhan pemilik apartemen Sasori ingin mengusir mereka keluar. Sasori mengatakan kalau mereka belum bisa mengusirnya karena kontrak ditandatangani pukul 12, jadi dia masih punya waktu 2 jam sebelum jam 12. Tapi orang suruhan itu tidak mau tahu, mereka bekerja berdasarkan mereka dibayar. Orang itu mendesak masuk ingin mengeluarkan barang-barang Sasori dan juga Deidara, jelas Deidara menahan mereka. Deidara mengulur waktu menyuruh orang itu sarapan dulu, Sasori kesal karena darimana Deidara akan membayar sarapan mereka. Tapi Deidara beranggapan kalau yang memakan yang harus bayar.
(kwkwkwkw, nawarin makan tapi suruh bayar sendiri… XD)
Sementara Sasuke sedang berdiri menunggu lift, saat itu bapak satpam datang dan meliriknya. Mereka berdua sama-sama menuju lantai 5. Bapak satpam bertanya ke kamar nomor berapa tujuan Sasuke. Tanpa ragu dia memberitahukan "Apartemen nomor 221." Bapak satpam sangat kaget mendengarnya, dia bertanya alasannya. Sasuke hanya menjawab singkat, "Untuk bertemu teman". Jawaban ini semakin membuat bapak satpam terkejut. "Seorang teman? penghuni apartemen 221 adalah temanmu? teman..?" kata bapak satpam begitu semangat karena heran. Saking semangatnya, bicaranya sampai muncrat-muncrat ke muka Sasuke, LOL .
Deidara masih meyakinkan orang-orang itu, apakah mereka benar-benar akan mengusirnya. Orang suruhan itu menjadi marah karena mereka mempersulit pekerjaannya, seharusnya Sasori membayar sewa tepat waktu sehingga kejadian ini tidak perlu terjadi. Deidara merasa ini sangat memalukan, seluruh penghuni apartemen bisa mendengar keributan ini. Deidara kembali bertanya kepada Sasori soal kekurangan uang sewanya. Jin Rak menjawab, "10.000 yen". Terpaksa Deidara melepas salah satu sepatunya, di dalamnya ada uang tapi hanya 5.000 yen. Sasori yang dari awal yakin kalau Deidara punya uang, Sasori memintanya Deidara untuk melepaskan satu sepatunya lagi. Siapa tahu Deidara menyembunyikan uangnya di sana. Deidara kesal karena Sasori tidak percaya, dia melepas sepatu satunya dan memang tidak ada uang lagi. Hanya itu yang tersisa. 5.000 yen mereka serahkan ke orang-orang itu, masih kurang 5.000 yen lagi. Sakura yang mendengar di balik pintu apartemennya merasa kasihan kalau mereka sampai diusir. Sasori tidak percaya kalau Deidara hanya punya 5.000 yen, tapi Deidara sungguh tidak punya uang lagi. Sasori bahkan mengatai Deidara sebagai pengemis gelandangan yang tidak punya uang 5.000 yen. Deidara marah-marah karena Sasori sendiri pun tidak punya, jadi siapa pengemis gelandangan itu sebenarnya… Hahahaa
Deidara malah meminta orang-orang suruhan itu untuk meminjamkannya 5.000 yen. Sedangkan Sakura masih menguping di pintu dengan memegang uang namun dia ragu untuk keluar rumah. Bapak satpam tiba bersama Sasuke, dia meminta mereka berhenti membuat keributan. Sasori sewot melihat kedatangan Sasuke. Sementara Deidara marah kenapa bapak satpam tidak membelanya, tapi bapak satpam beralasan kalau dia hanya bekerja berdasarkan perintah dan meminta mereka segera membereskan barang-barangnya. Sasuke tidak menyadari tatapan tidak suka Sasori terhadapnya. Sasori kembali dengan argumennya bahwa ia tanda tangan kontrak pukul 12, jadi kalau mereka mengusirnya saat ini itu adalah tindakan ilegal. Sasuke yang ingin berjalan menuju apartemen Sakura terhalang oleh mereka semua yang berdiri menutupi koridor. Kemudian Sakura membuka pintunya, Sasuke senang melihatnya. Sakura mengulurkan uang 5.000 yen. Deidara langsung menyambarnya, mengucapkan terima kasih. Deidara segera memberikan uang 5.000 yen itu kepada orang-orang suruhan dan meminta mereka segera pergi dari situ. Sakura yang melihat keberadaan Sasuke di sana segera menutup pintu apartemennya.
Pintu apartemen Sakura diketuk, itu adalah Sasori yang berjanji akan membayarnya segera. Gantian Sasuke lagi yang mengetuk pintu, "Sakura, aku sudah di sini.. ayo cepat, kita tidak punya banyak waktu."Sakura panik, Sasuke terus mengetuk pintu apartemennya.
"Sakura, cepatlah.. kita tidak punya banyak waktu." kata Sasuke cuek, tanpa dia tahu kalau semua mata sedang memperhatikannya.
Sasuke menutup telinganya, dia panik. Sasori yang terus memandang Sasuke. Sasuke sadar kalau sedang diperhatikan, dia menatap ke Sasori. Seolah berkata ada-apa-kau-memandangku-seperti-itu?
Sementara di luar, pemilik gedung apartemen sedang menjelaskan bangunan yang masih tersedia kepada 5 orang gadis berpenampilan glamour. Mereka adalah Ino dan keempat temannya. Salah satu temannya menanyakan apakah Sakura benar tinggal di sini. Ino tidak menjawab, dia langsung menyatakan akan mengambilnya kepada pemilik gedung. Pemilik gedung meminta Ino ke kantornya untuk mengurus surat-surat. Teman-teman Ino meledek, apakah Ino akan kembali mengambil pinjaman kemudian menertawakannya. Ino kesal, meminta mereka untuk berhenti mengikuti gaya busananya. Teman-temannya berhenti tertawa dan kompak marah mengatakan kalau mereka itu membeli rancangan Ino. Jadi Ino tidak pantas marah karena mereka membelinya. Ino pura-pura tidak mendengar dan memandang bangunan apartemen itu senang.
Sakura mengambil jaketnya karena Sasuke terus saja memanggil dan mengetuk pintu apartemennya. Dia tahu bahwa dia tidak dapat mengelak dari Sasuke lagi. Sakura menganggap ini adalah hukuman karena telah berbohong mengatasnamakan kakeknya. Sasuke terus saja memanggil Sakura untuk keluar. Sasori menunjukkan sms ke orang suruhan itu kalau dia telah menerima konfirmasi pembayaran uang sewa. Jadi kalau mereka berani datang lagi dia akan melaporkan mereka sebagai tindakan pelanggaran ilegal. Bapak satpam dan orang suruhan melihat sms itu untuk verifikasi. Kemudian Sasori berkata kepada Sasuke, kalau ada seseorang yang membuat keributan di depan tempat tinggal orang lain maka dia akan melaporkannya ke polisi. Setelah konfirmasi, Sasori minta mereka pergi. Sakura sudah rapi memakai jaket dan membawa syal. Tapi dia sangat ragu untuk membuka pintu. Bapak satpam dan orang suruhan telah pergi. Akhirnya Sakura membuka pintu, Sasori terkejut melihatnya. Sedangkan Sasuke senang melihat Sakura keluar juga.
"Kenapa kamu begitu lama, coba kulihat.. Okay, kamu sudah berpakaian cukup hangat.. Mari kita pergi." kata Sasuke menarik tangan Sakura dan mendorong-dorong Sakura dari belakang supaya berjalan. Mereka melewati Sasori begitu saja. Jin Rak hanya terdiam lesu melihat mereka.
Sasuke membukakan pintu mobil supaya Sakura masuk. Sasuke duduk di belakang kemudi.
"Huh, aku sudah menggunakan semua aksi pencegahan sebisa mungkin… Tapi kenapa aku malah terjebak berada di sini bersama laki-laki ini." kata Sakura dalam hati murung.
"Darimana laki-laki sialan ini datang?" Sakura berkata saaangat pelan. Tapi ternyata Sasuke mendengar suaraSakura. (Iyalah jangankan suara sangat pelan, suara dalam hatinya Sakura aja dia bisa dengar, LOL)
"Hah, apa yang barusan kau katakan?"
Sakura tidak menyangka kalau Sasuke mendengarnya, "Ah, ti-tidak ada apa-apa" jawabnya.
"Sakura, berikan alamat rumah kakekmu, kita akan pergi menemuinya dulu, sehabis itu baru kita lanjutkan perjalanan kita. "
"Kamu hanya perlu mengantarku sampai terminal, setelah itu aku bisa pergi sendiri"
"Ini bukan waktunya untuk bersikap malu, saat ini kakekmu sedang sakit"
Sakura kaget mendengar Sasuke penuh perhatian terhadapnya.
"Tidak apa-apa, cepat tuliskan alamatnya" kata Sasuke meyakinkan Sakura.
Sakura yang ragu-ragu akhirnya terpaksa menuruti permintaan Sasuke.
Sasori yang masih berada di koridor, melemaskan otot-otot kepalanya seperti seseorang yang hendak berkelahi. Dia memberikan tatapan sadisnya dan segera berlari menuruni tangga. (Maklum, lagi panas karena cemburu sampai tidak sabar nunggu lift jadi turun lewat tangga deh :D)
Sasori terlihat sangat marah dan berlari ke tempat mobil Sasuke parkir. Tepat saat Sasori sudah melihat mobil itu, Sasuke tancap gas maju jalan. Sasori terus berlari mengejarnya. Tapi jelas dia kalah cepat dengan laju mobil yang semakin cepat meninggalkannya.
Sasori tetap berlari mengejar mobil mereka dan berteriak.
"BERHENTIIIIIII..." teriak Sasori marah.
"KUBILANG BERHENTI..." teriaknya lagi berbarengan dengan Sasuke yang menginjak rem mendadak.
Lalu Sasuke dan Sakura sama-sama menoleh ke arah belakang mobil dan terkejut.
Apakah mereka melihat Sasori di sana...? nantikan chapter selanjutnya ^o^
Akhirnya chapter 5 selesai juga, maaf yah kalo ceritanya Gaje dan OOC banget atau apapun itu namanya. Saia memang masih butuh masukkan dari para Senpai ^-^v
Oh ya, kalo ada miss typo Saia juga kami minta maaf ya. Saia juga udah berusaha supaya ga ada miss typo, tapi kalo masih ada ya tolong dimaafkan saja yah yah yah... #Plakkk!
Saia sangat berterima kasih bagi yang mau mennyempatkan waktunya untuk membaca fic ini, dan saia juga banyak berterima kasih bagi para pembaja yang mau meninggalkan review. Jangan lupa review lagi yah!
Jangan lupakan satu hal yang sangat penting yaitu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
REVIEW please ! XD
