Title: The General and The Daughter
Summary: Sedikit tentang kehidupan seorang Kozmotis Pitchiner dan si kecil Seraphina.
Pairing: Uh… kayaknya gen. Mungkin.
Rate: K+ for Seraphina's antics.
Disclaimer: Not mine~!
Bacotan: Saia lupa apdet! Harusnya tadi sore seperti biasanya, tapi saia lupa~! Oh, astaga.
Ahem. Enjoy? :D
Chapter Three: Seraphina's Logic?
Aku tahu!
Aku hanya harus mencarikan pasangan hidup untuk Papa! Dengan begitu, dia akan berhenti bangun tengah malam dan tidak bisa tidur lagi.
M-hm. Aku jenius.
Nah, sekarang… aku hanya harus memutuskan siapa yang cocok menjadi pasangan hidup Papa. Kurasa aku tidak ingin kalau Papa menikah dengan janda. Aku seram membayangkannya. Dia juga tidak mungkin menikah dengan istri orang (tentu saja, memangnya Papa tukang rebut istri orang?). Aku juga tidak mau kalau istrinya terlalu tua. Semakin tua istrinya berarti semakin tua ibuku dan itu berarti pikirannya akan semakin kuno dan semakin kuno pikirannya akan semakin susah bagiku untuk bermain sampai malam seperti dulu karena orang-orang kuno tidak memperbolehkan anak perempuan berada di luar rumah ketika Tuan Solelium mulai terbenam.
Hm… itu mengingatkanku.
Sepertinya, Papa akan sangat canggung kalau dia kupasangkan dengan wanita, mengingat wanita yang pernah ada dalam hidupnya hanya Mama dan aku.
Aku melihat perbedaan kelakuan Papa ketika dengan Mama dan ketika dengan wanita lain.
Tertawanya naik satu oktaf, matanya tidak fokus, dia agak canggung, bicaranya agak terbata, alisnya tertaut, dia menggigiti bibir, tangannya agak gemetar, dan dia tidak terlalu suka berbicara dengan wanita.
Wajar sih, dia kan jarang berinteraksi dengan wanita. Hidup Papa kan dipenuhi dengan melatih prajurit. Itu berarti dia tiap hari dikelilingi oleh prajurit.
Tapi dia tampaknya tidak masalah kalau… bicara… dengan… laki-laki.
Oh! Benar! Aku tahu!
Pasangan hidup Papa harus laki-laki!
Kozmotis tidak tahu kenapa hari ini Seraphina memaksa ingin ikut ke lapangan berlatih. Tapi dia merasa bahwa perubahan suasana sesekali baik untuk anaknya. Jadi, daripada membiarkan Seraphina tumbuh menjadi gadis muda yang seluruh hidupnya dihabiskan dengan diam dalam rumah, dia naikkan putri kecilnya itu ke atas kuda sebelum dia juga naik dan dibawanya Seraphina kecil ke lapangan tempat para prajuritnya sudah mulai berlatih sebelum dia datang.
Hanya saja… Seraphina memperhatikan dengan sangat berniat setiap prajurit yang lewat itu agak sedikit aneh.
End of Chapter 3
Ahahaha,'Seraphina' dan 'logika' bukanlah kombinasi yang bagus.
Ripiu plis?
Love and logic
Shirasaka Konoe
