Differences
Disclaimer: I wish I was Kubo Tite, seriously. . .
Title: Differences
Subtitle: Hollow Mask, Hueco Mundo Arc part I
Warning: Deskripsi minim bin payah, modified canon/ AU(?), typo(s), extremely OoC, sangat pendek, die hard IchiRuki fic!
Special Warning! Cerita ini BUKAN untuk IchiHime shippers! Jika Anda salah satu dari mereka, lebih baik TEKAN TOMBOL BACK! Saya tidak mau ada yang sakit hati setelah membaca imajinasi paling liar saya ini. . . Terima Kasih ^_^
ICHIHIME SHIPPER, CLICK BACK IMMEDIATELY
»«
.
«»
.
Pertarungan antar dua makhluk berbeda ras itu terlihat semakin tidak seimbang. Suara pedang yang beradu terdengar nyaring. Sesosok pria berambut biru terang terus menyerang dan memojokkan pemuda yang sudah dalam mode bankainya. "Apakah kau meremehkanku, Shinigami? Kau kemanakan topeng kebanggaanmu? Cepat keluarkan dan aku akan menghancurkannya berkeping-keping!"
Ichigo tetap berusaha bertahan dari serangan Grimmjow yang semakin membabi-buta. Bukan, bukannya dia tidak bisa menggunakannya. Hanya saja masalahnya...
"Ohh, apa karena wanita di sana yang membuatmu ragu untuk menggunakannya? Kalau itu masalahnya, aku akan dengan senang hati menyingkirkannya terlebih dahulu," Grimmjow menyeringai lalu mengarahkan telunjuknya ke arah seorang gadis dan anak kecil yang berada di puncak bukit. Bersiap untuk melepaskan cero.
Mata cokelat Ichigo membulat sempurna saat cahaya biru mulai terbentuk. Dengan reflek, ia menarik topeng hollow dan bershunpo melindungi dua orang temannya.
Di atas bukit, Inoue sudah melindungi dirinya dan Nel dengan shun-shun rikka, berbentuk segitiga berwarna jingga sebagai tameng. Ia tak menyadari jika Grimmjow mengarahkan cero berkekuatan penuh padanya. Saat cahaya biru terang semakin dekat, ia malah terdiam terpaku. Tak bergerak. Dalam jarak kurang lebih satu meter, sesosok bertopeng menangkis cero itu dengan pedang hitamnya.
Saat manik abu-abunya tak sengaja menatap iris keemasan si pemuda bertopeng, gadis itu menahan napas dan menutup mulutnya dengan kedua tangan. Matanya tersirat ketakutan yang amat sangat.
'Tidak! Dia bukan Kurosaki-kun! Dia pasti bukan Kurosaki-kun yang kukenal!' Inoue berteriak dalam hatinya.
Melihat gadis yang ingin dilindunginya menatap penuh rasa takut, Ichigo segera membalikkan badannya. Dan melanjutkan kembali pertarungannya yang tertunda dengan Grimmjow. Perasaannya terasa sakit saat mendapati reaksi Inoue tadi. Inilah sebabnya ia tidak ingin memakai topeng hollownya sejak tadi. Ia tak mau membuat si gadis takut akan sosok lain dalam dirinya.
Nel yang melihat bagaimana sikap Inoue pun mengerutkan alisnya bingung. Bukankah mereka berteman? Dan bukankah kita seharusnya mempercayai teman tanpa harus melihat apa atau bagaimana wujudnya? Ia kemudian menarik-narik jubah putih yang dikenakan gadis berambut oranye kecoklatan, mencoba menarik perhatiannya. Inoue yang merasakan tarikan dari tangan mungil Nel pun menengok ke bawah. "Itsygo di cana cedang beltalung untuk melindungimu! Kenapa kau malah belcikap ceolah-olah kau takut padanna?! Bukankah tadi kau nyang bilang cendili jika Itsygo adalah olang nyang baik? Begitu juga bagi Nel, Itsygo melupakan teman nyang cangat baik. Caat tadi Ulquiolla menyebutkan namamu, Itsygo langsung menyelangnya! Itsygo juga manucia cama cepeltimu, lalu belubah menjadi Chinigami, bahkan memakai topeng hollow dan kemudian menggunakan kekuatan nyang cangat belbahaya itu untuk menyelamatkanmu! Nel nyakin, dalam lubuk hatinya Itsygo juga mendelita. Ta-tapi, tapi kenapa kau malah tellihat ketakutan padanya! Ceharusnya kau membelinya cemangat untuk menang! Bukannya takut!"
Inoue Orihime tersentak mendengar ceramah panjang dari gadis kecil yang baru dikenalnya beberapa menit lalu. Nel benar, seharusnya ia tidak boleh takut akan penampilan baru Kurosaki-kun. Yang diperlihatkannya tadi bukanlah sikap seorang gadis yang sudah berjanji akan tetap mencintai orang yang sama meski terlahir lagi selama lima kehidupan yang berbeda. Bahkan seorang gadis mungil yang seperti masih berusia balita pun lebih menaruh kepercayaan pada Ichigo, dibanding dirinya yang mengaku sebagai teman dekat Kurosaki-kun. Anak kecil, yang bahkan tidak bisa mengucapkan nama Ichigo dengan benar, membuatnya sadar jika jangan hanya memandang Ichigo dari luarnya saja. Seberapapun mengerikan topeng yang dikenakan pemuda tersebut, namun jauh di dalam ia tetaplah Ichigo yang dikenalnya.
"Kau benar Nel-chan. Aku memang bodoh. Seharusnya aku memberinya semangat, bukannya ketakutan seperti tadi," Inoue tersenyum sedih mengingat tingkahnya barusan pasti membuat Kurosaki-kun tertekan.
"Nah, kalau begitu mali kita membeli Itsygo cemangat!"
.
.
.
.
—I would cheer and cheer 'till I couldn't cheer anymore!—
.
.
.
.
Seorang gadis mungil terlihat berdiri tegak melihat pemandangan di bawahnya. Di pundak kanannya bertengger seorang anak kecil berambut dan berpakaian hijau. Mereka memperhatikan pertarungan antara pemuda berjubah hitam menghadapi pria buas berpakaian serba putih.
"Hei, Lukia-chan. Apa menulutmu Itsygo akan menang?" tanya si kecil lirih.
"Entahlah, tapi menurutku dengan kekuatannya yang sekarang akan sulit," Rukia melipat kedua tangannya di depan dada. Mencoba menganalisa kekuatan masing-masing. 'Ada apa denganmu Ichigo? Tak seperti biasanya kau terlihat ragu-ragu untuk bertarung.'
Untuk sementara Ichigo merasa seluruh kekutannya hampir terkuras habis. Melawan Grimmjow, espada bernomor 6, dengan hanya menggunakan bankai sama saja dengan bunuh diri. Dia butuh kekuatan jauh dari besar untuk menumbangkannya.
Grimmjow memanggul zanpakutou-nya di pundak kanan, seolah mengejek stamina shinigami oranye. "Ada apa shinigami? Aku adalah hollow, musuh terbesar dewa kematian sepertimu. Siapapun diantara kita yang kalah, maka ia yang akan mati. Kau tidak membutuhkan alasan lain untuk bertarung denganku! Jadi berhentilah bermain-main dan keluarkan kekuatanmu yang sesungguhnya!" Grimmjow bersonido menuju Ichigo. Mengayunkan pedangnya sekuat tenaga dan menyebabkan sang shinigami terlempar jauh hingga membentur bebatuan di belakangnya. Tak berhenti, cero dari jari tengah Grimmjow meluncur dengan cepat kearahnya. Beruntung bagi Ichigo, tembakan cahaya biru berhasil dihindarinya dengan melompat ke atas.
"Sudah kubilang, kalau aku bosan jika kau terus menghindar shinigami!" Grimmjow menancapkan pedangnya ke tanah. Kemudian menggoreskan salah satu jarinya pada mata pedang. "Ini dinamakan cero oscuras, cero paling mematikan. Dan hanya espada tingkat tinggi saja yang bisa menggunakannya," pria biru itu lalu mengarahkan telapak tangannya pada Ichigo. "Coba saja kau hindari jika kau ingin dua makhluk di belakangmu tewas mengenaskan!" ia menyeringai senang melihat ekspresi sang shinigami pengganti memucat.
Sekitar 20 meter di belakang Ichigo, berdiri Kuchiki Rukia bersama hollow mungil bergelantungan di pundaknya. Ichigo dipastikan tidak mempunyai pilihan lain selain memakai topeng hollownya. Satu detik setelah ia berubah menjadi vaizard, cero milik Grimmjow menyapanya. Sekuat tenaga, ia menahannya dengan Tensa Zangetsu. Cero yang berkekuatan di atas rata-rata itu membuat Ichigo terpental ke belakang, sebelum akhirnya ia dapat mengalihkan ke arah lain. Napasnya terengah-engah menghadapi serangan beruntun pria berambut biru.
Ichigo kemudian membalikkan badannya ke belakang, sekadar memastikan orang yang ingin dilindunginya baik-baik saja. Namun betapa kagetnya saat melihat ekspersi Rukia yang terlihat sangat terkejut. Mata ungu besarnya semakin terlihat lebih besar saat gadis itu melotot, mulutnya juga ternganga cukup lebar. Seharusnya Ichigo tahu, tak semestinya ia berhadapan dengan Rukia dengan keadaannya yang seperti ini.
"ICHIGOOOO! YOU ROCK! WOOHOOOOO!" saat ia berbalik dan bersiap menghadapi Grimmjow, teriakan Rukia membuatnya tersenyum sangat lebar.
"Ayo Ichigo! Kalahkan maniak biru itu! Aku mendukungmu untuk membuatnya paling tidak sekarat!" Rukia kembali berteriak sekuat tenaga.
Nel turun dari pundak Rukia dan menghilang untuk beberapa saat. "Ini Lukia-chan, kita gunakan ini untuk membeli cemangat untuk Itsygo!" Nel menyerahkan sepasang pom-pom berwarna oranye terang pada Rukia. Dan sepasang lagi untuk dirinya. Oh, jika ada yang bertanya darimana Nel mendapatkan benda itu, hanya Tuhan dan Nel yang tahu.
"Go, Go, Ichigo, Go!" mereka berdua mengayunkan tangan dan kaki ke atas dan ke samping penuh semangat.
"Gimme I!" ucap Rukia sambil meniru sandi morse berbentuk huruf I
"Ou yea, gimme C!" Nel tak kalah semangat meladeni Rukia.
"Now gimme H, baby!"
"I wanna I!"
"Say G!"
"Say O!" teriak Nel berapi-api.
"Go, Go, Ichigo, Go!" kedua gadis itu kembali memberi suntikan semangat untuk orang yang sangat berharga bagi mereka.
Tidak jauh di bawah sana, Grimmjow maupun Ichigo sama-sama terpukau melihat aksi dua orang di atas. Memberi sedikit hiburan untuk tensi tinggi di antara mereka saat bertarung tadi.
"Kurasa kau benar-benar beruntung mendapat pacar yang sangat bersemangat dan menyenangkan seperti itu, shinigami," ucap Grimmjow pada pria di sampingnya dan masih menatap ke atas.
Ichigo tersenyum tipis mendengar ucapan rivalnya. "Siapa yang bilang kalau Rukia adalah kekasihku?"
"Eh?"
Senyum Ichigo bertambah lebar, "Rukia bukan kekasihku. Tapi calon ibu dari anak-anakku kelak, rambut biru."
.
.
.
.
.
.
.
.
» SELESAI «
A/N: Wkwkwkwkw, absurd ending! :P
Pertarungan Grimm dan Ichi, aku lupa gimana jalannya. Jadi kukarang saja, hehehh. Maf jika kurang memuaskan. Dan untuk bagian Rukia, apa dia terlihat OoC? Sepertinya iya sih. Di scene ke-2, Rukia menggantikan peran Inoue yang diculik. Jangan dianggap serius yah cerita ini, fic super gagal ini hanya untuk hiburan semata, XD
Special thanks to: Naruzhea AiChi, uzumaki kuchiki, Krabby Paty, Guest, Keiko Eni Naomi, zircon, Sakura-Yuki15, hendrik widyawati, Voidy, fava ritsuka, Kuro Tenma, Aurora Borealix, dan kazusa kirihika. =D
Guest: Chapter depan akan diusahakan requestnya, hehehh. Dan maaf jika chapter kemarin kurang memuaskan yah,
Terima kasih reviunya! :*
zircon: memang, tapi sudah diberi warning di atas kalo AU kan, hehehh.
Secara fisik Inoue dan Masaki memang mirip. Jangan lupa jika Rangiku juga hampir mirip dengan mendiang ibu Ichigo. Kalo Ichigo memang menyukai orang yang secara fisik mirip ibunya, hubungannya dengan Inoue mungkin akan jauh lebih dekat dari ini. Paling tidak memanggil Inoue dengan Orihime,
Dan mungkin juga Isshin jatuh cinta pada Masaki yang telah menolongnya, hampir sama seperti Rukia yang sudah merubah hidup Ichigo. She's Ray Of Lights! XD
Umh, untuk yang berdasarkan fakta chapter depan yah.
Sodaraan sama Ichigo? Mungkin juga sih. Mengingat Ichigo saat ini diketahui sodara jauh ma Ishida, =D
Dan terima kasih udah reviu! :D
Voidy: Ituuu quotenya Aizen-sama, hehehh. Eh, kupikir karena ini hanya one-shot dan sekali jadi makanya kutaruh di-complete arcv, hehehe. Memang salah ya? Ato harus ditaruh di in-progress? Terima kasih reviunya! :D
Oh ya, bagi yang menunggu (jika ada yang menunggu sih) Race in peace dan say no, sabar ya. Imajinasiku untuk 2 fic itu ambyar dan buyar kemana-mana gegara differences ini, maaf ya. Aku akan coba mengumpulkan kembali kepingan yang terbang! Hehehh.
Jika ada saran, kritik, pertanyaan, atau apapun itu silahkan tulis dikotak reviu di bawah, =D
Untuk chapter depan, Cheer Me Up!
