Title : Soulmate

Author : Raichi Lee SangJin ELF

Rated : T

Pairing : EXO COUPLE (official couple, not crack pair)

Genre : Romance, Drama and Humor

DISC : para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy saya menjadi terwujud di FF ini.

Summary : Tuliskan namamu disini, atau harapkan orang yang kau sukai sambil menatapi benda ini. Maka, benda ini akan mengantarmu ke pasanganmu lewat benang merah atau sebagai benang merahmu. IT'S YAOI! KAISOO, KRISTAO, AND OTHER COUPLE IS HERE! DON'T LIKE DON'T READ!

Let's check it out, Chingudeul and Yeorebeun~!

Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual, EYD yang ngasal. I told you before, if you hate YAOI or IF You HATE me, better if you don't read my fanfic, okay?

Okelah, no bacot. Just review ne ^^

Oh iya, fic ini terinspirasi salah satu comic :D

Nah, mari kita langsung saja mulai FFnya ^^

tolong tetap beri saya review anda *bow*

.

.

Oke, tanpa banyak bacot, mari kita langsung saja.

.

.

.

.

DON'T LIKE, DON'T READ!

.

.

I TOLD YOU BEFORE!

.

.

IF YOU HATE YAOI, BETTER IF U NOT READ MY FIC!

.

.

RAICHI

.

.

.

Malam terlihat begitu cerah dengan sang Purnama yang berbahagia menyinari malam gelap itu. Bintang-bintang memeriahkan pesta langit mereka dengan kerlipan cantik yang indah.

Tao terlihat berada didepan pintu ruang musik besar. Pout diwajahnya menandakan dia agak ragu.

Memang masih agak ramai disekolah. Dikarenakan masih banyak yang mengikuti tambahan. Seperti extrakulikuler bela diri, Atronomi, Kebumian dan lainnya.

Tao membuka pintu ruangan itu dan menatap sekelilingnya. Terang sekali. Lukisan-lukisan alat musik berjejeran.

"Tulis namaku dilukisan piano hitam…uhm..ah, itu dia lukisannya." Bisik Tao. Tao menatap lukisan potret ukuran sedang itu. disana, ada sebuah baby grand piano hitam yang cantik. Bingkainya berwarna gold, dan anehnya, Tao menemukan secarik kertas kecil yang terselip disana.

RRTTT…RRTTT..

Sebuah pesan masuk kedalam ponsel Tao. Tao membuka ponselnya dan terkejut lagi.

From : Angel

Tulis namamu diselembar kertas kecil itu, selipkan dibelakang lukisan itu. lalu ikuti suara piano panggung ruang music.

Tao mengikutinya dan menuliskan namanya. Setelah selesai, Tao menyelipkan kertas kecil itu dibalik lukisannya.

TING!

Tao terkejut. Ini suara piano. Ah, mengapa jadi seram sekali sih? Tao benci dengan segala sesuatu yang mengerikan atau berhubungan tentang hantu, dan sekarang, apa dia ingin mengerjai Tao?

Tao mengikuti langkah kaki yang membawanya menuju panggung diruang music besar. Ruangan itu begitu besar. Ada sebuah ruangan berbentuk lingkaran. Kursi-kursi empuk membentuk setengah lingkaran yang tersusun rapi disana dan didepannya sebuah panggung mewah yang cantik. Banyak alat music di sana, termasuk sebuah piano hitam legam yang ada ditengah.

Dikejauhan, Tao melihat seorang gadis bertubuh mungil dengan rambut panjang oranye miliknya, dan dia terlihat memeluk seekor kucing hitam kecil. Topi sihirnya seperti topi sihir di anime-anime Jepang yang sering Tao tonton. Wajahnya nyaris ditutupi oleh topi itu.

Tao mendekatinya dan kini berhadapan dengan gadis mungil berkulit putih pucat dan berambut oranye itu.

"Huang Zi Tao, menyimpan perasaan dengan guru music baru bernama Wu Yi Fan yang akrab dipanggil Kris. Lulusan dari sekolah music ternama, guru itu baru saja berumur 21 tahun. Wah..wah..unik sekali.." ucapnya. Tao memerah. Hei, kenapa dia bisa..

"Kenapa..kenapa kau bisa tahu?" tanya Tao kaget. Kucing itu tidur dipangkuan gadis mungil itu.

"Aku menyuruhmu menulis namamu dilukisan itu agar aku tahu riwayat hidupmu, anak manis." Ucapnya. Tao mempoutkan bibirnya.

"Siapa kau?" tanya Tao. Gadis kecil itu tersenyum. Dia bangkit dari duduknya.

"Angel." Jawabnya. Tao terpukau. Entah dari mana, jendela dibelakang gadis itu semakin terlihat bersinar karena dikirim sinar dari sang purnama. Semilir angin mengehembus dan menggerakkan kecil rambut oranye itu, dan angin itu menghembus rambut Tao.

"Kau…."

"Aku berikan amplop ini. Besok pagi dihari minggu, ikuti perintah di kertas kertas ini, atau kau akan dihantui oleh hantu neraka." Ucapnya.

Dan dengan sekejap, angin yang cukup kencang melingkupi gadis itu dan dia menghilang. Tao yang kaget masih tak percaya.

"GYAAAAAAAAAAAAA!"

.

.

.

.

.

Di hari minggu ini, Tao terlihat sedang berkeliling kota sekarang. Perintah dikertas ini begitu menyebalkan.

Dia harus bangun pagi, dan berkeliling kota hanya untuk sebuah BONEKA!

Yeah, great. Terima kasih untuk wanita-yang-mengaku-namanya-adalah-angel. Boneka itu begitu langka. Tao menatap kertas yang terdapat gambar boneka kambing kecil atau apalah itu Tao tidak perduli.

Matanya menatap sebuah toko boneka yang disana terpajang sebuah boneka yang sangat MIRIP dengan yang ada digambar. Langsung saja Tao masuk ke toko itu dan mengambil bonekanya.

"Ah, maaf, boneka ini berapa?" tanya Tao pada kasirnya. Kasirnya hanya tersenyum.

"Anda beruntung sekali, boneka itu banyak sekali yang mengincarnya. Dan itu boneka terakhir disini. Harganya bisa dilihat disini." ucapnya. Tao agak mendumal dalam hati karena boneka ini cukup mahal.

Cukup imut memang boneka ini, dan Tao akui pilihan wanita-bernama-Angel itu cukup berselera.

Setelah selesai, Tao berkeliling daerah perbelanjaan Seoul ini. Kacamata hitamnya menambah kesempurnaan wajahnya.

Dikejauhan, Tao menatap sosok Kris yang sedang duduk disamping seorang gadis manis dengan kacamata hitamnya. Keduanya sedang duduk dibangku kota sambil mengobrol.

Airmata Tao mengalir deras tanpa diperintah. Sakit..sakit..sakit..wanita itu pasti yeojachingu Kris, pasti! Maksud Tao, lihatlah dia, dia begitu manis dengan style sederhana dan kacamata hitam anggunnya.

Tao memeluk boneka itu dan pergi menjauh dari sana.

.

.

.
.

.

Hari pertama masuk sekolah, dan Tao terlihat dingin. Semalam, dia menerima pesan dari wanita itu kalau HARUS membawa boneka itu apapun yang terjadi. Ck, memberatkan tas saja.

Tao terlihat duduk ditaman kali ini. Sendirian, tentu saja. Tao agak menjauh dari sekitarnya walau banyak yang menyukainya.

Tao murung. Memori seorang gadis manis yang duduk bersama dengan jarak yang sangat dekat dengan Kris kembali memenuhi memori otaknya. Sial.

RRRTTT…RRRYTTTTT..

Sebuah pesan. Tao yakin dari sang Angel.

From : Angel

Jangan menangis. Saat jam pulang sekolah, datang ke taman dekat parkiran. Duduk disana jam 15:00 PM. Jangan terlambat. Percayalah padaku. Bawa boneka itu. jangan letakkan boneka itu di lokermu.

Tao menghela nafas. Benarkah..?

.

.

.

.

.

Sudah 10 menit Tao duduk disini. Dengan boneka imut itu dipangkuannya.

RRTTT…RRRTTTT…

Pesan lagi. Tao membuka pesan itu dan membacanya. Raut agak aneh memang terlukis diwajah manis Tao.

From: Angel

Hitung 1 sampai 3 setelah membaca pesan ini, dan lihat kesamping kirimu. Ada kejutan untukmu. Semoga berhasil. Aku harap, percintaanmu berhasil karena hasil akhir tergantung padamu.

Tao menghitung didalam hati dan melihat kesamping kirinya. Betapa terkejutnya dia.

Dunia bergerak begitu lambat, semilir angin menerbangkan rambut Tao.

Disana, dia melihat Kris berjalan perlahan mendekatinya. Sosoknya sempurna. Dengan balutan cahaya senja yang indah, semilir angin yang menerpa wajah tampan dan rambutnya, pakaian casualnya, dan senyumnya itu. OH NO!

Kris mendekati Tao tersenyum.

"Hei, Kau..Huang Zi Tao, right?" tanya Kris. Kris duduk disamping Tao. Tangan Tao agak gemetar.

"Ya, aku Tao, Kris seseongnim." Ucap Tao agak gugup. Kris tersenyum.

"Uhm, boleh aku minta bantuanmu?" tanya Kris. Tao menatap wajah Kris yang, oke tidak terlalu dekat, tapi membuat Tao berdebar tak karuan.

"A..apa?" tanya Tao lagi. Kris menunjuk boneka itu.

.

.

.

.

.

Tao ada dengan Kris menuju sebuah rumah sakit dengan boneka Alpaca itu. ternyata, Kris berniat membelikan sebuah boneka Alpaca untuk adik sepupunya yang agak pemalu.

Jadi, yang kemarin bukanlah pacarnya, melainkan adik sepupunya dari Amerika yang mengunjunginya. Kemarin, adiknya mengeluh kalau mata barunya agak sakit dan harus dirawat karena membuatnya pusing dan sakit kepala.

Adiknya dulunya terlahir buta, namun orangtuanya mendonorkan mata milik seseorang yang memang akan meninggal.

Dan dia bilang, dia ingin boneka Alpaca, tetapi sudah habis di Seoul. Dan dia ingin membeli Alpaca Tao untuk adik sepupunya.

Tao malu sekali karena mengira gadis manis itu pacar Kris. Dasar bodoh, memalukan sekali, Huang Zi Tao.

Kris dan dirinya kini ada dihadapan gadis itu.

"Elena, kau sudah punya boneka Alpaca? Bukankah kau menginginkan Alpaca yang aku beli?" tanya Kris. Gadis manis bernama Elena itu mengernyit.

"Bukankah kau baru saja mengimiku boneka ini?" tanya gadis cantik itu. Kris mengernyit heran.

"Kau bergurau, little Elena? Bukankah kemarin kita sudah berkeliling Seoul, dan kau mendapati kenyataan Alpacanya baru masuk minggu depan?" tanya Kris. Tao agak bingung.

"Kau juga jangan bergurau, aku ada buktinya Brother." Ucapnya. Sebuah bungkusan cukup besar dengan nama 'Kris'. Kris mengernyit.

"Aneh, aku tidak ingat mengimimu ini." Ucap Kris. Elena tersenyum. dia memeluk Alpaca dari pengirim misterius itu.

"Yeah, whatever. Aku sudah suka yang ini. Kau ambil saja Alpaca itu untuk pacarmu yang manis itu. ah, halo, my name is Elena. Panggil saja Elen. Aku pasti pacar Kris, right? Kalian serasi." Ucapnya dengan cengiran lebar yang membuat Tao memerah sempurna.

.

.

.

.

.

.

Keduanya sedang ada disebuah café sekarang. Menikmati makan malam dengan boneka Alpaca di atas meja mereka. Kris orang yang sungguh baik dan ramah. Dia membantah kalau dia menyukai murid wanita di sekolah Tao.

Tao cukup senang juga mendengarnya. Perasaan lega menyelimutinya dengan ramah. Menyenangkan sekali.

"Kau suka Alpaca?" tanya Kris. Tao mengangguk.

"Aku cukup menyukainya." Ucapnya. Kris mengangguk.

"Sebenarnya, aku sudah lama memperhatikanmu, Zi Tao." Ucap Kris. Tao menghentikan aktifitasnya yang baru saja ingin menusuk sepotong daging yang sudah dipotong kecil itu.

Matanya menatap Kris.

"Benarkah?" tanya Tao. Hei, hei, hei! Kenapa jantung Tao olahraga mendengar penuturan Kris. Kris mengangguk.

"Sungguh! Aku selalu memperhatikanmu. Aku bahkan menyukai senyummu. Kau begitu cantik dan manis." Ucap Kris dengan senyumnya. Tao langsung memerah. Langit-langit café ini tinggi? Tao rasa dia akan melayang hingga tersangkut di sana.

"Ah..terima kasih.." ucap Tao. Kris tersenyum. Tangan Kris menyentuh dan menggenggam tangan Tao.

Deg.

Deg

Deg

Deg

Deg

Deg

Deg

"Would you be mine?"

Bersamaan dengan itu, sebuah lagu mengalun. Lagu romantis dari Boyband terkenal bernama SHINee, berjudul Standy By Me.

Dunia berpendar indah.

"Ta..tapi..ki..kita berdua..sama-sama..-"

"Sssttt.." ucap Kris. Membuat Tao berdebar manis. "Cinta itu buta, dan buta cinta itu begitu indah. Aku tak perduli, aku mengasihimu." Ucap Kris dengan percaya diri.

"Terima! Terima! Terima! Terima!" pengunjung lain yang menonton KrisTao moment itu meneriaki kata terima untuk Tao.

Ugh, Tuhan, Tao merasa dia ingin terbang jauh. Rasanya begitu indah, terlalu indah.

Tao diam. Wajahnya memanas, tangannya berkeringat dingin. Cih, memalukan. Kau sungguh tidak keren, Huang Zi Tao.

"So…Would you be Mine?" tanya Kris lagi.

Tao diam. Wajahnya masih memerah. Namun senyum muncul diwajah manis itu. sungguh, bagi Kris, itu sangat indah.

"Okay.." ucapnya. Kris tersenyum. sepertinya suasanya semakin romantic dengan lagu Bruno Mars-Just The Way You Are.

Kris berdiri dan duduk disamping Tao dan mengecup bibir itu.

Membuat suara riuh dan bertepuk tangan menatap pasangan baru itu.

.

.

.

.

.

.

Keduanya masih menikmati makannya, bedanya suasanya sudah berubah dengan Tao menjadi namjachingu Kris.

"Ah, maaf, ini hadiah dari tempat kami untuk anda." Ucap seorang pelayan dengan pakaian khas maid memberi satu mangkuk ukuran sedang beisi ice cream stroberry dan blueberry.

"Ah, terima kasih." Ucap Tao. Tao tidak asing dengan suara yeoja cantik dengan mata merah menyala miliknya.

"Baiklah, ayo kita nikmati ice creamnya, Taozi." Ucap Kris.

Disaat sedang menikmati ice cream, Kris menatap boneka Alpaca milik Tao.

"Kau tahu, Alpaca ini adalah saksi pernyataan cintaku untukmu, Taozi." Ucap Kris. Tao tersenyum manis. "Ace, nama yang bagus, bukan?" tanya Kris. Tao mengernyit heran.

"Ace?"

"Ya, dia adalah anak kita." Ucap Kris lalu mengecup sayang jemari Tao. Wajah Tao hanya merona manis mendengar penuturan Kris yang menurutnya cukup romantis.

.

.

.

.

.

.

Tao terlihat sedang berciuman dengan Kris didepan rumah Tao sekarang. Sepertinya satu fakta yang Tao ketahui tentang Kris, dia agak, maniak terhadap ciuman dari bibir Tao.

"Baiklah, aku pergi dulu Honey. Bye." Chup! Satu kecupan singkat lagi, dan Kris pergi.

Tao masuk kedalam rumahnya. Wajahnya terlihat begitu bahagia. Tentu saja bahagia, penatnya menahan perasaan terbalas.

RRRTTT…RRRRRTTT..

Sebuah pesan lagi, apakah dari si Angel itu? ah, iya dari si Angel.

From: Angel

Kau menyukai ice cream pemberianku? Aku harap iya. Oh iya, lihat boneka Alpaca yang kalian beri nama Ace. Lihat topinya, ada kertas, dan baca. Semoga langgeng. Aku pergi dari hidupmu. Misiku sudah selesai. Senang bisa membantu.

Tao kaget, jadi pelayan tadi benar si Angel itu?

Tao menatap boneka Alpaca dan melihat, benar. Ada secarik kertas kecil yang Tao tidak asing. Tao membuka kertas itu dan kaget. Itu kertas saat dia menyelipkan kertas di lukisan piano yang ada diruangan music sekolahnya.

KENA! PASANGAN HIDUPMU WU YI FAN!

Tulisan itu persis ada di balik kertas. Tao tersenyum.

"Semoga jadi selamanya." Ucap Tao.

Tao menatap fanboard terkenal itu dan mulai menuliskan kisahnya. Sama layaknya Do Kyungsoo.

Kalian percaya keajaiban? Maka, tunggulah. Mungkin, sang Angel akan menolongmu..

.

.

.

TBC

.

.

Oke, no bacot. Just review ^^

No flame, no bash, no SILENT reader and no plagiat ^^