Title : Soulmate

Author : Raichi Lee SangJin ELF

Rated : T

Pairing : EXO COUPLE (official couple, not crack pair)

Genre : Romance, Drama and Humor

DISC : para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy saya menjadi terwujud di FF ini.

Summary : Tuliskan namamu disini, atau harapkan orang yang kau sukai sambil menatapi benda ini. Maka, benda ini akan mengantarmu ke pasanganmu lewat benang merah atau sebagai benang merahmu. IT'S YAOI! KAISOO, KRISTAO, AND OTHER COUPLE IS HERE! DON'T LIKE DON'T READ!

Let's check it out, Chingudeul and Yeorebeun~!

Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual, EYD yang ngasal. I told you before, if you hate YAOI or IF You HATE me, better if you don't read my fanfic, okay?

Author's note : annyeong ^^. Kembali lagi dengan saya, Rai.

GYAAA~!

Saya datang dengan iringan lagu History ;D *pletak

Okelah, no bacot. Just review ne ^^

Oh iya, fic ini terinspirasi salah satu comic :D

Nah, mari kita langsung saja mulai FFnya ^^

tolong tetap beri saya review anda *bow*

.

.

Oke, tanpa banyak bacot, mari kita langsung saja.

.

.

.

.

DON'T LIKE, DON'T READ!

.

.

I TOLD YOU BEFORE!

.

.

IF YOU HATE YAOI, BETTER IF U NOT READ MY FIC!

.

.

RAICHI

.

.

.

Sehun terlihat baru saja selesai mandi. Jam pulang sekolah sungguh melelahkan pikirannya. Otaknya agak capek. Untungnya besok guru akan melakukan kunjungan ke sebuah sekolah Internasional yang ada di Paris, dan bagusnya semua murid diliburkan 4 hari. lumayan membuat Sehun senang.

Sehun menggunakan pakaiannya. Hanya pakaian casual, dan jaket hitam kesayangannya, serta topi hitam kesayangannya. Sehun menghela nafas.

"Dasar yeoja jelek. Menyuruhku datang sekarang, dan bahkan aku belum makan. Dasar jelek." Ucap Sehun sebal yang menggunakan T-Shirt miliknya.

RRRTTT…RRTTT

Sehun mengambil ponselnya dan membukanya.

From : Angel

Kau yang jelek, dasar Poker face.

Sehun melihat sekitar kamarnya. Disini tidak ada kamera CCTV kan? Sehun menghela nafas dan segera bergegas.

.

.

.

Sehun duduk dibangku taman sekolahnya malam itu. Sehun bukanlah penakut, hanya saja, dia akan takut kalau ditakut-takuti dengan yang aneh-aneh oleh ibunya.

Semilir angin berhembus hingga menerbangkan sedikit helaian rambut coklat Sehun yang panjang.

"Menungguku, Tuan Poker Face?" tanya sebuah suara. Sehun menoleh dan mendapati seorang gadis dengan rambut coklat terang agak oranye, bertubuh mungil, berpakaian sailor, dan..hei, topinya seperti topi penyihir di komik-komik.

"Oh, Jadi kau itu si Angel ya?" tanya Sehun. Gadis itu mengangguk. Gadis itu perlahan mendekati Sehun dan berdiri didepanya. Gadis itu membuka topinya dan menatapi Sehun.

Sehun menatap gadis itu dingin. Memang, gadis ini manis. Tapi maaf, Luhan lebih darinya. Mata merah menyala milik gadis itu tajam, namun terkesan cantik dan dingin, serta polos disaat bersamaan.

"Aku sudah menduga kau memang akan mengatakanku tak lebih dari Luhan, tuan kulit putih." ucap si Angel yang berkacak pinggang. Sehun mengangkat bahu.

"Jadi sekarang apa? Kalau kau memang benar si 'Angel' yang menolong Baekhyun yang ada di dunia maya itu, ayo buktikan." Ucap Sehun. Yeoja mungil itu tersenyum.

"Tentu saja. Itu memang sudah tujuanku." ucap si Angel. Angel itu menatap kertas yang dia keluarkan dari topinya. Sehun berani sumpah saat topi itu dibuka olehnya, dia tak melihat kertas itu. apa gadis ini pesulap?

"Besok, kau tolong pergi ke kota dan beli apa yang aku tulis disini. Tenang saja, aku tidak akan mungkin menguras kantungmu secara berlebihan. Aku yakin, barang yang aku tulis disini, kau bisa membelinya banyak layaknya permen murahan. Setelah kau membelinya, siang hari di jam 2 siang, datanglah ke sekolah ini." Ucap si Angel.

"Kau gila? Kau menyuruhku kesini untuk berdiam diri tanpa seorangpun besok?" tanya Sehun. Gadis itu mengangguk dengan wajah polos (tak berdosa) sedikitpun.

"Kau sudah mengerti, kan?" tanya gadis itu. Sehun menghela nafas. Sehun mengambil kertas itu. Untung saja di taman ini memiliki banyak lampu taman. Sehun menatap kertas itu. Sehun menatapnya lama lalu menatap gadis itu kesal.

"You really pissed me off. Ini kertas kosong." Ucap Sehun yang menatap gadis ini yang sekarang berwajah seperti tidak berdosa.

"Walapun itu kertas kosong, jangan buang itu sampai besok pagi." Ucap gadis itu. "Kalau kau membuangnya, akan aku ambil Luhanmu itu." ucap yeoja itu. Sehun menaikan bahunya cuek dan menatap kertas ini.

"Hei ka-"

Sehun membelak. Gadis itu sudah tidak ada dihadapannya. Sehun menatapi sekitarnya.

"Sebaiknya aku cepat pulang." Ucap Sehun lalu pergi dari tempat itu sambil membawa kertas kosong pemberian sang Angel.

.

.

.

.

.

Pagi ini, cuaca begitu menyenangkan. Maksudnya, langit tidak panas, biru tanpa awan, dan anginnya lembut. Menerbangkan helaian rambutmu walau hanya sedikit.

Sehun baru saja bangun. Dia baru bangun jam 8, dan terlihat masih mengantuk. Matanya menatap kamarnya.

"Haih, si yeoja jelek itu.." bisiknya. Matanya menatap kmertas yang ada di dekat ponselnya. Sehun mengambil kertas kosong pemberian si Angel. Matanya menatap tulisan yang ada disana.

Sehun memukul kecil wajahnya dan mengucek matanya.

"Sebaiknya, aku cuci muka dulu. Ada yang salah." Ucap Sehun. Sehun segera berlari ke kamar mandinya. Bukannya mencuci muka, Sehun langsung mandi. Mungkin kalau mandi, matanya bisa normal lagi, itu menurut Sehun.

.

.

.

.

.

Setelah berpakaian lengkap, Sehun mengambil kertas itu lagi.

"Sepertinya semalam tidak ada tulisannya? Kenapa sekarang ada tulisannya?"

Disana, terlihat apa yang harus di beli Sehun. Sebuah gambar rubik yang cukup unik dan terlihat rumit. Dan sebuah boneka rusa ukuran sedang.

Sehun membaca pesan itu.

"Belikan barang yang ada disini, dan bungkus bonekanya dengan kotak kado. Tulis, di dalam kotak itu Zhu Ni Sengri Kuaile. Semoga berhasil." Baca Sehun. Sehun mengedikkan bahu dan memulai keluar dari kamarnya dengan pakaian casual miliknya.

.

.

Sehun menatap sebuah rubix dengan jenis Pineaple Magic Rubik Cube Puzzle.

Wow, Sehun harus berpikir keras. Pasalnya, rubik ini begitu unik. Pasti sangat sulit memainkannya. Sehun sudah tahu kalau Luhan sangat suka dengan Rubik, tapi..sesulit ini?

"Apakah rubiknya mau digabung?" tanya yeoja itu. Sehun mengangguk.

"Ah, tolong tuliskan Zhe Ni Shengri Kuaile di dalam kadonya." Ucap Sehun yang memberikan kertas yang ditulisinya. Yeoja itu mengangguk dan segera membawa rubik yang diinginkan oleh Sehun utnuk digabung dengan kadonya.

Sehun menunggu sambil memainkan ponselnya yang setia menemaninya. Tak lama, seorang yeoja datang sambil membawa kado milik Sehun.

"Ini dia Tuan, kadonya sudah dibungkus." Ucap yeoja itu sambil tersenyum ramah. Sehun mengangguk dan segera membayar.

"Khamsahamnida." Ucapnya lalu berlalu pergi sambil membawa kotak hadiah yang cukup besar itu.

.

.

.

.

.

Sehun terlihat sedang menikmati makan siangnya di sebuah restoran. Sehun menikmati makan siangnya sambil mendengarkan lagu lewat ponselnya yang disambungkan oleh earphone miliknya.

Tak lama, Sehun menatap sepasang kekasih yang baru saja masuk. Sepertinya mereka pasangan sejenis. Namun, keduanya begitu cocok.

Yang satu adalah sosok namja mungil dengan rambut coklat gelap dan yang satu lagi namja tampan bertubuh jangkung dengan rambut lurus coklat gelap. Keduanya bergandengan tangan memasuki restoran itu dan duduk disebalah bangku Sehun.

"Baekkie, kau mau sesuatu?" namja tinggi itu. Sehun melirik.

'Baekkie?'

"Hum~ aku mau Strawberry cake dan jus stroberry, Yeol." Ucap namja mungil itu.

'Yeol?'

Sehun merasa pernah mendengar namanya.

"Ya, Byun Baekhyun-chagi, kenapa semuanya strawberry, eoh? Kau tak ingin yang lain?" tanya namja tinggi bernama Yeol itu.

"Ya, Park Chanyeol. Itu makanan favoriteku." Balasnya.

"Baiklah, aku akan memesan, sekalian aku akan ke toilet sebentar." Ucap Chanyeol. Setelah namja itu pergi, Sehun menatap Baekhyun.

"Kau… Byun Baekhyun yang menulis di Dunia Maya tentang Angel?" tanya Sehun sambil menatap Baekhyun intens. Baekhyun menoleh. Mata keduanya saling bertatapan.

Bedanya adalah, Baekhyun menatap heran, sementara Sehun menatap penuh rasa ingin tahu.

"Well…iya. Waeyo?" tanya Baekhyun pada Sehun. Sehun tersenyum. Sehun berdiri, meletakkan uangnya dan mengangkat kadonya.

"Karena sekarang, aku juga ditolong olehnya. Bye." Ucap Sehun lalu melenggang pergi.

Baekhyun membelak. Sehun sudah menjauh, sementara Chanyeol kembali.

"Siapa dia?"

"Cuma seseorang yang akan beruntung." Ucap Baekhyun dengan senyum manisnya.

"Aigo~ kau manis sekali chagiya~" ucap Chanyeol lalu mengecup bibir Baekhyun yang akhirnya membuat keduanya menjadi tontonan seluruh pengunjung.

Pengunjung hanya bersorak.

"Ya!" teriak Baekhyun yang wajahnya merona, sementara Chanyeol tersenyum manis.

"Saranghae…" Baekhyun tersenyum mendengarnya.

"Nado."

Keduanya bergenggaman tangan.

.

.

.

.

Sehun sedang duduk di bangku taman itu. Matanya menatap lurus sambil mendengarkan lagu dengan earphone miliknya.

Sehun begitu menikmati tarian angin lembut yang membelai rambut dan tubuhnya. Nyaman..

Puk..

Sehun menoleh dan mendapati sosok namja manis yang tersenyum ke arah dirinya sekarang ini. Xi Luhan. Namja yang dia sukai, hingga membuatnya harus ditolong oleh si Angel jelek itu.

"Sehun-ah, kau sendirian?" tanya namja manis itu. Sehun mengangguk kikuk. Sehun melepaskan earphonenya dan memasukkannya kedalam saku celananya. Luhan duduk didekat Sehun.

"Kau sendirian, Luhan-hyung?" tanya Sehun. Luhan mengangguk.

Mengapa keduanya saling tahu nama? Itu karena Sehun pernah mengantar Luhan ke ruang kepala sekolah saat pertama kali akan mendaftar menjadi murid baru.

Mata Luhan menatap kado berwarna merah dengan pita hitam yang cantik dan elegan disana. Sebuah perasaan sesak memeluk Luhan.

"Kau..itu..kado itu..punyamu?" tanya Luhan. Sehun mengangguk. Luhan mengangguk kecil dan menunduk.

"Akan kau berikan pada siapa? Atau, kau baru menerimanya dari seseorang?" tanya Luhan yang masih menunduk. Sehun malah memijat pelipisnya, agak takut. Dasar angel sialan.

"A..akan aku berikan pada seseorang…" ucap Sehun yang berusaha tenang. Luhan mengangguk pelan.

Sial, kenapa jadi seperti ini suasananya?

Tak lama, ponsel Sehun bergetar. Sehun mengambilnya dan membuka pesannya.

Berikan kado itu pada Luhan, hari ini ulang tahunnya, bodoh.

Sehun tersenyum sumringah, meskipun kesal karena dipanggil bodoh.

"Sebenarnya…kado ini..untukmu hyung." Ucap Sehun yang menahan rona merahnya pada wajahnya. wajah Luhan terangkat dan menatap Sehun.

"Eh?"

Wajah keduanya saling merona.

"Uhm..Happy Birthday, Hyung." Ucap Sehun sambil menyerahkan kado itu. Luhan menerimanya sambil malu-malu.

"A..ah..khamsahamnida…" bisik Luhan. Luhan membuka kado itu dan tersenyum senang.

"Hun, kau memberikanku rubik unik yang langka seperti ini? Omo~ neomo kyeopta~! Kau tahu dari mana aku suka sekali dengan boneka rusa, eoh?" tanya Luhan yang memeluk erat boneka itu.

Sehun terpesona oleh Luhan.

Sepintas, rasanya pandangan Sehun penuh oleh aura pink dan aegyo. Luhan yang tersenyum manis sambil memeluk erat boneka itu. rasanya dunia berpendar indah mengalahkan lampu pijar.

Keduanya saling diam, hingga Luhan menyandarkan kepalanya pada Sehun.

"Hari ini, aku sangat senang.." bisiknya. Dan tak lama, Luhan memejamkan matanya. Sehun berdebar kencang.

"Aku menyukaimu hyung.." bisik Sehun yang berusaha berani. Luhan tersenyum. semu pink itu menghiasi wajahnya.

"Nado.."

Dan kali ini, music indah bagaikan terputar lembut entah darimana. Langit lebih cerah, namun lembut. Aura yang nyaman dan langit lembut. Kepala Sehun bersandar pada kepala Luhan.

"Mau jadi namjachinguku?"

"Tentu, Hunnie.." bisiknya.

Keduanya masih menikmati waktu nyaman ini berdua. Tangan Sehun mulai bertautan dengan Luhan. Jemarinya menelusup ke sela-sela jemari Luhan. Rasanya nyaman.

TUK..

"Aduh.." bisik Sehun. Matanya yang tertutup terbuka ketika menatap sebuah pesawat kertas yang ada dipangkuannya. Sehun membukanya dan membaca pesan disana.

KENA! Pasangan hidup Oh Sehun adalah Xi Luhan.

Ps: kau yang jelek.

Sehun terkekeh kecil lalu melipatnya dan memasukkannya pada saku celananya.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

Otte? Cukup maniskah?

Well, review please ^^

No flame, bash, and please no siders ^^