Title : Soulmate
Author : Raichi Lee SangJin ELF
Rated : T
Pairing : EXO COUPLE (official couple, not crack pair)
Genre : Romance, Drama and Humor
DISC : para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy saya menjadi terwujud di FF ini.
Summary : Tuliskan namamu disini, atau harapkan orang yang kau sukai sambil menatapi benda ini. Maka, benda ini akan mengantarmu ke pasanganmu lewat benang merah atau sebagai benang merahmu. IT'S YAOI! KAISOO, KRISTAO, AND OTHER COUPLE IS HERE! DON'T LIKE DON'T READ!
Let's check it out, Chingudeul and Yeorebeun~!
Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual, EYD yang ngasal. I told you before, if you hate YAOI or IF You HATE me, better if you don't read my fanfic, okay?
Okelah, no bacot. Just review ne ^^
Oh iya, fic ini terinspirasi salah satu comic :D
Nah, mari kita langsung saja mulai FFnya ^^
tolong tetap beri saya review anda *bow*
.
.
Oke, tanpa banyak bacot, mari kita langsung saja.
.
.
.
.
DON'T LIKE, DON'T READ!
.
.
I TOLD YOU BEFORE!
.
.
IF YOU HATE YAOI, BETTER IF U NOT READ MY FIC!
.
.
RAICHI
.
.
.
Seorang namja berpipi sedikit chubby, berambut oranye kemerahan terlihat sedang berjalan-jalan sambil menatapi pemandangan pinggiran sungai yang berada didekat taman.
Senyum manisnya selalu mengembang ketika bertemu setiap orang-orang. Tubuhnya sangat mungil. Kulitnya putih bersih. Tubuh yang dibalut T-shirt putih, Hoodie putih, Jeans berwarna hitam dan sepatu kets putih. Topi Hip Hop putih dengan tulisan WOLF-nya yang berwarna hitam itu terlihat menggemaskan sekali.
Namja itu duduk disalah satu bangku yang disediakan dengan taman itu.
Kim Minseok adalah namanya. Namun dia memiliki nama panggilan lain. Xiumin. Entahlah darimana dia bisa mendapatkan nama itu. Ibunya bilang, panggilan itu dia dapatkan ketika Xiumin pergi bersama keluarganya menuju Beijing untuk berlibur.
Saat itu, salah satu warga lokal yang menawari jajanan khas Beijing mengatakan Xiumin sangat menggemaskan dengan pipi bakpao yang menggemaskan. Dan dia langsung memanggil Xiumin kecil saat itu dengan sebutan 'Xiumin!'. Entahlah, tapi Xiumin cukup menyukainya. Menurutnya itu sangat menggemaskan dan keren.
Namja manis berumur 23 tahun menurut umur Korea itu lebih tepat berumur 20 sepertinya. Wajahnya sangat Baby Face.
Xiumin memainkan ponselnya. Tak lama, sebuah telepon masuk ke ponsel flip on miliknya. Xiumin merona.
Jongdae.
Guru les menyanyinya yang baru berumur 21 tahun menurut umur Korea. Seorang namja tampan bersuara indah.
Lengkingan suaranya akan membuatmu merinding. Suaranya begitu menyatu dengan music yang dibawakan. Sehingga akan menciptakan harmoni yang lembut.
Xiumin ingat, ketika 2 bulan lalu dia bertemu dengan Jongdae karena dia harus ikut lomba menyanyi kala itu. dan Xiumin untungnya menang di urutan pertama karena kerja kerasnya.
Xiumin memanggil Jongdae dengan sebutan Chen. Baginya, Jongdae yang dipanggil Chen memiliki makna tersendiri. Chen juga terlihat tidak keberatan. Malah, Chen mengatakan kalau nama panggilan itu unik meskipun dia orang Korea asli.
"Yeoboseyo?" tanya Xiumin.
"Minseok-hyung-ah ani. Xiumin Hyung. Apa kau akan latihan nanti sore? Kau yang datang ke tempat latihan didekat rumahku, atau aku yang datang ke rumahmu?" tanya Chen ditelepon. Xiumin terlihat berpikir sejenak.
"Sebaiknya dirumahku saja, Chen-ah. Appa dan eommaku pergi untuk Honeymoon dan peringatan pernikahan mereka ke Jejudo selama seminggu. Mereka baru akan pulang. Aku punya beberapa cemilan." Tawar Xiumin atau Minseok itu. Jongdae berpikir sebentar.
"Baiklah. Appa dan eomma juga pergi mengunjungi sahabat ayahku yang ada di Jepang. Anaknya akan menikah. Bagaimana kalau aku menginap, hyung? Aku ingin bercerita denganmu." Ucap Jongdae di telepon. Minseok terlihat berpikir sebentar.
"Sepertinya memang lebih baik begitu. Besok juga hari minggu. Baiklah, aku sedang diluar sekarang. Kau mau menitip sesuatu?" tanya Xiumin. Xiumin berjalan-jalan lagi.
"Uhm…belikan aku cemilan saja. Terserah kau mau membeli yang mana." Ucap Chen. Xiumin mengangguk.
"Baiklah. Cepatlah datang, aku juga sudah akan pulang." Ucap Xiumin. Setelah itu, sambungan telepon itu terputus.
Wajah Xiumin merona lembut, debaran jantungnya bernyanyi indah. Membentuk beat lembut yang menyenangkan. Membakar semangatmu.
Xiumin memasukkan ponselnya dan langsung berjalan lagi.
Jongdae..namanya begitu indah dihati Xiumin. Rasanya menyenangkan sekali dia bisa mengenal Jongdae.
.
.
.
Xiumin terlihat sedang merapihkan kamarnya. Sebenarnya kamarnya tidak berantakan, tetapi dia ingin agar yang menginap dikamarnya merasa nyaman.
Apalagi untuk Chen.
BLUSH.
"Ya! Kim Minseok, kenapa kau harus merona? Bodoh! Untuk saja Jongdae tidak melihatmu." Ucap Xiumin sambil menepuk pipinya lembut. Xiumin segera merapikan kamarnya lalu turun untuk merapihkan kembali kalau-kalau ada yang bisa di rapihkan.
Setelah merasa semuanya sudah rapi, Xiumin duduk sambil menonton tv. Tak lama, ponselnya berdering tanda ada pesan masuk. Minseok membukanya dan membaca sebuah Mail yang masuk.
From : Angel
Hello Kim Minseok. Aku dengar kau menyukai Kim Jongdae, benar begitu? Aku bisa membantu percintaanmu, kalau kau tak keberatan. Panggil saja aku Angel. Aku sudah banyak membantu orang-orang yang mungkin tak akan kau tahu. Kau boleh menghubungi seseorang bernama Do Kyungsoo, Huang Zi Tao, Oh Sehun, Byun Baekhyun dan Zhang Yi Xing. Aku sudah membantu mereka.
Xiumin mengernyitkan dahinya. Apa orang salah sambung? Sudahlah, mungkin benar. Xiumin menutup ponselnya dan menonton lagi. Tak lama, mail masuk lagi.
From : Angel
Kalau kau tak percaya, aku bisa membuktikannya. Nanti malam, kau harus pergi untuk membeli beberapa makanan mentah dengan Jongdae. Aku akan mengirimu pesan. Sekarang, hitung saja dalam 10, Jongdae akan datang. Cari nama-nama itu di Dunia maya, minta mereka bertemu untuk menceritakannya denganmu. Oh, atau kau mau aku yang mengaturnya agar kalian bertemu? Aku tidak berbohong. Aku benar-benar akan membantumu.
Xiumin berdebar. Hey, sepertinya dia tidak main-main. Apalagi membawa embel-embel akan datangnya Jongdae.
Ting Tong..ting tong..
Bel rumah Xiumin berbunyi. Xiumin segera menutup ponselnya dan berlai untuk membuka pintu.
"Xiumin hyung.." sapa namja yang dia kenal. Jongdae. Ingatannya langsung berputar terlalu cepat.
DIA SUNGGUHAN?!
.
.
.
.
TBC
.
.
Next chap~ akan jadi chap terakhir :3
Please review ^^
Please no flame, no bash and please no silent readers ^^
