Tittle : Love In Hospital
Cast : Kim Kibum
Choi Siwon
Cho Kyuhyun
Presented : Jenny Andrea Damayanti
Warning : Typo(s) | GaJe | Abal | GS | DLDR
Love In Hospital
.
.
.
Di sebuah bangunan bertingkat berwarna putih bersih, terlihat ramai oleh pengunjung yang kebanyakan dari mereka adalah namja.
Mereka ketempat itu bukan untuk berobat melainkan bertemu seorang Dokter baru yang cantik dan mengajak berkenalan.
Awalnya mereka akan berpura-pura sakit pada bagian tubuhnya kemudian mereka akan memulai aksi mereka seperti ini
" Dokter Kim, bisakah anda memeriksa jantung saya ? Saya sering sesak nafas dan disini tiba-tiba berdetak kencang "
Tutur salah satu pasien itu terhadap Dokter Kim
" Baiklah, kalau begitu silahkan anda duduk diatas tempat tidur. Saya akan mengecek kondisi jantung anda "
Pasien itu tersenyum senang, dengan segera ia memposisikan duduknya diatas tempat tidur pasien dan menunggu Dokter Kim untuk memeriksanya.
Dokter Kim dengan teliti memeriksa dada depan bagian jantung pasien tersebut, namun ada yang aneh. Detak jantung itu memang berdegup kencang, namun bukan degupan seperti terkena serangan jantung atau apa yang jelas degupan ini bukanlah penyakit membahayakan bagi kondisi sang pasien.
" Aneh, detak jantung anda berdegup kencang tapi masih berada dibatas normal. Saya rasa anda tidak terjengat penyakit jantung atau apapun "
Jelas Dokter Kim sambil melepas stetoskopnya dan mengalungkannya dileher.
" Apa anda hanya mempermainkan saya ? "
Tanya Dokter Kim sambil menaikan kacamata beningnya yang melorot.
Pasien itu menggigit bibir bawahnya, terbukti bahwa ia sedang panik dengan keringat deras yang membasahi keningnya.
" Hah~ sudahlah, anda hanya kelelahan saja. Saya tuliskan resep setelah itu bawa resep ini di Apotik arra "
Pasien itu menganggukan kepalanya kemudian turun dari ranjang dan kemudian menghampiri Dokter Kim yang sedang menulis resep obat.
" Ini "
Dokter Kim menyerahkan resep obat itu kearah sang pasien kemudian tersenyum menggunakan Killer smilenya
" G-gomawo Dokter Kim, annyeong "
Setelah kepergian pasien tersebut Dokter Kim langsung menghela nafasnya yang panjang. Ia merasa kecapaian dipermainkan oleh sang Pasien. Dan untuk kesekian kalinya dihari pertama ia kerja, Dokter Kim harus menghadapi sang pasien dengan sabar.
" Huh~ melelahkan "
Dokter Kim melirik sekilas jam dinding yang menempel pada ruangannya sebelum beranjak meninggalkan ruang kerjanya.
Terlihat dari lorong rumah sakit seorang namja berpakaian jas putih sedang berlari menghampiri Dokter kim.
" Dokter Kim ! "
Teriak namja itu membuat Dokter Kim menghentikan langkahnya untuk melihat siapa yang memanggil namanya.
" akh ! Dokter Choi, ada apa ? "
Tanya Dokter Kim dengan ramah membuat Dokter Choi sedikit blushing ketika melihat senyuman manis yang menghiasi wajah Dokter Kim
" Engg ... A-aniyo. Aku hanya ingin mengajakmu makan siang, apa kau bersedia ? "
Ujar dokter Choi sambil menggaruk tengkuknya, ia merasa resah menunggu jawaban dari dokter Kim.
" Aa... Baiklah, aku rasa ini sudah waktunya untuk jam makan siang. Kajja "
Dokter Choi merasakan hatinya berteriak kencang ketika mendengar persetujuan dari Dokter Kim. Dengan senyuman tegap melebihi batas normal Dokter Choi berjalan beriringan dengan Dokter Kim.
Canteen
Suasana Canteen rumah sakit itu terlihat ramai, mengingat jadwal makan siang sudah waktunya.
Canteen itu bersih, banyak stand makanan yang menjual beberapa masakan. Kursi-kursi dan meja-meja tertata dengan rapi, jendela interior juga menambahkan kesan bahwa Canteen itu ada Canteen mewah.
Rata-rata yang mengunjungi Canteen ialah berperawakan Dokter dan berjas putih, kebanyakan dari mereka ialah menghabiskan jam makan siang dengan meminum Coffe atau Sandwich dan mengobrol bersama rekan kerja.
seketika suasana Canteen mendadak menjadi diam, terlihat dari arah pandang mereka menatap kearah seorang yeoja berjas putih sedang berjalan beriringan dengan namja yang mengenakan setelan jas sama.
Yeoja itu menatap sekitar dengan pandangan bingung, pasalnya mereka semua menatapnya dengan pandangan terpukau. Namun seketika arti dari terpukau itu menghilang ketika namja yang berada disampingnya menggiring yeoja itu untuk duduk disalah satu meja dekat dengan jendela menampilkan pemandangan gedung-gedung tinggi yang indah.
" Silahkan "
Ujar namja itu mempersilahkan sang yeoja kearah kursi yang tadi ia geret.
" Gomawo "
Yeoja itu menampilkan senyumannya kearah sang namja membuat namja itu terpesona.
" Anda ingin memesan apa Kibum-ssi ? "
Tanya sang namja kearah Kibum yang kini telah memilih berbagai menu di atas meja.
" Tak usah seformal itu terhadapku Dokter Choi, cukup panggil namaku saja tanpa embel-embel 'ssi' "
Timpal Kibum membuat Dokter Choi menganggukan kepalanya.
" Kau juga harus menghilangkan sikap formalmu terhadapku Kibum, cukup panggil namaku tanpa imbuhan profesi "
Mereka berdua tertawa menertawakan perbincangan mereka, namun tak lama kemudian tawa itu berhenti ketika seorang pelayang menghampiri mereka.
" Permisi, anda ingin memesan apa ? "
Tanya pelayan itu dengan ramah.
" Ahk ... Saya memesan Coffe creamernya satu dan juga Vanilla wafflenya satu, kau memesan apa Kibum ? "
Kibum mengetukan jarinya di dagu, sambil menatap lurus kearah menu yang ia pegang.
" Saya ... Capucino royal beserta Sandwich tanpa mayo " ujar Kibum
Pelayan itu mencatat semua pesanan Kibum dan Siwon sebelum pergi meninggalkan mereka berdua
" Tunggu sebentar, pesanan anda akan datang "
Kibum menganggukan kepalanya sekilas kemudian meraih I-phone putih miliknya untuk menghilangkan rasa bosannya.
Sedangkan Siwon ia hanya diam sambil mengamati wajah Kibum dari jarak dekat yang terpisahkan meja.
' Cantik '
batin Siwon sambil menampilkan senyuman tipis miliknya.
Kibum yang risih dengan pandangan Siwon dengan keberanian ia menatap Siwon.
Deg
" Waeyo ? Apa wajahku terlihat aneh ? "
Tanya Kibum membuat Siwon tersentak dari lamunannya
" E... Mmmb A-aniyo, wajahmu cantik- ups ! "
Blush
Seketika wajah Kibum merah merona mendengar lontaran Siwon yang keluar dari bibirnya tak sengaja.
" Gomawo "
Ujar kibum sambil menundukan kepalanya, ia mengalihkan rasa malunya dengan memandangi ponselnya. Sekedar mengotak-atik tanpa berniat untuk membaca baris demi baris tulisan yang tertera dilayar ponsel.
Siwon menggaruk tengkuknya, jantungnya terasa berdegup kencang ketika melihat pipi Kibum yang masih merona karena malu.
Dan demi apapun itu membuat Siwon semakin jatuh kedalam pesona Kibum.
Pelayan itu datang membawa nampan yang berisi makanan pesanan mereka, dengan sigap dan hati-hati pelayan itu meletakan makanan pesanan itu diatas meja kemudian membungkuk sebentar sebelum meninggalkan kedua orang ini.
" Silahkan dimakan Kibum, aku yang mentraktir kali ini "
Ujar Siwon dengan senyuman yang menampilkan lesung pipitnya
" Ahk ... Gomawo Siwon-ssi, aku rasa lain kali aku akan mengajakmu untuk makan siang di restaurant milik temanku "
Siwon meletakan Cangkir Coffe miliknya diatas meja sesudah ia menyesapnya dan memandang Kibum dengan raut berbinar.
" Jeongmall ? "
" Ne Jeongmallayo "
Kali ini Siwon sungguh harus berterimakasih dengan Yesung sahabatnya yang telah memberinya waktu untuk makan siang dan menggantikannya untuk Shift hari ini.
Kibum memakan sandwichnya sambil sesekali melirik ponselnya diatas meja.
" Waeyo ? "
Tanya Siwon setelah melihat raut Kibum yang menantikan sesuatu
" A-aniyo, aku rasa aku tak bisa menemanimu lama-lama hari ini. Karena sebentar lagi Shiftku untuk kerja akan habis, setelah ini saya harus ke kampus untuk mengurus beberapa hal "
Ujar Kibum yang menumbuhkan raut kecewa di wajah Siwon, namun Siwon tutupi dengan senyuman agar Kibum tidak merasa bersalah.
" Gwenchana, apa perlu saya antarkan ? "
Tanya Siwon menawarkan bantuannya, namun disambut dengan Kibum gelengan kepalanya menandakan bahwa yeoja itu menolak tawarannya.
" Aniyo, terimakasih. Aku membawa mobil, dan juga terimakasih atas makan siangnya Siwon-ssi, saya pergi dulu "
Pamit Kibum sambil mengarahkan ponselnya di telinga karena mendengar getaran akibat ponselnya yang berdering.
" Yes I go to there right now, can you wait me 6 hours please sir ? Yes- "
Suara itu menghilang ketika jarak Kibum dengannya semakin jauh, Siwon menghela nafasnya namun beberapa detik kemudian ia tersenyum menampilkan lesung pipitnya.
' Bukankah tadi ia mengajakku ke resataurant dilain waktu ? Apa itu bisa dibilang dengan kencan ? '
Entahlah, biarkan waktu berjalan layaknya Rotasi bumi. Cerita ini masih panjang, perjalanan masih jauh dan penuh dengan liku-liku yang disebut konflik. Entah sampai kapan waktu akan berhenti dan menyatukan mereka untuk saling bersama.
Well you done done me and you bet I felt it
I tried to be chill but you're so hot that I melted
I fell right through the cracks
and now I'm trying to get back
Before the cool done run out
I'll be giving it my bestest
Nothing's going to stop me but divine intervention
I reckon it's again my turn to win some or learn some
I won't hesitate no more, no more
It cannot wait, I'm yours
.
.
.
University Harvard | America
Kampus itu terlihat ramai, dari kejauhan mahasiswa dan mahasiswi lainnya berjalan sambil sesekali menenteng tas hitam milik mereka.
Kebanyakan dari mereka semua adalah mahasiswa asing yaitu dari luar negeri.
Salah satu dari sekian banyak orang yang berlalu lalang ada seorang yeoja berperawakan Korea sambil menenteng tas ransel putih miliknya menuju gedung Kampus utama.
Yeoja itu baru saja sampai dipenerbangan kedua dari arah Korea ke Amerika beberapa jam yang lalu, namun sepertinya tak ada gurat kelelahan atau apa yang menghiasi wajahnya. Wajah itu tetap cantik dengan oriental khas Korea, kulit putihnya ia tutupi dengan sweater hijau dan kakinya ia balut dengan jeans biru tua serta sepatu high heels hitam yang menambahkan kesan simple dari dirinya.
Dengan langkah tenang yeoja itu memasuki ruangan kantor, semua mata menuju kearahnya. Senyum sapaan ia lontarkan begitu saja ketika melewati teman-teman sebayanya yang masih semester 5.
Tibalah ia di pintu bercat coklat, di pintu itu tertempel sebuah papan nama bertuliskan inggris.
- Headmaster Room -
Tanpa banyak kata ia mengetuk pintu itu sebelum membukanya.
Ceklekk
" Excuesme sir "
Ujar Kibum dengan bahasa inggrisnya yang fasih.
Seorang namja duduk di kursi kantor dengan menopangkan dagunya menggunakan tangan, ia melirik Kibum sejenak sebelum mengalihkan pandangannya kearah tablet putih miliknya.
" yes, what are you doing in here Kibum Kim ? "
" Are you remember me Sir ? "
Tanya Kibum dengan raut bingung
" Ofcourse, how do I forget you ? You are my best student in here. Than I never forget your face and your name. So what's make you come in here Kibum ? "
Kibum menutup pintu itu sebelum menghampiri sang namja yang kini telah meletakan tablet putih miliknya
" Thank you sir, I'm in here because Mr Phill told me to teach another student in here "
Namja itu menganggukan kepalanya, kemudian ia meraih selembar kertas untuk ia tulis.
" Just that ? Are you sure, are you not tired if you comeback in here ? And by the way you have a job in Hospital, that's Hospital is the Best and the Most popular in Korean "
Kibum terkekeh pelan mendengar penuturan sang namja yang menjabat sebagai kepala sekolah.
" No I'm not, I'm sure if I can do to teach. So can you trust me sir ? "
Namja itu berpikir sejenak kemudian menganggukan kepalanya dan menyerahkan sebuah kertas yang tadi ia tulis.
" Alright I'll trust you, you just to arrange your schedule and stamp in here if you agree "
Kibum mengambil stempel miliknya didalam tas kemudian menempelkan stempel itu diatas kertas sebagai tanda persetujuan.
" I'm agree sir, thank you for your participation "
" Your well Kibum, have a nice day for right now and tomorrow " ujar namja itu
Kibum membungkukan badannya sekilas sebelum meninggalkan tempat itu, di depan pintu ia berpapasan dengan seorang namja korean yang ia kenal
" Kyuhyun ? "
.
.
.
Restaurant Candle | Amerika
Restaurant itu tidak terlau ramai, namun tidak juga terlalu sepi.
Semua pengunjung menikmati makanan mereka dengan santai dan ada juga yang berbincang.
Salah satu dari mereka ialah Kibum dan Kyuhyun. Kedua orang ini saling bersanda-gurau mendengar cerita mereka masing-masing.
Terlihat dari kaeadaan bahwa mereka sangatlah akrab, mengingat mereka adalah teman seperjuangan yang kini telah sukses menjadi Dokter.
" So, Miss Kibum apa yang membuatmu ke sini ? "
Tanya Kyuhyun sambil menggoyang-goyangkan gelas winenya kemudian meneguknya secara sedikit.
" Don't call me like that Kyu, just call my name okey " ujar Kibum sambil terkekeh pelan.
" Alright ... Alright ... Kibum what are you doing in here ? "
" I'm in here because I have something to do "
Kyuhyun mengerutkan alisnya bingung, sementara Kibum ia acuh sambil tetap memakan lasagna-nya dengan lahap.
" Like what ? Apa kau merindukanku yang masih mengurus Skripsi ? "
Tanya Kyuhyun beserta nada jahilnya membuat Kibum ingin memukul kepala Kyuhyun dengan garpu yang ia genggam.
" Aniyo, untuk apa merindukan namja pemalas sepertimu ? Lebih baik urus saja skripsimu yang belum usai itu "
Timpal Kibum membuat Kyuhyun sedikit jengkel namun bercanda dengan Kibum membuatnya sedikit terhibur
" Okey ... Okey, but remember. Aku lulus tanpa membuat skripsipun tetap bisa "
Ungkap Kyuhyun dengan percaya diri membuat Kibum mendengus sebal
" Huh~ arrayo, I know you are clever. Terbukti dari bisnis Restaurantmu yang sudah terkenal. Ahh ... I forget something, how about your Job? "
Kyuhyun menyesap sedikit winenya sebelum meletakannya diatas meja.
" terimakasih atas pujiannya, pekerjaanku ?rencananya aku akan bekerja disini selama 2 tahun. Dan setelah itu aku akan mendirikan Rumah Sakit di Seol tentunya begitu juga dengan Bisnis Restauranku yang terkenal, itulah impianku "
Kibum menganggukan kepalanya, ia salut dengan Kyuhyun. Begitu juga kegigihannya untuk meraih cita-cita, namun sekali lagi, Kibum iri dengan Kyuhyun. Karena Kyuhyun mempunyai cita-cita tidak sepertinya yang tak tau cita-citanya apa.
Bagi Kibum membahagiakan ibunya ialah hal yang baik ketimbang meraih cita-cita, oleh sebab itu ketika ibunya meninggal ia ingin menjadi seperti ibunya.
" Kibum ... Hey ... Kibum gwenchana ? "
Tanya Kyuhyun sambil mengibaskan telapak tangannya kearah wajah Kibum.
Kibum tersadar dari lamunannya, ia memandang Kyuhyun dengan senyumannya untuk tidak membuat khawatir temannya yang satu ini.
" Nan gwenchana, emm Kyuhyun-ah mianhae sepertinya aku harus pulang. Besok aku masih ada pekerjaan di Seol, selamat tinggal "
Kibum beranjak dari kursi sebelum pergi meninggalkan Kyuhyun, namun langkahnya terhenti ketika tangannya dicengkram halus oleh Kyuhyun.
" Aku antar "
Setelah mengatakan kalimat tersebut, Kyuhyun meletakan beberapa lembar uang diatas meja sebelum menggiring Kibum untuk keluar Restaurant.
Skip
Airport
Bandara Amerika terlihat sangat luas, disana penuh dengan wisatawan asing yang sedang menggiring kopernya dari tempat kedatangan.
Kibum menenteng tasnya sambil masuk didalam bandara dengan ditemani Kyuhyun disampingnya. Mereka berjalan beriringan sambil sesekali bercengkrama.
Kibum menghentikan langkahnya tepat sebelum masuk kedalam pengecekan Ticket pesawat, ia menghadap Kyuhyun dan tersenyum kearah namja itu.
" Gomawo kyuhyun-ah kau sudah mengantarku sampai disini. Jja~ selamat tinggal "
Kibum melambaikan tangannya kearah Kyuhyun, yang dibalas dengan lambaian juga oleh Kyuhyun. mereka berdua saling melempar senyum, Kibum menatap petugas Ticket dan memberikan Ticket beserta passport miliknya sebelum diijinkan masuk kedalam.
Dan untuk kesekian kalinya ia melambaikan tangannya kearah Kyuhyun sebagai salam perpisahan.
Senyum Kyuhyun memudar seiring tubuh Kibum yang semakin menjauhinya, ia memegang bagian dadanya yang terasa nyeri sebelum pergi meninggalkan tempat itu.
' Semoga kita bisa berjumpa kembali Kibum, dilain waktu meskipun kau selalu menganggapku sebagai sahabatmu aku tetap berusaha agar kau mencintaiku '
They don't know how long it takes
Waiting for a love like this
Every time we say goodbye
I wish we had one more kiss
I'll wait for you I promise you, I will
I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Lucky we're in love every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday
.
.
.
TBC
heyoo :) well, bagaimana dengan pendapat kalian tentang Chapter ini ? apa mengecewakan ? saya harap tidak, karena saya membuatnya dengan spirit yang terbilang masih lemah setelah melaksanakan beberapa Schedule. ada yang bertanya tentang saya saya berumur berapa, okey saya jawab. umur saya 14 tahun kelas 2 SMA. terlalu mudah ? kalau begitu panggil saja saya Jenny tanpa imbuhan eonnie okey ;)
thanks bagi kalian semua yang udah baca Chap ini, sampai jumpa di Chap selanjutnya :)))))
kyunny . wordpress . com
