Tittle : Love In Hospital
Cast : Kim Kibum ( Yeoja )
Choi Siwon ( namja )
Cho Kyuhyun ( namja )
Warning : Typo(s) | GaJe | Abal | GS | DLDR
Presented : Jenny Andrea Damayanti
Love In Hospital
.
.
.
#Keesokan harinya.
Seoul Hospital | 04.55 AM KST
Suasana di Rumah Sakit itu sedikit menegangkan. Pasalnya tepat jam 04.55 AM KST pasien yang dirawat dirumah sakit tersebut sedang dalam keadaan kritis.
Para Tim Medis terlihat berlari sempoyongan menuju kamar rawat nomor 205. 3 diantara Tim Medis itu diketahui bernama dokter Choi Siwon, Dokter Kim Yesung dan juga Dokter Lee Donghae.
Raut wajah mereka sangat serius, dengan balutan jas dokter serta masker mulut dan sarung tangan mereka bertiga siap untuk menyelamatkan nyawa pasien.
Ketika mereka sudah sampai didalam ruangan, betapa terkejutnya mereka saat melihat pasien yang kini sudah kejang-kejang diatas ranjang. Kardiogram tersebut sudah menampakan garis lurusnya, dengan sigap Dokter Choi langsung meraih alat kejut jantung untung menyadarkan pasien.
" Suster Im, tolong ambilkan Gel ! "
" Dokter Lee segera suntikan injeksi pada lengannya ! "
" Dokter Kim, periksa keadaan pasien setelah kau menghitung angka 1-3 "
Mereka terlihat bekerja keras dengan Dokter Choi yang memimpin Operasi kali ini.
Setelah alat kejut jantung itu diolesi Gel, barulah Siwon memulai aksinya.
" Dokter Kim Ready ! "
" 1, 2, 3 kejutkan ! "
Siwon mengarahkan alat kejut jantung tersebut pada dada bidang milik pasien.
Dupgh !
" Try again, Ready. "
" 1,2,3 kejutkan ! "
Dupgh !
Tit Tit Tit
Kardiogram itu mulai menunjukan garis-garis longitudinalnya. Dengan semangat Dokter Siwon melakukan hal yang sama lagi.
" Again ! Ready ! "
" 1,2,3 kejutkan ! "
Dupgh !
Tit tit tit tit
" Berhasil ! Sekarang cepat kita bedah sebelum obat biusnya habis "
Ujar dokter Siwon yang mulai meraih pisau tajam untuk membedah. Dokter-dokter disana juga mulai mengerjakan tugasnya dengan teliti.
#Sementara itu di Bandara
Incheon Airport | 05.45 AM KST
Seorang yeoja berpakaian lengkap musim dingin dengan mantel tebal hijau miliknya sedang berjalan keluar bandara menuju tempat parkiran.
Yeoja itu berjalan santai, tanpa memperhatikan semua namja disana yang sedang menatap yeoja itu dengan Terpesona.
Yeoja yang bernama Kibum itu tetap melangkah, rambut hitam legamnya ia ikat cepol beserta poni depan membuatnya terlihat sangat cantik.
Setelah sekian lama ia menelusuri tempat parkiran, ia menemukan mobilnya terpakir rapi dideretan mobil bagian pojok.
Ia meraih ponselnya untuk menge-check Schedule hari ini sambil berlari kecil menghampiri mobilnya.
" Tck ! Kenapa aku harus kebagian Shift pagi ? "
Ujarnya sambil memencet Tombol lock kunci mobil miliknya.
Pip pip
Setelah itu ia langsung memasuki mobil dan duduk sambil memegang stir, pandangannya lurus kedepan.
" Hah ! Kim Kibum Semangat ! "
Ujarnya kemudian menyalakan mesin dan menancapkan gas untuk meninggalkan Area Parkir.
#Back To Hospital
Seoul Hospital | 07.45 AM KST
Selama 2 jam kurang, mereka masih melakukan operasi itu dengan serius. Peluh membasahi kening mereka, akan tetapi itu tak membuat mereka semua patah semangat. Mereka tetap mencoba untuk menyelamatkan pasien.
" Dr. Choi, kita membutuhkan bantuan Dokter Bedah lagi. Melihat kondisi pasien yang seperti ini kemungkinan ia bisa selamat hanya 0,9% "
Ujar Dr. Lee sambil menatap miris keadaan pasien.
Siwon menyeka keringat dengan menggunakan lengan tangan kanannya. " jika kemungkinannya hanya 0,9% maka kita harus yakin bahwa kita bisa mengubahnya menjadi 99,1%. Suster Im tolong ambilkan pipetnya "
Segera Suster Im berlari kearah meja bedah kemudian mengambil sebuah tabung kecil yang berfungsi untuk menghisap cairan.
" Ini Dr. Choi "
" Gomawo "
Dengan sigap Dokter Choi mulai menghisap cairan tersebut dengan menggunakan pipet tadi hingga penuh kemudian ia memindahkannya ketempat stainless yang Dokter Kim berikan.
Dokter Lee yang tak tinggal diam pun mulai berinisiatif membantu Dokter Choi yang sedikit kualahan.
" Kita lakukan bersama-sama Dokter Choi "
Ujar Donghae sambil meraih pipet yang lain kemudian menghisap cairan putih di permukaan usus pasien.
" Terus lakukan berulang kali hingga cairan itu tak bersisa dan mengering. kemudian bedah menggunakan pisau setelah itu ambil bekas kering cairan tadi lalu tutup dengan plester. "Instruksi Dokter Choi terhadap Dokter Lee
" Baik ! "
Ujar Dokter Lee yang saat ini melaksanakan instruksi Dokter Choi.
" Dokter Kim, periksa denyut pasien ! "
Ujar Dokter Choi terhadap Dokter Kim
" Baik "
Dokter Kim menempelkan kedua jarinya pada pergelangan tangan pasien.
" Stabil "
Ujar dokter Kim setelah memeriksa denyut nadi Pasien.
" Suster Im, ambilkan plesternya. Dan kau Dokter Lee gunakan plester ini untuk menutupi lubang pada permukaan usus pasien. "
Sambil memberi interuksi Dokter Choi tetap fokus pada pekerjaannya.
»Sedikit info :
Penyakit yang diderita pasien ini adalah penyakit radang usus yang terjadi di Usus halus. Terkadang pasien akan merasa mual dan kejang-kejang saat penyakit itu kambuh. Jalan satu-satunya ialah pembedahan dengan cara seperti Dokter Choi lakukan.
Sekian Info-nya.«
1 hours later
Didepan pintu Operasi, keluarga pasien sangat cemas menanti anak bungsunya yang sedang bertarung nyawa didalam ruang Operasi itu. Terlihat jelas dari raut wajah mereka bahwa mereka tidak tidur hingga pagi menjelang.
" Kumohon Tuhan ... Selamatkan anakku "
Ujar yeoja paruh baya itu sambil menangis sesenggukan didepan ruang Operasi. Sementara yeoja kecil yang berusia kurang lebih 8 tahun itu meringkuk disudut ruang operasi sambil membenamkan kepalanya dikedua lutut kecilnya.
Di bagian lorong Rumah Sakit nampaklah Dokter Kibum berjalan penuh kharismatik melewati ruang operasi, ia menghentikan langkahnya ketika melihat sosok yeoja kecil yang sedang menangis dipojokan.
Kibum yang merasa kasian menghampiri yeoja kecil tersebut.
Tap
Tap
Tap
Setelah berada tepat didepan yeoja kecil itu, Kibum kemudian berjongkok sambil mengelus surai panjang milik yeoja kecil dengan sayang.
" Anak manis ... Kau kenapa ? "
Tanya Kibum dengan nada halus, perlahan kepala yeoja kecil itu terangkat dan kedua bola mata hitam kelam yang kini sudah mengeluarkan air mata menatap manik emerald milik Kibum.
" Hiks ... Hiks ... Hiks ... "
Isak yeoja kecil itu tanpa menjawab pertanyaan Kibum.
Kibum tersenyum, ia merengkuh yeoja kecil itu kedalam pelukan hangatnya.
" Kakak ... Hiks ... Kakak ... " Ujar yeoja kecil itu disertai isakan disetiap ucapannya, Kibum mengelus punggung rapuh milik yeoja kecil tadi kemudian membisikan kata-kata yang mampu membuat yeoja itu terdiam.
" Percayalah ... Kakakmu akan selamat "
Yeoja kecil itu melepaskan pelukannya, dan menatap Kibum dengan mata bulatnya yang sembab.
" Benarkah, Dokter Cantik ? "
Kibum tertawa kecil saat yeoja itu memanggilnya dengan sebutan ' dokter Cantik '
" Ne anak manis, oleh karna itu kau tidak boleh menangis lagi arra. "
" Engg ! "
Yeoja itu menganggukan kepalanya dengan antusias kemudian tersenyum kearah Kibum.
Tanpa mereka sadari pintu ruang Operasi itu terbuka, menampilkan sosok Dokter Choi yang kini sedang melepaskan masker dimulutnya.
Yeoja paruh baya yang sedari tadi duduk dan terisak kini berdiri secepatnya kemudian menghampiri Dokter Choi dengan raut penasaran bercampur khawatir.
" Bagaimana Dokter ... Apa anak saya baik-baik saja ? "
Tanya yeoja paruh baya itu terhadap Dokter Choi.
Kibum kemudian berdiri, ia menggenggam tangan mungil yeoja kecil tadi lalu berjalan menghampiri Dokter Choi serta ibu dari anak yeoja kecil tersebut.
" Hah ... Syukurlah, Operasinya berjalan lancar. Dan kini anda tidak perlu khawatir karna anak anda akan dipindahkan di ruang ICU untuk pemulihan lebih lanjut "
Terang Dokter Choi membuat yeoja paruh baya itu menangis bahagia kemudian menghambur memeluk yeoja kecil yang Kibum gandeng tadi.
" Eomma ... Kakak "
Yeoja kecil itu melepas genggaman tangan Kibum, kemudian membalas pelukan ibunya tak kalah kuat dan menangis histeris.
Kibum rasanya terharu melihat adegan ibu dan anak dihadapannya, sedikit perasaan iri menghinggap di hatinya karena ia tak pernah merasakan hangatnya pelukan ibu saat kecil.
" Ah ... Kibum gwenchana ? "
Tanya Dokter Choi yang mampu membuyarkan lamunan Kibum.
" Eh ... Nan Gwenchanayo Siwon-ah, saya permisi dulu "
Saat Kibum hendak meninggalkan tempat itu, Siwon dengan cepat meraih tangan Kibum dan menggenggamnya dengan kuat.
" Bisakah kau menemaniku breakfast ? "
Tanya Siwon dengan hati-hati
Kibum menganggukan kepalanya dan tersenyum tipis, ia ingat sedari tadi ia belum makan sesuap nasi. Bahkan saat dipesawat yang ia makan hanyalah sepotong Roti selai Strawberry kesukaannya dan segelas susu itu saja.
" Baiklah "
Siwon tersenyum puas, ia menggenggam tangan Kibum serta menggiring tubuh Kibum untuk pergi ke Kantin Rumah Sakit.
Canteen
Seol Hospital | 09.10 AM KST
Kibum dan Siwon berjalan menghampiri sebuah meja yang kosong disamping Stand penjual makanan. Sesekali mereka tertawa saat candaan keluar dari bibir mereka masing-masing, mengundang beberapa yeoja yang sedang makan disana menatap mereka dengan pandangan iri.
Beberapa yeoja disana termasuk Suster di Rumah Sakit ini, mereka menatap Kibum dengan sorotan intimidasi.
" bukankah dia Dokter baru disini ? Bagaimana bisa Dokter Stoic itu bersama Dokter Choi ? "
Ujar salah satu Suster tersebut sambil terus menatap Kibum yang kini duduk membelakangi mereka.
" Namanya Dokter Kim Kibum, dia diterima disini karena IQnya yang tinggi dan lulusan dari Harvard University. Tapi menurutku dia biasa-biasa saja "
" Benarkah ? Awas saja jika dia tidak becus memeriksa pasien "
Sementara Suster-uster tersebut sedang menggosip, Kibum dan Siwon seolah tuli dengan omongan mereka hanya memakan-makanan yang mereka pesan sedari tadi.
" Kau sungguh beruntung Dokter Choi "
Ujar Kibum dengan nada datarnya, Siwon menghentikan kunyahannya ketika Kibum bersuara.
" Maksudmu ? "
Tanya Siwon sambil menatap Kibum, ia meraih tissue didepannya kemudian mengelap mulutnya.
" Opso "
Ujar Kibum singkat padat dan jelas yang mampu membuat kerutan alis di wajah Siwon.
Kibum meminum MilkShake-nya sedikit kemudian meraih Notebook di dadalam saku jasnya untuk melihat Schedule hari ini.
" Apa kau ada Shift hari ini ? "
" Kurasa Sore nanti tidak ada, mungkin setelah Shift-ku habis aku akan pulang untuk istirahat "
Ujar Kibum kemudian menutup Notebook itu dan memasukannya kembali kedalam saku jas.
" Perlu kuantar ? "
Tawar Siwon, dalam hatinya ia merutuki sikap nekatnya ini.
" Terimakasih, tadi aku membawa mobil. Jadi kau tak perlu mengantarku "
Ujar Kibum kemudian melanjutkan makannya yang tinggal sedikit.
Siwon sedikit kecewa, namun ia menutupinya dengan senyuman yang mampu membuat suster-suster disana terpesona.
" Baiklah "
Mereka melanjutkan makan pagi mereka dengan suasana hening dan canggung.
American
University of Harvard| Afternoon- 13.25 PM
Tok Tok Tok
" Get in "
( Masuk )
Cklekk
Perlahan pintu itu terbuka menampilkan sosok seorang yeoja yang diketahui sebagai salah satu Dosen di Universitas ini.
Brakk
Pintu itu tertutup, yeoja itu menghampiri meja Kepala Universitas tersebut kemudian membungkuK hormat.
" Excuesme Sir, Sorry if I'm disturbing "
( Permisi pak, maaf jika saya mengganggu )
Ujar yeoja tersebut setelah membungkuk hormat kearah Kepala Universitas tadi.
" Its Okey, What happened ? "
( Tak apa, ada apa ? )
" I would like to lodge a protest against sir "
( Saya ingin mengajukan protes terhadap bapak )
" Protest ? You Would to Lodge Protest with me ? "
( Protest ? kau ingin mengajukan protes terhadap saya ? )
" Yes. I'm sorry Sir, but Why did you choose Kibum to become a lecturer here Sir ? "
( Iya. Saya minta maaf pak, tetapi mengapa anda memilih Kibum untuk menjadi Dosen disini Pak ? "
" Kibum Kim. She is Smart then I Think she can do it "
( Kim Kibum. Dia pintar dan saya rasa dia bisa melakukannya "
Ujar kepala Universitas.
" Are you sure sir ? If she can't do what would you did ? "
( Apa anda yakin pak ? Jika dia tidak bisa melakukannya apa yang akan anda lakukan ? )
Yeoja itu mengepalkan tangannya, ia ingin sekali berteriak kearah Kepala Universitas ini. Tapi dia sadar bahwa dia hanyalah seorang guru yang bisa saja dipecat oleh Kepala Universitas.
" it just an Easy problem, so if you don't have anything lodge again please get out of here Ms Tiffani. I'm really Busy right Now "
( Itu hanya masalah yang gampang, jadi jika anda tidak ada keperluan apapun silahkan keluar dari sini Nona Tiffani. Sekarang saya sangat sibuk )
Ujar kepala Universitas dengan datar namun mampu membuat Tiffani ketakutan.
" I'm Sorry sir. Excuesme "
( Saya minta maaf pak. Permisi )
Dengan sedikit menghentakan kakinya Tiffani keluar dari ruangan tersebut.
Cklekk
Brakk
Bunyi debuman pintu itu menandakan bahwa pintu tlah tertutup beserta hilangnya yeoja tadi dari hadapan kepala Universitas.
Tiffani. Yeoja yang baru saja diusir dari Ruangan Kepala Sekolah tadi hanya mampu mengumpat dalam hati dan mengepalkan tangannya erat-erat.
" Kibum Kim, let's Start How far your Ability "
( Kim Kibum, kita mulai seberapa jauh kemampuanmu )
Tiffani menyunggingkan smirknya dan terus berjalan dari lorong kampus menuju Ruang Guru.
#Evening
Seol Hospital | 16.00 PM KST
Seorang dokter muda dengan balutan kemeja biru yang simple serta jas dokter berwarna putih sedang berjalan menuju lorong rumah sakit.
Choi Siwon, nama dokter muda yang kini sedang tersenyum kearah beberapa pasien di Rumah Sakit itu. Kharisma serta pheromon yang ia pancarkan membuat beberapa pasien yeoja disana terkesima oleh wajah tampannya.
Tiba-Tiba ia mendengar suara ribut dari Ruangan Pasien yang tak jauh dari ia berpijak.
" Maaf Ahjussi ... Anak anda belum sembuh total, di dalam organ tubuhnya terkena infeksi yang kini sudah menjalar. Ahjussi belum bisa membawa pulang anak anda dulu, karena masih dalam tahap penyembuhan "
" Saya tidak mau tau, saya tetap ingin membawa anak saya keluar dari Rumah Sakit ini. "
Ujar Ahjussi tersebut dengan nada tinggi.
Siwon yang melihat argumen diantara mereka langsung menghampiri kedua orang tersebut.
" Permisi, ada apa ini ? "
" Maaf Dokter Choi, Ahjussi ini meminta pulang paksa pasien yang masih dalam keadaan perawatan "
Jelas Perawat tersebut kearah Dokter Choi.
" Kau boleh pergi "
Ujar Dokter Choi secara halus kearah Perawat tadi yang langsung dituruti.
" Maaf Ahjussi, saya sebagai dokter disini bertanggung jawab atas keselamatan pasien. Jika anda meminta surat pulang paksa terhadap saya dan anda menyetujuinya pihak Rumah Sakit tidak akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi terhadap anak anda. "
Tegas Siwon dengan datar namun mampu membuat Ahjussi tersebut sedikit melunakan emosinya.
" Jika saya membawanya ke UGD sini apa masih boleh Dok ? "
" Tidak boleh Ahjussi, karena anda sudah menandatangani surat paksa tadi " jelas Siwon mencoba sabar terhadap salah satu Anggota keluarga pasien.
" Permisi Dokter Choi, ini Data pasien beserta hasil laboratoriumnya "
Ujar seorang Suster sambil menyerahkan Map bewarna kuning itu kearah Siwon.
" Terimakasih Suster Lyn "
Langsung saja Siwon membuka map tersebut dan membacanya, sementara Ahjussi yang sedari tadi menggerutu tak jelas kini memperhatikan lembaran kertas yang dipegang oleh Siwon.
" aaa ... Ahjussi, saya mohon maaf. Tapi berdasarkan Hasil Laboratorium ini, anak anda mengalami infeksi parah pada bagian organ tubuhnya. Jika tidak diobati maka akan menyebabkan Tetanus." Ujar Siwon setelah membaca semua hasil Lab tersebut .
" Tapi- "
" Saya akan berusaha se-maksimal mungkin, anda harus percaya kepada saya. Sebagai Ayah yang baik, dia rela melakukan apapun demi keselamatan anaknya "
Ahjussi tersebut kemudian menundukan kepalanya, ia menggenggam kedua tangan Siwon sambil menumpahkan cairan bening yang kini membasahi pipinya.
" Kumohon Dokter ... Selamatkan anak saya "
Siwon tersenyum, ia menganggukan kepalanya mantap.
" Pasti "
sebagai Dokter dia harus berjuang untuk menyelamatkan semua orang. Itulah tekadnya.
.
.
.
Sorang yeoja dengan balutan jas dokter melangkahkan kakinya menuju Lift, alat stetoskop melingkar dibagian lehernya. Senyum Charming yang mampu membuat semua namja di area ia lewati mampu membuat mereka semua terpukau akan kecantikannya.
" Dokter Kim ! "
Teriak seorang Perawat namja sambil berlari kearah yeoja yang dipanggil Dokter Kim tadi.
Yeoja itu a.k.a Dokter Kim Kibum langsung menghentikan langkahnya kemudian berbalik keasal suara.
" Nde Perawat Park ? "
Tanya Kibum kearah Perawat Park tadi.
" Pasien kamar 1145 pengidap Atrofi mengalami kejang, sedangkan Dokter Choi masih sibuk mengurus Pasien yang terkena infeksi. Kumohon tolong bantu pasien ini, saya percaya anda bisa "
" Dimana Dokter Lee ? "
Ujar Kibum langsung melesat kearah kamar pasien yang ada dlantai 5menggunakan Lift.
" dia tidak ada Shift hari ini "
" Baiklah, karena ini pengalaman pertama saya, jadi tolong jelaskan penyakit pasien yang diderita "
" Pasien menderita penyakit atrofi, merupakan simtoma penyusutan jaringan atau organ. Atrofi berkemungkinan berlaku akibat tindak balas adaptasi terhadap tekanan sehingga isi padu sel mengerut dan seterusnya keperluan tenaga diturunkan ke tahap yang minimum. "
Mereka memasuki Lift kemudian dengan cepat Kibum menekan tombol angka lima.
" Lalu, apa kau sudah memeriksa dosis Suntikan yang kau berikan pada infus pasien ? "
Tanya Kibum sambil merogoh semprotan kecil yang berisi alkohol 75% didalam sakunya.
Creshh
Creshh
Kibum menyemprotkan alat itu kearah kedua telapak tangannya. " Saya belum memeriksanya karna tadi ada sedikit masalah di Laboratorium "
Ting
Pintu Lift itu terbuka, Kibum dan Perawat Park langsung keluar dari Lift dan melangkah menuju lorong rumah sakit.
Sementara itu di Ruang Kamar Rawat Pasien 1145
" Suster Im ... Apa kau sudah memberitahu Dokter Choi ? " Tanya Suster Hwang kearah Suster Im yang kini sedang menensi pasien.
" Belum, tapi aku sudah menyuruh Perawat Park agar memanggilnya kesini "
Mereka berdua sibuk menangani pasien yang kini sedang kejang dan demam tinggi.
Cklekk
Pintu Kamar terbuka, menampilkan Kibum dan Perawat Park yang sudah memakai masker, sarung tangan, dan tutup rambut karena Ruang rawat ini sudah steril oleh kuman.
" Perawat Park, mana Dokter Choi ? "
Tanya suster Im sambil menatap Kibum dengan sengit begitu juga dengan Suster Hwang.
" Dokter Choi sedang sibuk, hanya ada Dokter Kim. "
Jelas Perawat Park dengan datar sambil menyiapkan cairan suntikan.
Suster Hwang menghampiri Perawat Park, sedangkan Suster Im menatap Kibum yang kini sedang memeriksa infus.
" Kau gila ! Dia Dokter baru disini. Dan dia belum berpengalaman tentang ini, jika keadaan pasien semakin memburuk reputasi Rumah Sakit kita akan hancur ! "
Bisik Suster Hwang kearah telinga Perawat Park.
" biarpun dokter Kim belum berpelangaman, tapi saya yakin bahwa dia bisa melakukannya "
Terang Perawat Park sambil menjentikan jarinya di tabung suntik tadi. Setelah itu ia memberikan suntikan tersebut kearah Kibum.
" Suster Im, bisakah anda membantu saya untuk menggenggam lengan pasien ? "
Tanya Kibum yang kini sudah ancang-ancang untuk menyuntikan cairan tersebut kearah urat nadi pasien.
Dengan sedikit tidak rela Suster Im menuruti perintah Kibum dan mulai menggenggam lengan pasien dengan erat agar urat nadi tersebut terlihat jelas dimata Kibum.
Secara perlahan jarum suntik itu menembus kulit pasien kemudian Kibum mulai mendorong cairan suntikan tadi agar masuk kedalam urat nadi. Mereka melakukan cara tersebut pada bagian kedua tangan pasien dan kedua kaki pasien secara bergantian.
" Gomawo Suster Im "
Ujar Kibum dengan tulus.
" Pasien ini terkena kejang karena faktor penurunan keperluan sesuatu fungsi, kekurangan bekalan oksigen atau nutrisi dan inflamasi kronik. Jadi jika dosis Nutirisi suntikan stabil maka pasien tidak akan mengalami kejang seperti tadi. Kalian harus berhati-hati saat mengganti infus dan menyuntikan cairan infus kedalam tubuh pasien " jelas Kibum sambil melepas kedua sarung tangannya dan membuangnya ketempat sampah.
Suster Im dan Suster Hwang membuang mukanya kesamping sedangkan Perawat Park tersenyum kearah Dokter Kim.
" Ne dokter Kim, Gomawo "
Kibum mencuci tangannya di wastafel dekat toilet kamar pasien, setelah itu menatap Perawat Park sambil tersenyum.
" Cheonma, tanpa kalian saya tidak akan senekat ini. "
Kibum memeriksa jam tangan yang melingkar dipergelangan tangan kanannya " ah .. Mianhae sepertinya saya harus kembali " ujar Kibum yang langsung pergi melesat keluar Ruangan tersebut.
" Ah ... Dokter Kim sungguh cantik dan baik, kapan ... Aku bisa jadi namjachingunya ? "
Angan Perawat Park sambil menengadahkan kepalanya keatas dan tersenyum geli.
Plakk
" Auww ! "
" In your Dream ! Perawat Park ! "
Ujar suster Im dan suster Hwang sambil memukul kepala Perawat Park
#Skip
Night | Myeondong Street | 20.35 PM KST
Kawasan Myendong
Kawasan yang terkenal dengan lampu-lampu malam kota. Ditambah dengan Stand Makanan yang berada disetiap sudut pinggir jalanan menambahkan kesan simple di Daerah ini.
Para pejalan kaki meramaikan jalanan paving, salah satu pejalan kaki itu adalah Kim Kibum. Yeoja yang sedang berjalan ditengah-tengah keramaian lalu lalang sambil sesekali melirik kearah Stand-Stand yang berada dipinggir kanan-kirinya.
Hawa dingin berdesir ditubuhnya, membuat Kibum merapatkan Coat Putih dengan bulu halus dibagian keranya agar terasa hangat.
Ketika melewati sebuah Stand makanan khusus Seafood, Kibum merasa tertarik untuk mencoba salah satu makanan disana.
Dengan sedikit menerobos para pejalan, Kibum berjalan kearah Stand kecil tersebut.
" Annyeong, ingin pesan apa Noona "
Tanya salah satu penjual Seafood tersebut kearah Kibum, sementara Kibum ia sedang asyik memilih-milih tusukan-tusukan Kaki gurita yang ada dibagian kotak Steinless.
" Ahjussi, saya ambil ini satu ne. Dan ... Ah ... ! Ocha hangatnya satu juga "
Ujar Kibum kemudian mengambil Tusukan Kaki gurita tersebut.
" Ini Noona, semuanya 3 Won. "
Ujar pedagang tersebut sambil menyerahkan kantong kertas berwarna Coklat kearah Kibum.
Kibum merogoh sakunya dan mengambil 3 lembar uang didalam dompetnya " Gomawo Ahjussi " ujar Kibum sambil menyerahkan uang tersebut dan mengambil pesanannya. " Cheonmaneyo Noona sampai jumpa kembali "
Kibum tersenyum sekilas kemudian mulai melangkahkan kakinya kembali untuk menuju Apartemen.
Kibum sengaja meninggalkan Mobil di Parkiran Apartemennya setelah sepulang kerja tadi. Ia hanya merasa bosan saja dirumah sendirian, dibanding menonton TV atau segala macam, Kibum lebih memilih untuk berjalan-jalan di kawasan dekat Komplek Apartemennya.
Kembali ke Kibum. Ia tetap melangkahkan kakinya yang berbalut sepatu boot berwarna abu-abu dijalanan.
Tanpa ia sadari sebuah Mobil berhenti tepat disamping kanan trotoar, sosok namja tampan berperawakan tinggi keluar dari Mobil. Ia menatap punggung Kibum yang hanya beberapa meter darinya.
" Kibum-ah ! "
Kibum menghentikan langkahnya, ia menatap kebelakang dan mendapati seorang namja yang ia kenal sedang berjalan kearahnya.
" Kyhuhyun ? "
.
.
.
TBC
hello guys ...
mianhae atas keterlambatan saya meng-update nih FF GaJe milik saya.
saya sedang sibuk dengan tugas serta ulangan harian terus menerus, membuat saya sedikit blank dan sakit. saya juga sedih, sebntar lagi kakak senior saya akan pergi meninggalkan sekolahanku yahh ... gak ada yang bakal nraktir gorengan lagi deh di kantin.#plakk
well guys, jika kalian ingin Chat dengan saya bisa add
ID LINE : jenny1069
disitu kalian bisa tanya / menagih FF ini dan yang lain untuk dilanjutkan.
last, thanks buat yang udah baca dan ...
give me your review please
