Tittle : Nerd President Princess
Cast : Lee Sungmin ( yeoja )
Cho Kyuhyun ( namja )

Warning : Typo(s) | GaJe | Abal | GS

Disclamier : FF ini milik saya | Super Junior milik dan Orang tuanya | di Mohon untuk tidak mengCoPas FF saya

Presented : Jenny Andrea Damayanti

.

oOo

.

Nerd President Princess

:: Flashback ::

Tok, Tok, Tok

Ketukan pintu itu terdengar saat seorang namja menggunakan balutan jas berwarna hitam mengetuk pelan pintu tersebut

" Masuklah "

Setelah mendapat persetujuan dari seorang namja paruh baya yang berada dibalik pintu, namja itu memutar knop pintu tersebut dan masuk kedalam ruangan itu.

" Mianhe Tuan Jung Soo, saya mengganggu anda. ini berkas-berkas yang anda minta "

Namja itu meletakan beberapa berkas-berkas yang tertata rapi diatas meja, sedangkan namja paruh baya a.k.a Jung Soo sedang berdiri di depan jendela Kantor miliknya.

beberapa detik kemudian Jung Soo membalikan badan dan menghadap kearah namja tadi.

" Gomawo Pengawal Lee Donghae, kau memang yang terbaik "

Ujar Jung Soo terhadap Pengawal yang bernama lengkap Lee Donghae.

Donghae mengulas senyumnya, kemudian pamit undur diri dari hadapan Jung Soo

" Baiklah Tuan Jung Soo, saya permisi "

Cklekk

Blamm

Setelah mendengar debuman pintu yang cukup keras, Jung Soo berjalan menuju meja kantor miliknya.

Srett

Jung Soo mulai membaca lembar berkas tersebut dengan teliti.

- Arsip 2004-
Diplomat Amerika serikat menandatangani perjanjian Proyek Upacara Bakti Sosial antar Negara Korea dan Amerika Serikat

-Arsip 2005-
Rapat Umum Pemerintah Kota menghasilkan keputusan Dana Sosial yang akan dibagikan kepada Masyarakat

- Arsip 2007-
Dana Sosial mengalami penurunan akibat Sektor uang yang ditransfer mengalami kesalahan

Jung Soo memicingkan matanya saat membaca berkas pada lembar ke 12. ia merasakan ada keganjalan yang terjadi pada bacaan tersebut.

Jung Soo mengira berkas itu ada keterkaitannya dengan berkas bulan lalu yang diberikan oleh Tan Hankyung wakil kepala menteri.

ia membuka lacinya dan menemukan Map merah yang didalamnya terdapat Arsip penurunan Sektor keuangan.

Seketika tubuhnya lemas saat membaca dua berkas tersebut, ia berfikir bahwa Arsip yang diberikan oleh Tan Hankyung adalah Berkas yang sudah di imitasi. Alias berkas palsu.

Pip

" Sekertaris Jang, Suruh Lee Donghae agar menyelidiki Wakil Kepala Menteri. "

Pip

Seusai ia berbicara di telephone, Jung Soo mengacak rambutnya frustasi.

Didalam pikirannya, Jung Soo mengira bahwa Wakil Kepala Menteri Tan Hankyung terlibat Kasus Korupsi Dana Sosial

' Tan Hankyung~ kenapa kau melakukan semua ini ? '
.

.

.
Seorang namja yang menggunakan kaca mata hitam beserta topi senada sedang duduk didalam Kafe sambil menyesap kopi latte miliknya.

Pandangannya lurus kearah 2 orang namja paruh baya yang sedang mengobrol dengan serius.

Namja itu bernama Lee Donghae, sedang mengawasi kedua namja paruh baya itu yang menurutnya mencurigakan.

Namja paruh baya yang mengenakan setelan jas berwarna biru maroon bernama lengkap Tan Hankyung, menjabat sebagai Wakil Kepala Menteri terlihat meletakan Amplop berwarna coklat diatas meja.

Sedangkan namja paruh baya yang duduk didepan Tan Hankyung menerima Amplop tersebut dan menyembunyikannya kedalam saku Jas berwarna Hijau tua miliknya.

" Usahakan semuanya berjalan lancar. Ingat ! Jangan sampai keberadaanmu terlacak oleh mereka. "

Ujar Hankyung terhadap namja yang duduk diepannya.

Namja paruh baya itu bernama Shin Dong Hae Kepala Teroris yang dicurigai oleh Lee Donghae menganggukan kepalanya singkat.

" Nde Siap Boss, anda tidak perlu khawatir "

Donghae menajamkan pandangannya saat kedua namja itu berjabat tangan. Kemudian selang beberapa detik kedua namja itu meninggalkan Kafe.

Donghae menyentuh Earphonenya yang sengaja ia tempel di lubang telinga kanan milik Donghae.

" Pengawal Park, segera ikuti Mobil Tan Hankyung dan awasi gerak-geriknya setelah itu beritahu saya jika ada hal yang mencurigakan "

Donghae meninggalkan Kafe itu dan segera menuju parkiran mobilnya untuk menemui seseorang.

.

.

.

Kantor Pemerintahan Pusat menjadi lokasi acara Donghae untuk bertemu dengan seseorang, ia menenteng amplop berisi Arsip penting untuk disampaikan terhadap seseorang.

Satu tujuannya adalah Ruang Perdana Menteri

Tok Tok Tok

Donghae mengetuk pintu itu, selang beberapa menit ia memasuki ruangan tersebut dan menemukan namja ikal berperawakan tinggi sedang membaca buku sambil bersandar didepan meja kantor miliknya.

" Anyyeonghasseyo "

Sapa Donghae kearah namja tersebut, namja itu mengalihkan pandangan yang tadinya tertuju pada buku kini menatap Donghae intens.

" Waeyo ? "

Tanya Namja itu sambil meletakan bukunya diatas meja tanpa mengubah posisi ia melipat tangannya didepan dada.

" Kyuhyun-ssi, ini Laporan hasil penyelidikan atas Kasus Tan Hankyung beberapa bulan lalu. Mianhe terlambat memberikannya "

Donghae membungkuk sekilas setelah memberikan amplop tersebut keaarah namja yang bernama Kyuhyun.

" Jadi, ini yang Hankyung inginkan... Donghae-ssi Lakukan Plan B disaat hari pemberkatan Upacara Sosial "

Ujar Kyuhyun setelah membaca semua Arsip tersebut, Kyuhyun menyimpan Arsip itu kedalam Box Nakas miliknya.

" Kyuhyun-ssi, apa rencanamu ini akan berhasil ? "

Tanya Donghae memastikan, sedangkan Kyuhyun menghela nafasnya sejenak kemudian menganggukan kepalanya.

" Baiklah kalau begitu, saya pergi dulu "

Donghae mengundurkan diri dari hadapan Kyuhyun dan menghilang ke ambang pintu.

.

.

.

Ceremony Meeting Social

Puluhan wartawan serta puluhan warga negara Korea berkumpul dihari Upacara pemberkatan, tatkala mereka semua mengerubungi Jalanan kota menjadi padat.

Mobil mewah berplat Pemerintah terlihat memasuki kawasan kota, dengan riuh warga negara melambaikan tangannya kearaj President mereka.

Dengan senyuman khas miliknya sang President membuka jendela mobil kemudian melambaikan tangannya kearah warga negara.

" Tuan, apa anda yakin ingin memberitahu semua publik tentang Penghianatan mereka ? "

Tanya Kim Jong Won yang menyandang sebagai Wakil President terhadap Jung Soo

" Nde, dengan begitu Dunia Politik tidak akan ternodai oleh mereka "

" Namun, apa anda yakin dengan keputusan anda ? "

Jung Soo tersenyum kearah Jung Won tanpa menjawab pertanyaan Jung Won.

Mobil itu berhenti didepan karpet merah yang lebar, disamping kanan dan kiri terdapat pembatas beserta pengawal agar Masyarakat tidak menyerombol masuk.

Jung Won menuruni mobil itu setelah Sopir membukakan pintunya kemudian disusul Jong Won dibelakang. Mereka berdua tersenyum sambil berjalan dengan karismatik membuat masyarakat memberi nilai positive terhadap penampilannya.

Setelah berjalan diatas karpet merah Tibalah Jung Soo diatas podium sebagai tempatnya ia berdiri untuk menyampaikan Pidato terhadap masyarakat.

Sedangkan Jung Won ia menduduki kursi dibelakang podium beserta pengawal yang berdiri disamping kanan dan kiri bahunya.

Kyuhyun namja itu mengawasi Jung Soo dari kursi tempatnya ia duduk sebagai Perdana Menteri, sedangkan Donghae berdiri didepan beranda untuk mengawasi.

Seorang yeoja berperawakan manis mengenakan Dress Pink selutut duduk didalam mobil dengan pandangan kesal, ia mengerucutkan bibirnya imut sambil melipat kedua tangannya kearah dada.

Sedari tadi ia terus menggerutu tak jelas, tak kala membuat sopir yang sedang duduk didepannya sedikit panas.

" Ishh ! Pak Kim, kenapa aku tidak boleh keluar mobil ? Kenapa Appa tidak ingin memberitahukan anaknya didepan Publik ? "

Tanya yeoja itu dengan sekali nafas membuat Sopir Kim sedikit bingung

" Mianhe Nona Sungmin, Tuan Jung Soo melarang saya untuk keluar mobil, alasannya karena Tuan tidak ingin status anda terbongkar Nona "

Ujar Sopir Kim membuat Sungmin memutar kedua bola matanya sebal, selalu seperti ini alasannya. Sejak ia pulang dari Prancis untuk Study disana ia tidak diperbolehkan Jung Soo mengetahui status Sungmin yang menyandang sebagai gelar Putri President.

Sungmin menghela nafasnya sejenak, ia memutar-mutar ponselnya dengan bosan lalu kembali mendesah pelan

" Hahh~ Pak Kim kenapa aku tidak boleh bertemu dengan calon suamiku ? "

Tanya Sungmin lagi, sepertinya Sopir Kim harus bersabar menghadapi seorang Lee Sungmin

" Untuk masalah itu saya tidak tau Nona Sungmin, biar Tuan Jung Soo yang akan menjelaskannya "

Sungmin berdecak singkat ia mengarahkan pandangannya kearah Bangunan yang mungkin bisa disebut Tower, ia memicingkan kepalanya saat mendapati sesuatu aneh disalah satu jendela Tower yang terbuka lebar.

' Kenapa firasatku tidak enak ? '
.

.

.
Jung Soo berinteraksi terhadap masyarakat lewat pidato tentang hari Sosial, ia tak peduli matahari yang semakin menyengat menerpa kulitnya. Ia hanya ingin berpatisipasi lewat pidatonya kali ini.

Hingga disaat ia akan membongkar Penghianatan Hankyung terhadap partai politik, sebuah peluru menembus tepat kedalam jantung membuat pekikan keras di tempat kejadian melihat Jung Soo president mereka terkapar diatas karpet merah.

" Kyaaaaaa ! "

Teriakan membahana, semua pengawal termasuk anggota pemerintah lainnya mengerubungi Jung Soo, terkecuali Kyuhyun. Namja itu memegang Earphone yang menempel di lubang telinganya, sambil mengucapkan kata yang kurang jelas akibat teriakan-teriakan masyarakat.

Donghae berlari memasuki Tempat Upacra itu berlangsung, matanya tertuju pada sosok tak berdaya yang diangkut oleh petugas Ambulance.

Polisi beserta tentara mengamankan tempat itu, Donghae menatap sekitar Gedung dan mendapati seseorang yang menggenggam senapan turun meloncati Gedung.

:: Flashback END ::

Cuaca di siang itu terasa panas, Matahari bersinar terik membuat Lee Sungmin yang tadinya tertidur kini mulai mengerjapkan matanya.

Ia mencoba untuk membiasakan diri dari bias matahari yang menerobos kedalam matanya.

Setelah itu Sungmin melihat Jam yang melekat indah ditangan mungilnya.

12.45 PM

" MWO ?! "

Sungmin membulatkan matanya, ia tertidur selama 3 Jam setengah dan melewatkan Pelajaran Sekolah.

" Aish ! Pabboya Lee Sungmin ! Bagaimana bisa kau ketiduran ?! Aish ! "

Celoteh Sungmin dengan bibir yang mengerucut imut, setelah itu ia bangkit dari rerumputan kemudian membersihkan balakang roknya yang terkena tanah rerumputan.

Setelah dirasa roknya sudah bersih, Sungmin melangkahkan kakinya meninggalkan tempat tersebut.

.

.

.

Donghae menelusuri Jalanan Kota dengan raut muka yang panik, sedari tadi ia mencari keberadaan Lee Sungmin namun hasilnya NIHIL.

Donghae tidak menemukan batang hidung Sungmin yang melintas dijalanan tersebut, ia mengutus pengawal lainnya agar mencari keberadaan Sungmin.

Namun hasilnya tetap sama

NIHIL

Ia mengecek ponselnya dan menemukan panggilan tidak terjawab sebanyak 30x dari Kyuhyun

Dan tepat saat HPnya berdering Donghae langsung mengangkatnya

" Yeoboseyo "

Ujar Donghae dengan seseorang yang berada diseberang. Donghae melengos kecewa saat Panggilan masuk tersebut bukanlah Kyuhyun namun Kepala Byeol yang menemukan hasil prediksi penembak Jung Soo.

Donghae memutuskan panggilannya dan mengetikan suatu pesan untuk Kyuhyun.

To : Cho Kyuhyun
Subject : Plan B2
Kepala Byeol menemukan Target yang kita cari, dan ternyata ia adalah Guru Olahraga kita disekolah. Cepatlah pulang kita harus bicara dan menyusun rencana.

Donghae memasukan ponselnya kedalam celana, ia mulai berjalan meninggalkan tempat itu dan pergi kesuatu tempat.

.

.

.

Kyuhyun memandang resah jam tangan yang melingkar ditangannya, sedari tadi ia terus mengumpat karena Ban mobilnya tiba-tiba pecah setelah mengantarkan Seohyun pulang.

Ia merutuki Bis yang sedari tadi tidak datang-datang, dengan pandangan kesal Kyuhyun menghempaskan tubuhnya di atas Kursi halte. Kemudian mengotak-atik ponselnya.

Ia merasakan firasat tidak enak saat memikirkan Sungmin.

" Apa Sungmin baik-baik saja ya ? "

tak lama kemudian Handphonennya bergetar membuat lamunannya buyar seketika, ia membuka pesan masuk dan selang beberapa menit ia berlalri meninggalkan halte untuk mencari taksi.

.

.

.

Klontang

Sungmin menendang kaleng bekas Soda dengan kakinya, sedari tadi ia terus berjalan namun tidak sampai-sampai menuju rumah.

Sungmin merutuki kebodohannya karena tak membawa uang beserta ponsel, dan lebih parah lagi daerah yang Sungmin lewati sangat sepi hanya ada sorotan lampu pinggir jalan yang menemani Sungmin.

" Aishh ! Kenapa disini sepi sekali ? "

Ujar Sungmin, memandang sekitar jalanan.

Kletakk

Sungmin terkejut mendengar suara nyaring tersebut, ia menatap kebelakang namun dirinya tidak menemukan siapa-siapa disana.

Sungmin merasakan bulu kuduknya merinding, tanpa basa-basi Sungmin langsung melangkahkan kakinya dengan cepat seiring ia mendengarkan suara-suara aneh dari belakang.

Sungmin semakin mempercepat langkahnya dan memasuki gang-gang kecil nan sempit. Namun sialnya dihadapan Sungmin sudah dibuntu oleh seorang namja berbaju serba hitam.

" Target ditemukan, segera lakukan pengepungan "

Ujar namja itu dengan Earphonenya. Sungmin semakin mundur beberapa langkah saat namja itu mencoba mendekatinya.

Namun,

Brukk

' Kyuhyun-ah~ Donghae-ah~ Appa~ Tolong aku '

.

.

.

TBC

Annyeong ^^

Mianhe lama update, yang penting saya kembali dengan membawa chapter ke 4.

Ohh ya, buat kemaren Typo itu ada lohh readers, tapi sayangnya yang nyadar cuman beberapa orang saja. Okey saya perjelaskan. Kemaren saya salah ketik tentang marga Lee Sungmin sama Park Jung Soo

Dan di FF ini saya mengganti marga Park menjadi Lee.

Mohon maaf atas keteledoran Author

Last

Give me review pleaseee...

kyunny . wordpress . com