Tittle : Nerd President Princess
Cast : Lee Sungmin ( yeoja 16 yo | 21 yo )
Cho Kyuhyun ( namja 16 yo | 22 yo )
Lee Donghae ( namja 16 yo | 23 yo )
Tan Hankyung ( namja 39 yo )
Choi Siwon ( namja 16 yo | 23 yo )
Other Cast : Seohyun ( yeoja 16 yo )
Tiffani ( yeoja 16 yo )
Sunny ( yeoja 16 yo )
Sully ( yeoja 21 yo )
Warning : Typo(s) | GaJe| Abal | GS | DLDR
Presented : Jenny Andrea Damayanti
Nerd President Princess
.
.
.
' Kyuhyun-ah~ Donghae-ah~ Appa~ Tolong aku '
Ujar Sungmin sebelum terkulai lemas dan jatuh pingsan.
Srett
Tubuh Sungmin di gendong ala Bridal Style oleh seorang namja tegap, sedangkan Pengawal tadi yang mengepung Sungmin kini hanya terdiam melihat namja itu menggendong Sungmin dan memasukannya kedalam mobil.
Setelah namja itu memasukan tubuh Sungmin didalam Mobil Hyundai miliknya, ia menatap pengawal tadi dan tersenyum menampilkan seringaiannya
" Target ini, biar aku saja yang membawanya. Kalian semua cepat kembali ke Markas sebelum ada orang yang melihat kita "
" Nde Siap ! "
Setelah kepergian pengawal tadi, namja itu langsung masuk kedalam Mobil dan melajukannya dalam kecepatan sedang.
.
.
.
Tap
Tap
Tap
" Annyeong sajangnim, anda ditunggu oleh Mr Akhson. Silahkan melewati ruangan ini "
Ujar salah satu Bodyguard itu terhadap Cho Kyuhyun yang kini telah sampai di depan Ruang Rapat.
Dengan datar Kyuhyun memasuki ruangan tersebut, pandangan yang ia temukan ialah seorang namja berjas hitam sedang duduk di sebuah kursi dengan menopangkan dagunya.
Tanpa banyak kata bodyguard yang berada dibelakang Kyuhyun kini telah menghilang setelah Kyuhyun memberi isyarat untuk keluar dari ruangan tersebut.
Namja berjas hitam tadi berdiri dari duduknya sambil membungkukan badannya sekilas kearah Kyuhyun.
" Annyeong, silahkan duduk Tuan Cho "
" Tak usah seformal itu terhadapku Mr Akhson "
Butler Akhson menganggukan kepalanya terhadap Kyuhyun.
" Nde Mr. Kyuhyun "
Kyuhyun duduk di sebuah kursi yang telah disediakan, kemudian ia mengecek I-Phone miliknya sejenak sebelum berdehem menetralkan suasana.
" Aku rasa sebentar lagi Pengawal Lee akan datang dan membawa semua berkas-berkasnya. "
Ujar Kyuhyun yang ditimpali dengan Butler akhson dengan anggukan kepala.
Tok Tok Tok
Ceklekk
Tak lama kemudian pintu itu terbuka menampilkan sosok Donghae yang menenteng Tas berwarna hitam.
Brakk
Donghae menutup pintu itu sebelum menghadap kearah Kyuhyun dan Butler Akhson untuk membungkuk hormat.
" Mianhe saya terlambat "
Ujar Donghae kemudian langsung mengambil duduk yang berada disamping Kyuhyun.
" Baiklah saya rasa kita mulai Rapat kita untuk menyusun rencana "
Ujar Kyuhyun dengan tegas.
Mereka bertiga mulai berdiskusi untuk menyusun sebuah rencana dan bukti-bukti untuk menjebloskan kelompok Teroris itu ke Penjara.
" Kasus ini seharusnya ditangani oleh Polisi-polisi namun karena kasus ini tidak ada bukti yang menguatkan oleh karena itu kita harus mencari bukti tersebut. "
Ujar Donghae sambil menjelaskan dengan membaca lembaran kertas yang ia bawa tadi.
" Baiklah, kita sendiri yang akan mencari buktinya. Ahh ! Apa kau sudah menemukan siapa penembak jitu itu ? "
Tanya Kyuhyun dengan raut serius.
" Ne, dari semua hasil penyelidikan kami mencurigai salah satu Guru Olah raga di Sekolahan itu. Dan hasil analisanya, peluru yang tertembak menembus jantung Tuan Park ialah sama dengan peluru yang kami temukan di sebuah laci kerja milik Guru Olah raga tersebut. "
" Donghae-ssi, apa kau yakin bahwa peluru itu ialah milik Guru Olah ragamu itu ? "
Kali ini ganti Mr Akhson yang bertanya.
" Ne, saya 100% yakin. Dan ini buktinya. "
Donghae mengeluarkan sekantung plastik yang didalamnya terdapat sebuah peluru beserta selembar Photo.
Ia menunjukannya terhadap Kyuhyun dan Mr Akhson
" Anda bisa lihat sendiri, jenis peluru A10-3 sama persis dengan gambar di Photo ini. Kecepatan peluru ini jika ditembakkan pada jarak 10000 km akan menembus di suatu titik dengan waktu 60 detik. Dan aku yakin peluru ini ialah bukti kita untuk membuat Guru itu mengakui semuanya "
Kyuhyun menganggukan kepalanya paham dengan penjelasan Donghae.
" Kalau begitu ... Apa rencana kita selanjutnya "
Kyuhyun tersenyum menampilkan Smirk andalannya dengan percaya diri mereka mulai menyusun sebuah strategi
.
.
.
Di sebuah ruangan yang berwarna putih dan hanya terdapat sebuah jendela sebagai fertilasi udara, terlihat seorang yeoja sedang duduk di sebuah kursi kayu.
Tangannya terikat, dan kakinya juga terikat. Ia pingsan tak sadarkan diri semenjak 30 menit yang lalu.
Dalam kegelapan malam yang sunyi yeoja itu terkurung di sebuah bangunan tua. Gedung Serbaguna.
decitan pintu itu menandakan bahwa ada seseorang yang masuk, ia membiarkan pintu itu terbuka dan dengan langkah pelan orang itu menghampiri sang yeoja yang sedang terikat tak sadarkan diri.
Setelah ia tiba didepan tubuh sang yeoja, orang itu mengarahkan tangan kanannya untuk membimbing dagu sang yeoja
Srett
Deg
Deg
Deg
' Sempurna '
Kata itu tiba-tiba muncul dalam pikirannya, ia menatap sang yeoja dengan intens bak tersihir dalam pesona wajah yang begitu bersinar dalam rembulan.
Wajah itu terlihat begitu indah dari Photo yang ia dapat, matanya yang terpejam menampilkan bulu mata panjang dan lentik. Hidungnya yang mancung, kulitnya yang mulus seperti porselin. Serta bibirnya yang berbentuk M berwarna merah merekah.
Orang itu tersenyum menampilkan lesung pipi nya, dengan lembut orang itu mengelus pipi sang yeoja.
Halus
Ia mengelus pipi putih bersih itu dan merasakan kehalusan seperti kain sutra. dan ia merasa bahwa ia telah jatuh kedalam pesona sang yeoja
" Kau sangat cantik Lee Sungmin "
.
.
.
Mansion itu terlihat sangat kacau, beberapa kali semua pelayan mondar-mandir tidak jelas begitu pula dengan semua Bodyguard yang kini telah panik seperti kehilangan sesuatu.
Mereka semua sangat khawatir, seharian penuh ini mereka tidak menemukan batang hidung Putri President. Salah satu diantara mereka mencoba menghubungi sekolahan, namun sayang hasilnya tetap sama. Mereka tak mendapatkan informasi sama sekali
" Bagaimana Agen Sulli, apa kau sudah menemukan Nona Lee ? " Tanya salah satu Bodyguard yang diketahui bernama Junsu.
" Masih dalam tahap pencarian lokasi, kami menemukan keberadaan Nona Lee melalui GPS yang kami pasang pada anting-anting Nona Lee Sungmin "
Timpal Agen Sulli sambil mengotak-atik keyboard komputernya.
" Dapat ! Kami menemukan lokasinya. Nona Lee sekarang berada di Jalan X street tepatnya di Gedung Tua Serbaguna "
Tanpa banyak kata semua Bodyguard langsung beranjak dari ruangan itu kemudian berlari dengan tergesah-gesah
" Agen Young hubungi Tuan Cho dan Agen Lee sekarang juga, pastikan penyelamatan ini berjalan lancar tanpa ada orang lain yang tau mengerti ! "
" Mengerti ! "
.
.
.
Suasana didalam ruangan itu terlihat serius, pasalnya yang menjadi topik pembicaraan mereka bertiga ialah pelaku si penembak.
Donghae menjelaskan apa saja rencana yang akan mereka lakukan, dengan cermat mereka bertiga Kyuhyun, Donghae dan Akhson merubah taktik mereka untuk mengelabuhi sang pelaku.
" Baiklah saya rasa sebaiknya kita ubah rencana kita selanjutnya, begini- "
Drtt Drtt
Ponsel Donghae bergetar, ia melihat layar ponselnya sejenak kemudian mengabaikannya.
Drtt Drtt
Tak lama kemudian Ponsel Kyuhyun juga bergetar, ia mengecek ponselnya dan membuka isi pesan yang masuk
Beberapa detik kemudian ia terbelalak lebar dan hampir saja terjatuh dari kursi saking terkejut.
" Waeyo ? Apa terjadi sesuatu ? " Ujar Donghae dengan nada khawatir.
" S-Sungmin, d-Dia ... Di culik "
" Mwo ?! "
Pekik Donghae secara tak sadar, ia meraih ponsel hitamnya dan membaca isi pesan yang tadi ia abaikan
From : Shersan Kim
To : Aiden Lee
Subject :
Nona Lee sudah di temukan, segera beritahu Perdana Menteri Cho untuk melakukan penyerbuan
" Anda tenang saja, Nona Lee Sungmin sudah ditemukan oleh Shersan Kim beserta Agennya. "
Ujar Donghae sambil bernafas legah, Kyuhyun merasa bersyukur karena istrinya kini telah ditemukan.
" Aku harus pergi "
Srett
Dengan cepat Kyuhyun meraih tasnya kemudian pergi meninggalkan ruang tersebut.
" Mianhae Mr Akhson, saya harap anda tidak keberatan dengan rapat yang tertunda ini. Anda mengerti sendiri bukan bahwa Nona Lee kini telah disekap, sebagai pengawal yang bertanggung jawab saya harus menyelamatkannya. Sekali lagi Mianhae "
Donghae membungkukan badannya kearah Mr Akhson.
" Gwenchanayo Agen Lee, semoga Nona Lee baik-baik saja "
Timpal Mr Akhson memaklumi Donghae
" Kalau begitu saya permisi "
Donghae memasukan semua berkasnya sebelum pergi menyusul Kyuhyun yang kini sudah melajukan Mobilnya ke suatu tempat.
.
.
.
Pukul 10 malam tepat, Gedung serbaguna itu terkepung. Semua pengawal beserta Agen milik Lee Jung Soo telah berhasil mengepung Lokasi tersebut.
Dengan hati-hati tanpa menimbulkan suara mereka mulai melaksanakan aksinya, senjata pistol sudah berada ditangan mereka masing-masing. Gelapnya malam tak membuat mereka lengah, jika lengah sudah pasti fatal akibatnya.
Penjaga didepan pintu itu terlihat waspada, mereka hanya berdua saling memegang senjata dengan pandangan hati-hati menatap sekitar.
Untung saja Pengawal beserta Agen sudah bersembunyi ditempat yang tepat, dengan kecepatan penuh 3 diantara mereka berlari maju kedepan kemudian menyiapkan aba-aba untuk melakukan penyerbuan.
" FR53 Clear ! "
" FR54 Clear ! "
" Rejected ! Agen FR63, Agen FR25 dan Agen FR55 Move ! " Ujar Shersan Kim sambil menyuruh Agen mereka untuk maju kedepan.
" Ready ! " Ujar ketiga agen itu serempak kemudian berpindah dari titik aman menuju Titik serbu.
Dari arah gerbang gedung tersebut terlihat mobil berwarna hitam sudah terparkir secara tak rapi. Pemilik Mobil itu langsung keluar dari mobil begitu mendengar intruksi dari Shersan Kim bahwa lokasi sudah Aman.
Dengan langkah cepat namja itu berlari kearah belakang gedung dan memanjat pembatas tersebut.
Hup
Sempurna !
Pendaratan yang sempurna diatas rerumputan ia dapatkan, kemudian ia beralih kearah pintu gedung berwarna coklat yang tertutup rapat.
Ia menggenggam knop pintu tersebut namun sial ! Pintu itu tak bisa terbuka
" Sial ! "
Namja itu berpikir sejenak lalu mendongakan kepalanya keatas mendapati sebuah jendela yang berukuran sedang.
Segera saja namja itu memanjat dari pohon halaman gedung kemudian melompat dari sisi ranting pohon kearah tepat balkon jendela.
Srett
" Eitss ... "
Hampir saja namja itu terjatuh jika seseorang menarik lengannya.
" Tuan Cho anda tidak apa-apa ? "
Ujar salah satu Agen yang bernama Sulli terhadap namja yang bernama Cho Kyuhyun.
" Gomawo Agen Sulli, gwenchanayo. Apa kau sudah tau dimana tempat ruangan Sungmin disekap ? "
Tanya Kyuhyun yang didapi anggukan oleh agen Sulli
" Nde, silahkan ikuti saya "
Mereka berdua bergegas menuju tempat yang Agen Sulli maksud.
" Sebelumnya saya akan menjelaskan terhadap anda, bahwa disini terdapat banyak pintu. Salah satu pintu diantaranya terdapat Nona Lee yang kini telah dikurung. Dan saya rasa Ruangan itu ada dilantai sebelas, kita harus menaiki tangga selama 10 menit sebelum penjaga menemukan kita. "
Jelas Agen Sulli yang ditanggapi Kyuhyun dengan anggukan.
" Aku rasa 10 menit bukanlah waktu yang buruk " ujar Kyuhyun menimpali.
Mereka berdua langsung berlari menaiki tangga dari lantai satu kelantai berikutnya.
Agen Sulli merogoh saku jasnya kemudian mengambil sebuah pistol berwarna silver dan memberikannya kepada Kyuhyun.
" Ini, anda harus memegang ini sebagai senjata untuk melawan penjaga yang ada di lantai 3 nanti. Begitu kita sampai dilantai 3 segera tembakan pistol itu kearah mereka "
" Mwo ?! Bagaimana bisa ? Ini akan menjadi kasus pembunuhan antara Perdana menteri dengan pencuri ! " Ujar Kyuhyun dengan nada yang panik serta terkejut
" Anda tenang saja, Pistol itu berisi peluru sejenis suntikan. Jika terkena pada salah satu anggota tubuh dari mereka, maka akan menyebabkan efek pingsan selama beberapa menit. "
Terang Agen Sulli, Kyuhyun mengangguk paham dan mulai mempersiapkan dirinya karena mereka berdua sudah hampir sampai dilantai 3.
" Target terlihat, tembak tepat dianggota bagian tubuhnya sekarang "
Door !
Door !
' Gotcha ! '
" Wow ! Ternyata aku hebat juga "
Narsis Kyuhyun sambil tersenyum bangga dengan hasil bidikannya yang mengenai sasaran.
" Bagus Tuan Cho, anda tepat sasaran "
Mereka berdua masih tetap berlari, dengan nafas yang tersengal-sengal Kyuhyun mencoba bertahan demi menyelamatkan Sungmin.
' Tunggu aku Min '
.
.
.
Sedangkan diruang lain, terlihat seorang namja sedang duduk dikursi dengan kaki yang disilangkan menghadap lurus kejendela.
Ia menatap bulan purnama sambil menyeringai, seringaian itu semakin menakutkan jika terangnya rembulan menyinari wajah namja rupawan tersebut.
Drtt
Drtt
Namja itu menatap ponselnya yang bergetar diatas meja nakas sebelum meraihnya.
Ia menatap ID number yang tertera dilayar ponsel kemudian mengangkat telepon itu.
" Yeoboseyo "
" ... "
" Biarkan saja tikus kecil itu membawa kabur umpannya, pastikan kau sudah menjalankan tugas sesuai rencana. Mengerti ! "
Pip
Terputusnya ponsel itu membuat sang namja memampangkan seringaian misterius.
" Kita tunggu saja besok, Lee Sungmin akan bertekuk lutut dihadapanku ! "
.
.
.
When you walk away I count the steps that you take
Do you see how much I need you right now
When you're gone
The pieces of my heart are missing you
When you're gone
The face I came to know is missing too
When you're gone
The words I need to hear to always get me through the day and make it ok
I miss you~
.
.
.
TBC
hayy :) apakah masih ada yang menunggu FF lumutan ini ?
bagi kalian yang masih ingin mengetahui lanjutannya dimohon untuk bersabar, karena saya lagi sibuk tingkat akut#alasan-_-
thanks bagi kalian yang udah membaca dan me-review saya Sayang kalian semua :* kecup basah
