Chapter 2 is beginning
Cast :
Kaisoo
Baekyeol
Kris (nyempil dikit)
Chen (nyempil juga)
Masih aman kok belum ada scene beraroma lemon (?) meski sedikit ada yang menjurus.
Kali ini banyak typo mohon dimaafkan
*KYUNGSOO POV*
Sore ini aku tak ada kegiatan seharian berkutat dengan buku-buku pelajaran membuatku mual. Aku ingin bersenang-senang tapi kemana? Apakah aku harus bertanya pada kris? Kakakku yang bisa dibilang sedikit gila namun pintar luar biasa.
Kalian pasti bertanya kenapa aku tak minta diajarkan kris tentang pelajaran yang tidak kumengerti. Alasannya adalah kalau aku datang ke kris hyung dan meminta bantuannya selalu disambut dengan kata "itu soal mudah kenapa kau tak bisa menjawabnya?" atau dia akan menjawab "otakmu kecil sekali seperti tubuhmu haha" kalau bukan kakakku sudah kutendang dia.
Akhirnya aku memutuskan ke sekolah. (gak ngerti juga kenapa kyungsoo pengen ke sekolah,jangan tanyakan author ._. )
Kukayuh sepeda fixie milikku menuju sebuah gedung yang sangat besar. Ya itu SM HIGH SCHOOL.
Kugeletakkan sepedaku di tempat parkir.
Hawa sore dan pagi hari di sekolah ini sungguh berbeda. Kupejamkan mataku dan kuhirup aroma surya senja yang menerpa wajahku,betapa sunyi dan nyamannya suasana ini hingga sebuah suara yang bisa kuprediksikan suara bola basket yang mengenai ring dan akhirnya menghentikan kegiatanku tadi lalu menginterupsiku untuk membuka mata.
Karena penasaran kulangkahkan kakiku menuju lapangan yang terletak di belakang bangunan tersebut dan melihat siapa yang bermain. Itu kim jongin sekali lagi "kim jongin" aku sedikit terbelalak melihatnya hanya memakai seragam putih lengan panjang yang sebelah lengannya ia singkap se siku dan tanpa memakai jas.
Punggungnya ter-cap (?) dengan indah mengingat kemeja putihnya sudah banjir keringat. Aku hanya melihatnya dari sudut bangunan kulipat kedua tanganku didepan dada. Sepertinya dia sedang kesal dia men-drible bolanya agak keras dan men-shoot kasar kearah ring sehingga bolanya terpantul dengan keras mengingat pantulannya mengenai papan disekeliling ring itu.
Bola itu mergulir manis kearahku. Seketika kubelalakkan mataku dan berlari kesamping gedung agar tak terlihat olehnya.
"DO POV END"
"KAI POV"
Bolaku terpantul jauh hingga keluar lapangan dan mendekati gedung sekolah. Saat aku berbalik mengejar bola itu rasanya ada seseorang disana. Fikiranku mulai gila dan mengambil cepat bola itu lalu kembali ketengah lapangan,mengambil jas dan tasku yang tergeletak manis di lapangan.
"apakah tadi itu setan" kataku dalam hati. Fikiranku kalut dan awan mulai mendung segera kulangkahkan kakiku ke parkiran,mengambil kunci motor disaku dan memasukkan bola basketku ke dalam tas lalu menyalakan mesinnya dan pergi dari tempat yang mulai agak menyeramkan ini.
(kalau kalian bertanya dimana kyungsoo dia sudah pulang duluan tak sanggup untuk bertatapan lebih lama maupun mengobrol dengan kai)
Skip
*KEESOKAN HARINYA*
*AUTHOR POV*
Kyungsoo lari agak tergesa-gesa dari ruang ganti karena dia terlambat mengganti pakaian olahraganya akibat selalu berdesakan memasuki ruang ganti yang biliknya terbatas itu.
Sesampainya dilapangan bola kyungsoo disambut dengan tatapan "sepertinya anak ini cocok untuk menjadi sesuatu" . dan benar dugaan kyungsoo.
"YAK! Kyungsoo kau menjadi kiper untuk hari ini" teriak chanyeol dari tengah lapangan.
"kenapa harus aku" kata kyungsoo mendengus kesal.
"karena kau terlambat,sudah turuti saja apa maunya si jangkung itu" kata seseorang yang berjalan lurus disamping kyungsoo menuju tengah lapang sambil meregangkan otot tangan dan kakinya.
Dan bisa kalian tebak itu adalah kai. Ya kai.
Kyungsoo kaget? tentu,tapi dia berusaha bersikap normal terhadap kai.
"baiklah baiklah" kata kyungsoo pasrah dan akhirnya berjalan menuju gawang.
Saat kyungsoo mulai meregangkan ototnya tiba-tiba ada yang bersuara.
"apa kalian yakin menunjuknya sebagai kiper? Apa aku tak salah lihat?" kata chen mencemooh dan menatapi kyungsoo dari atas sampai bawah.
Kyungsoo yang merasa jengah ditatap seperti itu pun akhirnya membuka suara "yak! Memangnya kenapa kalau aku jadi kiper. Apa itu salah? Urus saja sana tim-mu itu CHEN" kata kyungsoo yang tak kalah menyindir dengan penekanan suara pada nama orang itu.
"ck lihat saja nanti,akan kubantai tim-mu habis-habisan" kata chen lalu berjalan menuju tengah lapang tepatny posisi tim-nya.
Permainan berlangsung sengit sejauh ini permainan dipimpin kelas kyungsoo dengan skor 1-0 dan itu tak membuat chen jengah untuk terus menghujam kyungsoo dengan bola dari tendangannya.
Tiba-tiba
PPPRRRIIITTT (bunyi peluit abal)
Semua pemain berkumpul di tengah seperti mengerumuni seseorang dan itu tengah terduduk,menutup matanya rapat-rapat sambil memegang lututnya.
Mata kyungsoo terbelalak. Kai kah itu? Jujur kyungsoo merasa miris sekali melihat kai yang biasanya angkuh,sok ganteng,dan pintar itu seperti meringis kesakitan menahan sakit di lututnya.
Seseorang tengah berdiri dan mencengkram kuat-kuat kerah baju seseorang. Ya itu chanyeol.
"apa maksudmu dengan sliding tackle itu,kau tau itu curangkan" kata chanyeol sedikit berteriak hingga terdengar oleh kyungsoo.
"hey bodoh sliding tackle itu hal lumrah bukan" jawab seseorang itu yang ternyata chen sambil menepis keras tangan chanyeol dari kerah bajunya.
Sepertinya chanyeol sudah naik pitam dia hampir saja memukul manusia itu jika kai lupa memberitahunya kalau berkelahi dilapangan itu membuat keadaan semakin buruk.
Akhirnya dengan terpaksa kai digotong ke pinggir lapangan. Dia menegak sedikit air minumnya dan sisanya dia tumpahkan habis di kepalanya dan sedikit mengibaskan rambutnya yang basah. Menyegarkan kepala mungkin dan itu terlihat seksi dimata kyungsoo.
Dia tak ingin terjebak dengan pemandangan itu meski sedikit sedih kai tak bisa bermain lagi,kyungsoo mencoba fokus kembali dengan permainan.
"yak! Kyungsoo berdirilah di depan gawang. Kau bernafsu sekali berdiri di belakang garis finalti,bolanya akan mudah masuk jika kau berdiri disitu terus" kata kai sedikit mengomel.
Akhirnya kyungsoo mundur dan mensejajarkan dirinya didepan gawang.
"bagaimana?" Tanya kyungsoo
Kai tak menjawab pertanyaan kyungsoo seakan mengutuk dirinya sendiri menyuruh kyungsoo mundur dan berdiri di depan gawang karena sedari tadi dia tengah menatap lekat bokong kyungsoo yang menurutnya sangat seksi mengingat celana olahraga kyungsoo sedikit ketat. Tetapi dia menelan ego-nya itu bulat-bulat. Harga diri kelasnya dipertaruhkan disini.
Pertandingan terus berlangsung tanpa kai sampai peluit tanda pertandingan berakhir telah dibunyikan dan dengan amat sangat kaget mengetahui skor mereka yaitu 3-5 ketahuilah chen sungguh-sungguh membantai kelas kyungsoo.
Dia berjalan melewati kyungsoo dan mengacungkan jari jempolnya kebawah tanda meremehkan.
Kyungsoo akhirnya menundukkan kepalanya dan berjalan lemah ke ruang ganti mengingat jam olahraga telah usai. Kyungsoo sedikit menoleh kesamping dan menemukan kai yang tengah berjalan disampingnya.
"maafkan aku" kata kyungsoo getir masih tetap menunduk
"ini bukan sepenuhnya salahmu" kata kai dingin
"ma-maafkan aku k-kai" kata kyungsoo lagi
"hei sudahlah lagipula ini hanya permainan" kata kai seraya mengusap pelan kepala kyungsoo
Mereka jalan dalam diam seakan awkward moment dalam relationship sedangkan yang lain asik bercanda dengan dunianya sendiri.
Sesampainya di ruang ganti hanya tinggal beberapa orang dan ada 2 bilik kosong akhirnya kyungsoo mengambil baju seragamnya diloker dan masuk kesalah satu bilik itu.
Bilik-bilik itu mempunyai penyekat berupa tembok bata tetapi tidak menutup penuh sampai atas. Meninggalkan celah lebar. Kyungsoo benar-benar sial hari ini didalam biliknya tak ada gantungan baju dengan terpaksa kyungsoo menyampirkan baju seragamnya di penyekat tersebut.
Kyungsoo mulai membuka pakaian olahraganya dan celananya yang hanya meninggalkan boxer pendek dia melamun mengingat kepalanya disentuh oleh kai sambil mengelus-ngelus ulang kepalanya.
*KAI POV*
Kusampirkan bajuku di penyekat tembok bilik ini karna gantungan bajunya tak cukup lagi.
Tunggu dulu.
Kenapa seragam ini ketat sekali di badanku.
Apa aku tumbuh secepat ini.
Aku makan apa.
Akhirnya aku teringat dengan bilik disebelahku,aku berfikir sejenak mungkin punya orang disebelah. Karna tak menemukan seragam lain menggantung di penyekat tersebut akhirnya kuputuskan untuk keluar dengan keadaan topless.
Aku mengetuk pelan bilik itu. Tak ada jawaban
Aku mengetuknya sedikit lebih kencang. Tak ada jawaban lagi
Aku frustasi dan akhirnya membuka paksa pintu itu. Pintu itu terbuka lebar menampakkan sesosok anak laki-laki memakai kemeja putih besar dan hanya mengenakan boxer pendek. Dia menengok dan membelalakkan matanya.
"YAK! ORANG MESUM" teriak kyungsoo dari dalam bilik
Kai langsung membanting pintu itu begitu tersadar dari lamunannya.
"kyungsoo sepertinya baju kita tertukar" kata kai sedikit teriak
Sedetik kemudian pintu itu terbuka dan menampakkan uluran tangan yang membawa kemejaku. Langsung kuraih kemeja itu dan menukarnya dengan kemeja yang kubawa.
SKIP TIME
*AUTHOR POV*
Semenjak insiden di ruang ganti tadi kyungsoo jadi sering melamun dikelasnya.
"DO KYUNGSOO" panggil guru yang mengajar itu. Sontak semua mata para murid memandang kearah kyungsoo
"ne seongsaenim" jawab kyungsoo sedikit terkejut
"kerjakan soal matematika didepan ini" kata guru tersebut
Kyungsoo diam,menatap kosong kearah papan tulis yang berisi soal matematika yang ingin membuatnya muntah itu.
"ayo maju tunggu apalagi" kata-kata guru tersebut membuatnya melangkah ragu kedepan dan mengambil spidol yang tersedia.
Kyungsoo diam lagi,sungguh ia tak mengerti soal tersebut. Dia merutuk dalam hati karena lamunannya dan tiba-tiba handphone guru tersebut berdering dan membuat guru tersebut melangkah sedikit menuju sudut ruangan untuk mengangkat telepon itu.
Tuk!
Sebuah gumpalan kertas mendarat mulus mengenai kepala kyungsoo,kyungsoo menggeram kesal sungguh ini tidak lucu saat dia kebingungan di depan kelas ada saja yang melemparinya kertas.
Saat kyungsoo menatap kertas tersebut ada sedikit coretan. Karena penasaran dia membuka gumpalan kertas itu dan membacanya yang ternyata adalah jawaban soal yang harus ia kerjakan. Dengan cepat kyungsoo menulis apa yang ada dikertas itu.
"apakah sudah selesai do kyungsoo" Tanya guru itu tiba-tiba
Kyungsoo secepat kilat memasukkan kertas itu kedalam saku celananya.
"su-sudah"jawabnya sambil cengar-cengir
Guru itu menatap sebentar jawaban kyungsoo dan menyuruh kyungsoo kembali duduk.
"karena sebentar lagi kalian akan menghadapi ujian,ibu akan membentuk kelompok belajar yang terdiri dari 2 orang dan akan ibu pilih orangnya" kata seongsanim itu dengan tegas
Chanyeol tiba-tiba mengacungkan tangan kanannya "kenapa cuma 2 orang?" tanyanya.
"oh iya kenapa saya memilih hanya 2 orang karena tahun lalu ketika saya membentuk kelompok dengan anggota 4 orang hasil ujian mereka semua menurun fakta yang beredar karena banyak orang jadi mereka lebih memilih untuk bermain" jawab seongsaenim.
Akhirnya seongsaenim tersebut menyebutkan nama murid-murid yang akan membentuk kelompok berdua itu.
"do kyungsoo dengan kim jongin" kata seongsaenim
"the hell" ucap kyungsoo dalam hati,ini bukan mimpikan dia berpasangan dengan kai. Kyungsoo sedikit melirik kearah kai yang dilihat tengah sibuk memainkan rubiknya seolah tak peduli dengan apapun yang terjadi barusan.
TEET TEET TEET (bel pulangan abal)
Tuk!
Seseorang melempar kertas lagi kea rah kyungsoo tapi ini tepat mendarat di atas mejanya. Dia membuka isi kertas itu menemukan tulisan.
"hari ini datanglah kerumahku sehabis pulang sekolah rumahku dijalan XXX nomorXX jika kau tersesat. call me maybe 016-735-XXX"
Kyungsoo tersenyum sendiri melihat tertanda siapa yang melempar gumpalan kertas itu yang menyebut nama aslinya "kim jongin" akhirnya kyungsoo melipat kertas itu dan memasukkannya kekantong.
Saat hendak beranjak dari tempat duduknya kyungsoo mendengar seseorang bicara yang spontan menghentikan aktivitasnya.
"kai apa kau berpacaran dengan sulli?" Tanya seseorang yang bisa dipastikan oleh kyungsoo itu adalah chanyeol si tiang bendera
"konyol" jawab kai seadanya
"aih kau tak bisa menyembunyikannya dariku kawan" goda chanyeol
"a-aku benar-benar tidak berpacaran dengannya" jawab kai sedikit terbata
"lalu untuk siapa kata-kata manis seperti cos 90 derajat look like cintaku padamu atau kau terlihat lesu,bersemangatlah untukku" goda chanyeol lagi
"intinya aku tidak berpacaran dengannya" jawab kai yang akhirnya bangkit dari duduknya menyampirkan tas disebelah bahunya dan masih mengutak-ngatik rubik miliknya sambil berlalu pergi meninggalkan chanyeol yang masih terheran heran.
Kyungsoo mendengar semuanya cara kai berbicara dan menentang pernyataan chanyeol dengan terbata-bata. Semuanya membuat kyungsoo sakit mendengar pembicaraan chanyeol dan kai tadi.
Akhirnya kyungsoo berjalan agak cepat menuju gerbang sekolah.
"kyungsoo! Tunggu" tiba-tiba suara mengagetkannya tetapi dia tetap melanjutkan langkahnya
"yak kyungsoo" terlihatlah baekhyun yang mencoba menyeimbangkan langkah kyungsoo
"hei kyungsoo kau dan jongin terlihat semakin dekat,kapan kalian pacaran? Atau kalian sudah berpacaran?" Tanya baekhyun
Reflex kyungsoo menghentikan langkahnya. Baekhyun dengan kaget juga ikut menghentikan langkahnya.
"berpacaran dengan kai? hh mitos!" jawab kyungsoo sedikit mendengus meremehkan dan berlalu pergi meninggalkan baekhyun yang terperengah.
-TBC-
Baekhyun munculnya di akhir mulu nih XD hehe
Makasih banyak yang sudah review author seneng banget :3 *tebar chocobi*
