Chapter 3 is beginning~

Xoxoxo

Check it out

.

.

.

.

.

*KAI POV*

'Apa-apaan si tiang bendera itu mengataiku berpacaran dengan sulli,yeoja cerewet itu..siapa betah dengannya' kata kai sambil berjalan dan mengutak-ngatik kasar rubiknya.

*KAI POV END*

*KYUNGOO POV*

Aku berdiri didepan gerbang sekolah memandang kosong jalanan yang ramai karena banyak sekali murid-murid yang ingin segera pulang kerumah dan mengistirahatkan badannya,tak banyak juga yang ingin langsung bermain entah pergi kemana.

Kukeluarkan smartphone milikku dari saku celana dan memencet speed dial up untuk menghubungi segera seseorang diseberang sana.

"yeoboseo"

"hyung jemput aku cepatlah aku lelah" kata kyungsoo sedikit melemah

"hei bocah kau pulanglah sendiri mobilnya sedang dibengkel" kata orang diseberang sana yang notabene adalah hyung-nya kyungsoo yang tidak lain tidak bukan adalah kris.

"pakai mobilku,cepatlah" kata kyungsoo seperti orang yang sedang kebelet pipis

"mobil yang kumaksud adalah mobilmu" kata kris

Tubuh kyungsoo menegang "YAK kau apakan mobilku" kata kyungsoo geram

"harusnya aku yang bilang begitu,rem mobilmu blong. Kau ingin membunuhku hah" kata kris tak kalah menggeram

"aku tidak ta.."

"jangan menyusahkan orang lain dan cepatlah pulang"

TUUT TUUT TUUT (pemutusan sambungan telpon abal)

Kata terakhir kris seraya terdengarnya suara pemutusan sambungan telpon.

"persetan kau, SUTET !" teriak kyungsoo kesal sambil melangkahkan kaki kecilnya ke halte bus terdekat dan disambut oleh tatapan heran teman-teman sebayanya yang sontak memandang kyungsoo saat ia berteriak.

SKIP

*KYUNGSOO POV END*

*AUTHOR POV*

Kyungsoo benar-benar ingin mati kakinya lelah berjalan mengingat jarak halte bus dan rumahnya cukup jauh. Dengan malas ia langkahkan kakinya kedalam rumah dan langsung masuk kekamarnya dengan sedikit membanting pintu kamarnya.

Ditenggelamkannya tubuh mungil itu diatas kasur king sizenya.

Tok tok tok (suara pintu kamar kyungsoo diketuk)

"tuan,makanannya sudah siap" yang ternyata adalah suara salah satu maid dirumah kyungsoo

"ne" kata kyungsoo malas

Ia bangkit dari kasur empuknya dan berjalan gontai menuju kamar mandi,mungkin membasuh tubuh akan menghilangkan sedikit rasa kantuk yang melandanya saat ini.

Kyungsoo keluar dari kamar mandi dengan keadaan sudah berpakaian lengkap. Berjalan menuju tumpukan baju seragamnya dan mengambil secarik kertas dari kantung celana itu. Memasukkannya kedalam tas lalu membawanya sambil berjalan keluar kamar menuju meja makan.

Dimeja makan sudah ada kris yag makan dengan damai.

"kau tak menungguku makan?" Tanya kyungsoo sambil menarik salah satu kursi dan mendudukinya.

"pentingkah untukku menunggu bocah sepertimu" jawab kris sambil melanjutkan acara makan damainya

"YAK aku akan segera lulus dan aku bukan bocah" kata kyungsoo menggembungkan pipinya

"lihatlah tingkah dan tubuhmu,seperti balita" kata kris

"aku bukan anak kec.."

"cepatlah makan,kau menggangguku bocah" sela kris seraya menyendokkan makanan ke mulutnya

"mati kau SUTET" kata kyungsoo sambil menunjuk kris menggunakan sendok (kaya anak kecil lol)

"sutet? Lalu kau akan menyebut dirimu apa" kata kris menyudahi acara makannya

"aku tampan" kata kyungsoo pede

"dasar pendek" kata kris sambil beranjak dari kursinya dan berlalu

"kau mau kemana?" Tanya kyungsoo tiba-tiba

"bukan urusanmu anak kecil" kata kris tetap berlalu

Tak lama terdengar suara deruman mesin motor dan dapat dipastikan itu suara motor kris yang mulai meninggalkan kediaman mereka.

Kyungsoo menyudahi makannya dan bergegas keluar rumah. Dilihatnya sekeliling garasi

KOSONG

Kyungsoo lupa mobilnya ada dibengkel dan yang terparkir di garasi hanya ada sepeda lipat dan sepeda fixie kesayangannya

"shit" kyungsoo mengumpat mengetahui ban sepeda kesayangannya itu bocor dan dia melirik sepeda lipat yang terparkir manis disampingnya.

SKIP

Kyungsoo mengayuh santai sepedanya sambil bersenandung kecil menyusuri jalanan seoul yang sudah mulai senja. Ia melewati taman bermain yang penuh dengan anak kecil ia jadi teringat masa kecilnya yang menyenangkan lalu tersenyum simpul sambil mengayuh sepedanya sedikit melaju.

Kyungsoo melewati supermarket kecil didaerah itu (pokoknya dekat rumah jongin '-')

Saat kyungsoo hendak turun dari sepedanya untuk sekedar membeli softdrink di super market itu

Kyungsoo melihatnya….

Jongin dengan seorang wanita yang bisa dibilang sempurna dimata kyungsoo. Cantik,tinggi,kulitnya putih, tengah berjalan keluar supermarket berdampingan dengan jongin yang membawa beberapa kantung plastik menuju mobil mereka. Uh kenapa dia harus iri.

"itukah sulli?" gumamnya dalam hati

Kyungsoo menunduk saat mobil itu melewatinya. Sekiranya sudah jauh kyungsoo mengayuh pelan sepedanya,apakah dia akan pulang tapi jika pulang pasti besok jongin akan mengadukannya yang tidak-tidak ke guru matematika mereka.

Kyungsoo mengeluarkan smartphone dari saku celananya lalu mengetik sesuatu.

From : kyungsoo

To : kai

'kai apa kau ada dirumah?'

"SEND"

Kyungsoo menunggu balasan dari jongin sambil sedikit memainkan ponselnya

From : kai

To : kyungsoo

'ya'

Kyungsoo tersenyum lucu (bayangin *-*) sembari memasukkan ponselnya kedalam saku celana. Kyungsoo melajukan sepedanya menuju alamat rumah jongin.

Kyungsoo tertegun melihat bangunan megah didepan matanya. Rumah kyungsoo tak kalah megah sebenarnya tapi ini terlalu mewah menurutnya,tiba-tiba pintu gerbang rumah itu terbuka otomatis menampakkan (?) dua orang yange berpakaian seperti butler. :koreksi: itu memang butler.

"ada perlu apa" salah satu butler itu bertanya dengan tegas pada kyungsoo

Kyungsoo mengerjapkan matanya lucu "kim jongin ada?" tanyanya kemudian

Kedua butler tersebut lalu bergerak minggir seperti menyuruh kyungsoo masuk kedalam halaman rumah tersebut. Kyungsoo menuntun sepedanya masuk.

Lalu memarkirkan sepedanya tepat didepan pintu masuk rumah tersebut. Tiba-tiba dua butler tadi menuntun sepeda kyungsoo menjauh,kyungsoo yang tak paham membulatkan matanya seketika ia hendak berteriak sebelum seseorang dari dalam rumah tersebut membukakan pintu.

"silahkan masuk,tuan jongin ada di kamarnya dilantai dua" kata salah satu maid sehabis mereka membungkukkan badan

"terimakasih" jawab kyungsoo sambil tersenyum manis

(Saya rasa muka maid-maid itu bisa memanas hahaha)

Kyungsoo menaiki tangga dan sampai didepan sebuah pintu.

*AUTHOR POV END*

*KYUNGSOO POV*

Aku mengetuk pelan pintu bercat golden brown itu namun tak ada jawaban jadi dengan ragu kubuka saja pintu itu dan menampakkan sesosok namja sedang duduk disudut tempat tidur sambil meremas rambutnya.

Entah reflex aku masuk ke ruangan itu dan menutup pintu.

"k-kai kau tidak apa-apa?" Tanyaku ragu seraya menggigit bibir bawahku

Yang ditanya hanya menganggukan kepalanya

aku menghampiri jongin dan menepuk pundak namja yang kuyakini sedang ada masalah itu.

"kau yakin tidak apa-apa? Kalau kau lelah kita belajar lain waktu saja" Tanyaku lembut

GREP

"aku tidak apa-apa" jawab jongin sambil menengadahkan kepalanya menatap dalam mataku dan aku yakin aku mulai sport jantung

"duduklah disana" kata jongin lagi sambil menunjuk kursi belajar disebelah tempat tidurnya dengan dagunya

"k-kai kau masih menggenggam tanganku,bagaimana aku bisa duduk" kataku sambil melihat pergelangan tanganku yang degenggam erat olehnya

"mi-mianhae" kata jongin mulai salah tingkah

Akhirnya kai melepaskan genggamannya dan membiarkanku duduk dikursi belajarnya. Aku mulai mengeluarkan buku-buku matematika dan membuka halaman yang sudah kutandai dengan penyekat buku.

"kai apa kau mengerti soal di halaman 36?" tanyaku kikuk sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal

Yang ditanya hanya merebahkan diri dikasur sambil mengutak ngatik rubiknya. Akhirnya kyungsoo hanya memutar bola matanya malas.

"coba kau distribusikan bla bla bla dan kau masukkan ke persamaan bla bla" jawab kai cepat

Aku hanya bisa cengo dengan apa yang kai katakan barusan,jujur sebenarnya aku tidak mengerti apa yang dikatakannya.

"kenapa kau diam? Kau tidak mengerti?" kata kai lalu bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan kearahku dan langsung membungkukkan badannya dibelakang badanku.

Ia meraih pensilku dan menuliskan jawaban tak lupa menjelaskan cara pengerjaannya,sungguh saat ini wajahnya sangat dekat denganku bahkan aku bisa merasakan hembusan nafasnya. Rasanya aku ingin berteriak dan menciumi guru matematika kami yang membuatku bisa sedekat ini dengan kai.

"kau mengerti?" kata kai yang membuatku sedikit terkejut

"y-ya" jawabku sedikit gugup. Wajahnya masih sangat dekat sampai aku terlalu gugup untuk menoleh

"hm baguslah" katanya sambil melangkah menjauh dan kembali ke kasurnya lalu mengutak ngatik rubiknya

Akhirnya aku kembali berkutat dengan beberapa soal sesekali melirik kai yang tengah berkonsentrasi menyelesaikan rubik 4x2 miliknya. Tak lama 25 soal telah selesai kukerjakan.

"haaa~ akhirnya selesai juga" kataku sambil melihat buku jawaban yang penuh dengan angka-angka memuakkan itu.

"mana sini kulihat" katanya tiba-tiba membuat jantungku hampir melompat dari tempatnya.

BUK

Kira-kira begitu bunyi buku yang kulempar headshot di kepala kai dan berhasil membuatnya mengaduh kecil.

Kulihat kai sangat fokus menatap hasil kerjaku dan sesekali membuat sebelah alisnya terangkat dan sesekali melirik kearahku dan terakhir dia menutup buku itu lalu melemparnya kearahku.

"kau hebat kyung" katanya lalu megambil ponselnya dan memainkannya

"benarkah?" tanyaku tak menyangka akan hasil kerjaku

"kau hanya benar 1 soal" kata kai dengan santainya

Sukses membuatku mengerucutkan bibirku kesal dan dan membuka kasar buku itu,aku menyadari ada yang kurang. Ternyata aku tidak memberi 'satuan' pada akhir jawabanku.

"harusnya kau hanya memberitauku kai bukannya langsung menyimpulkan bahwa aku hanya benar 1" kataku masih kesal sambil tetap mengerucutkan bibirku

"saat ujian nanti,siapa yang mau memberitaumu eoh" kata kai sewot

"kau menyebalkan" kataku sembari melempar buku itu dan dengan mudahnya dia menghindar

Sekali lagi aku menghela nafas lalu merogoh tasku untuk mencari secarik kertas yang kulipat asal. Kubuka kertas itu dan melihat rumus yang tertera di kertas itu.

"seandainya aku tau siapa yang pemilik kertas ini aku akan menuruti semua permintaannya,dia benar-benar membantuku" gumam kyungsoo lalu tersenyum

*KYUNGSOO POV END*

*KAI POV*

Kuamati dia yang tengah menatap bahagia kertas yang dipegangnya lalu akupun menatap lekat-lekat kertas itu,sepertinya aku mengetahui sesuatu.

"kalau aku yang melemparnya bagaimana?" Tanyaku

"kau bohong" katanya sedikit melirik kearahku

"itu kertasku yang tak sengaja dilempar chanyeol kearahmu" kataku sambil menatap langit-langit kamarku bosan

"berarti chanyeol-lah yang menolongku,bukan kau"

"tapi kau menyebutkan pemilik kertas bukan pelempar kertas DO KYUNGSOO" kata kai sedikit penekanan pada nama kyungsoo

"aku menarik perkataanku jika itu benar kau TUAN KIM JONGIN" kata kyungsoo tak kalah sinis

"pantaskah seorang laki-laki menarik kembali ucapannya?" Tanyaku lalu menahan tawa melihat mukanya yang memerah entah karena marah atau malu

"yak! Kau menyebalkan kim jongin" katanya sambil berjalan kearahku

Sungguh aku tak dapat menahan tawa melihat pipinya yang memerah. Tiba-tiba saja dia menggulung seluruh badanku dengan selimut lalu duduk diatas punggungku.

"tertawalah sepuasmu kim jongin"

Hanya itu kata yang dapat kudengar,nafasku tercekat entah terlalu banyak tertawa dalam diam atau karena tubuh kyungsoo yang berat aku tidak tau akhirnya kupejamkan mataku dan menahan sejenak nafasku.

*KAI POV END*

*KYUNGSOO POV*

Aku tak mendengarnya tertawa lagi akhirnya aku menggoyangkan sedikit tubuhku

"yak kim jongin" kataku sedikit berteriak

Hening…

Aku takut anak ini pingsan akhirnya kubuka gulungan selimut itu dan mendapatinya tengah memejamkan mata,dengan penasaran kudekatkan telunjukku didepan hidungnya.

Hening….

Nafasnya tidak ada….

Aku mulai bosan "yak jongin jangan mempermainkanku" kataku

30 detik…

2 menit…..

"yak jongin-ah ireona!" teriakku dikupingnya. Tiba-tiba ia mendekapku erat

"k-kai kau ingin membunuhku" tanyaku kehabisan nafas karena dekapannya terlalu kuat

"makanya jangan berteriak ditelinga orang" katanya tiba-tiba

Reflex aku langsung menjauhkan tubuhku darinya

"k-kau…" kataku sembari memicingkan mata

"apa"

Mata kami saling bertatapan mungkin lebih dari 5 detik

Kualihkan paksa mataku ke jam tangan yang bergelut manis dipergelangan tangan kiriku. Sudah jam 8 'aku harus pulang' pikirku kemudian lalu beranjak mengambil buku dan mengemasnya kedalam tas.

"kau ingin pulang?" Tanya kai memecah keheningan

"iya" kataku hendak melangkah keluar kamarnya

Tiba-tiba

DRESSSSSS (suara hujan abal)

"kau yakin ingin pulang?" tanyanya lagi

Aku hanya menghela nafas panjang dan membalikkan badanku

"entahlah,aku hanya membawa sepeda" kataku lalu mengerucutkan kembali bibirku

"pfftt hahahaha"

"kenapa kau tertawa,ini tidak lucu" jawabku sedikit sarkastik

"pft kau lucu sekali kyung,sudahlah malam ini kau menginap dirumahku saja" kata kai sedikit tertawa sambil memegangi perutnya

"shireo" kataku yang reflex menggembungkan pipiku

"kalau kau pulang hujan-hujan aku yakin sampai dirumah keadaanmu seperti anak kucing yang baru saja terjatuh ke dalam kolam ikan. hahaha" ledeknya masih setia memegangi perutnya

"yak KIM JONGIN kau menyebalkan!" kataku sembari melempar ranselku

Dia terus menertawaiku sambil memegangi perutnya,mungkin dia sekarang menertawai mukaku yang mulai memerah. Kesabaranku mulai menipis akhirnya kulangkahkan kakiku menuju tempat tidurnya,dia masih saja tertawa seperti orang gila.

Karena kehabisan akal akhirnya aku mencubit dan menggelitik pinggangnya hingga dia mulai tertawa menahan nyeri mungkin.

"tertawa lagi atau kubunuh kau kim jongin" kataku sambil terus mencubiti pinggangnya

"ampun kyung appo" katanya mulai memegangi pergelangan tanganku dengan kuat

Dia menatapku sepersekian detik,kurasakan tangannya semakin erat menggenggam pergelangan tanganku.

"k-kai a-appoyo" gumamku setengah meringis

Kai segera melepas tangannya tanpa berucap sedikitpun

Kulihat pergelangan tanganku memerah,rasanya sedikit perih. Kududukkan diriku di pinggir tempat tidurnya dan memegangi pergelangan tanganku urat nadinya seperti berdenyut kuat. Aku rasa kai mulai bangkit dari posisi tidurnya lalu berjalan menghadap ke arahku dan akhirnya berjongkok di depanku. Ia meraih pelan kedua tanganku lalu mencium pergelangan tanganku bergantian.

"mianhae,apa masih sakit?" tanyanya menatap dalam mataku

Aku hanya membalasnya dengan gelengan sambil tersenyum

Tiba-tiba saja dia mendekatkan wajahnya ke wajahku sedikit menghapus jarak diantara wajah kami lalu dia sedikit memiringkan kepalanya seakan tau aku hanya diam dan tiba-tiba aku tersadar akan sesuatu.

"kai" tanyaku

"hm?" jawabnya semakin mendekatkan wajahnya dengan reflex ku tempelkan jari telunjukku di bibirnya. Dia hanya diam

"apa kau berpacaran dengan sulli?" tanyaku seraya menjauhkan jari telunjukku dari bibirnya

"tidak" jawabnya sambil menautkan alisnya dan sepersekiandetik lagi hampir menciumku kembali.

"kau bohong"kataku seraya memalingkan wajahku kearah lain

"sudahlah" jawabnya frustasi

"mwo" kataku kembali menatapnya sembari mengerjapkan mata

*KYUNGSOO POV END*

*AUTHOR POV*

Kai mulai melumat kasar bibir kyungsoo hingga membuat kyungsoo terus melenguh sepanjang pergulatan bibir keduanya "enghh" untuk kesekian kalinya kyungsoo melenguh "k..kai..lle..pashhh" kata kyungsoo sambil memukul kasar dada kai. dengan berat hati kai melepas pagutannya dari bibir kyungsoo

Direbahkannya tubuh kyungsoo di tengah kasur dan 'lagi' dilumatnya bibir plum yang membuat kai ketagihan itu. Kini kai mulai membuka kancing kemeja kyungsoo dengan kasar dan menurunkan ciumannya ke dagu lalu memberikan banyak kissmark dileher kyungsoo.

"k-kaihh" desah kyungsoo sambil menjambak lembut rambut kai

"say jongin not kai" kata kai sembari menggigit kasar leher kyungsoo dan disambut kyungsoo dengan lenguhan singkatnya.

"ahhh jongin" desah kyungsoo lagi saat kai mulai memainkan nipplenya

Kyungsoo menggeliat tak nyaman mengingat dirinya sudah hard sejak awal foreplay yang diberikan kai. seakan mengerti kai mulai membuka kancing dan menurunkan resleting celana kyungsoo lalu membuang celana itu tak luput underwearnya kesembarang tempat

Kyungsoo sudah naked total sedangkan kai?. kyungsoo menatap kai dengan puppy eyesnya meminta kai melepas seluruh pakaian yang melekat pada tubuhnya. Mengerti akan tatapan itu kai akhirnya membuka seluruh pakaiannya. Kyungsoo sedikit terkesima melihat abs kai dan juga junior kai yang 1 atau 2 kali lipat lebih besar dari miliknya

Karena sudah tak sabar kai akhirnya menunggingkan tubuh kyungsoo dan mengelus holenya mencoba menggoda laki-laki manis dibawahnya ini. "j-jongin jangan menggodahh kuhh" gumam kyungsoo.

Kai sedikit mencondongkan tubuhnya dan mengisyaratkan agar kyungsoo mengulum ketiga jarinya. Entah karena pasrah atau apa kyungsoo menuruti kai dan mengulum ketiga jari itu secara bergantian. "cukup" kata kai seraya menarik jarinya dan mendapat dengusan kesal dari kyungsoo yang sukses membuat kai tertawa kecil

"ngghhh" lenguh kyungsoo ketika dua jari kai tiba-tiba menusuk dalam holenya serta mengoyak berniat melonggarkan hole tersebut. "akh..j-jongin s-ssakitt…" desah kyungsoo sambil menggeliat tak nyaman dan mencoba meraih tangan kai agar mengeluarkan jari-jari itu dari hole virginnya. Tiba-tiba kai mengeluarkan ketiga jari tersebut dan mendapat respon lega dari kyungsoo

"AKH JONGIN…APPO..hiks" teriak kyungsoo merasa benda tumpul berukuran lebih besar dari ketiga jari jongin tadi berusaha masuk dan seperti ingin merobek paksa hole kyungsoo. "hiks..hiks..appo" tangis kyungsoo pecah tak tertahan saat kai memasukkan kejantanannya dalam sekali hentak,mengeluarkannya hingga sebatas ujung lalu menghujamnya berkali-kali.

"uljima baby,mianhae" ucap kai tepat di telinga kyungsoo sembari mencium pipi,pundak dan punggung kyungsoo. Kai menggerakkan pinggulnya perlahan dan desahan kyungsoo yang dideskripsikan kai sebagai sebuah alunan musik yang sempurna mulai menggema diseluruh ruangan itu

"ahh..ahh..ahh..j-jongin..ahh..ohh" desah kyungsoo,tubuhnya sudah terguncang-guncang sejak kai mulai liar memainkannya. "jongin…a-aku mau keluar…ohh" desah kyungsoo lagi seperti sudah diujung tanduk. "together" kata kai singkat dan menambah tempo gerakan pinggulnya

TOK..TOK..TOK "kai apa kau didalam" ketukan pintu dan suara berat seseorang mulai menyadarkan akal sehat kai.

Kai menyudahi permainannya dengan kyungsoo setelah mereka sukses klimaks bersama,menyelimuti tubuh kyungsoo yang langsung tertidur dan beranjak dari kasur lalu mengambil dan memakai boxernya yang tergeletak dilantai.

Kai berjalan sambil menggaruk kepalanya seraya sesekali mengusap kasar mukanya lalu membuka pintu dan seseorang dibalik pintu sukses membuatnya memutar malas bola matanya. "apa yang appa lakukan malam-malam begini" Tanya kai keluar dan tak lupa menutup pintu kamarnya.

"tumben sekali kau mengajak pacarmu main kerumah" Tanya appa kai 'koreksi' seperti menyelidik sembari mengangkat sebelah alisnya

"dia bukan pacarku" kata kai singkat

"kalau tidak ada yang ingin appa katakan lagi,pergilah tidur lingkar matamu membesar belakangan ini" ucap kai malas dan akhirnya membalikkan tubuhnya hendak masuk lagi ke kamarnya.

"oh iya satu lagi,cepatlah nikahi sulli aku sudah muak dengan tuduhan orang-orang yang menyangka kalau dia yeojachinguku" kata kai setelah membalikkan badannya dan akhirnya berputar lagi membuka knop pintu lalu menutup knop pintu berwarna golden brown itu,menyisakan seorang lelaki paruh baya yang hanya diam mencoba mencerna perkataan anaknya dan akhirnya berlalu juga.

.

.

.

Kai menghampiri kyungsoo yang masih tertidur dalam rengkuhan selimut tebal itu "jika berusaha,pasti bisa. Selamat tidur" ucapnya seraya mencium kening lelaki yang mulai menyita hati dan pikiran kai hingga ia tak bisa tidur setelah melakukan 'itu' beberapa saat yang lalu

Karena bosan akhirnya kai mencoba mengerjakan soal-soal yang kalau dilihat kyungsoo bisa membuatnya berteriak frustasi padahal jam sudah menunjukkan pukul 1.03 dini matanya menangkap sesosok yang tengah tertidur itu menggeliat dan akhirnya mengerjabkan matanya beberapa kali lalu melihat kearah kai dan mengisyaratkannya untuk tidur

Kai tersenyum setelah menutup bukunya,berjalan menghampiri malaikatnya yang tengah tertidur kembali dan merengkuhnya kedalam dekapan hangat yang mungkin hanya bisa dirasakan oleh kyungsoo saat ini.

.

.

.

Sementara itu ditempat lain

.

.

.

"dimana si pendek itu,kenapa ponselnya mati. Tumben sekali dia tidak mengabariku kalau ingin menginap dirumah temannya" gerutu kris yang sedaritadi mondar-mandir didepan pintu kamarnya

"kalau dia pulang dengan cacat sedikit saja,bisa mati aku digantung appa" gerutunya lagi sembari mengacak rambutnya frustasi.

Spertinya dirimu memang akan digantung appa..kris..fufu -_- (author numpang eksis)

TBC

.

.

.

.

Author minta maaf yang sebesar-besarnya kalau adegan nc di chap ini tidak hot T_T jeongmal mianhamnida *tunduk-tunduk*

Maafkan juga bila banyak typo *tunduk-tunduk*

Terimakasih atas reviewnya author senang sekali jeongmal kamshae *tebar chocobi*