Author mau cerita sedikit tentang kai
Kim Jongin namja 18 tahun yang sebentar lagi akan lulus dari SM High School itu memiliki seorang ayah bernama Kim Leeteuk yang sebenarnya umurnya tak berbeda jauh dengannya (sepertinya author tidak pantas menyebutkan di chap sebelumnya kalau ayah kai itu namja paruh baya -_- author khilaf)
Rencananya ayah kai akan menikah dengan Choi Sulli salah satu mahasiswa universitas semester akhir yang merangkap sebagai asisten pribadinya dan sebentar lagi akan meraih gelar sarjana
Chap 4 is update!
let's read ^^
.
.
.
.
.
Mereka berhenti di depan rumah yang tidak bisa dibilang sederhana memang tapi setidaknya tidak lebih besar dari kediaman kai.
Kai membuka pintu mobilnya dan disusul oleh kyungsoo,berjalan ke belakang lalu membuka pintu bagasi mobil yang terasa penuh oleh sepeda kyungsoo dan mengeluarkan benda itu. Saat kai hendak menuntun sepeda itu memasuki gerbang rumah kyungsoo gerbang itu terbuka otomatis dan menampakkan siluet namja bertubuh atletis dengan rambut blonde miliknya.
"s-sunbae" gumam kai terbata, kaget? tentu saja. Kris yang notabene adalah pelatih basket yang hanya ingin melatih pem-basket pro seperti kai dan teman-temannya yang terkesan paling galak 'hanya' kepada kai. Sungguh kai merasa seperti masuk kandang macan saat ini
"Kris" kata kyungsoo sambil sedikit berlari dan sedikit 'ya you know-lah' akibat pertarungannya dengan kai semalam yang sukses membuat bokongnya sakit
Yang dipanggil hanya diam mematung sambil menaikkan sebelah alisnya
"Kau kenal dia?" tanya kris kemudian
"Tentu,dia ng...temanku" kata kyungsoo sedikit gugup sambil sekilas mengalihkan pandangannya pada kai lalu tersenyum manis ke arah kris
"oh,baguslah" kata kris yang sebenarnya ingin keluar rumah malah kehilangan mood dan akhirnya kembali masuk kedalam rumah
-sepeninggalan kris- (kayak apa aja -_-)
"Apa dia kakakmu?" Tanya kai hati-hati
"Ya" jawab kyungsoo sumringah
"Hm kai terimakasih telah mengantarku" kata kyungsoo memecah keheningan beberapa saat yang lalu seraya mengambil sepedanya dari kai
"Oh iya sama-sama baiklah eng..aku akan pulang sekarang" kata kai memerangi kegugupannya yang sangat hebat tapi mungkin masih dapat disadari oleh lawan bicaranya
Akhirnya kai buru-buru menutup pintu bagasi mobilnya dan berjalan membuka pintu lalu mendudukkan dirinya dikursi kemudi lalu menutup kembali pintunya
Kyungsoo melambaikan tangannya sambil tersenyum saat mobil kai lama kelamaan mulai menghilang dari pandangannya
.
.
.
.
KRRYUUKK~
"Ugh" gumam kyungsoo sambil memegangi perutnya setelah menutup pintu kamarnya. Mengingat dia belum melahap apapun pagi ini. ia memutuskan untuk kembali kebawah dan menemukan beberapa maid yang sedang bersih-bersih dapur.
"eng...bisakah kalian membuatkan aku semangkuk sereal?" tanya kyungsoo
"Tentu tuan muda" jawab salah satu maid tersebut sambil tersenyum
Akhirnya kyungsoo duduk diam di salah satu kursi meja makan menunggu serealnya datang. Tak lama maid yang tadi membawa nampan berisi semangkuk sereal dan segelas susu. Kyungsoo langsung melahap serealnya dengan sedikit bringas karena perutnya sudah tidk bisa ditoleransi.
"Kau punya hubungan apa dengan manusia tadi?" tanya seseorang tiba-tiba yang sukses membuat kyungsoo tersedak dan langsung menegak setengah isi gelasnya.
"Mwo?" tanya kyungsoo balik
"kau punya hubungan apa dengan KAI" tanya seseorang itu dengan nada penekanan pada sebuah nama
"Biarkan aku untuk mendapatkannya kali ini,kris" kata kyungsoo yakin
Yang diajak bicara hanya menaikkan sebelah alisnya
"ck..kau terlalu percaya diri, pendek. terakhir kali aku melihatmu ditolak lelaki kau bahkan menangis seperti perempuan" kata kris yang sudah melipat kedua tangannya didepan dada dan menyampirkan tasnya disalah satu pundak
"Kau akan latihan?" tanya kyungsoo mengalihkan pembicaraan
"Ehem" yang ditanya hanya berdehem mengingatkan bahwa 'sang penanya' mulai mengalihkan pembicaraan
"Aku tidak menangis aku bahkan bahagia,kris" kata kyungsoo tersenyum ceria
(Pada kenyataannya kyungsoo menangis tersedu-sedu sambil mendengarkan lagu mellow hingga menghabiskan ber kotak-kotak tisu)
Merasa tak ada jawaban dari kris..
"PERGI KAU SUTET" teriak kyungsoo yang akhirnya melanjutkan sisa makannya lebih bringas
"Baiklah aku pergi dulu" kata kris setelah mengusap kasar rambut kyungsoo sambil tertawa mengejek
.
.
.
.
Dua orang laki-laki berparas bisa dibilang melebihi tampan sedang melakukan pemanasan ringan sambil sesekali bercengkrama.
"Dimana kai?" tanya salah satu dari keduanya
"Kau pikir aku ibunya" jawab namja yang lebih tinggi sambil meregangkan otot kakinya
"Perasaanku mengatakan kai hari ini akan badluck" kata 'si penanya' yang bernama oh sehun
"Hanya perasaanmu" kata chanyeol 'si namja jangkung'
"SEHUN" tiba-tiba ada yang meneriakkan namanya dan seketika bola basket menerjang keras dan hebat ke arahnya yang dengan refleks ditangkap oleh sehun
"Refleksmu tetap bagus,tingkatkan terus" kata kris mengambil kembali bolanya dari tangan sehun dan berlari ketengah mencoba melakukan three point shoot. BINGO . bola basket itu masuk ke ring dengan cantiknya.
"Baiklah kita mulai latihan hari ini" kata kris yang notabene adalah kakak kelas (alumni) dari sekolah kyungsoo dan merangkap sebagai pelatih basket pemain inti
"Hari ini aku akan mengajarkan kalian bagaimana cara-"
BRUKK
Terlihat seorang laki-laki yang tengah melempar tasnya kesembarang arah lalu melanjutkan larinya menuju lapangan.
"Slam dunk yang baik" kata kris menyelesaikan kalimatnya yang sempat tertunda
"Kau diam disitu KIM JONGIN" bentak kris yang langsung disambut kai dengan bunyi decitan sepatunya yang bergesekan dengan lantai ketika pemiliknya tiba-tiba menghentikan langkahnya
Yang dibentak hanya diam menatap orang-orang yang melihatnya dengan pandangan innocent
"Kau! turun 200x dengan tangan dikepal!" Bentak kris lagi
"MWO" yang dibentak hanya membelalakkan matanya
"Jangan banyak tanya" kata kris kemudian lalu melanjutkan teori dengan sesekali praktek slam dunknya
-AUTHOR POV END-
-KAI POV-
'Aku tak habis pikir dengannya,selama hampir 3 tahun aku terlambat baru kali ini aku diperlakukan layak seseorang yang..ah sudahlah' gumamku dalam hati
Dengan berat hati aku mulai turun dan mensejajarkan tanganku kemudian mengepalkan keduanya lalu menaik turunkan badanku seraya menghitung setiap kali aku melakukan gerakan turun. (ceritanya push up '-')
SKIP TIME
"196...197...198...199...d-dua r-ratus"
Langsung kurebahkan tubuhku dengan posisi tengkurap lalu berbalik menjadi posisi terlentang. Kupejamkan mataku mendengar indahnya bunyi peregangan otot-otot punggungku lalu membukanya kembali melihat tanganku sebagian lecet,memerah ada yang berdarah karna terlalu bergesekan dengan lantai semen.
Latihan telah usai 15 menit yang lalu saat aku masih menjalani hukumanku. Manusia tinggi seperti menara sutet itu hanya memperingatiku jika aku berhenti tak sampai 200 dia tak akan pernah merelakan adiknya untukku. Terbesit pikiran bahwa aku takkan pernah bisa melihat senyuman kyungsoo lagi dan itu membuatku bergidik lalu lebih memilih menyelesaikan hukuman tidak senonoh ini.
Tiba-tiba dua orang idiot itu menghampiriku dan duduk di sampingku sampai salah satu dari mereka menduduki kakiku
"SHIT,oh mija kakiku!" kataku sarkastik sedikit menggertak salah satu manusia idiot ini untuk menyingkir dari kakiku
"Aku ada permintaan,jika kau mengabulkannya aku akan menyingkir" kata sehun
"Aku akan mengabulkannya jika kau menyingkir duluan" jawabku yang ingin menendang wajah sehun secepatnya
ARGH
geramku sesaat,salah satu kakiku mulai mati rasa mengingat sehun menekan bokongnya lebih keras pada kakiku
"Baiklah baiklah,,cepat menyingkir" kataku sedikit menggeram
"aku menyukai luhan" ungkapnya tiba-tiba
"lalu?" Tanyaku
"Maukah kau menanyakan padanya apa dia sudah mempunyai namjachingu atau belum?" Tanya sehun dengan raut wajah penuh harap padaku
"Aku pikir penting,kenapa tidak meminta bantuannya" tanyaku balik sambil melirik menatap chanyeol
"Sudah kucoba,kau tau? dia belum sempat menanyakannya tetapi sudah hampir ditabok kekasihnya" kata sehun mendeath glare chanyeol
Yang merasa jadi sasaran aura-aura menyeramkan mendongakkan kepalanya dari gadget yang ada digenggamannya saat ini
"Apa" tanya chanyeol dengan wajah innocentnya
"Ayolah kai kau mau membantuku kan" tanya sehun terpaku padaku. Yang merasa diacuhkan kembali bermain pada gadgetnya
"What must i do?" Tanyaku akhirnya seraya bangkit dari posisi tidur terlentang kini ke posisi duduk
"Terimakasih hyung,kau hanya perlu bertanya apa luhan sudah punya namjachingu atau belum" kata sehun mulai sumringah
Aku hanya mengangguk dan mencoba berdiri
"Aku duluan" kataku sambil meregangkan otot-otot tubuhku dan mulai berjalan sedikit linglung karena rasa nyeri semakin menggerogoti tubuhku kala aku sedang membungkuk untuk meraih ranselku yang tergeletak di tanah.
HAA...ngh..HAA...HAAAHH..
nafasku tercekat untuk tahun-tahun terakhir ini asmaku tidak pernah kambuh. Karena kaget aku langsung mengobrak ngabrik laci dashboard mobil mencari alat bantu nafas yang tak pernah luput dari kotak p3k di mobilku.
Setelah memakainya untuk beberapa saat nafasku kembali normal. Kadang aku berfikir bagaimana jika benda kecil ini tak ada dan aku akan mati.
SKIP TIME
.
.
.
.
SM HIGH SCHOOL
* KAI POV end*
*AUTHOR POV*
Kedua namja manis itu kini tengah meregangkan otot otot tangannya dengan malas. Berkutat dengan pelajaran matematika selama 3 jam membuat salah satu dari mereka berwajah mual.
"Kyung..apa kau ingin ke kantin?" Tanya salah satu dari mereka
"Kajja baekki,aku pikir aku akan dehidrasi" kata namja bermata bulat yang bisa dikatakan bernama 'kyungsoo' dengan namja disebelahnya bernama baekhyun
"Kita ajak luhan ne?" Tanya kyungsoo
"Baiklah" jawab baekhyun
Meskipun hanya teman sekelas baekhyun dan kyungsoo ingin mengakrabkan diri dengan luhan.
"Lu,apa kau ingin ikut ke kantin?" Tanya kyungsoo
Yang ditanya hanya mengerjapkan matanya lucu lalu menggeleng pelan
"Aku mau menyalin catatan" kata luhan akhirnya sambil tersenyum manis
"Ok baiklah,apa kau ingin menitipkan sesuatu?" Tanya kyungsoo
"Apa aku bisa mendapatkan air mineral?" Tanya luhan balik sambil tetap tersenyum manis
"Tentu deer" kata kyungsoo tak kalah mengembangkan senyumnya dan melangkah pergi
-oke kita tinggalkan baekhyun dan kyungsoo yang ke kantin-
Di bangku depan ada seorang namja tampan berkulit tan sedang menidurkan kepalanya diatas meja dengan bantalan tangan dilipat. Setelah dirasanya kelas benar-benar sepi tanpa gangguan diangkatnya kepalanya dengan pandangan 'sedang mengumpulkan nyawa untuk berbuat sesuatu'
dia menangkap sesosok namja manis yang tengah berkutat dengan buku-buku didepannya. Dirasa sudah cukup mengumpulkan nyawa akhirnya namja yang diketahui bernama 'kai' itu berjalan ke arah namja manis yang bernama 'luhan'
"Eh? kai?" tanya luhan sedikit kaget dengan kai yang tiba-tiba berdiri didepannya
"Emh,apa..kau..sudah memiliki namjachingu?" Tanya kai cepat
"a-ani,wae?" Tanya luhan balik
"Engh,tidak apa-apa" kata kai sedikit menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"Oh oke" kata luhan singkat sambil kembali berkutat dengan buku-bukunya
Akhirnya kai pergi dari sana. Siap menghajar oh sehun karena telah membuatnya menyatakan pertanyaan yang memalukan yang bisa disalah artikan oleh luhan kapanpun. Di ambang pintu ia bertemu kyungsoo dan langsung menghindari kontak mata. Entahlah dia malu akan sesuatu.
-kembali ke kyungsoo dan baekhyun-
"Hei deer,ini air mineral-mu" kata baekhyun sambil duduk di kursinya yang notabene ada di belakang kursi luhan
"Ah,gomawoyo,berapa harganya?" tanya luhan sambil berbalik kebelakang menghadap kyungsoo dan baekhyun
"A-aniya..ambil saja" kata baekhyun sambil tersenyum
"Jeongmal gomawo baekki-ya" ucap luhan
"Aku ingin bertanya sesuatu" ucap luhan lagi
"Nde?" Kini kyungsoo terlihat memperhatikan
"Ung..aku ingin bertanya,kalau seseorang bertanya apa kau sudah memiliki pacar,eng..apa itu termasuk modus?" tanya luhan hati-hati (apadah ini modus -..-)
"Mwo? mungkin..mungkin..ada apa? siapa yang bertanya padamu?" tanya kyungsoo sumringah
"aniya..aku hanya bertanya" kata luhan mengeluarkan eyesmilenya
"Ayolah luhan aku penasaran..." kata kyungsoo sedikit mendesak
"Aku sms ne,kirimkan nomormu. kau tau nomorku kan?" kata luhan
"baiklah" kata kyungsoo mencoba test message ke handphone luhan
luhan mulai mengetuk jemarinya menulis sebuah kata yang siap dikirimkan untuk kyungsoo. Tak sampai semenit gadget milik laki-laki manis bermata bulat itu bergetar.
saat kyungsoo membuka pesan tersebut...
CLOSSSS... (Ceritanya hatinya kyungsoo langsung mencelos #apadah)
isi pesannya
from :luhan
To : kyungsoo
"Jongin"
Kyungsoo langsung terdiam,meneguk liurnya lambat-lambat agar sebisanya tak terdengar oleh teman disampingnya. Luhan menempelkan jari telunjuknya didepan bibirnya seolah menyuruh kyungsoo untuk diam,yang disuruh hanya mengangguk pasrah.
TBC
Kalau author boleh cerita sedikit fict diatas yang pas dikelas itu -_- cerita real author,author jadi d.o dan itu jleb -_- sekian.
makasih buat review" sebelumnya xD dan sepertinya adegan nc-nya tampak seperti lelucon xD maafkan author kalau ceritanya jadi gak menarik dan lama update :( author sayang readers *chocobi attack*
