Chap 5 beginning!
.
.
.
.
*AUTHOR POV*
Setelah kejadian luhan memberitau kalau jonginlah yang bertanya,kyungsoo jadi lebih sering diam lebih sering menghela nafas panjang dan tetap memperhatikan jongin dari belakang
"Kyung,apa kau sudah berpacaran dengan jongin?" lagi-lagi baekhyun bertanya
"(menghela nafas) Pacaran? Ain't nobody got time for that" jawab kyungsoo malas
"Hey kalau kau pacaran dengannya kan kau bisa memanfaatkan otaknya,sebentar lagi kita ujian kelulusan kyung" kata baekhyun meyakinkan
-kyungsoo hening-
"Yasudah kalau kau tak peduli dengan nilaimu,toh yang tidak akan lulus kau sendiri" ucap baekhyun lagi
"tapi baek,sepertinya dia menyukai...(berbisik) luhan" kata kyungsoo sepelan mungkin
"lalu kau akan diam saja huh?" Tanya baekhyun lebih pelan
"TIDAK! K. Challenge accepted" kata kyungsoo semangat sedikit berteriak
"tuan D.O apa pembicaraan kalian jauh lebih menarik dari pelajaran saya?" Tanya seorang guru yang mengajar dengan menatap kedua makhluk (baekhyun dan kyungsoo) dibalik kacamata tebalnya. Dan sontak semua murid menatapi mereka berdua tidak termasuk jongin yang masih sibuk mencoret bukunya
"Jeseonghamnida seongsaenim" ucap keduanya serempak
"Baiklah,kita lanjutkan pelajaran"
SKIP
Setelah kejadian..ehem...malam itu dan insiden kai bertanya pada luhan,kyungsoo benar-benar menjauhi kai bahkan mereka tak melaksanakan belajar bersama mereka dan memilih untuk mendiamkan namja tampan itu sampai dia mau berbicara duluan pada kyungsoo.
*AUTHOR POV END*
*KYUNGSOO POV*
"hei kyung apa kau siap ujian matematika hari ini?" tanya baekhyun
"tentu saja,aku sudah belajar semalaman dan kau lihatkan aku belajar matematika saat pelajaran sastra tadi" kataku masih membolak-balik buku mencoba membaca teori-teori matematika
hari ini ujian matematika. semoga saja soalnya mudah karena aku tidak mau mendapat nilai dibawah standar lagi,itu memuakkan
"selamat siang" sapa seongsaenim
"siang" jawab murid-murid serempak
"keluarkan kertas dan alat tulis kalian" kata seongsenim lagi membuka ujian hari ini dengan cara yang statis
tiba-tiba saja ada salah satu murid yang berdiri lalu menghapiri guru yang sedang mencoba mengeluarkan kertas soal dari tasnya...itu...
kai ?
ada apa dengannya?
wajahnya pucat,apa dia sakit?
pertanyaan itu terus terngiang dikepalaku sampai suara guru itu mulai memcah keheningan lagi. Kulihat kai sudah pergi dengan membawa tasnya,dia pulang? entahlah sepertinya iya
Aku mulai mengerjakan soal-soal yang ada dikertas itu,cukup membingungkan tapi bersyukur aku dapat menjawab semuanya. Semoga saja kali ini aku beruntung.
TEET...TEET...TEET ( bel pulang masih tetap abal '-')
"waktu habis,kumpulkan semua kertas kalian" kata guru itu tegas
Kulangkahkan kakiku dengan ragu ke arah meja guru itu sambil mengecek kertasku lagi,kemungkinan ada yang salah (?) tapi karena guru itu hendak melangkah pergi,dengan berat hati kuserahkan kertas ulangan itu
-KYUNGSOO POV END-
-AUTHOR POV-
"kyung kau bercandakan soal kai dan..err luhan" tanya baekhyun yang tiba-tiba berlari ke arah kyungsoo yang sedang berjalan di koridor sekolah
yang diajak bicara malah sedikit sibuk memainkan gadgetnya
"Ini,apa aku berbohong?" tanya kyungsoo menunjukkan gadgetnya pada baekhyun dan disitu tertera sms bertuliskan nama 'jongin' oke sekali lagi biar greget 'jongin'
"Sepertinya kau punya saingan,hm..luhan jauh lebih manis dan lebih pintar darimu" kata baekhyun tampak sedikit berfikir
"(Menghela nafas) aku tau aku tidak pintar aku juga tidak jauh lebih manis dari luhan,terkadang aku menyesal menyukai kai" kata kyungsoo pasrah
"(Ikutan menghela nafas) kau bilang kau tidak akan kalah darinya" kata baekhyun
"Tapi dia begitu -"
"Sudahlah apapun yang terjadi,aku tetap mendukungmu" kata baekhyun mulai menyemangati
Yang disemangati hanya tersenyum lembut
"Oh iya,sepertinya kai sakit apa aku harus menjenguknya ya" tanya kyungsoo sepelan mungkin pada dirinya sendiri tapi baekhyun tentu mendengar itu
"Kai sakit?,kau yakin akan menjenguknya? aku tidak yakin keadaan akan membaik seperti semula kyung kalau kau tiba-tiba datang ke rumahnya" kata baekhyun tak kalah pelan
"Aku tau,ini gila" balas kyungsoo dengan menghela nafas panjang lagi
"Cepatlah berbaikan" ucap baekhyun akhirnya
"Aku pikir dengan hubungan kami yang seperti ini jauh lebih baik"
"kau gila,kau membunuh perasaanmu sendiri?"
"dia bahkan tak memiliki perasaan apapun padaku,baek!" Kata kyungsoo seraya menghentikan langkahnya san diikuti dengan baekhyun
"Berdoalah, pasti akan diberikan yg terbaik"
"haah~..pasti baek" ucap kyungsoo sambil menengadahkan kepalanya keatas,berdebat dengan sahabatnya satu ini selalu bisa membuatnya kembali kejalan yang benar
"aku duluan ya" kalimat terakhir kyungsoo menyelesaikan perdebatan mereka sore ini
Mereka saling melambaikan tangan kecil sampai akhirnya kyungsoo menghilang dari pandangan baekhyun.
*AUTHOR POV END*
*BAEKHYUN POV*
"Aku bingung dengannya 'DO' kenapa dia pesimis sekali padahal sebelumnya sangat optimis,ah sudahlah toh tuhan akan selalu punya rencana indah termasuk untuknya hihi" kataku dalam hati dan tanpa kusadari seseorang diseberang sana menatapku dengan sebelah alis terangkat.
Orang itu melajukan motor ninja merah-nya tepat didepanku sampai akhirnya aku sedikit berteriak karena aku pikir aku akan mati ditabrak...namjachingu-ku sendiri
"YAK! chanyeol-ah kau ingin membunuhku" ucapku sedikit mengomel
"Habis kau melamun,ayo cepat naik"kata chanyeol
Akhirnya kulangkahkan kakiku dan duduk dibelakangnya. Sepanjang perjalanan pulang aku hanya bisa melamun sampai salah satu dari kami mulai memecah keheningan
"Apa yang kau pikirkan?" Tanya chanyeol akhirnya
"Hah?" tanyaku balik
"kau melamunkan apa?" tanya lagi
"aniya" jawabku singkat
"kau mulai berani berbohong padaku tuan byun" ucapnya menyindir
"Apa yang terjadi dengan kai?" tanyaku cepat
Ciiiiiitttt...(suara rem mendadak)
"aaaaa" teriakku kaget
"Kau menyukai kai?" tanya chanyeol pelan dari balik helmnya yang menjadi semakin pelan
"Pabbo,tidak mungkin. kenapa kau berhenti mendadak" tanyaku sambil menggetok helmnya
ia hanya menengadahkan jari telunjuknya sedikit keatas dan ternyata...lampu merah -_-. Aku yang malu hanya bisa menyembunyikan wajahku di punggungnya,kudengar samar-samar dia menertawaiku.
"Kau menertawai apa hah" tanyaku menggertak sambil memukul pelan punggungnya
"aduduh..haha..aniya..haha" tawanya lagi sambil mulai melajukan kembali motornya
Tak lama motornya berhenti tepat didepan rumahku,akupun turun dan dia membuka helmnya.
"ehm..kau mau mampir?" tanyaku sedikit gugup. kami baru berpacaran pertengahan semester lalu dan sejauh ini tidak pernah ada kata ciuman dan sebagainya,meski chanyeol selalu menuntut tapi entahlah akhir-akhir ini ia terlihat diam.
"aku ada urusan dengan kai,karna besok kita sudah mulai bebas sekolah bagaimana kalau kita eng.." Kata chanyeol menggantungkan kalimatnya
"nde?" tanyaku
"ehm..kencan?" tanyanya lagi sambil menggaruk tengkuknya yang sebenarnya gatal atau tidak aku tak tau
"hm,baiklah besok sore bagaimana?" tanyaku
"ok" jawabnya singkat
akhirnya kutangkupkan sebelah tanganku dipipi kanannya
"setelah urusanmu selesai,cepatlah pulang tuan park. aku mencintaimu"
CUP
Setelah sukses mencium pipi kirinya,aku berlari masuk kedalam rumah. saat kulihat dari dalam ia masih mematung sambil memegang sebelah pipinya,aku tertawa melihat ekspresinya lalu akhirnya ia memakai kembali helmnya dan berlalu pergi.
(author buat ini sambil denger lagu xoxo xD wkwk kiss me more~ you're my xo xo l.o.v.e)
*BAEKHYUN POV END*
*KAI POV*
'Kepalaku pening tapi ini belum waktunya minum obat, sabar kai 10 menit lagi' kataku sendiri dalam hati
BRAK
aku melirik sedikit seseorang membuka kasar pintu kamarku ini pasti..
"dasar bocah lemah,sakit apa kau" tanya siapa lagi kalau bukan si tiang rusuh. Ia menapakkan punggung tangannya di keningku sesegera mungkin kupalingkan wajahku agar tangannya menjauh
"Kau tidak demam,kau mabuk kai" katanya asal
"Ah sudahlah" kataku berbaring terbalik alias tengkurap,otakku terasa berputar dan itu sakit sekali
"ini obatmu? banyak sekali" tanyanya lagi samar-samar kudengar ia menghitung berapa butir obat yang akan kuminum kali ini
Akhirnya aku bangkit meski seluruh tubuhku terasa melayang ke alam baka. Kalau besok aku tidak ikut ujian susulan matematika kemungkinan terburuk adalah aku tidak akan lulus tahun ini. Aku sangat berterimakasih pada kris hyung atas hukumannya,ia seperti ingin membunuhku.
Chanyeol hanya diam memandangi gerak gerikku yang akan meneguk 7 butir obat secara bergantian
GLUK
itu obat terakhir dan chanyeol masih setia memandangiku bahkan sekarang tatapannya lebih aneh. "Sedetik lagi kau menatapku seperti itu akan kutendang kau" kataku akhirnya dan ia mulai menaikkan sebelah alisnya "sensitif sekali kau" balasnya.
laki-laki mana yang tidak sensitif jika ditatap seperti seolah dikatakan 'you are freaking man'
"Tumben sekali kau kesini,ada apa?" tanyaku
"aku hanya ingin mengembalikan flashdiskmu,apa kau punya film anime baru" tanyanya,disaat keadaanku seperti ini masih sempat orang itu bertanya tentang anime
"Sepertinya tidak ada" kataku ketus,sahabat macam apa dia tidak mendoakanku agar cepat sembuh malah bertanya tentang anime
"Ayo ayo cepat sembuh,kyungsoo mencarimu" katanya seolah dibuat-buat untuk menyemangatiku,spontan kutolehkan kepalaku padanya
"benarkah?" tanyaku dengan bodohnya
"Aku tau kau menyukainya,dan sepertinya ia juga menyukaimu"
"sayangnya itu hanya hayalanmu"
"kau tidak menyukainya?"
"aku belum menemukan waktu yang tepat,ini terlalu cepat"
"Grab him fast bro" kata chanyeol sembari berdiri dan menepuk pundakku lalu berlalu pergi
Badanku mulai panas,ac sudah tak terasa sedikitpun. Akhirnya kulangkahkan kakiku keluar kamar,mungkin berkeliling sebentar akan menyegarkan badanku yang hanya tidur sedaritadi.
Aku tak memakai jaket,hanya memakai t-shirt putih bertuliskan vogue ( bukan iklan ye ini -..- wkwk) dan skinny jeans selutut. saat kulihat di mWeather suhu sedang dingin-dinginnya tapi aku merasa biasa saja,sampai kulihat ada taman kecil diseberang jalan dan mengikuti instingku untuk duduk dikursi panjang yang ada ditaman itu.
Setelah menyebrang aku melihat seseorang memakai varsity berwarna biru putih tengah duduk membelakangiku sambil membawa,toples? sesekali ia tengadahkan kepalanya dan kulihatlah didalam toples itu ada satu...kunang-kunang? Masih ada saja hewan seperti itu di kota? ah sudahlah.
-SIDE STORY-
-KYUNGSOO POV-
aku benci dirumah yang hanya membuatku memikirkan kai,kutolehkan kepalaku pada toples yang berisi satu kunang-kunang yang kudapat dihalaman belakang dan belum memancarkan cahayanya aku berencana melepaskannya malam ini sambil membuang pikiranku tentang kai dan kupikir itu tak ada salahnya.
Kukenakan varsityku dan sepatu kets. saat keluar rumah,hawa dingin mulai menerpa wajahku. kulangkahkan kakiku setengah berlari ke taman kota yang sepi dan kududukkan diriku ke kursi panjang yang disediakan disana dan memainkan toples itu sesekali mengangkatnya ke udara,kunang-kunang itu mulai menyala tanpa kusadari aku tersenyum melihatnya
-BACK TO FIRST SIDE-
-AUTHOR POV-
Kai mulai mendekati kursi panjang itu dan semakin dekat,ia terdiam. itu kyungsoo,jantungnya berdetak jangan sampai ia kehilangan nafasnya tapi setidaknya tak apa ia mati damai karena melihat senyum manisnya kyungsoo. Ia mengamati namja manis itu yang membuka pelan-pelan tutup toples yang menghalangi kunang-kunang didalamnya untuk terbang bebas.
"goodbye" katanya pelan saat tutup toples itu terbuka sempurna dan mengeluarkan seekor kunang-kunang cantik yang pergi berlalu entah kemana. lagi-lagi kai melihatnya tersenyum. Tanpa ia sadari ia telah duduk tepat disamping namja lucu bermata bulat yang ia panggil 'kyungsoo' itu. Namja itu menoleh sempurna kearahnya.
"Kau menyukainya?"tanya kai tiba-tiba sambil menengadahkan kepalanya menatap langit malam. dan ia mengutuk dirinya sendiri bertanya tak karuan
"Hah?" tanya kyungsoo sambil menoleh ke sumber suara
"fireflies" kata kai akhirnya
"O-oh ya" kata kyungsoo mulai gugup
"hachim~" tanpa kai sadari ia sendiri bersin dan mulai menyadari dinginnya seoul. Cerobohnya ia tak mengenakan jaket dan tampak sedikit acak-acakan
Pluk
"pakailah" kata kyungsoo tiba-tiba menyampirkan jaketnya dipunggung kai lalu mengayunkan kakinya pelan
DEG
Kyungsoo deg-degan sungguh,bagaimana tidak ia didekap kai dengan jaketnya
"aku baik-baik saja" kata kai
"Wajahmu pucat kai" kata kyungsoo mengalihkan pandangannya ke wajah kai,entah keberanian darimana kyungsoo mulai menempelkan punggung tangannya pada kening kai
"Kai,kau demam" bisik kyungsoo
"Ssstt,biarkan seperti ini sebentar saja"
Akhirnya kyungsoo memejamkan matanya dan menyamankan posisi dalam dekapan kai,tak lama ia membuka kembali matanya dan melihat puluhan kunang-kunang melingkari mereka
"Kau melihatnya?" tanya kai. Yang ditanya hanya mengangguk senang
Akhirnya dekapan itu terlepas, ia menatap manik mata namja manis dihadapannya dengan intens. Sungguh kai berpikir ini situasi yang paling sempurna untuk menyatakan cintanya,ini sungguh romantis. SUNGGUH
"kai?" tanya kyungsoo mengibaskan tangannya di depan wajah kai
"ehm..kyung" ucap kai sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal
"Hm?"
"Just be...ah sudahlah" katanya pasrah sambil memalingkan mukanya kesamping
"just be apa?" tanya kyungsoo penasaran,kunang-kunang disekitar mereka seakan ikut penasaran memancarkan cahaya lebih terang.
"Lupakanlah" katanya pada akhirnya. seakan kecewa kunang-kunang disekitar mereka tiba-tiba mematikan seluruh cahayanya
Kyungsoo semakin bingung sampai mengerutkan dahinya. tiba-tiba kai mengeliminasi jarak di antara mereka dan menarik jaket kyungsoo yang belum terpasang sempurna sedikit naik keatas menutupi wajah mereka berdua dari orang-orang yang berlalu lalang.
CUP
Ciuman dari kai terkesan lembut dan tak ada tuntutan,dan tanpa mereka sadari kunang-kunang disitu bercahaya lagi dan bahkan jumlah mereka semakin banyak. kyungsoo hanya diam dan pelan-pelan menikmatinya sambil menutup mata,ia merasakan bumi seolah berjalan dengan pelan. DEG. satu fakta yang kyungsoo belum tau pasti. Bukankah kai menyukai luhan? lalu untuk apa ia menciumnya saat ini? siapa yang sebenarnya diingankan kai? dirinya atau luhan?
ciuman itu terlepas karena kyungsoo mendorong kasar dada kai dan terlihatlah mata kyungsoo yang hampir menangis
TES
satu lelehan air mata itu jatuh dipipinya,saat kai ingin menghapusnya kyungsoo malah menepis kasar tangan kai dan berlari pergi.
"Kyungsoo!" teriak kai tapi itu terasa sia-sia
Ia meremas kasar rambutnya dan akhirnya matanya tertuju pada toples kyungsoo yang tergeletak di tanah lalu mengambilnya terpisah dengan tutupnya. Topless itu terbuka lebar,kai terbelalak. Beberapa kunang-kunang memasuki toples itu dengan sendirinya dan entah mendapat keberanian darimana kai menutup toples itu dan tersenyum mungkin besok akan ia kembalikan toples itu pada 'pencuri cintanya'
(Author dapat inspirasi ini dari lagu owl city- fireflies xD hehehe)
-AUTHOR POV END-
-KYUNGSOO POV-
'Apa yang kulakukan,kau bodoh kyungsoo bodoh sekali' kataku sendiri sambil berlari. 'Just a myth' kata-kataku sendiri terngiang jelas di kepalaku. 'Dan sekarang kau baru menyesali semuanya,bodoh' aku tak peduli dengan keadaan sekitar aku terus berlari ke arah rumahku dengan merutuki diriku sendiri.
Aku berhenti didepan rumahku sendiri mengatur nafasku yang memburu sembari menumpukan tanganku dilutut,ternyata berlari sejauh itu cukup melelahkan.
"hei pendek,apa yang kau lakukan di luar sana"
tiba-tiba sebuah suara teriakan menginterupsiku untuk melihat sekeliling,dan kudapati manusia setinggi menara sutet seperti habis menelpon seseorang di depan pintu rumah. Akhirnya aku masuk ke pekarangan rumah dan melewatinya dalam diam.
"Apa yang ia lakukan padamu" tanya kris 'manusia sutet'
"tidak ada,lupakanlah aku lelah" kataku ketus seraya berjalan gontai ke kamarku tapi sebuah tangan menahan gerakku.
"Sudah jangan sedih,aku punya dua tiket konser AKB 48" kata kris lagi sambil menaik turunkan alisnya
"Lalu?" tanyaku sedikit mengernyitkan dahi
"aish,ajaklah temanmu menonton aku bosan melihatmu menggerutu terus" kata kris sembari mengeplak (apasih bahasanya? -_-) kepalaku menggunakan 2 lembar tiket yang kini sudah berpindah ke tanganku.
"yeeyyy.." Kataku lemah sambil mengangkat tiket itu dan menggoyangkannya
Sampai dikamar aku hanya menjedukkan kepalaku didinding,apapun yang kulakukan terasa bodoh dan gila. Lenyapkan aku dari dunia ini ya tuhan. Pikirkan bagaimana rasanya jika orang yang kalian suka malah menyukai teman kalian
(ah itu hanya perasaan kyungsoo doang ah.. :3 /author numpang eksis/)
SKIP
-KYUNGSOO POV END-
-AUTHOR POV-
Mereka sebenarnya sudah tidak diharuskan sekolah dan tinggal menunggu pengumuman kelulusan tapi entah apa yang membuat kyungsoo harus bersusah payah ke sekolah,'masih banyak murid' pikirnya. ia teringat tiket konser yang diberi kris tadi malam,seketika baekhyun tengah berjalan dikoridor sambil membawa buku-buku sesekali mulutnya bergerak seperti tengah bersenandung. Kyungsoo menyusulnya secepat yang ia bisa.
"Baekhyun!" katanya sedikit berteriak. Yang diteriaki tetap bersenandung kecil,dan karena merasa di acuhkan kyungsoo menarik sebelah earphone yang terpasang manis ditelinga baekhyun
"Yak! Baekki-ah" teriaknya lagi
"yak! jangan berteriak ditelingaku" balas baekhyun tak kalah berteriak
"Hehe,kau mau kemana? Mengembalikan buku?" tanya kyungsoo
"Sepertinya aku tak perlu menjawab pertanyaanmu" jawab baekhyun
"baek,apa kau mau menonton konser bersamaku nanti malam?" tanyaku lagi
Baekhyun memasukkan tangannya ke salah satu saku yang ada dicelananya,dan memperlihatkan kertas yang sama dengan yang akan kyungsoo berikan padanya.
"kau terlambat kyung,aku akan pergi dengan chanyeol" katanya sambil mengeluarkan cengiran maut
"Bagaimana kalau kau ajak kai?" tanya baekhyun menaik turunkan alisnya
"kau gila"
"Hei tak ada salahnya mencoba,aku benarkan?"
"Dia menyukai luhan,baek" kata kyungsoo meyakinkan
"Setidaknya mereka belum berpacaran" balas baekhyun sambil menaikkan pundaknya seakan tidak mau tau hubungan kai dan luhan
"kyungsoo!" sebuah suara menginterupsi mereka untuk menoleh kebelakang melihat namja yang berseragam rapi tengah membawa kertas-kertas dan banyak buku lalu berlari menghampiri mereka berdua.
"Suho?" tanya kyungsoo.
siapa yang tidak kenal suho? pikirnya,ketua osis yang pintar dan tampan,sikapnya juga ramah dan terlalu menarik hati orang-orang disekitarnya tapi tidak bagi kyungsoo. Terkadang ia menyesali hatinya kenapa tidak menyukai suho yang jelas-jelas lebih baik dari kai yang sombong dan mesum itu
"Bisakah kau membuat rekap absen dikelasmu?" tanya tiba-tiba
"Ta-tapi bukan aku sekretarisnya" kata kyungsoo mengalihkan pandanganya
"sudahlah,bantu aku,oke? kutunggu kurang dari satu jam lagi diruang sekertariat osis" katanya sambil ngeluyur pergi sembari membenarkan letak kertas-kertas ditangannya
"pergilah kyung,aku bisa mengembalikan buku-buku ini sendiri" kata baekhyun akhirnya
"Yak,kau mengusirku" kataku
"Ck,aku tak bermaksud mengusirmu" kata baekhyun memutar bola matanya malas
"Arraseo,aku akan kekelas"
"aku akan menyusul nanti"
Mereka berpisah kyungsoo berjalan lurus sedangkan baekhyun belok kiri menuju perpustakaan.
Kyungsoo memasuki ruang kelasnya,sepi hanya ada...luhan?. Untuk apa anak itu disini dan sepertinya dia kelihatan sibuk.
-AUTHOR POV END-
-KYUNGSOO POV-
"Hai kyung" sapanya memamerkan eyes smile-nya
"ha-hai lu" sapaku sambil berjalan lurus kearah meja guru dan mengambil daftar absen disana. Lalu berjalan melewatinya dan duduk di kursiku,mengeluarkan alat tulis untuk merekap ya..apalah itu.
-15 menit-
Pekerjaanku sebentar lagi selesai,kulihat luhan masih sibuk berkutat dengan apalah itu aku tak tau. Tiba-tiba seperti ada suara ramai memasuki kelas
"kau akan ikut ulangan susulan hari ini?" tanya salah satunya
"ye" yang ditanya hanya menjawab singkat
"Apa kau yakin hyung? bukannya kau sakit? tanya salah satunya lagi yang menurutku lebih muda
Kulirikkan mataku kearah suara berisik itu dan kudapati
Dia lagi
Bersama dua orang yang entahlah sepertinya sama dengannya,seperti perkumpulan orang-orang aneh.
tiba-tiba mereka berhenti berbicara dan melihat kearahku dan luhan,itu hanya pemikiranku. Sungguh aku tak ingin melihat wajah kai saat ini,kurasa wajahku memanas. Ugh tuhan tolong aku.
Aku bersumpah salah satu dari mereka mendekat kearahku. Aku hanya bisa menundukkan kepalaku lebih dalam sambil menyelesaikan pekerjaanku.
"Luhan apa yang kau lakukan disini?"
Ini...suara...kai...dia tidak menghampiriku melainkan...luhan.
'Kenapa aku jadi berharap seperti ini errrgghh' kataku dalam hati
Sungguh aku tak ingin berharap lebih jauh mendengar mereka bercengkrama sudah membuat telingaku muak. Saat aku memasukkan bolpoinku dan hendak berdiri
*KYUNGSOO POV END *
*author POV*
"Sebaiknya kau bantu kyungsoo hyung, biar aku yang bantu luhan hyung" kata seseorang yang kyungsoo yakin dia tengah menggeser tubuh kai hingga menghalangi jalan kyungsoo dan refleks kyungsoo mendongakkan kepalanya melihat ya...kai.
"Ehm butuh bantuan?" tanya kai hati-hati sambil menggaruk tengkuknya yg tidak gatal
"Tidak, terimakasih" kata kyungsoo mencoba menyingkirkan kai dari hadapannya dan keluar menuju tempat suho.
Kai yang masih terpaku disana melihat ke arah chanyeol dengan alis bertaut seolah mengatakan 'bagaimana ini'. Dan dengan enteng chanyeol hanya memasang ekspresi creepy dan menaikkan bahunya seolah tidak tau. Kai yang mulai frustasi akhirnya mengejar kyungsoo.
"Kyungsoo!"
'Suara itu lagi' batin kyungsoo
"Hei, biarkan aku membantumu" kata kai setengah maksa -_- sambil merebut kertas-kertas yang setia didekapan kyungsoo
"Antarkan kertas-kertas itu ke ruang sekertariat osis, terimakasih" kata kyungsoo ketus dan melenggang pergi
GREP
"apalagi" tanya kyungsoo mulai muak melihat muka kai
"Itu aku tidak tau dimana letaknya" tanya kai polos dengan wajah datarnya
"Kau 3 tahun bersekolah disini dan tidak tau dimana letak sekertariat osis? Pabo" kata kyungsoo lagi dan kini tengah menyeret kai dengan tergesa gesa
"He-hei pelan sedikit kyung" kata kai yang tidak dihiraukan kyungsoo dan masih setia menyeret kai.
.
.
.
.
Disinilah mereka didepan ruang sekertariat osis.
Kyungsoo merebut kertas rekab-nya dari dekapan kai lalu masuk keruang tersebut. Kai hanya diam menunggu kyungsoo diluar.
"Permisi, suho ini rekab-nya" kata kyungsoo mencoba menyerahkan kertas itu
"Eh? taruh di meja samping itu saja" tunjuk suho kesalah satu meja yang ada diruang tersebut sembari memperhatikan kyungsoo dibalik kacamatanya.
"done, ada yang bisa kubantu lagi?" Tanya kyungsoo
"Bagaimana kalau...kau menemaniku ke cafe depan sekolah kita?" Tanya suho sambil melepas kacamata yang tertaut di hidungnya.
Kyungsoo nampak berfikir sebentar disisi lain ini tawaran bagus mumpung kyungsoo sedang lapar juga dan di satu sisi ia harus bilang apa ke kai yang menunggunya diluar. Argh ia terlalu lama berfikir
"Hei kyung kenapa lama sekali" kata kai yang tiba-tiba sudah diambang pintu dengan tangan dilipat dan salah satu bahunya ia sandarkan di dinding.
"Ah, maaf kai" kata kyungsoo setelah menoleh kebelakang
"(Mengehela nafas) aku mengerti, aku hanya bercanda" kata suho sambil tersenyum
"Ngomong-ngomong terimakasih banyak" katanya lagi
"O..ok sama-sama" kata kyungsoo lalu berbalik pergi dan melenggang dihadapan kai
"Hei suho mengajakmu pergi kenapa tidak kau iyakan" tanya kai sedikit tergesa mengimbangi langkah kyungsoo
"Tidak" jawab kyungsoo singkat. Seketika ia ingat dengan perkataan baekhyun.
"KAI / KYUNGSOO" kata mereka bersamaan. Mereka berpandangan sejenak
"kau duluan" kata kai
"Tidak kau duluan" kata kyungsoo
"Kau saja" kata kai
"OK BERSAMA / OK BERSAMA" kata mereka bersamaan lagi
haaa~ . Untuk kesekiankalinya mereka bersama menghela nafas
"BAGAIMANA KALAU KITA..." ucap mereka bersamaan
Mau ngapain hayo...
-TBC-
Maaf author lama update ini sudah seribu tahun belum sih -..- author sibuk sangat /sebenarnya gak juga/ #crot
Untuk next chap itu final chap author mau masukin 3 pairing itu kaisoo chanbaek sama hunhan. Nanti cerita mereka ngapain sama ending mereka gimana..fufufu~
Semoga gak bosan sama ceritanya dan author rasa ini chap paling alay -_- sepertinya masih banyak typo .-. Maafkan author ne mungkin softlens author modus minta ganti /wat/
Oh iya author pengen bikin ff lagi. Tanya dong crack pair favorit kalian di exo siapa?
Author lagi baik ini makasih banyak yang sudah mampir dan review ay lop yu bebeh /tebar pocky/ /tebar kitkat/ /tebar pie susu/
