YANG DIHARAPKAN, AYAH DAN IBU

.

.

.

Yang Diharapkan Ayah dan Ibu © Masashi Kishimoto

Pair:

-Uzumaki Kushina

-Uzumaki Naruto

-Namikaze Minato

Rate: K+

Genre: Drama, Family, Hurt/Comfort

Warning!

GJ, Typo (s), AU, OOC (maybe), dll

DONT LIKE DONT LIKE!

FlashBack On

Aroma makanan sudah

tercium diberbagai sudut

Rumahnya pagi-pagi begini,

membuat bocah tampan itu

terusik. Ia membuka kelopak

matanya pelan-pelan,

membelalakkan matanya

begitu mencium aroma

makanan yang sudah tidak

asing lagi bagi indra

penciumannya, makanan

kesukaannya Ramen.

Ia

membangunkan diri,

merenggangkan otot-ototnya

sebentar, kemudian berjalan

menuju lemari bajunya. Ia

mengambil baju santai,

karena hari ini memang hari

libur. Ia mengambil

handuknya, melingkarkan di

lehernya, lalu beranjak

menuju kamar mandi untuk

membersihkan diri.

Keluar Kamar mandi, bocah

itu terlihat sudah segar

kembali. Ia letakkan

handuknya, kemudian keluar

untuk menyapa AyahIbunya

sekaligus sarapan bersama.

"Ohayou gozaimasu,

Kaachan!" sapa bocah itu

ramah. Wanita yang ia panggil

Kaachan bernama Uzumaki

Kushina itu menoleh, lalu

tersenyum memandang

Naruto. Masih berkutat

dengan pancinya, Kushina

balas menyapa. "Ohayou,

Naruto! Duduklah, Ibu

masakkan kau Ramen.' ucap

Kushina lembut, kembali

bekerja. Naruto duduk di

meja makan yang berhadapan

dengan Dapur, lalu mengambil

gelas kecil, menuangkan Susu

Putih. Ia meminumnya dengan

pelan serta meresapinya.

"Hm~ Siapa yang membuat

susu ini, Bu?" tanya Naruto.

"Rasanya enak."

Kushina tersenyum. Tanpa

membalikkan badan, Kushina

menjawab, "Touchanmu tadi.

Ia belajar membuat Susu dari

Ibu!" seru Kushina, lalu

tertawa pelan. Naruto

tersenyum konyol. "Ternyata

Touchan bisa membuat sebuah

minuman dengan enak.

Hahaha, biasanya Touchan itu

membuat sesuatu tapi hancur-

hancuran!" ejek Naruto. Ia

dan Ibunya tertawa.

"Nih, sudah jadi, Naruto. Ibu

membuat Spesial untukmu."

kata Kushina sambil

meletakkan panci di tengah-

tengah meja, kemudian

membuka tutupnya. "Hm,

aromanya enak!" seru

Naruto, kemudian mengambil

mangkuk. Kushina meminta

mangkuk itu dari Naruto,

mengambilkannya. "Ini."

"Arigatou!" Naruto

menyendok kuah Ramen itu.

"Cp... Cp...' Naruto terlihat

merasakan.

"Bagaimana, Naruto?" tanya

Kushina. "Enak?" Naruto

tersenyum. "Sekali!"

sambung Naruto. Kushina

balas tersenyum. "Baiklah!

Besok akan Ibu buatkan

Ramen lagi."

Naruto lanjut memakan

ramennya sampai habis. "Bu,

tambah lagi ya?" minta

Naruto. "Boleh!" Kushina

mengambilkan lagi.

Naruto memakan lagi. 'Wah,

nafsu makan anakku memang

besar ya!" seru Kushina

sambil memukul bahu Naruto

dengan keras sampai hampir

terjungkal. 'Aaauuuwww~"

Kushina tertawa terbahak-

bahak. "Heheheh, gomen

Naruto! Kebiasaanku!"

Kushina tersenyum kikuk.

Naruto menatap Kushina

dengan kesal. Tak lama, ia

tersenyum.

"Oh ya Bu. Touchan

bagaimana? Ia sudah sarapan

belum?" tanya Naruto.

"Mmh... Belum, tadi soalnya

Touchan-mu berangkat

terlalu pagi. Ibu bingung, hari

libur kok rajin sekali dia,"

jelas Kushina. Naruto hanya

terkekeh, melanjutkan

makannya.

Suatu ide terlintas dibenak

Naruto.

"Kaachan, nanti aku mau

latihan bersama Sasuke,

Sakura-chan, dan Hinata-

chan, serta Lee. Boleh tidak,

aku sekalian mengantar

Bekal Touchan?" mohon

Naruto. "Juga ingin melihat

aktivitas Touchan yang jadi

Yondaime," tambah Naruto

dalam hati. Kushina terlihat

menimbang-nimbang.

"Baiklah, ttebane!" seru

Kushina.

Naruto bangkit dari duduknya,

teriak. "Yatta!" Kushina

hanya tersenyum geli.

Ia memang mendengar suara

langkah kaki orang berjalan,

tapi siapa?

'Tok tok tok...' Terdengar

suara ketukan dipintu,

dibarengi dengan seruan

Naruto. "Touchan?"

Naruto, batinnya senang.

"Masuk, Naruto!" ia

mempersilakan masuk.

Naruto membuka pintu itu,

terlihat Minato Namikaze

sedang menulis disebuah

kertas dengan gaya khasnya,

rompi Jounnin dan jaket

beraksen api. "Touchan!"

seru Naruto.

Minato mendongak, "Naruto,

ada apa kesini? Tak

biasanya." tanya Minato

sambil tersenyum.

Naruto berjalan menuju meja

Hokage, menaruh kotak bekal

yang dititipkan Kushina. "Ini,

ada titipan dari Kaachan,

Yah!" ujar Naruto. Minato

tersenyum. "Apa ini?' Minato

membukanya.

"Ramen terenak buatan

Kaachan!" jawab Naruto

mantap. Minato dan Naruto

terkikik. "Coba deh Touchan

makan." ajak Naruto. Minato

mengambil sumpit,

memakannya. "100! Enak

sekali!" seru Minato.

"Oh, ini. Aku juga bawakan

susu buatan Touchan... Yah...

Emm~"

"Naruto sudah meminumnya?

Enak tidak?" kejar Minato.

Naruto tersenyum lebar,

mengacungkan jempol. "...

Sekali!"

"Yasudah, Naruto tinggal

dulu, ya! Mau latihan~" ucap

Naruto. Minato mengangguk.

"Sampaikan pada Kaachanmu,

Arigatou!"

"Sip!" seru Naruto. Ia

membuka pintu, lalu keluar.

"Hosh... Hosh..." Naruto

terengah-engah sehabis

latihan bersama. Ia meminum

sebotol penuh air putih.

"Oooiiiyyy~ Teman-teman!

Kita lanjutkan besok, ya!"

seru Naruto pada teman-

temannya.

"Yosh!" jawab Lee, disertai

anggukan teman temannya

yang lain.

Naruto berjalan pulang. Ia

masih capai, sampai ada

rasanya ada yang

menyentuhnya, hangat.

"Naruto, tunggu Touchan!"

Naruto sontak menoleh, ada

Touchannya.

"Iyadeh~ Touchan kutunggu!"

kata Naruto. Mereka berjalan

bersama sore itu.

"Tadaima~" Mereka

mengucapkan bersama,

disambut lembut oleh

Kushina. "Okaerinasai,

Minato, Naruto!"

Kushina tersenyum. "Ayah

dan anak sama saja! Sana

mandi dulu, lalu kita sarapan

bersama!" omel Kushina.

"Ha-haiii!"

...

"Dimakan, Minato, Naruto."

ucap Kushina setelah

menghidangkan makanan

untuk mereka berdua. "Oh

ya, ramennya enak tidak,

Minato?' tanya Kushina tiba-

tiba. Naruto menoleh kearah

Minato.

"Enak sekali!" seru Minato.

"Tuh kan, Naru bilang apa!

Kaachan memang tak

terkalahkan!"

Suara tawa membahana di

dapur kecil mereka.

FlashBack Off

"Oh... Jadi... Dulu kita bahagia ya, Kaasan!" Naruto tersenyum. Kushina balas tersenyum.

"Tentu, ttebane! Dan dulu itu kau saaaangat lucu!" Kushina dan Naruto tertawa.

Kushina beranjak. "Nah, Naruto. Ibu masak dahulu, ya. Kau mandi dulu, lalu sarapan bareng!" ujar Kushina. Naruto hormat pada Ibunya, "Yosh, Kaasan!"

...

Sehabis makan, Naruto terlihat kekenyangan. Tapi ia melihat pekerjaan Ibunya yang begitu banyak... Merasa kasihan.

"Kaasan, boleh aku membantumu?" ujar Naruto. Kushina terdiam sebentar, lalu menunjuk ke arah cucian. "Cuci itu ya, Naruto!"

Naruto harus menelan ludah melihat cuciannya bertumpuk. Tapi ia sudah berniat membantu Kaasannya. Diambilnya celemek, kemudian mulai mencucinya.

...

"Terimakasih, Naruto, telah membantu Kaasan!" kata Kushina ramah. Naruto tersenyum letih , menganggukkan kepalanya.

Seakan teringat sesuatu , Naruto menoleh pada Ibunya. "Bu, besok libur sekolah!" kata Naruto.

"Hm? Besok tanggal berapa sih? Kok libur?" tanya Kushina.

"Tanggal 10. Entahlah... Tsunade baachan!" kata Naruto. Kushina terkejut, kemudian menyadari sesuatu.

Kushin tersenyum. "Aku harus berterima kasih pada Tsunade sama..." gumam Kushina yang didengar oleh Naruto.

"Hm? Berterima kasih apa, Kaasan?" Naruto bingung. "Oh, tidak apa-apa. Umm... Oh iya. Besok Ibu dan Ayah pagi-pagi harus ada di lapangan pelatihan, jam 6. Besok Naruto menyusul ya, jam 8?" tanya Kushina. Naruto mengangguk.

"Nah, kau main sana, Naruto. Ibu biar membersihkan Rumah." kata Kushina.

"Oke, Bu!" Naruto kemudian berlari ke luar rumah.

Sebelum itu Kushina menghampiri kamarnya. Melihat kalender. Hari ini tanggal 9 Oktober...

TBC!

A/N : Haaah~ Akhirnya selesai Chapter ini.

Untuk update chapter 3 nya agak lama ya! Blm iada inspirasii o(╥﹏╥)o

Oh iya makasih buat review nya di Chapter 1 kemarin!

Jaa... Matta ne!