Perang dunia ninja keempat telah berakhir. Meski menyisakan luka yang mendalam, para ninja kembali memulai semuanya dari awal, bahu membahu untuk kembali membangun berbagai aspek yang nyaris terebut karena rencana mata bulan Uchiha Obito.
Konoha perlahan bangkit kembali, pembangunan desa dilanjutkan dan berangsur-angsur pulih. Perang telah menjadi sejarah, walau harus menyisakan trauma bagi sebagian orang.
.
.
Naruto by Masashi Kishimoto
Refrain by Winna Effendi
Fiction by Dae Uchiha
©2012
Standard warning applied
.
.
Sebagian orang mungkin telah melupakan pengkhianatan besar-besaran yang dilakukan oleh Uchiha Obito dan memaafkan klan Uchiha tersebut, namun beberapa yang lain memilih untuk tetap menggunjingkan dan menatap dengan tatapan merendahkan.
Uchiha Sasuke menyadari hal itu.
Sekembalinya ia dari pelarian, beberapa orang menatapnya seakan-akan ia adalah sampah yang menjijikkan. Sisanya memilih untuk mengacuhkannya.
Tapi Sasuke akan bertahan ... karena akhirnya ia menyadari, Konoha-lah satu-satunya tempat dia bisa pulang. Ya, Naruto berhasil menyadarkannya. Mungkin pengkhianatannya terbayar dengan dirinya yang membantu Naruto di medan perang dan rela memberitahu mereka cara mengalahkan Juubi, namun bukan itu yang membuatnya bersedia kembali.
Karena ada Naruto di sana.
Seorang sahabat yang menyayanginya dengan sepenuh hati.
Naruto-lah kini satu-satunya alasan kenapa ia berada di Konoha. Karena meski dunia mungkin akan memandangnya remeh, Naruto tetap akan menganggapnya sebagai sesuatu yang berharga.
Setelah Naruto mengungkapkan semua kebenaran tentang Itachi, kakaknya itu kini tak lagi menjadi seorang buron pengkhianat. Para tetua Konoha sudah menghapuskan semua catatan kejahatan Itachi dan tak lagi mengungkitnya.
Namun setelah itu semua tak lagi sama.
Tragedi menyedihkan klan Uchiha yang merupakan akal-akalan Danzou membuatnya tak lagi mendapatkan tatapan yang sama dari teman-temannya. Entahlah ... rasa simpati itu membuatnya risih.
Karena itulah ia sekarang di sini. Berjalan menuju puncak bukit di antara guguran dedaunan. Ia ingin menyendiri. Ia muak dengan tatapan prihatin semua teman-temannya.
Namun langkah pemuda terakhir klan Uchiha itu terhenti ketika melihat sesosok gadis berambut indigo yang terduduk dalam balutan daun momiji yang berserakan.
Gadis bernama Hyuuga Hinata.
Sasuke menyadari bahwa Hinata-lah satu-satunya gadis yang tetap bersikap biasa terhadapnya. Hinata sepertinya tidak berminat untuk bersimpati padanya ... Sasuke juga tak mengerti.
Dulu Sasuke selalu meremehkan Hyuuga Hinata. Gadis itu lemah dan tidak ada ninja yang seperti itu. Tapi ketika ia ke medan perang dan mendapati gadis itu di barisan terdepan bersama Naruto, Sasuke tahu ia sudah menjadi lebih kuat. Kematian Hyuuga Neji telah membuatnya menjadi lebih kuat.
Mungkin karena merasakan chakra miliknya, gadis itu menoleh dan tersenyum padanya. Senyum sopan untuk sekadar berbasa-basi.
"Sasuke-kun ..."
.
.
.
.
.
Sasuke lebih tak mengerti lagi ketika ia menyadari ia telah duduk di samping gadis itu. Hal yang begitu saja terjadi tanpa sempat ia pikirkan.
Mereka berdua terdiam cukup lama, namun Sasuke sama sekali tak ingin beranjak. Untuk pertama kalinya ia benar-benar merasakan akizora setelah sekian lama. Semilir angin membelai lembut wajahnya. Lalu daun momiji yang berguguran—daun berwarna kuning kemerahan itu menari-nari indah sebelum menyentuh tanah. Keindahan alam yang tak sempat ia cecap saat berada di pelarian.
"Kenapa kau ada di sini, Sasuke-kun?"
Sasuke melirik gadis di sebelahnya. Hinata menekuk lututnya dan menopangkan dagu, dan Sasuke tahu lagi-lagi itu hanya sekadar basa-basi. "Kau sendiri?"
Sasuke sama sekali tak menduga bahwa gadis itu akan tertawa ringan. "Banyak hal yang membuatku membutuhkan tempat yang tenang untuk berpikir. Terutama perang itu ..."
Untuk sesaat pemuda bermata oniks itu mengira Hinata akan menghakimi klannya seperti yang beberapa orang lakukan terhadapnya, atau mungkin akan mengatakan sesuatu tentang simpati dan semacamnya, tapi lanjutan kalimat gadis itu mampu membuatnya tertegun.
" ... atau mungkin aku hanya ingin lari dari simpati teman-teman yang lain."
Dan ketika mata sewarna mutiara itu akhirnya benar-benar menatapnya, Sasuke merasakan perasaan lain menelusupi hatinya.
Hinata ... mengerti.
"Menyakitkan. Dan rasa simpati itu membuat semuanya bertambah sulit. Kenapa mereka tidak berpura-pura tidak tahu saja, sih?"
Gerutuan gadis itu tanpa sadar membuat Sasuke mengangkat sudut bibirnya. "Hn."
Untuk selanjutnya yang terdengar hanyalah desiran sang bayu. Namun Sasuke merasa nyaman. Gadis itu ... merasakan hal yang sama dengannya.
Ia tidak sendiri.
Tidak lagi.
.
.
(Ketika dua orang mengalami rasa kehilangan yang sama, maka mereka akan saling memahami tanpa perlu berkata-kata.)
.
Wish 5 : Mengertilah. (Hinata & Sasuke)
.
~Wish Five : End~
.
.
Author's territory:
Chap ini spesial buat Neji dan seluruh anak DnA. Happy New Year! Belum telat, kan? :D
Akhirnya saya bikin canon SasuHina. :D
Entah kenapa saya punya firasat kalo Sasuke bakal mati kayak Neji. Dia pasti datang dan bantuin Naruto, dan mati. Pemikiran itu bikin saya nangis. Sebagai Sasuke-centric, saya cuman punya satu harapan: Sasuke bahagia. Beda sama Naruto yang penuh dukungan, Sasuke sendirian dan ga ada yang bener-bener bisa ngertiin dia. Meski Team Seven peduli sama dia, saya yakin ada sebuah tempat yang gak bisa mereka isi di hati Sasuke, sebuah lubang yang hancur karena kehilangan.
Ayo bantu saya doain Sasuke! #ditabok
Untuk review:
Freeya Lawliet: Makasih doanya, Kak... #sok akrab #dijitak Hehe, cinta sejati, ya ...
Ulva-chan: Syukurlah kerasa. ;) Makasih doanya ...
Zee: Chap ini gimana? Makasih doanya :D
Sasunata chan: Makasih ... :D
Guest: Iya, si kakek Sasuke ... He-eh. Hinata meninggal :(
Lily Purple Lily: Udah update! Thanks udah suka ...
Anne Garbo: Makasih doanya ... iya, setelah saya pikir lagi, tua banget ya, ampe punya cucu #gabisabayangin
Statusnya complete karena setiap drabble emang udah segitu aja, tapi selama saya masih punya ide, bakal tetep lanjut kok!
Zephyrus 123: Makasih konkritnya, saya akan lebih hati-hati lagi! Hehe, saya orangnya suka mellow sih ... chap ini gimana?
Ahh, ketauan ya? Setiap ada waktu luang saya emang nyempatin baca novel ... :D
Mamoka: Pendek ya ... iya sih, chap ini malah lebih pendek! #dibuang
Merai Alixya Kudo: Thanks, ini udah update!
Astia morichan: Membingungkan? Jadi gini, si kakek tak tersebut namanya itu Sasuke, terus tokoh 'aku' itu cucunya, dan Hinata itu istri Sasuke ... apakah chap ini membingungkan juga?
n: Makasih udah khawatir ... yosh pasti semangat kok! :) jangan panggil senpai ah, panggil dae aja ...
KumbangBimbang: Makasih ... ini udah tinggal beberapa minggu lagi bisa jalan kok ... :D
Anoname: Thanks :)
AA Jebug Depapepe Partners: Thanks (:
Cafujitaoz: Ini emang ga nyambung, Say... setiap drabble beda ... makasih doanya :)
Konkrit, saran, review dinanti ...
:D
-dae-
