Ingatan

.

.


oO)-=-=-=-o-=-=-=-(Oo

"Mr. Love: Queen's Choice/Love & Producer" beserta seluruh karakter di dalamnya adalah milik Papergames/Elex©

Fan fiksi "Ingatan" ditulis oleh kurohimeNoir. Penulis tidak mengambil keuntungan material apa pun atas fan fiksi ini.

Drabble (Words count: 771). AU. MC menggunakan nama "Noa".

oO)-=-=-=-o-=-=-=-(Oo


.

.

"Hmmm ... Susah banget, sih, sinyalnya di sini ..."

Noa mendesah sambil menatap layar ponselnya yang perlahan meredup. Dia sedang ada pekerjaan di daerah pinggiran Loveland, dan mendadak ingin mencoba menelepon Lucien. Dan gagal. Lagi. Lucien sendiri sedang berada di luar negeri, dan akhir-akhir ini belum sempat menghubunginya. Plus sangat susah dihubungi. Mungkin dia benar-benar sibuk.

Gadis itu bisa paham. Hanya saja, rasanya tetap kangen.

Langkah Noa yang tak tentu arah, mendadak terhenti. Gadis itu baru menyadari tempat macam apa yang baru saja dipijaknya.

"Ini ... area pemakaman?" gumamnya.

Noa memandang berkeliling. Sama sekali tidak ada orang. Hatinya mau tak mau gamang. Sejak dulu, Noa memang lemah terhadap hal-hal yang bersifat gaib. Ketika masih merutuki kebodohannya sendiri yang bisa-bisanya tidak sadar melangkah ke mana, tiba-tiba sekelebat ingatan melintas cepat.

Ia seperti melihat mobil boks putih tengah melaju kencang ke arahnya. Lantas terdengar suara seseorang meneriakkan namanya. Semua serba tidak jelas, tetapi Noa merasa seperti mengenal sosok dan suara orang itu.

"... Lucien?"

Saat mencoba mengingat lebih jauh, Noa merasakan sakit yang teramat tajam di kepalanya. Gadis itu merintih, nyaris limbung.

"I command you—"

Tiba-tiba sekelebat sosok berambut perak dengan suaranya yang dingin—entah kenapa juga terdengar bergetar—muncul tanpa permisi di ingatan Noa. Setelah itu, hanya ada kekosongan.

"Apa ... itu tadi ...?"

Dada Noa bergemuruh. Rasanya sedikit sesak. Butuh beberapa detik hingga ia menyadari jantungnya berdetak sangat kencang. Gadis itu mencoba menghela napas dalam-dalam, mencari kelegaan, saat tiba-tiba ia merasakan pundaknya ditepuk dari belakang.

"Aaaaaaaaah—"

"Huwaaaaaaah!"

Reaksi pertama Noa adalah berteriak, antara kaget dan takut. Lebih kaget lagi, lebih takut lagi, ketika sosok yang tadi menepuk bahunya—siapa pun itu—ikut berteriak. Sampai Noa sadar suaranya sangat familier. Ia pun memberanikan diri untuk berbalik.

"K-Kiro?"

Pemuda berambut pirang itu tampak sedikit pucat. Raut wajahnya jelas masih menyisakan rona ketakutan.

"K-Kenapa kamu teriak?!" tanyanya. "A-Apa kamu melihat sesuatu di s-sini?"

Sepasang mata biru Kiro memindai berkeliling dengan gugup, membuat Noa mau tak mau gagal menahan tawa.

"Kamu yang ngagetin aku, kenapa malah jadi kaget sendiri, sih?" Noa masih tertawa.

"Aku nggak ngagetin!" protes Kiro. "Aku nyariin kamu ke mana-mana. Taunya malah pergi ke kuburan. Ngapain, sih?"

"Umm ... Nyasar?"

Gantian Kiro yang tergelak. "Epic banget, nyasarnya malah ke tempat beginian. Padahal kamu kan penakut. Ha ha ha ha ha ..."

Noa pasang muka datar. Ingin rasanya balas mengejek, 'Ngaca, dong!'

"Ya udah, kalau gitu kita balik aja, yuk!" ajak Kiro. "Semua kru udah nungguin, tuh."

Seketika Noa teringat tanggung jawabnya yang sedang memproduseri sebuah variety show jalan-jalan ke tempat-tempat indah di pinggiran Loveland, yang dibintangi oleh Kiro selaku pemandu acara. Mereka sudah beranjak meninggalkan area pemakaman itu, ketika hati Noa mendadak tergerak untuknya menghentikan langkah. Lantas menoleh ke satu titik.

"Noa?"

Gadis itu tersentak saat Kiro mendadak memanggil namanya. Ia masih terbengong beberapa saat, membuat raut cemas menodai paras Kiro yang biasanya didominasi ceria.

"Ada apa?" tanya pemuda seumuran Noa itu.

"Ah." Noa menyunggingkan satu senyum spontan. "Nggak ada apa-apa, kok."

Meskipun begitu, Noa tak bisa mencegah kesedihan yang mendadak mengisi sanubari. Kesedihan yang tak mampu ia pahami, mengapa bisa ada di sana. Untuk apa ... atau untuk siapa?

"Jangan kebanyakan ngelamun, apalagi di tempat kayak gini." Saat bicara lagi, mata biru Kiro sudah kembali terhias kilatan jahil. "Nanti bisa-bisa kamu kesambet~"

"Kiro, apaan, sih!"

"Palingan nanti ada penampakan muncul. Atau ... kamu bisa tiba-tiba liat kenangan dari arwah-arwah penasaran yang ada di sini. Misalnya ... saat-saat menjelang kematian mereka—"

"Bodo', ah! Aku nggak denger!"

Sambil menutup telinga dengan kedua tangan, Noa cepat-cepat melangkah pergi meninggalkan Kiro.

"Hei! Noa, tungguin, dong~"

Kiro pun beranjak hendak menyusul. Namun, kemudian, langkahnya terhenti sejenak. Matanya terarah lurus ke satu tempat. Arah yang tadi hampir saja dilihat Noa. Satu nisan, yang takkan terbaca dari sini. Yang di atasnya terukir satu nama.

Lucien.

Mata Kiro berkaca-kaca ketika ingatan itu datang kembali tanpa terelakkan. Di hari ketika Noa nyaris tertabrak mobil boks putih yang hilang kendali. Hari ketika Lucien yang juga ada di sana, memilih untuk mengorbankan dirinya sendiri demi menyelamatkan Noa.

Memang, nyawa Noa terselamatkan, tetapi tidak hatinya. Waktu itu, dia mengantar Lucien hingga ke peristirahatan terakhir. Di tempat ini. Namun, setelah itu, Noa histeris. Dan Kiro memutuskan untuk menyelamatkan hati Noa, dengan cara membuatnya melupakan kepergian Lucien.

Saat ini, Noa hanya tahu Lucien sedang pergi bekerja ke luar negeri. Namun, Kiro tidak tahu, sampai kapan ingatan palsu yang ditanamkannya kepada Noa menggunakan Evol 'Absolut Command' itu akan bertahan.

Kiro tahu, ia bukannya membantu Noa menghadapi kesedihannya, tetapi malah membuatnya melarikan diri dari kenyataan. Meskipun begitu, pemuda itu tetap mengikuti kata hati. Demi melindungi hati gadis yang disayanginya.

"Maafkan aku ... Noa ..."

.

.

.

TAMAT

.

.

.


* Author's Note *

.

Walau cuma drabble, ini fanfik pertamaku yang tokoh utamanya Kiro (selain MC). Dan happy angst day buat para stan serta fans Kiro.

/dibuang

Jadi, di sini aku membuat sebuah AU 'tanpa Lucien'. Gegara waktu itu circle stan Lucien di Twitter sempat bahas new chapter terbaru di server CN. Di mana MC melihat salah satu 'kemungkinan masa depan' di dalam mimpinya, yaitu Lucien tiada & otaknya 'diteliti' (sudah dengan persetujuan Lucien), dimasukin ke semacam tabung dengan cairan-entah-apa ditempeli kabel-kabel.

Very sci-fi but scary but also very Lucien. Daripada kepikiran, ya udah, aku bikin drabble ini aja. 😂😭😭

.

Regards,

kurohimeNoir

01.12.2022