Topan Badai
.
.
oO)-=-=-=-o-=-=-=-(Oo
Animasi "BoBoiBoy" beserta seluruh karakter di dalamnya adalah milik Animonsta Studios/Monstaยฉ
Fan fiksi "Topan Badai" ditulis oleh kurohimeNoir. Penulis tidak mengambil keuntungan material apa pun atas fan fiksi ini.
Drabble (Words count: 334). Canon-based.
Timeline: BoBoiBoy Galaxy Musim 2 Windara arc
oO)-=-=-=-o-=-=-=-(Oo
.
.
Ia duduk di tepian tempat yang sangat tinggi, di antara awan-awan. Seperti menara pencakar langit. Kedua kakinya bergoyang-goyang santai di udara, sementara ia tersenyum sambil menyenandungkan sebuah lagu.
Sejauh mata memandang, hanya ada angkasa biru membentang. Dengan tebaran awan tipis-tipis di mana-mana. Syal panjangnya yang berwarna putih itu berkibar tertiup sepoi sang bayu.
Misterius sekali. Padahal di tempat setinggi ini harusnya angin bertiup sangat kencang. Alih-alih, hanya ada angin semilir yang begitu lembutnya. Sekaligus menyejukkan hingga ke relung hati dan pikiran.
"Hai."
Dia tersentak samar ketika seseorang mendadak menyapa. Namun, senyum cerahnya yang sempat menghilang, segera menghias wajahnya kembali, begitu melihat siapa yang datang. Ialah remaja putra bertopi dino jingga yang dipakai terbalik, yang kini ikut duduk di sampingnya.
Dia tahu nama remaja putra itu: BoBoiBoy.
"Di sini damai sekali, ya," BoBoiBoy berkata sembari menatap jauh ke depan, "Beliung."
Dia yang dipanggil dengan nama 'Beliung', sontak tertawa kecil. Tawa yang terdengar ceria.
"Iya, kan," sahutnya. "Aku suka di sini."
"Aku juga."
BoBoiBoy pun tersenyum. Angin sepoi ikut menyapanya dengan lembut. Pikirnya, dunia alam bawah sadar 'Beliung' ini ternyata jauh lebih ramah daripada perkiraannya.
Kalau begitu, seharusnya semua akan baik-baik saja, bukan?
"Padahal kalau di luar kamu kayak sejuta topan badai yang lagi mengamuk."
BoBoiBoy tertawa kecil, mengiringi ucapannya barusan. Beliung ikut tertawa.
"Iya, ya," sang perwujudan tahap ketiga elemental angin hanya menyahut pendek.
BoBoiBoy menghela napas dalam-dalam, lantas menoleh ke samping. Tepat pada saat Beliung juga sedang menoleh ke arahnya. Yang ada di dalam penglihatan BoBoiBoy sekarang hanyalah sepasang mata biru sejernih kristal yang amat indah.
"Kalau nanti kamu keluar lagi," kata BoBoiBoy kemudian, "apa kamu bisa setenang tempat ini?"
"Hmmm~" Beliung berpikir-pikir sejenak. "Kalau itu, sih, tergantung kamu juga, 'kan?"
BoBoiBoy tersentak samar.
"Tapi nggak apa-apa." Kali ini, Beliung memamerkan satu senyum lebar yang sangat berkilauan. "Soalnya kamu nggak sendirian. Kita nggak sendirian."
Sepasang iris madu BoBoiBoy itu berkaca-kaca. Namun, hanya sekejap, sebelum bibirnya mengulas senyum yang sama cerahnya dengan Beliung. Sementara di dalam hatinya, kesejukan tempat ini mulai menyelusupkan secercah kehangatan.
"Iya!"
.
.
.
TAMAT
.
.
.
* Author's Note *
.
Hai, hai~ ( ยด โฝ ` )๏พ๐
Noir kembali lagi dengan drabble pendek. Pengin publish sesuatu aja sih, soalnya hari ini ulang tahunku. ๐โจ
Eniwei ... ku mulai suka Beliung, helpโ
/nak
Suka banget desainnya yang pakai syal itu. Dan warnanya selain biru, banyak putihnya. Dan, nggak pakai topi yang jadi ciri khas Dek Boi selama ini. Jadi tampak berbeda emang, yah. ๐๐
Masih penasaran sama detail matanya kayak gimana. Kubayangkan sih indah berkilauan, gitu~ ๐
Hmmm ... Sejauh ini, untuk elemental tahap ketiga, udah ada Balak yang masih nunggu benih Oakuat yang entah kapan numbuhnya.
Tapi mendingan lah, daripada kalau alami, tumbuhnya harus nunggu 100 tahun, 'kan. ๐ญ
Dan apakah tahap ketiga ntar semuanya pada nggak pakai topi? ๐ณ
.
Regards,
kurohimeNoir
01.12.2022
