Warning: YAOI! Gw udah memperingatkan dari awal ini loh yah, kalo masih ada yang ngeyel, gw nggak mau tahu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
I told You! This is YAOI!
..
..
..
..
..
..
..
..
..
..
Gw udah bilang, ini YAOI.
..
..
..
What the fuck are you doing?
..
..
..
..
..
..
Kalo masih kalian baca, berarti kalian emang gesrek, kek gw yang udah gesrek.
..
..
..
..
Ya udah, silahkan nikmati aja kalo kalian maksa.
..
..
..
..
..
..
..
..
Naruto by Masashi Kishimoto
Fate series by Nasu Kinoko
Pairing: Naruto x Astolfo
Warning: YAOI! Lemon, Lime, OOC, AU, Typo, and lainnya.
...
..
..
Roommate
...
..
.
Enjoy it!
Tinggal satu atap dengan teman itu menyenangkan memang, kau bisa melakukan apa saja dengannya. Apalagi teman itu sangat dekat dengan diri kita.
Seperti Naruto dan Astolfo, tinggal satu apartemen dan bersekolah di universitas yang sama. Asltofo seorang pemuda berambut merah jambu panjang, wajahnya sangat feminim dibandingkan laki-laki lain, lalu Naruto Uzumaki, pemuda pirang gagah yang entah kenapa terkenal dikalangan cewek universitas karena ketampanannya.
Naruto dan Astolfo sering bersama setelah mereka memutuskan tinggal bersama, terlebih apartemen yang mereka tinggali lebih luas daripada apartemen biasa.
Astolfo tak masalah dengan itu, begitu juga dengan Naruto.
Namun ada satu masalah yang mengganjal Naruto, terutama saat dia ada di rumah dengan Astolfo, pemuda itu selalu memakai pakaian khas seorang cewek pada umumnya, lebih tepatnya cewek rumahan.
Celana pendek yang menampilkan paha mulusnya, lalu kaos yang terlihat kebesaran, serta beberapa kali Naruto melihat Astolfo yang hanya mengenakan handuk setelah mandi, itupun ditutup mulai dari bagian dada hingga pahanya.
Naruto sendiri menahan diri untuk tak berbelok, dia memang dekat dengan beberapa perempuan, namun tak ada yang membuatnya sreg.
Berbeda dengan Astolfo yang entah kenapa membuat penisnya berdiri.
Adapula satu kelebihan yang dipunyai Astolfo, dia bisa berdandan layaknya seorang cewek. Terkadang Naruto memergoki Astolfo memakai pakaian cewek, atau bercosplay ria, atau yang lebih tepatnya, crossdress menjadi seorang wanita.
Astolfo benar-benar bisa melakukan itu, seperti sekarang. Astolfo sedang memakai pakaian khas dari negeri seberang, Chinese dress.
Naruto mau tak mau harus menahan dirinya. "Kau kenapa memakai pakaian seperti itu?"
"Ah ini, aku sedang crossdress sih, tapi lucu juga jika ini muat dibadanku." Ia tertawa kecil setelah mengatakannya, Astolfo memutar tubuhnya. "Bagaimana? Ini pakaian yang dipinjamkan padaku, katanya aku harus mencoba pakaian ini."
"Bagus untukmu."
"Benarkah? Terima kasih Naruto," balas Astolfo, namun Naruto menyadari sesuatu. Dia melirik ke bagian bawah Astolfo, ada sebuah gundukan mencurigakan di bawah sana. "Baik, aku akan kembali ke kamar." Pemuda itu berlari kecil ke dalam kamar, kemudian menguncinya.
Naruto mengerutkan dahinya melihat kelakuan Astolfo barusan, wajahnya merona setelah dia puji, lalu tubuhnya menegang, serta sesuatu yang dia curigai sebagai penis itu berdiri.
Memikirkannya saja Naruto ereksi, dia pun segera berdiri dan kembali ke dalam kamarnya untuk tidur, keduanya telah selesai melaksanakan makan malam.
Naruto tak bisa tidur saat ini, dia duduk di pinggiran kasurnya seolah sedang merenungkan sesuatu.
"Ahhhnn..."
Dahinya berkerut mendengar sebuah desahan dari kamar sebelah, apakah itu Astolfo atau orang lain. Dia pun segera beranjak dari tempat duduknya, kemudian berjalan untuk keluar kamar, dia membuka pintu kamarnya dengan pelan untuk melihat situasi di luar.
Di saat situasi diluar aman, Naruto berjalan kelaur dari kamarnya, dia melihat pintu kamar Astolfo yang sedikit terbuka, entah itu disengaja atau tidak, Naruto berjalan mengendap-endap ke pintu kamar Astolfo, dia mengintipnya melalui celah pintu kamar tersebut.
Kedua mata birunya membola sempurna saat dia melihat Astolfo sedang menggerakkan tubuhnya naik turun, pakaiannya masih dengan pakaian yang barusan, lalu dia menutup sebgaian wajahnya menggunakan masker.
Ada sebuah kamera yang Naruto yakini itu adalah kamera untuk live di sebuah situs. Naruto mengerjapkan kedua matanya beberapa kali saat Astolfo terus menggerakkan pinggulnya naik turun, dia juga melihat penis dengan ukuran sedang Astolfo yang bergerak naik turun mengikuti gerakan tubuhnya.
Lalu yang paling mencengangkan adalah, ada sebuah dildo yang Naruto yakini ukurannya sama dengan penisnya saat ereksi. Naruto menatap ke bawah, lebih tepatnya ke penisnya yang sudah ereksi.
"Lebih baik aku tidur saja deh."
Dia pun kembali ke kamarnya untuk tidur, namun dengan perasaan yang campur aduk. Karena temannya yang satu ini melakukan live stream yang agak aneh.
-o0o-
Keesokan harinya, Naruto berjalan ke toilet laki-laki. Dia masuk ke dalam toilet tersebut hanya untuk membuang air kecil.
Namun dia dikejutkan dengan sebuah suara desahan, Naruto merasa familiar dengan suara itu, dia pun tak jadi buang air kecil, namun malah ke sebuah bilik yang bersebelahan dengan bilik desahan itu berada. Naruto dengan hati-hati berdiri di atas kloset duduk itu, dia mencoba mengintip siapa yang mendesah seperti itu.
Naruto mengerutkan dahinya melihat sosok Astolfo yang sedang memasukkan dildo di liang belakangnya, serta sebuah benda berbahan karet yang biasa digunakan untuk onani oleh laki-laki.
Naruto meneguk ludahnya kasar melihat Astolfo melakukan hal nyeleneh seperti itu, dia pun turun dari kloset tersebut, kemudian kembali ke tempat dirinya mau buang air kecil.
Naruto segera pergi dari toilet tersebut, dia berjalan pulang ke apartemen karena sudah tak ada pelajaran sama sekali di kampusnya. Kepalanya terus memikirkan Astolfo yang selalu onani dimanapun dia berada, Naruto sendiri terkadang beronani untuk melepas semua hasratnya.
Sesampainya di rumah, Naruto mengganti pakaiannya dengan pakaian santai, seperti kaos serta mengenakan celana boxer saja.
"Aku pulang!"
Naruto mendengar Astolfo yang baru saja pulang dari kampus. "Oh selamat datang."
"Ah, Naruto kemana saja kau?"
"Aku langsung pulang, karena tak ada pelajaran lainnya."
Astolfo tak membalasnya, dia memasang wajah cemberut, dia pun membuka jaket yang dikenakan, di dalam jaket itu Astolfo hanya memakai kaos tanpa lengan saja.
"Uhh, panas." Pemuda itu berjalan ke kamarnya untuk meletakkan segala perlengkapan, dia pun keluar kamar dengan hanya memakai kaos tanpa lengan tadi serta celana boxer khusus untuk perempuan. Naruto sedikit terkejut dengan apa yang dikenakan Astolfo saat ini, dia pun kembali berfokus pada ponsel pintarnya tanpa memperdulikan Astolfo yang duduk di sebelahnya.
Astolfo duduk santai di kursi sofa bersebelahan dengan Naruto yang juga duduk di sofa.
"Naruto..."
"Ada apa?"
"Apakah kau masih menjadi temanku jika aku punya kelainan seks?"
Naruto menghentikan kegiatannya, dia menatap Astolfo yang sedang menundukkan kepalanya diserta semburat merah di kedua pipinya.
"Entahlah, mungkin aku masih menjadi temanmu Astolfo."
Pemuda itu tersenyum mendengar jawaban Naruto barusan. "Terima kasih."
"Tapi ada alasan kan kenapa kau menjadi seperti ini?"
Astolfo memasang wajah sedihnya. "Aku ditolak terus oleh para gadis yang aku tembak." Pemuda itu mendongak menatap langit-langit ruangan itu. "Maka dari itu aku berubah haluan, tapi aku tak yakin jika ada cowok yang menerimaku." Astolfo menghela napas panjang.
"Pasti ada kok yang mau jadi pacarmu, cowok ataupun cewek."
Astolfo tersenyum tipis. "Kau benar."
Naruto menyipitkan kedua matanya, dia menatap gundukan yang ada di boxer Astolfo. Naruto pun berinisiatif untuk menyentuhnya, jari telunjuk itu menyentuh gundukan tersebut.
"Apa ini?"
"Eh, em, ah... Na-naruto..." Astolfo langsung menatap Naruto, membuat pemuda pirang itu tersenyum misterius. Dia kemudian menarik celana boxer Astolfo ke bawah untuk mengeluarkan penis Astolfo yang sudah ereksi sedari tadi. "Uhhh, ke-kenapa?"
"Nikmati saja..." Naruto menggenggam penis itu, dia menggerakkan tangannya naik turun sembari menatap Astolfo yang saat ini masih terkejut dengan apa yang dilakukan Naruto.
Gerakan tangan Naruto sangat lembut, dia terus menggerakkan tangannya naik turun. "Ungghhh!" Astolfo tanpa sengaja mendesah nikmat saat Naruto memberikan sebuah rangsangan.
Pemuda pirang itu kemudian menggigit daun telinga Astolfo, serta mulai menjilatinya. Tubuh Astolfo menggelinjang tak karuan saat gerakan tangan Naruto semakin cepat.
"Unngghhh ahhh!" Desahan pemuda berambut merah jambu itu semakin keras, pinggulnya terangkat tatkala Naruto mempercepat gerakan tangannya. "Ahhh, aku keluar!" Cairan putih kental pun keluar dan membasahi tangan Naruto, serta lantai di bawahnya.
Naruto tak langsung menariknya, dia menatap cairan yang menutupi tangannya itu. Dia melepas penis Astolfo yang mulai mengecil, lalu menjilati cairan yang menutupi tangannya.
Astolfo mengambil napas sebanyak mungkin setelah orgasmenya tersebut. "Uhhh..." Keringat membasahi tubuhnya, dia melepas kaos tanpa lengan itu, serta celananya.
"Woah, kenapa?"
"Pa-panas... A-aku ingin..."
Sekarang Astolfo tengah berdiri di depan Naruto dengan keadaan telanjang bulat, dia pun duduk di atas paha Naruto, penisnya kembali berdiri setelah klimaksnya tadi. Astolfo menjilati kedua jarinya sendiri, dia kemudian mengarahkan kedua jarinya itu ke liang belakangnya.
Naruto mengerjapkan kedua matanya beberapa kali, dia mengangkat tubuh mungil itu dan meletakkan di atas sofa, pemuda itu kemudian jongkok di depan Astolfo yang kembali duduk di sofa, dia menatap penis Astolfo yang kembali ereksi.
Naruto kembali menggenggamnya, dia kemudian mengarahkan penis Astolfo ke dalam mulutnya, kedua kaki Astolfo bergerak tak beraturan, kedua tangannya meremas kepala pirang tersebut tatkala Naruto menggerakan kepalanya maju mundur.
Astolfo menggigit bibir bawahnya menahan desahan nikmatnya, libidonya mulai naik setelah Naruto memberikan rangsangan yang lain.
"Be-berhenti Naruto..."
Pemuda pirang itu tak mendengarnya, dia terus memberikan blowjob pada Astolfo hingga pemuda berambut merah muda kembali dibuat orgasme untuk kedua kalinya.
Cairan putih kental itu keluar dan memenuhi mulut Naruto, dia segera mengambil tisu, dan memuntahkannya. Astolfo tak terlalu peduli Naruto menelannya atau membuang cairannya, dia saat ini hanya ingin menikmati rasanya seks.
"Kau ingin seks kan?"
Astolfo mengangguk kecil, dia membuka kedua kakinya lebar-lebar, dia tersenyum menatap Naruto, seolah ingin agar Naruto menyetubuhi dirinya. Naruto bersiap, dia melepas seluruh pakaiannya hingga telanjang bulat, kedua mata biru itu menatap Astolfo yang sudah benar-benar siap. Naruto membasahi penisnya menggunakan air liurnya serta cairan precum, dia kemudian mengarahkan penis ereksinya itu ke liang anus Astolfo.
Naruto mendorong pinggulnya pelan, penisnya mulai masuk ke dalam, dia merasakan sempit saat penisnya berada di dalam sana. Naruto meringis merasakan penisnya di jepit oleh dinding rektum tersebut. Namun, dia terus mendorongnya hingga semuanya masuk ke dalam.
"Ah, aku lupa dengan kondom."
"Ungghhh!" Astolfo mendesah pendek membalas perkataan Naruto barusan, dia memegang kedua kakinya yang terbuka lebar untuk Naruto.
Pemuda pirang itu kemudian bergerak dengan gerakan pelan, tangannya memegang penis Astolfo yang kembali ereksi, dia mengocoknya pelan.
'Ahh, pikiranku kosong...' batin Astolfo yang mulai menikmati. Astolfo terus mendesah saat Naruto menghujamnya dengan penis, tangan kiri Naruto pun bergerak menyentuh puting susu Astolfo yang sudah berdiri tegak, dia mencubit puting tersebut, kemudian mengulumnya.
Astolfo mendongak menikmati hisapan Naruto pada putingnya.
"Akhh! Ahhh!" Astolfo mendesah tertahan, hisapan Naruto berubah menjadi jilatan, lidah Naruto merayap ke atas hingga ke leher pemuda itu, Naruto memberikan beberapa kissmark di leher Astolfo.
Dia kemudian mencium bibir ranum Astolfo sembari terus menggerakan pinggulnya.
'A-aku keluar!'
Naruto merasakan jika perutnya basah akibat cairan putih Astolfo, namun dia masih terus menggerakan pinggulnya.
"Akh!"
Naruto mendorong pinggulnya, dia mengeluarkan seluruh cairannya ke dalam tubuh Astolfo. Pemuda berambut merah jambu itu meringis nikmat merasakan cairan Naruto yang memenuhi liangnya.
-o0o-
Astolfo duduk dengan memeluk kedua lututnya, wajahnya memburu saat dia sadar setelah melakukan hubungan badan dengan Naruto.
Dia mengubah orang straight menjadi seperti dirinya.
"Kau khawatir karena aku berubah haluan?" Astolfo mengangguk kecil. "Tenang, aku Bisexual, terlebih aku punya pacar." Astolfo langsung menatap pemuda pirang tersebut, dia menghela napas setelah mengetahui Naruto yang punya pacar.
"Syukurlah."
"Sepertinya pacarku akan kemari."
Astolfo mengerutkan dahinya mendengar itu. "Akan kesini?"
"Mungkin menginap juga."
Pintu apartemen pun berbunyi, Naruto mengambil celana boxernya saja, dia berjalan ke pintu masuk apartemen. Astolfo penasaran dengan kekasih Naruto, dia tak tahu jika pemuda itu punya seorang kekasih, selain dirinya yang menjadi tempat Naruto berhubungan seks.
Astolfo mengerutkan dahinya melihat sosok perempuan yang dia kenal, dia punya rambut merah panjang dengan pakaian yang modis, dan terlihat keibuan, dia juga membawa seorang anak kecil yang ada di gendongannya.
"Ah, Astolfo-chan."
"Selamat datang Kushina-baasan."
"Kenalkan, kekasihku."
"Eh?!" Astolfo baru sadar bukan hanya dirinya saja yang agak miring, tapi Naruto juga. "Naruto kau?!"
"Ya, gitu, itu anakku, dan dia ibunya."
"Kau punya anak dengan ibumu?!"
Pemuda cantik itu pingsan seketika.
...
..
.
End
.. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. ..
Kalo kalian hanya membaca Summary, dan langsung flame, berarti kalian bodoh, bego, goblok, dan sebagainya. Gw udah peringatkan hal itu di awal, dan Summary, kalo ini YAOI! Udah gw kasih peringatkan dari awal loh.
Dan yah, gw nggak mau tahu, serta ada beberapa alasan kenapa gw bikin ginian, salah satunya melepas stress.
Ya udahlah ya, ciao!
