Ketiduran
Rate: T
Pairing: Hatake Kakashi x Yamato Tenzou
Naruto milik Masashi Kishimoto, saya hanya meminjam tokohnya untuk menjadi korban halu(?)
Warning! Gaje dan sangat pendek, OOC, dan homophobia tolong segera menekan tombol kembali karena anda telah salah lapak.
Note: Saya tahu kalau Kinoe dan Yamato adalah nama samaran yang diberikan untuk Tenzou. Jadi disini saya akan menggabungkannya menjadi Yamato Tenzou. Bila ada kesalahan, tolong ingatkan saya. Terimakasih.
Ps: kalian tidak akan menemukan pair belok lainnya selain KakaYama dan ShishuItachi. Saya masih sangat menyukai SasuSaku dan NaruHina. Terutama ShikaTema, SaiIno dan NejiTen. Intinya, saya belok hanya untuk dua pair ini.
Happy Reading!
.
.
.
Setelah kejadian dimana Sandaime Hokage meminta Yamato Tenzou untuk keluar dari Ne dan bergabung dengan ANBU yang ada dibawah perintahnya, remaja dengan rambut coklat sebahu itu kini tinggal di rumah senpai-nya, Hatake Kakashi.
Alasannya adalah karena Tenzou belum memiliki tempat tinggal sendiri dan Kakashi kebetulan juga tinggal sendirian sejak sang ayah, Hatake Sakumo, meninggal. (ANBU Ne biasa tinggal didalam organisasi.)
Saat ini Tenzou tengah duduk di atas sofa rumah Kakashi. Beberapa gulungan dan buku terlihat berantakan didepannya. Itu milik Kakashi yang masih belum sempat membereskannya. Tenzou sendiri tidak berani untuk menyentuhnya.
Senpai-nya itu sekarang sedang ada panggilan mendadak dari Sandaime. Dan Tenzou yang ditinggal sendirian di rumah tidak tahu harus melakukan apa karena segala urusan urmah sudah selesai. Ia ingin memasak untuk makan malam, tapi Tenzou masih mengingat permintaan Kakashi agar ia tidak sembarangan memasak tanpanya.
Terkesan tidak percaya pada Tenzou, tapi nyatanya pemuda itu pernah nyaris memotong tangannya sendiri akibat tidak mengerti cara menggunakan pisau. Sejak saat itu Tenzou harus didampingi Kakashi saat memasak. Toh, ia sekalian belajar pada Kakashi yang cukup ahli dalam urusan dapur.
Hela nafas keluar dari bibirnya, kepalanya terasa berat dan sekelilingnya menjadi kabur. Hingga tanpa sadar Tenzou telah jatuh tertidur dengan majalah arsitektur rumah di pelukannya.
Entah sudah berapa lama ia tertidur, tidak ada yang tahu.
Sampai Kakashi pulang dan melihat kohai barunya tidur dengan nyaman diatas sofa rumahnya.
"Yaampun, Tenzou." Gumamnya pelan dan bergegas masuk kedalam kamar untuk mengambil selimut. "Kenapa tidak tidur di kamar saja?"
Dengan lembut Kakashi menyelimuti tubuh Tenzou yang hanya memakai baju standart ANBU tanpa rompinya. Pelan-pelan juga diubahnya posisi tidur yang tidak nyaman itu menjadi menyender padanya, mencoba tidak membangunkan Tenzou yang terlihat sangat pulas.
Tatapannya tertuju pada bibir yang sedikit terbuka, diam-diam mencuri kecupan singkat dari kohai-nya itu.
Ah, jangan salahkan Kakashi. Ia sudah menyukai Tenzou sejak mereka bertemu kembali. Pemuda itu tidak dapat menahan keinginannya sendiri untuk tidak memeluk, melindungi ataupun memanjakan Tenzou. Ia tidak mengerti, dan tidak mencoba untuk mengerti karena terlanjur nyaman dengan keadaan yang ada.
Kecupannya kini jatuh di puncak kepala Tenzou, tersenyum kecil dan kembali membuka buku novel kesukaannya setelah mengistirahatkan salah satu tangannya di pinggang Tenzou yang malah bergerak menyamankan diri. "Selamat tidur, Tenzou." Bisik Kakashi penuh sayang.
.
.
.
.
End.
a/n:
OOC sekali. Tapi biarlah. Saya sedang butuh KakaYama untuk meredakan gejolak amarah pada tugas-tugas yang menumpuk /cry
Berminat review?
