Unpredictable!
Chapter 2

.

Sasuke menggaruk bagian belakang lehernya. Hari ini hujan turun lumayan deras, sehingga Sasuke tidak bisa bermain basket seperti biasa.

Kejaran fans-nya sudah mulai mereda, karena eskul sudah dimulai. Sebagian besar dari mereka mulai sibuk di eskul masing-masing.

Sasuke sendiri, sebenarnya menerima ajakan bergabung dari senior di klub basket sekolah itu.

Tapi, Sasuke tidak begitu suka teamwork. Terlebih lagi, dia beranggapan bahwa kalau mengikuti eskul, dia yakin fans-fansnya akan semakin berbahaya.

Karena tidak membawa payung, Sasuke berniat menunggu hujan reda di tempat yang jarang dikunjungi orang.

Sasuke pun berjalan mengelilingi lantai dua gedung sekolah itu, mencari ruangan yang sepi, dan dipastikan jarang ada orang datang kesana.

Langkah Sasuke terhenti didepan perpustakaan. Pintunya agak terbuka sedikit, sepertinya baru saja ada orang berjalan melalui pintu ini, namun tidak sempat menutupnya rapat kembali. Dari celah pintu, Sasuke tidak melihat ada siapapun didalam ruangan itu.

Setelah berpikir sebentar, Sasuke melangkah masuk kedalam perpustakaan itu. Yah, perpustakaan bukan tempat yang buruk untuk bersantai, pikirnya.

Setelah memasuki perpustakaan, Sasuke segera berjalan menuju ke tempat yang paling dekat dengan jendela yang terbuka. Angin dingin masuk melalui jendela itu dan mengkibarkan tirai perpustakaan yang berwarna keabu-abuan.

Biarpun perpustakaan ini gelap dan sepi, yang penting di tempat yang tidak menunjukkan adanya orang lain ini, Sasuke dapat terhindar dari orang-orang yang merepotkan.

Baru saja Sasuke menarik sebuah kursi untuk tempatnya duduk, tiba-tiba seorang siswi muncul tanpa suara sedikitpun.

Cewek itu dengan hati-hati melihat Sasuke dari balik rak. Setelah beberapa detik, cewek itupun menampakkan sosoknya.

"K-kau... Yang kemarin..." dia menatap Sasuke sebentar, lalu langsung membungkukan badannya sambil berkata gugup,

"Y-yang kemarin... Te-terimakasih banyak... Atas bantuannya..."

Kemarin? Maksudnya, cewek ini yang kemarin ditolong Sasuke? Pantas saja Sasuke merasa pernah melihatnya.

Cewek itu masih menunduk, sementara Sasuke hanya menatapnya sambil berkomentar, "Tidak usah formal, angkat kepalamu."

Setelah Sasuke berkata demikian, cewek itu segera mengangkat kepalanya sambil buru-buru berkata, "A-aku Hinata Hyuuga, ke-kelas... 10-B..."

Cewek bernama kecil Hinata itu kembali melanjutkan kalimatnya, "Y-yang kemarin... M-maaf aku merepotkan, d-dan jangan salah paham..."

"Yang kemarin, yang kemarin," Gumam Sasuke dengan nada suara yang terdengar kesal.

"Aku juga punya nama, Uchiha Sasuke," Sasuke terdiam sebentar, "Kelas 10-A"

"S-salam kenal..."

Perkenalan yang lumayan canggung, batin Sasuke. Yah, Sasuke menyebutkan kelasnya karena cewek itu juga menyebutkan kelasnya.

Setelah keheningan yang berlangsung beberapa detik, Sasuke kembali berbicara,

"Siapa mereka?"

"M-maksudmu... Yang ke-kemarin?" Hinata berkata pelan, Sasuke mengangguk sekali.

Hinata menggenggam tangannya sendiri dengan erat, lalu menjelaskan sedikit, "M-mereka senior... Yang berambut merah... I-itu Sasori-senpai. K-kalau seorang lagi... D-Deidara-senpai."

"Oh," Sasuke hanya bergumam sedikit. Dari nada bicaranya, sepertinya cewek ini tidak mau menceritakan kejadian kemarin sepenuhnya, batin Sasuke.

"K-kalau begitu... A-aku akan kembali ke kelas sekarang..."

Hinata pun berjalan cepat keluar perpustakaan.

Dan sekarang, hanya ada Sasuke seorang diri di perpustakaan itu.

Sasuke duduk di kursi yang terletak tepat di samping jendela, lalu melihat keluar. Dia baru menyadari bahwa lapangan basket dimana dia sering menyendiri, terlihat lumayan jelas dari jendela itu, hanya tertutupi beberapa dahan pohon kecil.

Angin dingin bertiup memasuki ruang perpustakaan melewati jendela itu, serta lapangan yang basah karena hujan itu membuat suasana terasa sangat sejuk dan tenang.

Entah kenapa, suasana di perpustakaan itu membuat Sasuke agak... Mengantuk.

'Tidur disini sepertinya tidak masalah.' Batin Sasuke dalam hatinya. Perpustakaan yang sepi dan dipenuhi buku, siswa mana yang mau meluangkan waktunya disini? Sasuke pun melipat tangannya diatas meja dan membaringkan kepalanya disana. Menunggu hujan yang makin lama semakin mereda.

...

Keesokan harinya, hari-hari damai Sasuke terus berlanjut.

Terimakasih banyak untuk kegiatan ekstrakurikuler, karena berkatnya, para penggemar Sasuke memiliki kegiatan lain yang dapat membuat Sasuke mendapatkan ketenangan pribadinya.

Hari ini, Sasuke hanya duduk disamping lapangan basket itu sambil meneguk jus tomat kalengan yang baru saja dia beli dari mesin otomat.

Bosan, batin Sasuke. Dia belum memiliki niat untuk pulang, sebab dia tinggal sendirian di rumah yang cukup besar. Akan jauh lebih membosankan dirumah sendirian, dibandingkan dengan disekolah.

Karena bosan, Sasuke melihat ke sekeliling, mungkin dapat melihat suatu kejadian menarik yang setidaknya dapat dia amati. Misalnya, senior-senior bernama Deidara dan Sasori itu menindas seorang junior lagi.

Sasuke sadar bahwa dua orang senior itu tidak terlihat beberapa hari ini. Sasuke memang tidak mencari. Toh, dia tidak ada urusan. Tapi, ini berarti dua orang itu belum menyadari kalau pelaku yang melempar bola basket kearah Sasori itu adalah dirinya.

Beberapa saat kemudian, Sasuke berhenti berpikir, lalu mendongakan kepalanya. Langitnya jauh berbeda dengan kemarin, pikirnya.

Sasuke melihat kearah langit tanpa bersuara dalam waktu yang cukup lama, tapi kemudian terganggu oleh sesuatu.

Sasuke merasa... Ditatap? Tapi, oleh siapa?

Sasuke pun melihat kearah gedung sekolah, firasatnya mengatakan ada seseorang yang sedang memperhatikannya.

Dan ternyata, firasatnya benar. Dengan sudut matanya, dia melihat seseorang di lantai dua, sedang melihat kearahnya.

Dengan perlahan, Sasuke menengok kearah jendela dimana ada seseorang sedang mengintainya. Dan ternyata, orang itu adalah...

Hinata Hyuuga?

Karena mata mereka bertemu, dan sepertinya dia merasa ketahuan sedang melihat Sasuke, Hinata langsung memalingkan pandangannya kearah lain. Sekilas, Sasuke melihat wajah Hinata yang tampak kaget dan sedikit memerah.

'Aneh,' Batin Sasuke. Setelah terlihat berpikir untuk beberapa saat, dia pun segera bangkit dari tempat duduknya dan kemudian menggendong tas punggungnya, dan berjalan menjauhi lapangan itu.

Sasuke berjalan pulang... Atau berjalan ke tempat lain?

Sebab, alis Sasuke yang naik dan seringai yang tampak beberapa detik di wajah Sasuke, sepertinya tidak menandakan bahwa dia akan berjalan pulang...

.

End of chapter 2.


Terimakasih yang sudah mereview chapter sebelumnya,

maaf atas update yg lambat...

Dan terimakasih bagi yang sudah membaca!