APAKAH INI CINTA YANG SALAH
Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
Rate : T
Pair : Narusasu/Sasunaru
Warning : AU, OOC, Shounen Ai... dun like dun read
Chapter 2
Because of Your Three Wishes
Sudah dua minggu berlalu sejak acara di festival musim panas itu. Dan selama itu pula Sasuke tidak mengacuhkan Naruto. Ia masih kesal karena harus jalan-jalan dengan Ino selama hampir 3 jam. Bukan karena ia membenci Ino, Ia menyukai Ino sebagai adik, tapi karena Ino yang menganggap Sasuke sebagai teman kencannya yang membuat Sasuke sangat tidak nyaman.
Naruto sudah berkali-kali meminta maaf dan berjanji kejadian semacam ini tidak akan terulang kembali. Tapi Sasuke masih belum mengacuhkannya. Sebenarnya Sasuke sudah memaafkan Naruto di hari ketiga, tapi ia ingin sedikit balas dendam pada Naruto. Enak saja dia harus pergi kencan dengan Ino, sementara Naruto malah asyik main kembang api dengan teman-temannya yang lain.
"Ayolah Sasuke jangan marah lagi. Aku berjanji hal semacam ini tidak akan terulang lagi," bujuk Naruto dengan tampang memelas.
Biasanya Sasuke akan cepat luluh saat Naruto sudah memasang tampang menyedihkan seperti ini. Tapi kali ini ia masih terus diam sambil membaca buku yang tak sengaja ia temukan di teras saat Naruto datang, niatnya cuma agar ada alasan menghindari tatapan mata naruto.
Melihat Sasuke masih diam, Naruto jadi semakin merasa bersalah. Ia tak sengaja melirik buku yang di baca Sasuke. 'Alladin dan Lampu Ajaib'. Sebuah ide mendadak melintas di otaknya.
"Errr... Sasuke, kalau aku mengabulkan 3 permintaanmu apa kau mau memaafkan aku?" tanya Naruto.
Sasuke menoleh dan memandang Naruto dengan tatapan menyelidik.
Naruto tersenyum, akhirnya ia mendapat respon. "Bagaimana? Aku yakin kau tidak akan mendapat penawaran sebagus ini di manapun juga" kata Naruto sambil menampilkan senyum pepsodent andalannya.
Sasuke berpikir sejenak, kemudian menampilkan evil smirk-nya. "Apa kau yakin bisa mengabulkan apa pun yang aku inginkan?"
Naruto terseyum kaku "Errr... a...aku yakin," katanya terbata. Ia merasakan adanya pertanda buruk.
"Kenapa nadanya tidak meyakinkan." Sasuke memandang Naruto sambil tersenyum licik.
"IYA, AKU YAKIN BISA MENGABULKAN SEMUA KEINGINANMU!"
End Flashback
Naruto kembali tersenyum miris. 'Aku bukan Jin Lampu, meski aku berkata akan mengabulkan permintaannya, pada kenyataannya aku masih berhutang satu permintaan.'
"Naruto... permintaanku yang ke 3 aku ingin kau jadi kekasihku."
Naruto menyesal, kenapa ia tak bisa mengerti sahabatnya sendiri. Tiga tahun persahabatan mereka seolah tak cukup untuk mengerti perasaan dari sahabatnya itu. Padahal itu adalah perasaan dasar yang sederhana yang dapat dengan mudah dilihat orang lain. 'Apa karena aku memang sangat bodoh?"
"Naru-nii bodoh... masa sama sekali tak menyadarinya, saat kencan dengannya aku selalu melihat dia selalu mencuri pandang kearahmu"
"Baka ototou... sekilas pandang saja aku sudah tahu dia tergila-gila padamu..."
Naruto duduk bersandar di bawah pohon besar yang ada di situ. 'Aku tak hanya bodoh... tapi juga jahat... sangat jahat.'
"Heiii... jangan bercanda Sasuke. Cinta antara dua lelaki itu kan... menjijikkan sekali..."
"Hn... jadi begitu ya... Kalau begitu lupakan saja permintaanku yang MENJIJIKKAN tadi..."
'Saat itu, aku tak menyadari... dia terluka , luka yang sangat dalam, kini baru aku sadari bagaimana perasaannya saat itu. Pasti sangat menyakitkan ketika cintamu dianggap menjijikkan oleh orang yang kau cintai' Lagi-lagi Naruto menghela napas berat.
"Kurasa aku bahkan lebih menjijikkan... orang jahat yang tidak punya perasaan..."
Masih jelas dalam ingatan Naruto, Sasuke mendadak hilang dari kesehariannya. Tak ada kabar, tak ada e-mail atau telepon. Mencari di rumahnya pun percuma, rumah itu mendadak sepi seperti rumah hantu. Dari tetangga Sasuke ia tahu, keluarga Uchiha sudah pindah tapi tak ada yang tahu pindah ke mana. Naruto mencoba bertanya kepada Kaasan dan Tousannya, tapi mereka menggeleng tanda tak tahu. Dari Kyuubi ia hanya mendapat sebungkus paket kecil.
Naruto menoleh ke samping ke arah gundukan tanah yang tersamar oleh rerumputan dan daun-daun kering. Di situlah ia menanam semua benda kenangan yang mengingatkannya tentang Sasuke. Meski semua telah berlalu sekian lama meski ia menemukan beberapa gadis yang membuatnya jatuh cinta. Ia masih tak bisa sepenuhnya melupakan Sasuke, dengan alasan yang tak ia mengerti.
Setiap kali ia memiliki kekasih, entah bagaimana dalam keseharian cintanya ia selalu terlintas sedikit kenangan tentang Sasuke. Hanya saat pacaran dengan Sakura ia tak terlalu merasakan hal itu. Itu merupakan satu alasan yang membuat Naruto yakin dengan perasaannya terhadap Sakura. Tapi Naruto tak pernah menyangka setelah sekian lama ia meyakinkan perasaannya dan ketika cintanya pada Sakura semakin dalam ia dihadapkan pada satu kenyataan pahit. Sakura sudah dijodohkan sejak kecil.
Sakura tahu tentang semua itu, tapi ia tak pernah memberitahu Naruto. Itu dengan cepat mematahkan semua perasaan Naruto.
Naruto sakit hati, sangat, tapi disisi lain ia juga kembali mengingat banyak hal tentang Sasuke. Di satu sisi hatinya Naruto menyadari, keberadaan Sasuke ia butuhkan lebih dari apa yang dia pikirkan selama ini. Hanya saja baru ia sadari, bukan sebagai teman bukan sebagai saudara, mungkin sebagai kekasih...
Seandainya ia bisa kembali ke masa lalu dan mengabulkan permintaan Sasuke, seperti yang seharusnya ia lakukan...
.
.
.
"Naru-nii mana ramenku?" todong Ino saat Naruto memasuki ruang depan vila mereka. Hari sudah mulai gelap di luar sana.
Naruto menyodorkan bungkusan yang ia bawa. Saat itu ia melihat seorang pemuda yang sedang ngobrol dengan Kyuubi.
"Lama tak bertemu Naruto!"
Naruto terkejut menatap sepasang onyxs yang mengarah padanya.
TBC
Fuuuhhhh akhirnya kelar juga chap 2 ini...
Makasih buat udah ripiu chap 1 ...
Kalo nggak inget ada yang ripiu aku nggak mungkin bela-belain bikin chap 2 ini ditengah situasi padat karya di kampus*Curcol#
Gomen sambungannya lama...
Yang baca mohon di review ya...
