Merodine V Presented

"Ghost Lens"

A/N: Update kilat tuh. Jadi please review ya.

Warning: Don't Like, Don't Read

Disclaimer: Vocaloid bukan milik Merodine.


(Miku P.O.V.)

Tiga hari sudah aku tidak masuk sekolah sejak aku mendapatkan kacamata aneh dari seorang kakek. Kacamata yang dapat membuatku melihat sosok yang harusnya tidak dapat kulihat. Aku ingat saat pertama kali aku mencoba mengenakan kacamata tersebut dan menjerit ketakutan. Setelah itu aku langsung melepasnya dan berjalan pulang menuju rumahku. Dengan tubuh yang terus bergetar aku mencoba memejamkan mataku. Namun sampai aku akan berangkat ke sekolah aku tetap tidak bisa tidur. Sampai akhirnya Kaito datang ke kelasku saat istirahat pertama dan terkejut melihat kondisi diriku yang masih shock berat. Akhirnya Kaito mengantarkan aku pulang dan menyuruhku istirahat untuk beberapa hari. Saat dia bertanya apa yang terjadi padaku aku hanya menjawab kalau aku tidak bisa tidur semalaman. Terus aku mencoba berkelit dari ucapan Kaito hingga akhirnya Kaito dapat mempercayaiku.

Sampai hari ini aku terus berlatih membiasakan diri untuk melihat semua sosok yang ada di hadapanku. Namun masih ada sedikit ketakutan yang tersisa dalam hatiku saat melihat semua sosok tersebut. Sering aku menahan jeritanku sendiri saat melihat sosok dalam kondisi yang amat mengenaskan. Tapi lama-kelamaan aku makin terbiasa dan mulai bisa mengendalikan diriku. Hari ini pun aku yakin sudah bisa masuk sekolah seperti biasanya. Aku yakin aku bisa menjaga sikapku agar tidak terlihat mencurigakan didepan orang lain meskipun aku sedang mengenakan kacamataku. Sekarang aku sudah siap berangkat. Aku mengambil kacamata itu dan mengenakannya. Dan… Eh…

Oke, aku akan menceritakan sesuatu hal yang aneh kepada kalian semua. Sejak pertama kali aku mengenakan kacamata tersebut sampai aku berlatih membiasakan diri, aku selalu melihat sesosok hantu yang sama. Hanya sosok yang berada di sampingku ini yang terus aku lihat sejak pertama kali. Sosok laki-laki yang kelihatan seumuran denganku dan memakai baju serba putih. Aku tidak dapat menatap wajahnya karena tertutupi oleh rambutnya. Kemana pun aku pergi dan dimana pun aku memakai kacamataku dia akan selalu berada di sampingku. Aneh, kan? Tapi… Makin hari aku makin penasaran. Apakah tidak bisa aku berbicara dengan sosok yang aku lihat ini? Apakah kacamata ini hanya dapat aku gunakan untuk melihat sosok tersebut dan tidak untuk berkomunikasi dengan sosok tersebut?

Kriiing…! Kriiing…! Ah, jam alarmku sudah berbunyi dan menandakan aku harus segera menuju ke sekolahku sekarang. Tidak ada waktu untuk mengetes rasa penasaranku tadi. Aku pun meletakan kacamataku dalam sebuah kotak dan menaruhnya dalam tas. Aku rasa akan repot kalau aku harus terus-terusan melihat semua sosok selama perjalananku.

Klek. Aku membuka pintu rumahku.

"Ah, akhirnya hari ini kau bersekolah juga, Miku."

Kaito?

"Kau ngapain disini?" tanyaku. Kaito berjalan menuju diriku.

"Aku selalu disini untuk mengecek kapan kau akan berangkat ke sekolah lagi. Mulai hari ini aku akan berangkat bersamamu karena khawatir kau akan kenapa-kenapa lagi." Ucap Kaito. Sebegitukah dia menghkhawatirkan aku?

"Hn… Baiklah kalau begitu," ucapku singkat dan berjalan menuju sekolah. Kaito ikut bersamaku tentunya.

"Miku, memangnya beberapa hari ini kau sakit apa sih?" tanya Kaito.

"Bukannya sudah aku bilang kalau aku hanya kurang bisa tidur?" jawabku. Kaito mengangguk-angguk.

"Yakin tidak ada hal lain yang sedang terjadi pada dirimu?" tanya Kaito. Aku menggeleng, "Tidak ada."

"Ah, baiklah…" gumam Kaito.

Hm… Entah mengapa aku merasakan kalau sekarang Kaito juga menyimpan suatu rahasia pada diriku. Sepertinya ada keingintahuan lain dibalik kekhawatirannya pada diriku. Apakah mungkin Kaito mengetahui sesuatu mengenai apa yang terjadi pada diriku sekarang ini?

"Eh, Kaito." Aku memanggilnya.

"Ya?" tanya Kaito.

"Coba kau pikir. Apakah mungkin roh orang yang mati itu belum tentu tenang di alamnya? Maksudku, apakah kau percaya akan adanya hantu?" tanyaku. Semoga Kaito tidak curiga pada pertanyaanku ini. Kaito terlihat berpikir sejenak.

"Entahlah… Mungkin saja ada. Kan kau sendiri yang bilang kalau kita hidup di dunia ini tidak sendiri?" jawab Kaito.

"Oh, begitu ya." Ucapku.

.

.

.

Cukup lama kami terdiam setelah itu. Sampai akhirnya kami berdua tiba di sekolah dan bertemu dengan Kagamine Rin dan Kagamine Len. Mereka berdua langsung berlari dan menghampiri aku dan Kaito. Tampaknya mereka tidak mengetahui apa-apa mengenai apa yang sedang terjadi. Syukurlah… Aku takut mereka masuk dalam bahaya jika mengetahui mengenai kacamata yang aku dapatkan dan mengenai hantu yang mengincar Rin.

"Ohayou~! Aaa~ Akhirnya Miku-senpai masuk sekolah juga," ucap Rin dengan riangnya.

"Apa kabar, Miku-senpai?" sapa Len.

"Aku baik," jawabku sambil tersenyum kecil.

"Yuk, masuk kelas. Sudah hampir bel loh," ucap Kaito mengingatkan. Kami pun masuk kedalam sekolah dan memasuki kelas masing-masing.

"Selamat datang, ratu setan!"

Ah, rupanya Akita Neru sudah menyiapkan kejutan untukku.

"Kemana saja kau beberapa hari ini? Mengurusi setan-setan di duniamu itu, huh? Hahahaha…!" Neru terus-terusan meledekku. Sigh… Kapan kapoknya sih anak ini?

Ngomong-ngomong… Aku baru sadar kalau Zatsune Mikuo sedang tidak hadir hari ini. Kemana dia? Hm…

"Selamat pagi," seseorang memasuki kelas dengan wajah yang mengantuk. Ah, kebetulan. Itu dia Zatsune Mikuo baru datang.

"Mikuo tumben telat?" tanya Neru dengan wajah sok imutnya.

"Banyak PR malam ini," jawabnya.

"Eh? Bukannya tidak ada PR sama sekali untuk hari ini?" tanya Neru curiga. Mikuo bohong gak mikir dulu sih.

"Ah… Maksudku aku belajar sampai larut malam," ucap Mikuo lagi. Neru hanya mengangguk-angguk mendengar jawaban dari Mikuo. Dasar bodoh…

Tiba-tiba aku menyadari kalau Mikuo daritadi memperhatikan aku. Bukan memperhatikan seperti apa-apa. Malah bagiku… Terkesan aneh dan sangat dingin. Apa maksud dari tatapannya itu sebenarnya? Mikuo pun mendekatiku dan bertanya, "Kau sudah baikan sekarang?"

"Nn… Sudah," jawabku.

"Oh." Dia kembali ke tempat duduknya dengan cuek seperti biasa. Neru pun ikut duduk disampingnya. Meskipun cuma sebentar, tapi aku merasakan ada sesuatu yang aneh pada diri Mikuo.

"Siapa dia sebenarnya…? Bukankah kau mau tahu…?"

Eh? Bisikan yang waktu itu aku dengar sekarang muncul lagi. Tapi… Benar apa yang dikatakannya. Ada apa dengan Mikuo? Aku pun membuka tasku dan meraih kacamata didalam tasku. Dengan tangan yang agak gemetaran, aku memakai kacamataku. Dan ternyata…

Ada dua orang Mikuo?

Tidak! Aku serius! Didepanku sekarang ada dua orang Mikuo! Yang satu adalah yang sedang duduk bersama Neru. Dan yang satunya… Sedang berdiri disamping Mikuo dan perlahan menoleh padaku. Sosok yang sedang berdiri itu tiba-tiba menghilang. Apa maksudnya ini?

"Selamat pagi. Mari kita mulai pelajaran hari ini," Kiyo-sensei ternyata sudah datang. Ah, aku masih bingung dengan kejadian tadi. Dua orang… Mikuo?

Aku sudah mencoba memusatkan pikiranku pada materi pelajaran yang diterangkan oleh Kiyo-sensei tapi tetap saja tidak bisa. Aku masih penasaran dengan sosok Mikuo yang satunya itu. Tanpa aku sadari, kacamataku masih terpasang. Aku pun dapat melihat seluruh sosok yang ada dalam kelasku.

Seorang laki-laki berambut hijau yang sedang berdiri disamping Gumi. Gumi sendiri sedang asik bermain PSP ditengah pelajaran. Lalu ada juga sesosok gadis dewasa yang sedang membelai rambut Piko yang tidur dengan pulas. Memang tidak semua hantu yang kulihat itu menyeramkan tapi tetap saja ini adalah pemandangan yang aneh menurutku. Ditambah lagi sosok laki-laki yang ada disampingku ini.

Sebentar… Apakah aku dapat menyentuh sosok yang ada disampingku ini? Aku pun coba menyentuhnya tapi ternyata tidak bisa. Huh… Aku coba berbisik, "Hei." Sosok itu menoleh! Ah, mungkin nanti saja aku akan lanjutkan lagi. Aku tidak mau dibilang gila oleh anak-anak di kelasku.

Cukup lama aku hanya termenung memikirkan segalanya yang sedang terjadi dan tidak memperhatikan penjelasan Kiyo-sensei. Sampai akhirnya bel istirahat pertama berbunyi dan seluruh siswa dikelasku berhamburan keluar kelas sampai hanya ada aku sendiri didalam kelas. Kesempatan bagus. Aku kembali memakai kacamataku dan melihat sosok tersebut masih ada didepan diriku.

"Hai," sapaku. Sosok itu kembali menoleh.

"Kau boleh duduk di sampingku kalau kau mau." Ucapku. Dia mengangguk kemudian menghilang. Tiba-tiba sosoknya berpindah menjadi duduk di sebelahku.

"Siapa namamu?" tanyaku. Hantu itu diam.

"Hei…" aku menegurnya kembali. Barulah dia mau membuka mulutnya.

"Kazuki… Tomoyo…" ucapnya pelan. Tunggu… Sepertinya aku pernah mendengar nama tersebut.

"Kenapa kau mengikuti aku terus, Kazuki-san?" tanyaku.

"Aku… Menyukai Hatsune Miku…" jawabnya. Menyukai diriku, huh? Apakah itu alasannya kenapa dia masih berada di dunia ini?

Seperti yang kakek itu bilang. Bisa jadi roh yang pergi itu memiliki sebuah tujuan yang dia ingin lakukan tapi dirinya mati lebih dulu. Mungkinkah hantu yang ada di sampingku ini memiliki keinginan terakhir dan itu adalah berhubungan dengan diriku?

"Maaf…" ucapku pelan. Aku tidak tega untuk menyakiti perasaannya. Tapi aku harus bertanya padanya, "Apa keinginan terakhirmu sebelum kematianmu?"

"Aku… Aku…" Hantu itu tidak dapat menjawab.

"Kazuki-san, kau pasti ingin mengatakan sesuatu padaku kan sebelum kematianmu? Kenapa tidak sekarang saja?" tanyaku. Dia kembali terdiam.

"Aku waktu itu ingin bilang aku menyukaimu… Tapi aku meninggal karena kecelakaan saat ingin menghampiri dirimu di seberang jalan… Aku hanya ingin menyampaikan perasaanku yang tertahan itu…" ucapnya pelan.

Jadi… Itulah alasannya terus berada disampingku selama ini? Dia ternyata hanya ingin mengatakan perasaannya padaku tapi tidak sempat. Aku rasa aku akan membuatnya bahagia sebelum kepergiannya ini. Biarlah roh Kazuki akan pergi dengan tenang dan bahagia.

"Ucapkanlah sekarang, Kazuki-san." Ucapku sambil tersenyum kecil.

"Aku mencintaimu, Hatsune Miku." Ucap hantu tersebut sambil tersenyum. Perlahan sebuah cahaya mulai datang dan sosok Kazuki didepanku ini mulai menghilang. Angin kecil berhembus dan menghilangkan sosok dirinya untuk selama-lamanya. Tiba-tiba pula jatuh setangkai mawar merah di hadapanku setelah kepergian hantu Kazuki.

"Astaga…" gumamku pelan.

Aku menyadarinya sekarang. Semua hantu di dunia ini ternyata hanya ingin menyampaikan sesuatu yang tidak sempat dia sampaikan kepada yang dihantui olehnya. Ternyata mereka semua ada didalam dunia ini hanya untuk menyampaikan sebuah pesan. Itulah yang mereka inginkan sebelum pergi dalam tenang. Sungguh menyedihkan…

Kriiing…! Bel masuk sudah berbunyi lagi rupanya. Semua anak-anak pun kembali masuk kedalam kelas. Yah, sekarang perasaanku sudah lebih lega dan dapat lebih memusatkan konsentrasiku. Ternyata tidak buruk juga aku mendapatkan kacamata ini.

Pelajaran pun kembali dimulai. Saat merasa agak bosan aku menoleh keluar jendela. Dan… Sosok berjubah hitam itu terlihat lagi olehku. Tunggu! Waktu pertama kali aku melihatnya kan aku belum memakai kacamata ini! Kenapa bisa?

"Misteri mulai terungkap… Bukankah begitu, Hatsune… Miku…" Hawa dingin itu kembali berasa di sekitarku dan membuat kakiku kembali gemetaran. Siapa sosok itu sebenarnya?

"Pak, saya izin ke toilet ya pak." Ucap Mikuo tiba-tiba. Setelah Kiyo-sensei mempersilahkannya, Mikuo pun berdiri dari tempat duduknya. Dan kini… Kembali ada dua sosok Mikuo yang dapat aku lihat. Apakah dua sosok Mikuo dan sosok berjubah hitam itu memiliki keterkaitan?

"Apa yang kau sedang perhatikan, Hatsune-san?" tanya Mikuo dengan cuek. Eh? Sosok disampingnya menghilang kembali!

"Bukan apa-apa…" jawabku pelan. Dia pun berjalan melewatiku.

Apa maksudnya semua ini? Aku semakin yakin ada sesuatu dibalik sosok Mikuo yang kedua dan sosok hantu berjubah hitam yang aku lihat. Dan entah mengapa… Semua kejadian ini seakan menyeretku kepada suatu peristiwa di masa lalu.

To Be Continued...


Yamigawa: Sebelumnya thanks buat yang udah review. Keep review ya.