Disclaimer : Masashi Kishimoto

Genre : Romance/Hurt/Comfort

Rate : T

Pair : SasuNaru

Warning : Shounen ai! Don't like don't read, please!

Summary : Sasuke yang mengalami kecelakaan di hari pernikahannya sehingga mengalami amnesia, tidak mengenal dirinya sendiri, siapa orang-orang di sekitarnya, bahkan orang yang dicintainya sekalipun. Bagaimana kisah cinta mereka berdua bertahan di tengah cobaan ini?

The Diary of Sasuke

Chapter 1 - Amnesia

"Akhirnya hari ini kita pun bersatu, Naruto." ucap seorang pemuda berpostur tubuh tinggi, kulit seputih salju, mata dan rambut yang berwarna hitam kelam, dengan wajah yang amat tampan.

Pemuda itu mengenakan tuxedo berwarna putih yang berpadu dengan warna kulit putihnya. Hari ini adalah hari pertama dan hari satu-satunya ia mengenakan pakaian berwarna putih. Pemuda yang membenci pakaian berwarna terang tersebut berkenan mengenakan pakaian dengan warna putih, tentu saja hanya pada hari ia dan pasangannya bersatu. Menikah.. Itulah yang biasa disebutkan oleh orang-orang di sekitarnya.

"Oi Sasuke, kalau kau sudah siap ayo cepat naik ke mobil. Ayah dan Ibu sudah menunggumu di dalam sana." panggil seorang pemuda yang berparas sama dengan pemuda yang dipanggilnya Sasuke itu. Hanya saja rambut pemuda ini lebih panjang dan diikat menjadi satu.

"Baik, Itachi-nii." sahut Sasuke dari dalam kamarnya.

"Apakah aku tidak slah dengar? Biasanya kau memanggilku aniki kan, Sasuke? Hahaha.." tawa Itachi mendengar adiknya yang berprilaku berbeda dari biasanya.

"Benarkah? Aku tidak merasakannya. Aku hanya.. Terlalu gembira.." ucap Sasuke sembari tersenyum halus kepada kakaknya.

"Benar-benar.. Adikku yang cuek, menyebalkan, dan angkuh ini pun kini telah beranjak dewasa. Rasanya baru saja kemarin aku menikah dengan Deidara, sekarang kau yang menikah dengan Naruto." ucap Itachi sembari merangkul bahu adiknya.

"Aku sendiri tidak menyangka.. Aku yang sejak lama disukai oleh para wanita sejak kecil hingga dewasa, jatuh hati kepada sahabatku sendiri, Naruto. Sahabat yang selalu tertawa walau kukerjai sepanjang hari. Terlebih lagi, siapa sangka aku menikahi seorang pria? Hahaha.. Ternyata ungkapan cinta tidak mengenal gender itu benar ya, aniki." ucap Sasuke mengutarakan kebahagiaan pada kakaknya.

"Ya, sudah kalau begitu ayo cepat kluar sana, Ayah dan Ibu tidak sabar melihat penampilanmu. Aku akan menjemput Deidara dulu. Jaa, otouto!" ucap Itachi sembari menepuk punggung Sasuke kemudian berlari masuk ke dalam mobilnya, pergi mendahului Sasuke dan orang tuanya.

Sasuke pun berjalan dengan gagahnya menuju ke mobil pengantinnya. Tidak sabar menemui pasangannya yang sedang menunggu di lain tempat. Ayah dan Ibu Sasuke tidak dapat menahan senyum melihat putra keduanya kini beranjak dewasa dan siap meninggalkan rumah besarnya untuk hidup berdua dengan pasangannya di rumah yang baru.

"Ayah, Ibu, mari kita berangkat sekarang." ucapnya sembari masuk ke dalam mobil tersebut.

- Kuronekoru -

"Ya, ampun aku benar-benar gugup! Apa yang harus aku lakukn ketika bertemu dengan Teme nanti? Bagaimana cara memberikan salam kepada Ayah dan Ibu Sasuke? Bagaimana kalau nanti aku melakukan kesalahan di acara pernikahanku? Arrrggghhhh!" ucap seorang pemuda berkulit tan, mata biru sapphire, dan rambut berwarna kuning frustasi sembari mengacak-acak rambutnya.

"Hei, hei, Naruto! Jangan mengacak-acak rambutmu seperti itu! Dandanannya jadi rusak, kan?" sahut seorang lelaki dengan kulit tan, berambut coklat kehitaman, dengan goresan sepanjang pipi kiri, hidung, dan pipi kanannya.

"Hehehe... Maaf, Iruka-sensei. Aku terlalu gugup." cengir pemuda yang dipanggil Naruto ini.

"Dasar.. Lakukan saja seperti biasa. Santai saja, Naruto." senyum Iruka yang sudah seperti Ayah bagi Naruto, menenangkan Naruto.

"Tidak hanya gugup, aku juga tidak henti-hentinya memastikan.. Ini mimpi atau bukan, Iruka-sensei? Sasuke-teme yang bertingkah laku menyebalkan dan angkuh, rival-ku dari kecil hingga sekarang ini, melamarku seminggu yang lalu! Tentu saja aku tidak bisa menolak.. Entah apa di dalam hatiku, walau aku dan dia sesama pria, aku tidak merasa aneh. Bahkan selama ini aku tidak pernah menyadari perasaanku padanya. Hanya saja.. Pada saat ia melamarku, aku tidak dapat berbuat apa-apa kecuali tersenyum dan mengangguk pertanda iya kepadanya." umbar Naruto malu kepada Iruka.

"Sama juga denganku, Naruto. Siapa sangka kedua muridku yang tidak henti-hentinya bertengkar di jam pelajaran saat masa SMA dulu, kini menikah dan akan segera membentuk sebuah keluarga!" ucap Iruka sembari mengelus rambut Naruto."

Naruto berjalan menuju ke cermin besar yang ada di kamarnya. Merapikan tuxedo nya yang berwarna putih itu dan menyisir rambutnya. Berkali-kali ia menatap cermin itu dengan cengiran bahagia. Sesekali ia tersenyum sedih, mengingat kedua orang tuanya yang meninggal karena kecelakaan setahun yang lalu. Kemydian tersenyum kembali, mengingat Sasuke yang tidak henti-hentinya memeluk dan mengatakan pada Naruto kalau dirinya hanya boleh menangis di dadanya, dan tidak boleh ada seorang pun yang melihatnya menangis kecuali Sasuke. Andaikan saja kalau kedua orang tuanya masih hidup, ia dapat membayangkan bagaimana reaksi mereka berdua. Sang Ayah yang selalu tersenyum dan mendukung Naruto, dan sang Ibu yang selalu berprilaku tomboy dan hyperactive. Entah bagaimana kalau tidak ada Sasuke saat Naruto kehilangan mereka berdua sekaligus? Bunuh diri mungkin? Itu tidaklah mustahil. Meskipun Naruto berpenampilam ceria dan tertawa setiap saat, hatinya rapuh, karena sejak kecil ia diperlakukan semena-mena dan disiksa oleh teman-teman satu asramanya sebelum ia bertemu dengan kedua orang tua kandungnya. Terkadang apabila ia mencapai batas kekuatan hatinya, asma yang dideritanya sejak kecil itu pun kambuh. Dan berakhir dirawat di rumah sakit selama satu minggu. Namun hal itu tidak pernah terjadi lagi, sejak adanya Sasuke yang selalu berada di sisinya, yang selalu melindungi dan menjaganya setiap saat.

"Naruto! Ayo kita berangkat sekarang! Sasuke pasti sudah menunggumu di sana!" teriak Iruka dari dalam mobil di luar sana.

"Ok!" balas Naruto dari kamarnya. Bergegas keluar dari kamarnya berlari menuju mobil yang dikendarai Iruka.

- Kuronekoru -

Sesampainya di lokasi pernikahan..

Suasana di lokasi tersebut sungguh ramai, hal itu menambah kegugupan Naruto. Sudah sekitar 1 jam Naruto menunggu Sasuke di sana, namun tidak kunjung datang. Perasaan khawatir sudah menghantuinya di sana. Itachi dan Deidara sudah datang, tapi mengapa Sasuke dan kedua orang tuanya belum tiba juga? Itachi berusaha menghubungi handphone adiknya, namun tidak ada hasilnya. Ada apa dengan mereka? Suasana mulai gaduh.

'Sasuke.. Di mana kau? Kau baik-baik saja, kan?' batin Naruto.

Kriiiiiiinngggg

Tiba-tiba handphone Itachi berdering. 'Uchiha Sasuke memanggil' itulah yang tertampak pada layar handphonenya. Beberapa dari orang di lokasi menghela napas lega, namun ada beberapa juga yang menahan napas merasa penasaran apa yang membuat Sasuke terlambat. Naruto tidak henti menyuruh Itachi cepat mengangkat panggilan tersebut. Seketika itu juga, Itachi pun menekan tombol jawab yang terdapat pada handphonenya.

"Hallo? Dengan keluarga dari Uchiha Sasuke?" ucap seorang wanita dari seberang telepon sana. Yang menelepon ternyata bukanlah Sasuke yang mereka tunggu, melainkan seorang wanita yang tidak dikenal.

"Benar. Saya kakaknya, Anda siapa ya? Mengapa Anda bisa menelepon melalui handphone adik saya?" tanya Itachi khawatir.

"Sebenarnya... Saya adalah penemu keluarga adik Anda yang telah mengalami tabrak lari di daerah X. Saat ini, adik Anda dalam masa kritis dan dirawat di UGD RS Konoha." jawab wanita tersebut.

Ucapan dari wanita tersebut menggema di dalam lokasi pernikahan, suasana sunyi dan sepi mendengarkan mempelai pria, Uchiha Sasuke sedang dalam keadaan kritis di karenakan peristiwa tabrak lari. Naruto yang mendengarkan ucapan tersebut hanya dapat terdiam membelalak, merasa shock mendengar kabar tersebut, asmanya kambuh. Dengan keadaan susah bernapas, Naruto berlari menuju ke mobil berniat segera menemui Sasuke. Diikui dengan Itachi, Deidara, dan Iruka.

"Tenanglah, Naruto! Kendalikan dirimu! Hirup obat ini baik-baik!" ucap Deidara menenangkan Naruto yang mengalami kesulitan bernapas.

Iruka mengambil kendali mobil, dan Itachi meneruskan percakapan dengan wanita tersebut.

"Lalu bagaimana dengan kedua orang tua saya?" tanya Itachi bernada khawatir.

"... Maaf, pada saat saya menemukannya, mereka berdua sudah..." ucap wanita tersebut berat.

Itachi tidak dapat berkata-kata. Ia telah kehilangan kedua orang tuanya. Apa yang harus ia lakukan apabila ia kehilangan adiknya juga? Ia hanya dapat berdoa.

- Kuronekoru -

Di RS Konoha..

Suasana di ruang UGD sangatlah gaduh, para dokter sedang berusaha menyelamatkan nyawa seorang pemuda yang bernama Sasuke. Di luar ruang tersebut, seorang wanita berambut indigo panjang, berkulit putih, dan bermata lavender tersebut menunggu kedatangan keluarga Sasuke. Ia merasa bersimpati kepada keluarga Sasuke. Dilihat dari pakaian yang dikenakan Sasuke dan kedua orang tuanya, nampak mereka akan segera menghadiri suatu acara pernikahan atau, Sasuke sendiri yang akan segera menikah.

"Nona Hinata!"

Tiba-tiba seorang dokter memanggil wanita tersebut untuk segera masuk ke UGD. Wanita yang dipanggil Hinata itu pun segera berlari masuk ke dalam sana. Ia mendapati kabar bahwa Sasuke telah berhasil melewati masa kritisnya. Sasuke pun di pindahkan ke ruang rawat biasa. Namun itu hanyalah awal dari segalanya..

30 menit kemudian..

Tap tap tap tap tap

Nampak suara derap langkah beberapa orang yang sangat terburu-buru mendekati ruangan tempat Sasuke dirawat.

"Sasuke!" teriak Naruto dengan napas yang terengah-engah, mendapati Sasuke tengah setengah berbaring di ranjang rumah sakit, terdapat perban yang melilit kepalanya, di sampingnya telah duduk seorang wanita cantik dengan rambut indigo dan mata berwarna lavender.

"Siapa kau?" sahut Sasuke dengan wajah yang kebingungan.

To be continue

Huraaaaaaaaaaaa chapter 2 selesai update kilat mumpung ide sedang meluap-luap! XD . Kuro sedih sekali tidak mendapat review sama sekali setelah melepas ke-Hiatus an Kuro dari dunia fanfic kemarin. Kemana para readers dan reviewers tercintaaaaaaaa T_T . Tapi ya sudahlah! Semoga dengan di publishnya chapter kedua ini, ada review yang masuk untuk cerita ini *ngarep*

review yaaaa review yaaaaa