CHAPTER 2

Saat ini Sakura sudah sampai disekolahnya dan sedang berjalan dikoridor menuju kelasnya, disaat membuka pintu kelas X-1, kelasnya , matanya terbelalak melihat sesosok pria berambut hitam kebiru-biruan seperti PANTAT AYAM sedang duduk dibangku paling belakang dan sedang memandangi jendela. Pria yang tadi pagi menyerempetnya "Uchiha Sasuke". Dan Sakura masih memperhatikannya, merasa diperhatikan Sasuke pun melihat siapa yang memperhatikannya sedari tadi. Pandangan mereka pun bertemu Emerald bertemu Onyx.Sakura sadar dari lamunanya , dia berjalan menuju tempat duduknya, tepatnya didepan Sasuke. Setelah menaruh tas, Sakura berjalan keluar dari kelas. Sasuke sedari tadi tidak melepaskan tatapannya pada Sakura sampai akhirnya Sakura keluar dari kelas.

"Fiuh, hampir saja Jantungku copot karena melihat ketampanannya, lebiih baik aku ketaman belakang untuk menetralkan perasaanku." Gumam Sakura sambil memegang dadanya, tepatnya merasakan detak jantungnya yang berdetak sangat kencang.

"Hn, ternyata gadis itu menarik juga..!" gumam Sasuke dalam hati, disertai senyumannya, Ralat seringainya dan diotaknya sudah muncul berbagai ide untuk menjahili Sakura.

Suasana Taman begitu tenang, terdengar suara kicauan burung–burung dan merasakan Angin sepoi –sepoi yang membelai rambut soft pink panjang ini Sakura sedang memejamkan matanya merasakan sentuhan – sentuha angin, membuatnya merasa tenang, Tiba–tiba ketenangan itu hilang karena merasakan ada yang duduk dia membuka matanya dan melihat kesampingnya siapa yang mengganggu Seorang pria berambut merah dengan tato "Ai" di dahinya. Yeah pria itu bernama Sabaku No Gaara, sahabat kecilnya.

"Gaara, sedang apa kau disini dan sejak kapan kau datang ke konoha..?" Tanya sakura padanya dengan nada yang sedikit berteriak.

"Aku pindah sekolah kesini, dan aku pindah rumah juga, tepatnya tadi pagi, dan kita tetanggaan loh..!" Ucap Gaara sambil tersenyum lembut dan mengacak rambutku hingga berantakan.

"Hei, rambutku kusut tau, seenaknnya kau mengacak–ngacak rambutku, padahal tadi sudah kutata dengan rapih,, huft menyebalkan." Uca p Sakura sedikit kesal dan menyilangkan tanganya dibawah dadanya.

"Maafkan aku ya Hime, ternyata kau tidak berubah sama sekali..!" Ucap Gaara sambil mengelus Puncak kepala Sakura. Mendengar hal itu wajahku Blusing dan aku menutup wajahku.

"Kau ini selalu saja membuatku malu.!" Ucapku masih menutupi wajahku.

"Coba kulihat, seberapa merah wajahmu.!" Ucap Gaara sambil mencoba melepaskan tangan Sakura dari wajahnya.

"Tidak mau, kau benar–benar menyebalkan…! Ucap Sakura dan bangkit dari tempat duduknya dan segera berlari.
"Hei, kau mau kemana, Sakura.?" Ucap Gaara dan segera berlari mengejarku.

"Kena kau, sudah–sudah aku capek nih, oh ya kamu kelas 10 berapa,,..?" Ucap Gaara sambil memegang tangan sakura.

"Iya nih, aku juga capek banget, aku kelas 10-1 , kalau kamu sih,,..?" Tanya Sakura penasaran

"Aku juga sama, bagaimana kalau kita kekelas bersama, dengar bel sudah berbunyi." Ucap Gaara sambil menggenggam tanganku erat.

"Let's Go to The Classroom." Ucap Sakura penuh semangat.

Disaat Gaara dan Sakura sedang berjalan menuju kelas mereka, semua siswa dan siswi melihat mereka dengan tatapan bingung, mungkin mereka kira kalau Gaara dan Sakura Pacaran. Dan saat ini mereka memasuki kelasnya dn sama seperti tadi para siswa dan siswi bingung, terkecuali, Ino, Ten-Ten, Temari, dan Hinata, karena mereka tau Gaara dan Sakura sahabatan.

"Kau duduk dengan siapa Gaara,,?" tanya Sakura.

"Aku duduk dengan Sepupuku, Temari.!" Gaara menjawab.

"Oh, yasudah, aku mau duduk dulu ya,, Jah.." Ucap Sakura sambil menuju kursinya.

Disana sudah ada sahabatnya Yamanaka Ino, sedang mengobrol dengan kekasihnya Sai, gomen aku ga tau nama kepanjangan Sai,,,hehehe,,..! ^_^

"Hei Forehead, dari mana saja kau denga Gaara,,?" Ucap Ino sambil berteriak di dekat telinga sakura.

"Berisik Pig, aku tidak tuli dan aku baru saja dari taman..!" ucap sakura santai.

Disaat Sakura sedang asik-asiknya menceritakan Sakura dan Gaara tadi di taman, tiba-tiba seorang pria mengagetkan kami. Dia menggebrakan meja dan menatap marah pada kami, beruntung suasana kelas gaduh jadi orang–orang tidak mendengarnya.

"Bisa tidak sih, kalian tidak menceriakan suatu hal yang bodoh,,..?" geram Sasuke.

"Suka–suka kami donk, kami yang bercerita, apa urusannya denganmu 'PANTAT AYAM'..!" geram Sakura

"Tch, dasar 'PINKY' kau membuatku kesal, lihat saja nanti kau akan menyesal telah membuatku marah..!" Ucap Sasuke dengan seringainya.

"Akan kutunggu itu, 'PANTAT AYAM' baka..!" Ucap Sakura menantang, sedangkan Ino hanya mengangkat alis, bingung.

Sekarang Pelajaran Bahasa Indonesia Guru Kakashi, siwa dan siswi ada yang tidur, baca komik, dan-dan, dan photo – photo. Bel Istirahatpun berbunyi. Semua murid–murid berhamburan keluar.

"Sakura, ayo kita ke kantin." Ucap Ino sambil menggandeng tanganku. Saat sakura ingin menjawab Sasuke sudah memotongnya-

"Sakura ada urusan denganku, kau duluan saja ke kantin..!" ucap Sasuke dan menggandeng tangan sakura dan membawa Sakura keluar menuju gudang sekolah.

"Lepaskan, apa yang kau inginkan.?" Geram Sakura berusaha melepas tangannya dari genggaman Sasuke.

"Aku kan sudah bilang, kau akan menyesal telah membuatku marah..!" bisik Sasuke di telinga Sakura.

"Apa yang akan kau lakukan padaku, hah..?" bentak Sakura dan mendorong tubuh Sasuke yang entah sejak kapan telah menghimpitnya. Saat ini Sauke tengah membuka dasinya , rompi sekolahnya dan membuka bajunya.

TBC

Gimana ficnya abal – abalnya jelek banget ya ,,,?
Review, Please…!