Pink Melody

.

A Super Junior fanfiction

By Park Hae Rin

2012

.

Super Junior Sungmin

Kim Mina

Super Junior Kyuhyun

All Super Junior

.

Super Junior is not mine

.

.

Warning:

OOC (Out of Character), AU (Alternative Universe), Science fiction, Some typo

.

.

Don't like, Don't Read

Don't copy with credit

Don't be a silent reader

.

.

.

Chapter 2 :

The Conflict melody

"Dunia mengemukakan faktanya sendiri"

.

.

.

.

.

Singapura, 29 January

"Please ya Jun Hoo. Hari ini saja aku ga bisa membantumu. Nanti malam kan konsernya SUJU" rengek Mina dalam telepon.

"Iya noona. Nanti akan kuizinkan ke bos. Asal kau harus bawa oleh-oleh buat ku lho" ujar Jun Hoo. "oke saeng" balas Mina lega.

Hari ini Mina tampil berbeda dari biasanya. Rambut hitam panjangngnya yang biasanya dikucir keatas kini terurai indah. Sedikit terlihat bergelombang karena roll semalaman. Tampak ia sedikit berdandan beda dari biasanya. Matanya, pipinya, dan bibirnya tampak berbeda dengan polesan alat-alat make up yang ada.

Cantik nampun simple dan tidak glamour. Make up yang dia pakai sangat natural. Hari ini ia tidak mengenakan t-shirt atau jeans seperti yang ia pakai biasanya. Hari ini dia memakai short dress dengan panjang selutut. Sangat manis. Short dress berwarna soft pink sangat cocok dipadukan dengan flat shoes miliknya. Karena dia tahu akan 3 jam ikut konser ini dan tak mungkin memakai high heel. Ia pun tak terbiasa dengan high heel.

"Selesai. Tapi apa ini gak berlebihan. Pakai jeans dan t-shirt juga gak masalah sih sebenernya" ujarnya sendiri sambil bercermin.

"Gak papalah sesekali lagipula kan enggak tiap hari aku ketemu oppa" lanjutnya.

"Tiket siap, aku siap, ayo jalan" teriaknya. Sambil pergi ke tempat konser

Suasana tempat diadakannya konser nampak sangat penuh padahal masih ada 1 jam sebelum konser mulai. Para ELF memadati tempat ini.


Mina POV

Tempat ini sangat ramai sesuai dengan yang kubayangkan. Akhirnya ss3 bisa kutonton. I hope I can see u oppa. Tiba – tiba kudengar pengumuman bahwa aku harus segera masuk dan menyerahkan tiket agar dapat menonton dengan tertib

Dan saat kubuka tas kecil yang dari tadi aku tenteng untuk mengambil tiket. Ternyata

"Tiketku mana" teriakku. Saat kulihat ternyata tasku disobek oleh seseorang. Sobek lumayan dalam sepertinya disobek dengan pisau atau sejenisnya.

Dompetku masih ada karena aku menaruhnya di bagian agak dalam. Namun tiket dan handphoneku hilang. Diantara ribuan orang tadi masih ada yang memanfaatkan situasi seperti Ini. Sialan!

Padahal tinggal beberapa langkah lagi….


Normal POV

Akhirnya sampai juga giliran Mina

"Miss, are you have a ticket?" tanya seorang panitia.

"Iya saya punya Pak, tapi tiket saya hilang. Liat pak tas saya malah disobek. Tiket saya dicuri" jawab Mina sambil memperlihatkan tiketnya.

"Maaf, kalau anda tidak punya tiket tolong minggir banyak penonoton lain yang ingin masuk" balas panitia tadi acuh.

"Tapi saya benar-benar punya Pak" teriak Mina.

"Izinkan saya masuk" lanjut Mina

"Anda menganggu nona. security tolong bawa dia pergi" perintah panitia tadi.

"Saya punya tiketnya pak, tapi sekarang hilang" ujar Mina yang sudah tak diindahkan lagi bahkan diusir secara tidak sopan meninggalkan tempat ini.

"Konser akan dimulai 15 menit lagi" teriak suara dari speaker menggema diseluruh penjuru.

"Sial,sial, sial siapa juga yang ngambil. Aku sudah kerja keras. Tapi kenapa hilang" teriak Mina putus asa.


Tak terasa waktu sudah berjalan 3 jam. Konser pun telah usai. Para ELF beranjak meninggalkan gedung ini dan Mina tetap berada di luar gedung menyesali kebodohannya yang menghilangkan tiket yang telah dia perjuangkan mati-matian.

"tiketmu hilang noona" teriak suara namja di seberang pada telepon

"Iya junhoo. Hapeku juga makanya aku nelpon kamu dari telepon umum. Aku ga terima." Ujar Minna sambil terisak "Sekarang kau dimana, apa harus aku jemput?" Tanya junhoo pelan

"Ga usah besok kan kau ujian saeng, aku mau cari udara segar aja" balas Mina.

"Jangan mabuk lho noona. Aku tau kau pasti akan minum kalo sedang sedih, ga ada orang yang yg mengantarmu. Pulang aja lah" balas junhoo

"Aku kan hampir 22 tahun, aku bisa jaga diri kok. Udah lah, kalau mabuk aku juga bisa panggil taksi toh dompetku masih ada, kau lupa ya aku jago taekwondo juga" ujar minna

"Tapi aku khawatir. Kau harus hati-hati" ujar junhoo yang langsung diputus sepihak oleh Mina.

Mina memang bukan peminum sebenarnya, tapi tiap kali sedih ataupun ada masalah. Dan tak ada orang yang bisa diajak bercerita itu satu2nya cara untuknya. Dan itu juga tidak akan merepotkan orang.


Sementara itu.

"Hyung kau mau kemana?" tanya si magnae kepada hyung tercintanya.

"Aku mau cari angin sebentar" jawabnya sambil memakai jaket dan kacamata hitamnya.

"Sungmin, Apa ada yang kau pikirkan, kau terlihat tidak baik" tanya sang leader padanya

"Tidak hyung. Aku mau hanya mau keluar sebentar" jawab Sungmin.

"Besok kita harus pulang. Dan jangan buat kekacauan, kembalilah secepatnya" ujar si leader panjang lebar kepada adiknya satu ini.

"Iya. Aku tahu" ujarnya malas. "Dan jangan sampai ketahuan" kata leader mereka Leeteuk.

"Apa perlu kutemani hyung" Kyuhyun menawarkan diri. "Tenang aku ga akan tersesat kok. Aku kan ga sebodoh Shindong" ejek Sungmin. Yang dibalas death glare dari Shindong.

"Kau perlu pengawal" ujar Siwon ikut-ikutan. "Tidak. Aku bisa sendiri. Aku tahu jalan keluar lainnya" jawab Sungmin dengan santai . "Bye, aku pergi dulu" ujarnya sambil lalu.

"Aku merasa, ada masalah dengan Sungmin yang tidak kita ketahui" ujar seseorang yang datang tiba-tiba dari belakang Leeteuk. "Yesung kau mengagetkan ku" balas Leeteuk.

"Iya juga menurutku bahkan sepertinya masalah ini sudah ada sejak kita di Korea" ujar Eunhyuk mendukung.

"Biarlah, hyung sendiri yang menyelesaikan masalahnya" bela Kyuhyun.

Berjam-jam Mina berjalan tanpa arah menyusuri sudut-sudut kota Singapura ini. Tiap sudut ia pandang lekat, karena tiap sudut ada memori terpendam antara dia dan appa serta eomma nya yg telah tiada. Dia juga belum menemukan tempat bersantai sejenak untuk minum atau makan. Ia melihat sebuah etalase furniture rumah khas korea disebuah toko. Rasa rindu perlahan menghampiri.

Karena terlalu memperhatikan etalase toko tadi Ia berjalan tanpa memperhatikan sekelilingnya, tiba -tiba saat ia beranjak pergi. "Buuukkk" tanpa dia sadari dia menabrak sesuatu.

"Sorry Mister" ujarnya sambil membungkuk. "sial kenapa aku melamun" umpatnya

"That Okay. Don't worry" balas laki-laki yang ditabraknya tadi.

"orang korea?" reflex Tanya tadi terucap laki-laki yang ditabraknya mendengar mina berbahasa korea.

Malam begitu gelap serta kacamata hitam dan syal yg menggulung leher pria tadi mina agak merasa aneh.

Nada suaranya pun tak asing bagi Mina.

Melihat laki-laki ini tampaknya sangat familiar Mina mulai berpikir.

"Sungmin oppa. Ini kau kan" ujarnya menunjuk laki-laki berjaket putih dan berkacamata hitam ini. "Anio, kau salah orang nona" ujar pria tadi, mencoba melangkah meninggalkan mina.

"Aku tahu kau Sungmin" ujar Mina setengah berteriak.

Sungmin yang tadinya ingin kabur berbalik arah dan mencoba menghentikan gadis gila ini.


"Husss, kau bisa diam ga" tanya Sungmin mulai tak sabar.

"Baik aku diam. Ini oppa kan?" tanya Mina bersemangat.

"Iya. Kau jangan ribut. Kau orang Korea?" tanya Sungmin.

"Iya. Tapi 8 tahun aku tinggal disini" jawab Mina bangga. Semburat sedih sepertinya mulai menghilang dari wajahnya. Sungmin tampaknya mulai mencerna omongan gadis ini.

"Kau hafal semua daerah disini?" tanya Sungmin.

"Iya. Di luar kepala malah. Kalau kau memintaku jadi tour guide. Aku juga bisa kok" jawab Mina.

Nice catch. Sungmin juga tidak begitu hafal daerah ini. Dan lebih baik memakai gadis ini sebagai tour guidenya.

"Oppa, mau ke daerah perbelanjaan atau lainnya, aku hafal kok" balas mina bersemangat oh

"Annyeong, kim mina imnida, 21 yo. Elf" ujar mina sambil membungkuk.

"Ne" balas sungmin singkat

"Kenapa kau keluar sendirian. Mana oppadeul lainnya?"Tanya Mina bersemangat.

"Sibuk" jawab Sungmin singkat "Oh ya kau nonton konser kami tadi bagaimana menurutmu?" Tanya Sungmin sambil menyusuri jalan bersama Mina

"Tiketku hilang, kecurian tepatnya. Hapeku hilang lagi" jawab Mina memelas

"Kok bisa" Tanya Sungmin tak percaya.

"Sudahlah oppa jangan dibahas lagi. Nanti aku nangis lho. Oppa mau tanggung jawab hehe" ujar Mina. "Oh ya mau kemana kita?" lanjutnya

"Apa di dekat sini ada bar?" tanya Sungmin

"Ada sih. Tapi bukannya oppa ga suka minum ya?" Tanya Mina penasaran

"Sudahlah, anak kecil ga usah banyak tanya. Antarkan saja aku kesana fansku yang baik" ujar sungmin sambil tersenyum

"Oke oppa. Oh ya aku ini hampir 22 tahun jadi bukan anak kecil, aku juga mahasiswi semester 6 lho. Aku pumpkin juga" ujar Mina bangga.


Sepanjang perjalanan, banyak cerita yang terucap dari bibir Mina. Dari dia yang yang seorang ELF, sampai sebagaimana kagumnya dia akan Sungmin. Obrolan mereka pun berkembang ke obrolan sehari-hari layaknya orang awan, Sungmin membalas tiap obrolannya dengan antusia membuat Mina makin bersemangat. Tak terasa mereka sampai pada tempat tujuan mereka.

"Gomawo. Udah nganterin aku. Pulanglah ini sudah malam pati orantguamu akan khawatir nanti" ujar sungmin ada sedikit rasa resah diraut wajahnya

"Aku ikut. Aku juga awalnya mau minum kok" balas Mina. "Lagipula. Dirumah juga tidak ada yang khawatir lagi padaku, aku yatim piatu" lanjutnya

"Mianhe" ujar Sungmin bersalah. "ne gwanchenayo " balas Mina sambil tersenyum

Dua orang tadi mulai memasuki Bar dan menari tempat yang strategis. Sungmin tidak ingin terlihat banyak orang dan dikenali. Mereka menemukan tempat di pojok dari ruangan tadi. Tempat ini begitu ramai dan bising.

"Pesanlah aku yang akan mentraktirmu. Hitung-hitung terima kasih sudah mengantarku, tapi awas jangan mabuk dan aku harus menggendongmu" ujar Sungmin

"Iya. Wah kalo digendong bagus juga hehehe. Gak kok aku Cuma bercanda" balas Mina.

Awalnya mereka saling bercanda lalu saling mengejek satu sama lain, tapi lama-lama dua orang ini malah betanding paling banyak , dua gelas bahkan sampai gelas ke 5. Membuat batas antaar dua orang ini makin pudar.


"Oppa liat wajahmu merah. Kau yang kalah" ujar Mina bangga

"Kau juga tahu. Liat kau seperti udang rebus" ejek Sungmin

"Aku udang rebus istimewa lho, yang akan selalu mendukung oppa kok hehehe" balas Mina

Tiba-tiba Sungmin diam tanpa kata, ekspresi wjahnya berubah sedih

"Apa benar akan selalu mendukungku" tanya Umin

"Kenapa Oppa?" tanya Mina pensaran

"Mungkin aku harus keluar dari SJ. Apa kau masih akan mendukungku?" tanya Sungmin

"Jangan bercanda oppa" balas Mina

"Banyak masalah yang aku tanggung. Pasti akan berpengaruh pada SJ, aku yakin mungkin itu jalan terbaik"

"Oppa. Kau orang baik pasti ada jalan lain"

"Sudahlah, aku juga tak tahu. Aku bingung" balas Sungmin, terlihat samar-samar wajah tampannya meneteskan airmata. Tak rela atas keputusan yang dibuatnya.

"Oppa" balas Mina sambil terisak. Ia yakin Sungmin tak mau keluar dari SJ.

"Kenapa kau ikut menangis. Kau benar-benar pabo. Uljima" goda sungmin

"Aku memang pabo. Tapi satu yang pasti aku akan selalu mendukung oppa, apapun yang terjadi. Walau aku juga cinta kalian" ujarnya sambil menangis sedikt keras

"Sudahlah jangan menangis lagi. Aku yang ada masalah kenapa kau yang menangis" ujar Sungmin

"Mollayo " balas Mina masih dalam tangisnya

'gadis yang polos dan bodoh. Sangat menarik, ternyata masih ada saat ini' pikir Sungmin

"Sudahlah diam" ujar Sungmin sambil berusaha menenangkan Mina dengan mengelus kepalanya.


Tapi tangis Mina tak ujung reda. Ia pun berusaha menghapus air matanya dengan sapu tangannya. Terlihat jelas bola matanya yang jernih menjadi sembab. Tapi entah kenapa ia terlihat cantik. Kulitnya yang bersih dan bibirnya yang merah merona. Entah kenapa pikiran Sungmin beralih pada bibir gadis ini. mungkin setan sudah kuat mempengaruhinya. tangan dinginnya perlahan menyentuh bibir Mina.

"Oppa. Kau kenap" ucapnya terputus oleh ciuman yang mendarat tiba-tiba ke bibirnya

Awalnya Mina kaget atas kelakuan dari Sungmin, namun perlahan ia juga membalas ciuman tadi. Seakan mereka hanyut dalam keadaan ini. Alcohol sudah menguasai mereka . Bahkan suara keras lagu "Bad romance" seolah menjadi back sound dua sejoli yang dimabuk hasrat ini.


Sinar matahari perlahan pasti memasuki celah kecil jendela kamar, membangungkan pemilik menandakan harus mulai beraktifitas

"Ugh. Sudah pagi. Kenapa kepalaku pusing sekali" ujar Mina setengah terbangun masih dalam keadaan terpejam

Terasa lehernya sakit seakan digigit sesuatu, dan kenapa badannya terasa dingin. Bukannya AC kamarnya sedang rusak. Perlahan ia buka matanya. 'Langit-langit kamar yang terbeda ' pikirnya dan saat ia coba bangun.

Akhirnya ia tersadar hanya selimut putih yang menutupi badannya. Pakaiannya tececer disisi kamar yang lain.

"apa yang terjadi, kenapa begini. Kenapa aku ga berpkaian. Ini dimana" tanyanya tak percaya

Dikamar yang besar ini ia sendirian,ia mencoba memputar ulang memorinya

malam tadi ia mabuk bersama sungmin dan


"ANNIIIIIIIIIIII" Teriaknya sejadi-jadinya. Ia sudah berbuat kesalahan besar dalam hidupnya

namun penyesalan selalu telambat.

kadang benang takdir berkata lain. Mengharuskannya kita berbalik jauh dari apa yang telah direncanakan menuju titik lain dari kehidupan. yang mengharuskan kita bertanggung jawab atas hal yang kita akibatkan.

To. Be. Continue

.

.

.

Spoiler

"Aku pasti mimpi ini tidak mungkin benar"

"Bukannya hubungan kita sudah selesai"

"Gugurkan. Itu jalan terbaik"

.

.

A/n: Ini ff apa sih ==. Mian abal-abal ini rate T kok masih aman. Bukan rate M tapi kok berkembang kesana *plak*, cma chap ini kok yg kyk gitu.