Pink Melody
.
A Super Junior fanfiction
.
By Park Hae Rin
2012
.
Super Junior Sungmin
Kim Mina
Super Junior Kyuhyun
All Super Junior
.
.
.
Super Junior is not mine
.
.
.
Warning:
OOC (Out of Character), Semi canon, OC (Original chara), Some typo
.
.
.
Don't like, Don't Read
Don't copy with credit
Don't be a silent reader
.
.
.
.
Chapter 3 :
Melody of disaster
"Tahukah kau hidup ini tak seindah cerita dongeng"
.
.
.
"Noona mau makan apa hari ini. Aku traktir deh. Aku baru gajian nih. Lumayan bulan ini shift kan lebih banyak darimu" ujar JunHoo pada Mina.
Namun tak ada jawaban pun terucap dari bibir Mina, matanya menerawang entah kemana. Badannya masih disini. Namun pikirannya merantau pada tempat lain.
"Noona" ujar Jun hoo setengah berteriak.
"Iya, kenapa? " jawab Mina sedikit kaget.
"Kau gak denger ya Noona. Ayo kita makan, aku mau traktir Noona. Kenapa sih udah seminggu ini Noona sering banget melamun. Abis konser SS3 kemaren sampai sekarang gitu terus" ujar Jun Hoo panjang lebar.
"Gak papa kok. Ga usah saeng. Uangnya kamu tabung aja" jawab Mina pelan.
"Noona kau kenapa sih? Masa Cuma gara-gara ga bisa nonton SS3 kau sampai kayak gini , nanti kamu bisa sakit Noona. Akhir-akhir ini makan mu juga susah lho" ujar Jun Hoo memperingatkan Noonanya ini.
"Ga papa. Aku baik-baik aja, aku pulang dulu ya. Shiftku udah selesa kok" ujar Mina sambil membereskan barang-barangnya.
"Aku antar, aku juga udah selesai, tumben akhir-ahir ini noona ninggalin aku mulu" ujar Jun Hoo bergegas menyusul Mina yang semakin menjauh.
Langit kota singa ini nampak mendung . Akan ada hujan deras malam ini. Hujan di bulan Februari memang biasa namun kali ini sangat berbeda bagi gadis yang belum genap berumur 21 tahun ini. Hujan akan menambah rasa bersalahnya. Rasa bersalahnya terhadap dirinya yang sudah kotor dan pendosa ini. Jalanan makin ramai. Orang-orang seakan bergegas pulang ke rumah sebelum hujan menyambut mereka di jalanan ini.
"Ini makanlah buat ganjal perut. Dari tadi siang kau ga makan" ujar Jun Hoo sambil menyerahkan chess burger ke arah Mina.
"Gomawo" ujar Mina pelan
"Oh ya Noona kau masih ingat Lee Min young teman kuliahku yang dulu tetanggamu itu" tanya Jun Hoo di sela-sela menyantap burgernya.
"Iya aku tahu. Anaknya yang cantik itu kan, yang kalem itu kan. Emang kenapa?" tanya Mina mulai penasaran.
"Dia keluar semester ini dari kampus" ujar Jun Hoo.
"Kok bisa. Dia kan pintar, keluarganya juga mapan kan" jawab Mina tak percaya.
"Dia malu, dia udah gak tahan digosipin anak-anak lain" balas Jun Hoo.
"Waeyo. Kok bisa?" tanya Mina.
"Dia hamil Noona, pacarnya gak mau tanggung jawab sama bayi yang dia kandung. Satu kelasku aja sampai gak ada satupun yang percaya Min Young hamil. Di kampus kan dia terkenal kalem dan gak macem-macem. Tapi memang sih ada gossip buruk yang bilang dia sering keluar masuk hotel dengan pacarnya itu" Ujar Jun hoo panjang lebar.
Bagai disambar petir Mina mendengar omongan Jun Hoo, badannya tiba-tiba lemas tak sanggup berdiri. Ia terjatuh di trotoar tempat nya tadi berjalan.
'aku gak mungkin hamil. Gak akan, aku Cuma melakukannya sekali' batin Mina
Namun pikiran mengarah di kejadian malam itu. Malam dimana ia melakukan kesalahan sangat besar, untuk dirinya dan ,masa depannya.
"Noona kau kenapa?" tanya Jun Hoo melihat Mina terjatuh. "Kau sakit. Ayo aku antar ke dokter" ujar Jun hoo sambil membantu Mina berdiri.
"GAK AKU GAK MAU KE DOKTER" ujar Mina setengah berteriak.
"Kau kenapa?" tanya Jun hoo bingung melihat Mina berbeda dari biasanya.
"Gak papa saeng. Gomawo udah nganterin aku. Mulai dari sini aku naik taksi aja. Aku Cuma kecapekan" jawab Mina pada Jun hoo yang kebingungan.
Seoul, Korea Selatan
"Baik Mulai sekarang Eunhyuk-ssi dan Sungmin-ssi akan ambil bagian dalam SJ-M. Persiapan pembuatan mini album SJ M terbaru akan segera dimulai jadi masing masing dari kalian semua diharap sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin dan yang terpenting jaga kondisi kalian jangan sampai ada yang sakit" ujar seorang pria paruh baya kepada 8 namja di depannya.
"Baik pak sutradara. Kami akan melakukan yang terbaik" ujar namja paling tinggi diantara mereka.
"Iya kan?" lanjut Siwon , namja tadi kepada member lainnya.
"Iya" ujar mereka bersamaan.
.
.
.
"Hyung. Kata orang-orang official, minggu lalu kau telat pulang ke hotel ya?" tanya namja berkulit putih ini pada hyungnya.
"Heh tikus putih. Kau masih kecil mau tahu aja. Salah sendiri kenapa pulang duluan" ujar namja lain yang menjawab pertanyaan namja berkulit putih tadi.
"Kyuhyun- hyung, jangan panggil aku tikus putih lagi" ujar namja ini sedikit ngambek
"Biar. Emang tikus putih kan" ujar si evil maknae ini puas
"Kyuhyun, henry kenapa kalian yang ribut. Sungmin-ssi yang ditanya kan malah bingung" ujar Zhoumi menengahi.
"Iya aku kena marah saeng. Aku terlambat pulang" ujar Sungmin sambil tersenyum.
"Jangan-jangan hyung bermalam dengan seorang tuh sampai telat hehe" ujar Henry ceplas-ceplos yang disambut deathglare dari Zhoumi mengisyarakatkan mochi sudah terlalu jauh bertanya.
"Kau mau tau Saeng?" tanya Sungmin dengan ekspresi tak seperti biasanya
"Henry Cuma bercanda kok hyung" Balas Zhoumi menyadari mood sungmin kurang baik
"Iya hyung" balas Henry mengiyakan omongan Zhoumi.
"Zhoumi, Henry kalian dipanggil sutradara" ujar Donghae yang 'menyelamatkan' mereka berdua
.
.
.
"Sebenarnya aku juga penasaran lho hyung" ujar kyuhyun. Saat ini hanya ada dia dan Sungmin. Tak ada member lain yang menganggu mereka.
"Wae?" tanya sungmin penasaran dengan saengnya satu ini.
"Dibalik bau alcohol yang kau bawa saat pulang, ada sedikit baru parfum yang gak aku kenal. Dan aku tahu itu parfum wanita" ujar Kyuhyun.
"Aku gak mau berspekulasi macam-macam tapi kau harus ingat konsekuensi kita sebagai idol" lanjut Kyuhyun sambil meninggalkan sungmin dengan penuh pertanyaan.
"Aku juga tahu. Kejadian malam itu tak akan terjadi lagi" ujar Sungmin pelan.
Singapura, 14 February at 9 AM
"Jadi kelemahan pengendalian dalam software ini dapat kita atasi dengan penambahan system seperti di hal 234" ujar dosen berbadan besar di depan kelas dengan mengebu-gebu. Padahal siswa siswinya mulai bosan mendengar ocehannya. Malah sebagaian mahasiswinya asyik berdandan. Yah kalian tau ini kan tanggal 14 Februari ,hari valentine. Namun perhatiaan mereka tiba-tiba berubah
"Ukkhh" ujar Mina tertahan. Sekarang pandangan para mahasiswi beralih pada Mina. Mereka memandang Mina dengan curiga. Ini bukan pertama kalinya Mina seperti ini. Hampir seminggu ini ada 3 kali kejadian ini berlangsung di kelas.
"Kenapa Mina kau masih tak enak badan?" tanya Dosen tadi yang ikut mengalihkan perhatiaanya kepada Mina. "gak papa pak. Aku hanya masuk angin Pak lanjutkan saja" balas Mina.
"Baiklah karena waktu kita telah selesai kita akhiri sampai disini saja" ujar Dosen tadi menutup pembelajarannya.
.
.
.
.
"Hooek, hooek, hooek" Akhirnya Mina memuntahkan hampir seluruh sarapannya tadi pagi. Dari tadi saat kuliah sudah dia tahan untuk tidak memuntahkannya, tapi sia-sia.
"Hari ini udah 2 kali aku muntah" ujar Mina lemas sambil membersihkan dirinya tiba-tiba
"Hey kau liat wajahnya tadi. Dia bilang masuk angin, tapi masak masuk angin hampir seminggu ini. Dia nahan mau muntah kan. Aku tau kok" ujar suara dari balik toilet Mina berada
"Iya. Heh jangan-jangan dia hamil. Bakal dicabut dong beasiswanya" balas gadis lain
"Ha, hamil. Gak mungkin mana ada yang mau sama dia. Bukannya dia pintar kok mau-maunya harus hamil diumurnya yang belum ada 21 tahun. Dia terlalu bego. Sudahlah jangan bahas dia lagi. Nanti malam aku mau pergi kau mau ikut?" tanya gadis pertama tadi pada temannya sambil meninggalkan toilet
"Aku ikut yah. Oh ya kalo perkiraanku benar si Mina pasti jadi gossip bagus tuh hahhaha" balas gadis lainnya.
'Ya Tuhan mengapa begini. Apa aku benar-benar hamil. Aku gak mau untuk mengeceknya aku takut Tuhan. Apa yang harus aku lakukan' ujar Mina dalam hati sambil menitikan airmatanya.
"Kau lebih cantik begini Mina" ujar laki-laki-laki ini pada Mina sambil mengelus pipi Mina yang merah padam karena bercampur malu dan mabuknya.
"kau bohong, pasti semua gadis juga kau bilang begitu kan" balas Mina
"Aku gak bohong" ujar laki-laki ini pada Mina sambil menyentuh pundaknya Mina perlahan.
"aku gak percaya oppa" jawab Mina makin bersemu merah.
"Neomu saranghaeyo" balas laki-laki tadi sambil mengecup bibir Mina perlahan sambil lagi-lagi mengelus pipi Mina .
Ciuman ini lama-lama makin memanas, Mina pun mulai mengikuti 'alur ini'. "neomu saranghae oppa" balasnya.
Kedua insan ini hanyut dalam dunia mereka.
"OMO" ujar Mina yang bangun dari mimpinya. Napasnya terengah-engah
Dilihatnya jam dinding kamarnya menunujukkan pukul 6 malam. Sudah 2 jam dia tertidur.
"Omo. Kenapa semakin lama peristiwa itu makin jelas" ujar Mina penuh penyesalan. "Kenapa aku harus mengingatnya" ujarnya lagi.
Ting tong ting tong
Bel rumah Mina berbunyi kencang, ada tamu yang datang. "Sebentar. Siapa ya?" ujar Mina masih dalam kamar beralih ke arah ruang tamu untuk menerka tamunya.
"Annyeong" ujar Jun Hoo setelah pintu rumah.
"Kau. Aku pikir siapa?" ujar Mina malas
"Jiah kok malas gitu. Ayo kita pergi. Noona udah janji ikut aku nonton film lho. Pasti lupa" balas Jun Hoo
"Omo. Aku lupa. Tunggu sebentar ya. Aku ganti baju dulu" jawab Mina.
"Ne" ujar Jun Hoo bersemangat
.
.
"Kenapa bioskop ini ramai baget sih, ini kan bukan hari minggu" ujar Mina kaget melihat banyak orang
"Hei noona, ini valentine jadi maklum dong banyak orang" balas Jun Hoo.
"Masa sih?" tanya Mina masih tak percaya, akhir-akhir ini dia terlalu sibuk dengan urusannya sendiri sampai lupa tanggal dan hari.
Disekelilingnya banyak pasangan dengan rentang usia bermacam-macam dari remaja, dewasa bahkan sampai pasangan orangtua muda datang dengan membawa anaknya.
"Noona. Bayi yang digendong ahjummma itu lucu ya" ujar Jun Hoo pada Mina
"Ne" ujar Mina malas
'aku harus periksa sebelum masalah ini membesar' batin Mina setelah melihat bayi tadi.
.
.
"Pemakaiannya tinggal teteskan urine disini kan" ujar Mina sambil melihat bungkus testpacknya.
Testpack yang tadi dia beli setelah berpisah dengan Jun Hoo setelah menonton film. Tak mungkin ia mengajak Jun Hoo membeli testpack kan.
Dengan perasaan was was ia teteskan cairan urine itu. Rasa mual ynag sempat hilang tiba-tiba muncul lagi. Lebih mual daripada tadi pagi. Mungkin karena ia pulang terlalu larut juga.
"Hoeeek"
"Hoeeek"
Terdengar suara muntahan mulai menghiasi kamar mandi gadis berambut panjang ini. Ia beralih melihat pada testpack yang telah dia beli tadi. Pasti prosesnya sudah selesai.
.
.
.
"ini ga mungkin. Ini pasti salah" katanya setengah berteriak
"INI GA MUNGKIN" teriaknya keras sambil membuang testpack dari tangannya. Seluruh tubuhnya mendadak lemas.
Ia jatuh tersungkur di kamar mandi yang basah ini.
'dua garis', itu hasil yg terlihat pada testpacknya atau kata lain "positif".
Mina positif mengandung anak dari Lee SungMin
"AKU GAK MAU INI CUMA MIMPI. TUHAN TOLONG AKU" teriaknya menjadi-jadi sambil mengacak-acak rambut panjangnya.
"Aku gak mau hamil. Aku benci" tangisnya pecah malam ini. Airmtanya terus menetes tak terhenti.
.
.
.
.
Di dunia ini tak ada kisah yang seindah dongeng bahkan dongeng pun banyak yang berakhir tak bahagia. Tergantung kita yang menjalankan. Ini akan berakhir bahagiakah. Hanya takdir yang tahu.
.
.
.
To Be Continue
a/n: apa apaaa ini *author stress berat*
pengen tau lanjutannya review yah hehehehehehe *ngarep*
