-Advanced-

Claire's Pov

Sebenarnya, aku juga tidak tau apa ayah penyakitan, atau tidak? inidi sebabkan dia tak sengaja meminum racun.

"dia sakit apa?" tanya Jack.

"ayahku... aku juga tidak tau apa penyakitnya" jawabku.

Kenapa Jack bertanya terus? Apa dia ingin mengetahui semua tentang aku? tidak mungkin, ciri-ciri orang yang di sukainya saja harus orang baik.

"sakit ayahmu di sebabkan oleh apa?" tanya Jack.

"aku juga tidak tau, aku dengar, ayahku tanpa sengaja meminum suatu racun" jawabku.

"racun? apa nama racun-nya?" tanya Elli.

"itu racun rawa ribuan tahun" jawabku.

"hah? racun rawa ribuan tahun?" tanya Elli.

Aku mengangguk, pasti mereka kaget sekali.

"aku ga pernah dengar racun kayak gitu" kata Jack.

"aku juga" kata Elli.

"sudahlah... setidaknya aku masih bisa bekerja untuk keluargaku" kataku.

"wah..., baru umur 15 tahun sudah bekerja, memang kamu bekerja dimana?" tanya Jack.

"di restoran Shukaku" jawabku.

"di sana kamu bekerja sebagai apa?" tanya Elli.

"kepala koki" jawabku.

"waw...! kamu pasti tau resep masakan luar negeri ya?" tanya Jack.

Aku mengangguk, mereka tampak terkejut mengenai pekerjaanku.

Teng! Teng! Teng!

"Bel sudah berbunyi, ayo kembali ke kelas" ajakku.

Aku dan Elli kembali ke kelas bersama-sama, sedangkan Jack pergi ke kelasnya sendiri.

~In class~

Guru masuk dengan membawa selembar kertas.

"anak-anak, besok sekolah ini akan mengadakan tes IQ, yang meliputi pelajaran Matematika, Indonesia, mandarin, Inggris dan IPS" kata guru.

"memang ada apa? kok tiba-tiba?" tanya Mary.

"di sini tertulis, bagi yang mendapatkan juara 1, 2 dan 3, akan bisa mendapat liburan ke Jepang selama 2 minggu" kata guru.

"HAH! 2 MINGGU!" teriak semua kaget.

"2 minggu itu sudah termasuk lama" kata yang lain.

"tesnya banyak pelajaran lagi, gimana bisa ke Jepang?" tanya yang lain.

"mungkin yang dapat nilai tertinggi" kata yang lain.

Semua jadi berisik mendengar kabar soal tes, aku sendiri bingung, aku mana mungkin bisa ke Jepang, lagipula aku masih ada pekerjaan.

Walau pun sebentar lagi restoran Shukaku akan di liburkan.

"DIAM!" teriak guru.

"aku sebagai guru, pasti mendukung kalian semua, karena itu, aku akan mengajari kalian sampai waktu pulang" kata guru.

Semua pun belajar dengan sungguh-sungguh.

Tidak ada candaan yang ku dengar lagi, ini lebih nyaman dari sebelumnya.

-2 Hours later-

Teng! Teng! Teng!

Bel berbunyi, aku membereskan buku-bukuku.

Lalu keluar dari kelas.

Aku akan pergi menuju restoran tempat aku bekerja.

~Shukaku restaurant~

Aku masuk kedalam lewat pintu belakang.

Tiba-tiba ketua menemuiku.

"Claire" panggil ketua.

"ya? ada apa, ketua?" tanyaku.

"hari ini hari terakhir kita bekerja, karena itu, aku memberi mu gaji hari ini" kata ketua.

Ketua memberiku sebuah amplop, aku pun memasuk-kannya ke tas.

Lalu tas itu ku simpan di dalam lokerku, aku mengganti pakaianku.

Akhirnya uang untuk biaya ayah ayah cukup, aku selalu menabung untuk ayah.

~At home~

"ibu~ ibu~" panggilku.

"yeyy~! kakak sudah pulang!" kata adikku.

Aku masih memiliki 2 adik yang lucu nan imut.

Adikku yang kepertama namanya Xian Ni Gretel, umurnya 4 tahun.

Adikku yang ke-2 namanya Xian Wan Mark, umurnya 2 tahun.

Beda jauhh...! banget sama aku.

"ada apa kamu berteriak memanggil ibu?" tanya ibu.

"ini gajiku, aku hampir saja lupa kalau ini hari terakhir aku bekerja" kataku dengan gembira.

"berarti, ayah sudah bisa di rawat di rumah sakit ya, kak?" tanya Gretel.

Aku mengangguk, aku terharu sekali.

"oh ya, bu" kataku.

"ada apa, Claire?" tanya ibu.

"besok ada tes IQ" jawabku.

"lalu kenapa?" tanya ibu.

"kalau mendapat juara 1, 2 dan 3, akan dapat liburan ke Jepang selama 2 minggu" jawabku.

"kamu pasti bisa, Claire" kata ibu.

"aku tidak mau mengikutinya" kataku.

"kenapa? ini kan kesempatan besar, sayang kalaudi sia-siakan" kata ibu.

"tapi aku tidak mau meninggalkan kalian semua" kataku.

"kakak ikuti saja..., kan bagus kalau kakak bisa ke Jepang" kata Gretel.

Mark mengangguk tentang usul Gretel.

"tapi..., kakak tidak mau meninggalkan ayah, kakak mau menjaga ayah" kataku.

"sudahlah, kamu tidak perlu khawatir, biar ibu yang menjaga-nya, lagipula, ayahmu pasti bangga kalau kamu bisa ke Jepang" kata ibu.

Aku merenungkan hal ini, ada bagusnya juga sebenarnya.

"tapi..., kalau ibu menjaga ayah, siapa yang menjaga adik-adik?" tanyaku.

"aku dan Mark akan ikut ibu, kak" jawab Gretel.

"aku takut kalau aku dapat ke Jepang, kalian kenapa-kenapa" kataku.

"kamu ga usah khawatir, sekarang belajar-lah supaya besok bisa kerjakan tes yang ada" suruh ibu.

Aku mengangguk, tapi pertama aku harus mandi dan makan dulu, baru belajar.

Setelah itu aku memasuki kamarku.

Di rumah, hanya ada 3 kamar, 1 untukku, 1 untuk ayah dan ibu, 1 lagi untuk Gretel dan Mark (berani banget).

Aku belajar di dalam kamarku hingga jam 9 PM.


[Chapter Finished]

Salam dari author: bila ada yang nge-review chapter 1, terima kasih, atau mungkin sekaligus

Thank you for your review! ^^