Disclaimer : EXO punya agensi mereka, diri mereka, dan orang tua mereka masing masing.
Pair : Kris/Joonmyun
Genre : Romance?
Rating : K+? T aja deh seperti biasa.
Warning : Shou-ai, crack-pair?
Note: Karena orang yang jatuh cinta bisa dengan mudah menjadi gila.
+Saxophone+
"Jemput aku di kampus." Titah Lay padanya.
"Untuk apa aku menjemputmu, memangnya aku pacarmu?" Kris menatap sang sepupu malas.
"Kau mau mencari kado untuk ibumu tidak, sih?" Dan Lay, sepupunya, menyerangnya dengan tamparan penuh cinta.
Itulah apa yang terjadi pagi tadi sehingga dia berada di sini saat ini, di kampus si pangeran Changsha yang menyebalkan itu.
Menunggu malas, pulangpun takut dihajar. Tentu dia tidak bisa membalas menghajar Lay, sekali pukul mungkin nyawanya akan melayang, dia harus ekstra hati hati pada sang sepupu karena kelainan darahnya. Syukurnya, Lay masih hidup dan menjadi orang yang menyebalkan sampai saat ini.
"Suho, kau tidak main?" Tanya sebuah seseorang, suaranya lebih rendah dari kebanyakan orang. Entah mengapa Kris ingin melihat kelanjutan dari pembicaraan tadi.
"Aku lelah, Yeol. Aku ingin pulang saja." Jawab seseorang yang tadi dipanggil Suho.
"Joonmyunnie~ Please~" Orang yang tadi dipanggil Yeol itu mulai melakukan sesuatu yang orang Korea sebut Aegyo.
Suho tertawa. "Kau tidak cocok ber-aegyo, Park Chanyeol. Itu terlihat memalukan, tunggu sampai aku menyebarkannya keseluruh kampus dan orang orang akan menyesal menjulukimu Kingka." Suho masih tertawa.
Chanyeol menunjukan wajah kesalnya. "Ayolah, mainkan Saxophone-mu sekali saja. Aku ingin mendengarnya." Saxophone? Tiba tiba Kris teringat pemuda yang memainkan Saxophone waktu itu.
Apa itu Suho? Rambut kemerahan mereka mirip, kulit putih mereka juga mirip, apa Suho adalah cinta pada pandangan pertamanya itu?
"Dor!"
Kris sedikit terkejut dan menengok ke arah orang yang mengagetkannya, sudah pasti si pangeran Changsha, Lay.
"Kenapa kau memperhatikan Suho?" Tanyanya.
"Tidak."
"Tidak ada yang tertinggal, kan?" Tanya Kris pada Lay, sebenci apapun dia pada sepupunya yang menyebalkan ini sebenarnya Kris masih menyayanginya sebagai keluarga.
"Aku ingin mengenalkanmu pada teman temanku, si Suho yang itu." Lay lari dari topik dan dengan cepat berpindah membicarakan Suho. Sudah begitu dia bicara dengan menunjuk terang terangan ke arah Suho.
"Ini Kris, sepupuku." Katanya singkat pada kedua temannya, Suho dan Chanyeol. Kris menjabat tangan Chanyeol yang riang kemudian menjabat tangan Suho yang terlihat sangat lembut sebagaimana tangannya terasa dalam genggaman Kris, sosoknya mengingatkannya pada pemain saxophone itu.
"Apa kau pernah memainkan saxophone di pusat perbelanjaan?" Tanya Kris.
"Tentu, Suho ini sering main di satu satunya pusat perbelanjaan yang menampilkan saxophone, dia ini banyak fansnya loh, minggu lalu dia pakai kemeja putih, kau pasti pernah melihatnya." Ujar Chanyeol panjang lebar, anak ini mirip sepupunya yang satu lagi, Luhan, yang mudah dekat dengan orang.
"Chanyeol!" Pipi Suho sedikit memerah dan itu manis. Bicara soal kemeja putih, pemain saxophone waktu itu juga memakai kemeja warna putih, sepertinya kejadia itu sudah seminggu berlalu, sesuai kata Chanyeol.
"Oh…" Kris memandang Suho yang juga memandangnya gugup setelahnya, Kris sudah jatuh cinta dan orang yang mencintai sangat mudah menjadi gila.
"Sepertinya aku menyukaimu, maukah kau jadi kekasihku?" Katanya pada Suho. Wajah Suho sudah sangat merah saat ini, Kris sudah jadi terlalu gila.
Tapi apakah Suho akan jadi sama gilanya dengan Kris?
"Ba-baiklah."
Ternyata dia sama gilanya dengan Kris
+Saxophone+
