Si Jelek Jembatan Karakura
By: Hikary_Cresenti_Ravenia
Disclaimer : Bleach hanya punya Tite Kubo, kalau punya saya Ggio pasti jadian dengan soifon hehehe(Dihajar Tite Kubo)
Rated :T
Warning : Gaje,abal,garing,OOC,Lebayness,Gajeness,Penyiksaan terhadap Cahara yang hanya bermaksud untuk menambah penderitaan saja( bukan ngebash ya),Typo(s),EYD, dan bisa membuat orang gila jadi waras ataupun sebaliknya maupun semakin berkurang tingkat kewarasanya.
Enjoy My fic
Special for: Yuzu-chan yang selalu bisa memberi ide tentang Fic gaje, saya tunggu updatean ficnya.
Kini mereka berlima telah kembali duduk di jembatan karakura bagaikan pengemis yang nggak elit sedikitpun. Bingung ya? Baik saya kasih tau. Bayangkan readers mereka berempat aka Ichigo, Hisagi, dan Renji duduk di pinggiran jembatan membentuk lingkaran kayak lagi mensummon setan atau apalah itu. Sehingga orang-orang yang lewat hanya cengo dengan kegiatan cowok-cowok ganteng tapi edan ini.
"Ren..." panggilIchigo
"Apa?" tanya Renji yang malah main congklak dengan Hisagi itu
"Kenapa orang-orang pada ngelihatin kita yah?"tanya Ichigo lagi
"Masa bodo deh, kita kan lagi di gigai,"kata Hisagi yang masih larut dalam keasikan permainan congklak itu.
"Hm... iya juga loe bener His," kata Ichigo lagi
"Woi! Loe semua pada ngapain duduk di jalan gitu? Bikin malu aja!"sorak Kaien
"Iya nih, buat malu saja. Mau di taroh di mana wajahku yang indah ini?"kata Yumichika bernarsis ria
Kaien yang mendengarkannya langsung muntah darah.
"Loe bedua lebay bener! Tenang dong! Gue lagi serius nih!" bentak Hisagi yang masih main congklak dengan renji itu
"My day!My day! Loe tau nggak loe itu di dalam G-I-G-A-I!" kata Kaien lagi
"Tau lah. Loe pikir kita bego?"kata Renji lagi
"Emang loe begonya selangit mengalahkan menara Tokyo bahkan menara pencakar langit!"kata Kaien makin kesal
"Emang kenapa kalau di dalam gigai?"tanya Ichigo lagi dengan begonya
"Semua orang bisa liat elo baka yaro!" sorak Kaien seraya menggemplang kepala Ichigo,Renji dan Hisagi dengan papan congklak tersebut.
Di salah satu mobil
"Ma... ma.. "kata seorang anak kecil
"Ada apa, Yuiichi?"tanya Ibunya
"Kakak-kakak itu ngapain? Kog duduk di pinggir jembatan gitu? udah gitu marah-marah sendiri lagi,"kata anak kecil itu
"Udah biarkan saja, mereka gila,"kata Ibunya
Kembali ke Ichigo dan Kawan-kawan
"Nggak perlu di gampar segala Inu sialan!"maki Ichigo
"Gimana nggak gue gampar! Habis loe begonya selangit alam semesta baka mikan!" maki Kaien lagi
"Enak aja loe... gue nggak sebego itu baka Inu!"maki Ichigo lagi
"Mungkin jauh dari pada itu! Bego loe itu cetar membahana badai ulala!" kata Kaien lagi
Sedang Hisagi, Renji dan Yumichika hanya cengo melihat pertengkaran dua jeruk yang tidak jelas ini.
Tiba-tiba
Berubah! Power rangers!
"Hah... "semua langsung cengo kubik melihat Ichigo yang mengeluarkan Hpnya yang berbentuk straberry. Melihat hal itu tawa kembali pecah. Kaien dan Hisagi sampai nangis guling-guling karena nahan tawa. Renji sampai ketawa ngakak dan menelan gayung se RT, sedang Yumichika sampai menggampar Ichigo pakai papan congklak tersebut berkali-kali.
"Apa-apaan sih loe semua? Loe juga Yumi! Sakit bego!"maki Ichigo
"Ha-habis.. nggak nyangka gue loe juga maniak hahahaha!" kata Kaien yang masih ketawa ngakak
"Enak aja!gue nggak maniak dodol!" maki Ichigo lagi
"Gue pikir di Rukia dan Hitsugaya Taichou aja yang maniak ternyata loe jauhhhhh lebih parah hahaha!" kata Renji lagi yang masih ketawa ngakak
"Hah... Hah.. udah kita lupakan saja masalah handphone strawberry pisang atau apalah itu, jadi ada apa?"tanya Hisagi yang sudah bisa mengontrol diri
"Ini dari Rukia katanya –"
"Apa!"sorak Renji dan Kaien
Hisagi,Yumichika dan Ichigo kembali cengo dengan tingkah duo lebay ini
"Masa Taichou memperkaos Rukia?!"sorak Renji frustasi
"Hah?" kata Ichigo cengo
"Masa Rukia mau nikah sama si Mr. Bean?!" kata Kaien shock
"Hah?" Kini giliran Hisagi dan Yumichika yang melongo
"Awas aja kau Taichou! Ku habisi kau!" kata Renji berapi-api
"Wo-woi... "kata Hisagi cengo melihat Renji yang sudah berapi-api dengan latar belakang gunung meletus itu
"Jangan larang gue!Hisagi-san!ini masalah hidup dan mati! Serta ini masalah sesama pria!"kata Renji lagi
"Tapi.. kan.."
"Perempuan nggak usah ikut!"sorak Renji lagi
Hisagi langsung pundung di pojokkan karena dianggap perempuan.
"Sabar,"kata Yumichika seraya menghibur Hisagi yang berpundung ria di ujung jembatan
"Tapi dengerin gue du-"
"Diam lo! Ini masalah harga diri sebagai pria!" sorak Renji dan Kaien lagi
"Dengerin gue dulu Tawake!" sorak Ichigo keki seraya kembali menggemplang Kaien dan Renji menggunakan papan congklak beserta botol congklaknya yang terbuat dari batu itu dengan penuh kasih.
"Itte... "gerutu Kaien dan Renji meingis
"Siapa yang bilang hal itu bego!"kata Ichigo lagi
"Kan loe yang bila-"
"Gue baru bilang pesan dari Rukia!"sorak Ichigo lagi
"OOO gitu... "Kata Kaien dan Renji bernafas lega
"Jadi apa kata Rukia?"tanya Hisagi yang sudah kembali
"Katanya hollow muncul di dekat Karakura High school,"kata Ichigo lagi
"Apa! Ayo!" kata Ichigo yang langsung keluar dari gigainya, disusul dengan Hisagi dan Renji
"Woi! Beresin gigai loe dulu Ahok!"sorak Kaien
"Ntaran aja,"kata mereka lalu pergi dengan semangat 45
"Ah, keserah deh," kata Yumichika
Lalu mereka pun menuju ke Karakura High school dan disana ternyata... hanya seekor hollow kelas teri.
"Ah! Ini mudah!"kata Ichigo langsung menyabetnya dan hollow itu langsung menjadi debu
"Ayo balik,"kata Renji lagi
Lalu mereka kembali dan kembali kaget saat melihat gigai mereka atau lebih tepatnya gigainya Renji, Hisagi dan Ichigo yang akan dimasukkan ke ambulance.
"Tidak!"sorak trio shinigami lebay ini lalu langsung masuk ke gigai masing-masing.
"Hwa! Mereka hidup kembali!" kata salah satu petugas kesehatan itu
"Keajaiban.,"kata salah satu warga yang lewat
Kaien dan Yumichika hanya geleng-geleng dengan kecerobohan para mahluk tidak waras ini.
Setelah beberapa saat tempat itu kembali sepi.
"Ne.. Hisagi,"kata Kaien dengan tampang serius
"Ada apa Kaien-san?"tanya Hisagi bingung
"Loe masih ingat nggak janji loe ke gue?"tanya Kaien lagi
"Hah?Janji apa?"tanya Hisagi bingung
"Aduh.. masa loe lupa dengan janji loe sih?"gerutu Kaien lagi sambil berdecak kesal
Sedan Renji,Ichigo dan Yumichika hanya menatap mereka berdua dengan tatapan 'ada apa dengan mereka'
"Aduh janji apa ya?serius gue lupa,"kata Hisagi lagi
"Tega,"kata Kaien yang malah nangis itu
"Hisagi-san... janji itu di tepati,"kata Ichigo lagi
"Janji apa? Gue aja nggak ingat,"kata Hisagi membela diri
"Jangan-jangan loe... "
"Apaan tatapan loe itu Ayasegawa Yumichika?" tanya Hisagi
"Jangan jangan... loe memperkaos Kaien ya?!" tanya Yumichika
"E-enak aja! Loe pikir gue gay!"sorak Hisagi seraya menggemplang Yumichika dengan Kazeshini
"Loe tanggung jawab dong His,"kata Renji lagi
"Tanggung jawab apanya!"maki Hisagi makin kesal
"Hhh.. neh His, gue pengen makan Takoyaki,"kata Kaien lagi
"Wah! Kai ngidam!"sorak Ichigo
"Udah berapa bulan?"tanya Renji yang udah kayak detektif nyasar itu
"Enak aja! Loe jangan nuduh yang aneh-aneh!"sorak Hisagi lagi
"Hisagi.. temenin gue makan Takoyaki,"rengek Kaien lagi
"Adoh.. tunggu dulu, Argh.. "Hisagi makin merasa kesal dengan suasana yang sangat tidaklah enak ini
"Ya udah, ayo,"kata hisagi lagi
"Ye! Makasih His!"sorak Kaien seraya menyeret Hisagi
"Wah nggak nyangka ya,"kata Renji lagi
"Banget... " kata Yumichika lagi
"Ternyata mereka gay,"kata Ichigo yang langsung mual itu
Tiba-tiba
GROARGHHH...
"Hollow! Ayo!"kata Yumichika
"Iya!"
Lalu mereka pun melacak keberadaan hollow itu dan ahirnya kembali ke tempat semula
"Hah... bisa nggak kita nggak usah keliling-keliling kota dulu sebelum melawan nih hollow?" gerutu Renji yang udah ngos-ngosan
"Gimana lagi.. "kata Ichigo lagi
Kini mereka telah memegang zanpakutou masing-masing
"Hampir datang,"kata Yumichika lagi
"Dari arah sa-"
"Balikin TAKOYAKI gue!" sorak Kaien yang ngejar hollow tersebut dengan Nejibananya
Renji,Ichigo dan Yumichika kembali cengo melihat Kaien yang dengan semangat mengejar hollow yang membawa lari gerobak Takoyaki itu
"Baru denger gue kalau hollow doyan Takoyaki,"kata Ichigo sweatdrop
"Sama gue juga.. "kata Renji
"Disintegrate, you black dog of Rondanini! Look upon yourself with horror then claw out your own throat! Bakudou no Kyu! Geki!"
Kini sebuah bakudou berbentuk tali bewarna merah segera melilit hollow tersebut.
"Bagus His! Rankle through the sea and Heaven! Nejibana!"
Tombak tersebut berhasil menembus hollow tersebut dan menjadikannya abu dan menghilang.
"Beres,"kata Hisagi santai
"Jadi... "
"Itu dia hollownya,"kata Hisagi lagi
"Maksud loe yang udah berhari-ahri kita kejar ini?" tanya Ichigo kaget
"Yup! Ayo kita balikin dulu gerobaknya,"kata Kaien
"Ah, iya-iya,"kata Hisagi
Lalu mereka pun sampai ke kedai Takoyaki yang ternyata oh ternyata di kelola oleh Urahara dan yoruichi itu.
"Wah.. terimakasih Hisagi-san, Kaien-san,"kata Urahara senang melihat gerobak Takoyakinya kembali dengan selamat.
"Sama-sama, Urahara-san,"kata Kaien lagi
"Nah sebagai tanda terimakasih kalian gratis makan Takoyaki,"kata Urahara lagi
"Hore!"sorak semuanya
"Ne.. jadi apa yang terjadi?"tanya Ichigo penasaran
"Yah, saat gue dan Kai akan beli Takoyaki tiba-tiba tuh hollow muncul dan langsung ngelariin nih gerobak. Makanya kita kejar,"kata Hisagi singkat padat dan hemat itu
"Ooo... gitu,"kata Ichigo lagi
"Jadi dengan begini tugas kita beres dong,"kata Renji lagi
"Yep begitulah,"kata Hisagi
"Jadi loe pada mau pulang?"tanya Ichigo
"Ya gitu deh,"kata Semuanya
Sore harinya
Ichigo pulang ke rumahnya dengan gontai karena kelelahan.
"Tadaima... "kata Ichigo dan saat masuk tidak ada seorang pun disana
"Pasti lagi keluar.. sendiri la-"
"Hisa! Cepetan masak! Lelet bener lo!"
"Diam loe Kai! Loe pikir gue babu!"
"Hah?" Ichigo makin cengo dengan kehebohan tersebut. Lalu ia pun menuju ke dapur dan-
"Baboon! Loe lama bener ngupas bawang!"maki Hisagi
"Pedih.. pedih.. ah~" kata Renji yang malah ngupas bawang sambil dangdutan itu
"Hah.. ngupas bawang nggak cocok untuk kesehatan kulit,"kata Yumichika yang nolongin Renji ngupas bawang merah sambil menangis haru itu
"Loe ngapain disini?"tanya Ichigo pada keempat mahluk tak diundang itu
"Gimana lagi Chi, udah sore. Lagian ntar gue dimarahin kalau pulangnya sore,"kata Renji lagi
"Gue capek mau pulang yang ada harus ngerjain paperwork lagi,"kata Hisagi yang masih masak itu
"Gue juga malas, ntar disuruh kerjakan paperworknya Zaraki taichou dan Kusajishi fukutaichou,"kata Yumichika yang asik ngupas bawang itu
"Gue malah bosan di protector squad, semuanya lagi pada tugas,"kata Kaien yang ngebantuin Hisagi masak
"Makanya kami memutusakan untuk nginap disini,"kata Renji
"Gimana kalau.. "
"Kan semua pada pergi,"kata Renji lagi
"Hah.. ya keserah deh,"kata Ichigo pasrah
"Oke!makanan beres!"sorak Hisagi
"Ayo makan!"sorak Renji dan Yumichika
Lalu ahirnya mereka berlima duduk di di kursi meja makan.
"Loe bisa masak?" tanya Ichigo cengo
"Ya bisa lah,"kata Hisagi lagi
"Nggak nyangka tampang Yakuza hati hello kitty,"kata Ichigo lagi
"Loe ngehina gue? Awas loe!"maki Hisagi seraya melempar paprika yang tepat masuk di mulut Ichigo
"Huwa! Pedas!"sorak Ichigo kocar-kacir
"Makanya loe jangan ngomong yang aneh-aneh,"kata Renji terkekeh
Sedangkan Kaien hanya ketawa ngakak melihat Ichigo yang kayak jeruk kebakaran itu. Yumichika hanya geleng-geleng seraya berkomentar "Hah, tidak indah.. "
Maka dengan begini semuanya kembali damai,aman dan Tentram...
The End..
"Ye! Ahirnya tamat juga... setelah berabad-abad nih fic tamat juga!" kata Hikary
"Ah.. penderitaan gue berahir.. "kata semuanya
"Kata siapa? Tunggu aja penderitaan loe bakal terus berlanjut!" kata Hikary
"Tega... "kata semuanya lalu pundung di pojokan
"Oke! Makasih banyak pada Yuzu-chan yang sudah setia mereview fic ini! Dan terimakasih juga pada para readers yang sudah mau membaca dan mengikuti fic gaje ini. Ahir kata... Mind to Review?"
