DON'T MAKIN ME DISSAPOINTED!

Kim Ryeowook

Cho Kyuhyun

Kim Yesung

Rating: T

Disclaimer: Cerita punyaku, char milik mereka

Warning: GS, ooc, typo(s), etc

Sebuah kisah cinta segitiga abadi tentang rasa sayang yang terpendam cinta yang tak terbalas yang memberi makna berbeda tentang cinta.

Ryeowook berdiri meregangkan otot tubuhnya yang terasa kaku karena terlalu lama duduk dan bekerja menyelesaian proposal-proposal yang harus ia buat segera dan juga ia selesaikan walau deadline-nya masih terbilang cukup jauh. Dan Ryeowook adalah tipekel orang yang tak suka menunda-nunda perkejaan, jika atasannya telah memberi ia sebuah perkejaan, maka sesegera mungkin ia akan menyelesaikannya dengan cepat dan baik. Selalu ingin memberikan konstribusi terbaiknya pada perusahaannya itu. Dan oleh sebab itu hari ini ia memilih bekerja hingga lembur.

Ryeowook beranjak dari kursi kerjanya, berjalan ke pantry sambil membawa cangkir minumnya untuk mengambil segelas kopi. Ia memijat-mijat tengkuknya dan meregangkan otot lehernya kekiri dan kekanan sambil berjalan kesana.
Saat menuju kesana tak sengaja ia melihat sang direktur lini-nya -Choi Siwon- masih ada di ruangannya dan sibuk dengan dokument-dokument perusahaan. Ryeowook kembali melanjutkan tujuannya mengambil kopi.

Yeoja itu kembali bergulat dengan komputernya, sekembalinya dari pantry.

Meski belum semua perkejaannya selesai namun setengahnya sudah hampir selesai jangka waktu dua hari juga beres tinggal melakukan observasi pada proyek bangunan yang ia awasi.

Ryeowook baru saja keluar dari kantornya yang sudah hampir gelap karena beberapa lampu di gedung tinggi dan besar itu sebagiannya telah di padamkan. Sebuah mobil sport merah terparkir tepat di depan pintu masuk kantornya. Dalam hati Ryeowook cukup bertanya-tanya, milik siapa mobil yang nampak mencolok itu. Saat Ryeowook memilih berjalan melewati mobil itu dengan santai, seseorang dari tempat kemudi dari mobil itu keluar.

"Hai!"

Ryeowook menoleh pada seorang namja yang baru saja keluar dari mobil itu, ia tersenyum padaRyeowook. Yeoja itu mengerutkan pelipisnya bingung 'Siapa namja itu?' batinnya.

Namja berambut hitam legam dengan setelan jas hitam menghampirinya sambil tersenyum penuh arti. Dandanannya terlihat sangat formal, Ryeowook yakin jika namja itu seorang pegawai kantoran
berjabatan tinggi sekelas direktur, itu dapat terlihat dari penampilan formalnya yang glamour.

"Kau bicara padaku?" tanya Ryeowook menunjuk wajahnya dengan telunjuk.

"Kim Ryeowook?"

"Ne"

"Perkenalkan! Aku Kim Yesung dari perusahan Y Style corporation" namja itu mengulurkan tangannya pada Ryeowook.

Yeoja itupun menjabat tangannya "Salam kenal!" kata namja tersebut sambil tersenyum manis membuat mata sipitnya melengkung bah bulan sabit.

"Ah! Ne" sahut Ryeowook kikuk. Mereka berdua melepaskan jabatan tangan mereka.

"Ini sudah sangat malam, pulanglah denganku! Tidak baik seorang yeoja pulang sendirian. Biar aku yang menjagamu" ujar namja itu tersenyum lembut menawan membuat hati Ryeowook terasa hangat.

"Tapi-"

"Jangan takut! Aku takkan berbuat jahat padamu jika aku melakukannya kau dapat menuntutku dan mendatangiku. Kantor kitakan bersebelahan" ujar namja bernama Yesung itu sambil menunjuk letak kantornya yang bersebelahan dengan kantor Ryeowook.

"Ayolah!" Yesung menggengam tangan Ryeowook dan menarik yeoja itu masuk ke mobilnya dan Ryeowook juga hanya pasrah, entah mengapa dia merasa ada perasaan nyaman saat bersama namja itu, dia tak merasa akan ada dalam bahaya. Mata teduhnya dan senyum menawannya membuat Ryeowook merasakan kehangatan menyelubungi hatinya dan terpesona.

Yesung menyalakan mesin mobilnya menatap Ryeowook sejenak dengan senyum sebelum menjalankan mobilnya.

Di tengah perjalanan Yesung mencoba membuka pembicaraan.

"Kau tinggal dimana Ryeowook?"

"Aku tinggal di sekitar distrik Dobong-gu" jawab Ryeowook.

"Oke!" Yesung memutar setirnya mengarahkan mobilnya pada sebuah tikungan.

Mobil yang di kendarai Yesung berhenti di depan sebuah gang. Namja itu keluar lebih dulu, lalu menbukakan pintu mobil sebelah kanannya. Yesung tersenyum pada Ryeowook. Ryeowook menatap wajah Yesung sekilas sebelum keluar dari mobil sport merah tersebut.

"Kau...antar aku sampai sini saja" kata Ryeowook setelah benar-benar keluar dari mobil Yesung.

"Tapi aku tidak bisa" jawab Yesung santai mata hitamnya menatap lekat dan dalam pada kedua mata Ryeowook. Sorot matanya sangat teduh menghanyutkan jiwa.
Yesung bergerak maju kearah Ryeowook, membuat yeoja itu refleks memundurkan dirinya, sehingga punggungnya menempel pada mobil Yesung yang terparkir di belakangnya. Namja berambut hitam itu meletakkan kedua tangannya di kedua sisi tubuh Ryeowook mengunci tubuh yeoja manis itu, sedangkan matanya terus menatap lekat pada kedua mata indah milik yeoja berkulit putih itu.

"Ryeowook~" suaranya terdengar rendah seperti sebuah desahan.

"Mwo?" ucap Ryeowook dengan menatap tenang namja di depannya itu.

"Mulai hari ini pulang dan pergi aku yang akan menemanimu"

"Kau jadi supirku?" ucap Ryeowook dengan tingkah lugunya.

Yesung tersenyum menawan mendengar pertanyaan yeoja itu, kepalanya semakin mendekat dan memiring kesamping tepatnya pada telinga yeoja itu ia berbisik dengan suara menggoda "Lebih dari itu"

"Nde?"

"Ini gedung apartement-mu?" tanya Yesung sambil mengadah memandang sebuah gedung apartement sederhana di depannya.

"Dimana letak kamarmu?" belum Ryeowook sempat menjawab pertanyaan Yesung yang sebelumnya, namja itu sudah bertanya kembali.

"Disana!" Ryeowook menunjuk sebuah kamar di ujung sebelah barat dan jika kau lihat secara vertikal dari bawah, kamar itu berada pada posisi keempat alias lantai empat. Gedung apartement-nya tidak terlalu mewah, bahkan teramat sederhana walau tidak bisa di bilang kumuh dan jelek,standarlah...n lamun kau bisa memanjatinya untuk masuk ke dalam kamar apartement yang ingin kau masuki lewat
jendela, tanpa perlu masuk kedalam,memanjat melalui paralon dan bemper-bemper kecil dekat kusen jendela sebagai pijakan. Makanya, orang yang tinggal di apartement itu harus ekstra hati-hati menjaga kamar apartement nya kalau tidak sudah pasti tempatnya tinggal itu akan dibobol maling.

Yesung menarik sudut bibirnya membentuk senyum "Jadi itu. Baiklah" Namja itu berbalik menghadap Ryeowook yang ada di sampingnya.

"Masuklah ini sudah malam. Aku tak mau kau sakit dan aku juga tidak mau karena itu aku tak bisa melihatmu" ujar Yesung sambil memegang kedua pundak Ryeowook dengan kedua tangannya dan menatap yeoja itu dengan penuh perhatian "Arraseo".

"Bagus!" Yesung mengusap sebelah pipi Ryeowook sejenak lalu menyuruh yeoja itu untuk masuk ke apartement-nya.

"Sana masuk!"

"Ani, aku akan melihatmu dari sini menuju mobilmu"
Yesung hanya tersenyum kecil "Kau cemas akan tejadi apa-apa padaku sehingga kau harus mengawasiku? Aku ini namja dan aku bisa ilmu bela diri, aku lebih mencemaskanmu yang mungilapalagi seorang yeoja, bagaimana kalau ada yang mencelakaimu. Pergilah lebih dulu! Biar aku yang
mengawasimu" tutur Yesung lembut dengan tatapan teduh menbuat hati Ryeowook terasa hangat dansungguh menenangkan. Membuat Ryeowook juga merasa ada suatu getaran aneh yang menyenangkan dalam dadanya itu.

"Geure. Annyeong! Hati-hati di jalan ya" sahut Ryeowook dengan wajah tersipu malu, terlihat dari pipi putihnya yang merah merona.

"Arraseo. Cepat masuk!"

Ryeowook mengangguk dan mengambil langkah memasuki gedung apartement-nya dengan penuh senyuman dan juga wajah yang tersipu, sungguh perlakuan namja itu, tatapannya, suaranya, serta cara bertutur katanya yang sangat lembut membuat Ryeowook terkesima. Dan disana...Ryeowook meraba dadanya entah kenapa jantungnya terasa berdebar-debar, belum lagi ada perasaan hangat
dan darah yang terasa mendesir lebih kencang dari sebelumnya saat bersama namja itu. Karena ini bukan pertama kalinya ia merasakan perasaan seperti ini, ia yakin suatu perasaan telah tumbuh dalam hatinya.

"Tidak mungkin ini terlalu cepat" gumamnya tepat di depan pintu kamar apartement-nya, ia terdiam sejenak lalu perlahan mulai membuka pintu kamarnya itu.
Tanpa mengganti pakaiannya terlebih dahulu, Ryeowook segera merebahkan dirinya di atas kasur tidurnya.

Pikirannya hanyut bersama perasaan yang sedang ia rasakan, perasaan yang belum genap satu hari dan hanya terhitung beberapa menit ia dapatkan. Ia merasa terlalu cepat untuk...jatuh cinta lagi.

Setelah putus dari pacarnya beberapa bulan lalu. Kekasih yang sudah hampir 4 tahun menemaninya dan hubungan merekapun berakhir karena ternyata namjachingu-nya bermain perempuan di belakangnya padahal tak lama lagi mereka akan melangsungkan pernikahan.

"Hhh~" Ryeowook menghela nafas frustasi jika mengingat kembali kejadian menyakitkan itu, dimana untuk pertama kalinya ia merasa hatinya begitu hancur dan terluka, begitu perih seakan-akan hatinya
telah di sayat-sayat oleh belati lalu di siram air garam, rasanya perihh sekali. Namja yang sangat ia cintai dengan sepenuhnya ia percaya ia pun telah memberikan seluruh jiwa dan raganya untuk namja itu, namun namja itu malah mengkhianatinya tepat di hari, sehari sebelum pernikahannya. Miris.

Dan sekarang, ia telah dapat membuka hatinya lagi dan perasaan ini datang begitu saja tanpa dapat ia cegah ia mau namun rasanya Ryeowook tak kuasa. Ia sudah terlanjur terhanyut, walau didalam
hati kecilnya ia belum siap memulai dan masih takut terluka. Tapi bayangan namja itu yang sekarang berputar dalam pikiran dan hatinya sungguh tak ada yang dapat menghentikan.

"Ini terlalu cepat, apa yang bisa kulakukan" gumamnya dengan sebelah tangannya yang beranjak memadamkan lampu kamarnya.


Ryeowook merilekskan tubuhnya dengan bersandar pada kursinya setelah seharian fokus dengan berkas-berkas tugas di atas meja kerjanya, ia menatap kaca jendela besar di samping kirinya, kaca itu tepat menghadap sebuah gedung kantor yang letaknya tak cukup jauh dari kantornya. Matanya memicing saat melihat seorang namja dengan setelan jas berwarna abu-abu berdiri di depan kaca pembatas kantor di sebelahnya yang menghadap langsung pada letak meja kerjanya namja bermata sipit itu melambaikan tangan dan tersenyum padanya, sadar ataupun tidak yang pasti itu adalah kehendak hatinya Ryeowook balas tersenyum dan melambaikan tangan pada namja itu.

Terlihat namja di sebrang sana menurunkan tangan saat seorang namja bertubuh tambun menghampirinya memperlihatkan sebuah dokumen padanya. Namja itu memperhatikan kertas itu sekilas lalu tersenyum kembali pada Ryeowook yang setelahnya berjalan meninggalkan tempatnya berdiri.

Ryeowook memajukan kursinya dan hendak kembali fokus pada pekerjaannya dengan semangat dan energi baru yang ia dapatkan. Segala penatnya tadi seketika hilang berganti rasa suka dan senang yang membuncah.

Hari ini kembali hujan, Ryeowook tidak berniat lembur hari ini karena hujan yang sangat deras, ia tak berani untuk pulang malam sendiri. Walau Ryeowook mengingat benar kata Yesung yang akan mengantarnya dan menjemputnya setiap hari, entah kenapa hati Ryeowook tak bisa meyakininya, apa yang terjadi kemarin malam terasa semu seperti mimpi. Sehingga Ryeowook merasa kurang yakin kalau itu nyata.

Yesung yang berjanji padanya dan Yesung yang telah membuatnya merasakan jatuh
cinta lagi.

"Ryeowook-sshi" seorang Office boy memanggil namanya ketika ia hendak memasuki lift yang baru saja terbuka.

"Ada ada?"

"Di lantai dasar ada yang mencari anda"

"Hm, siapa?" Ryeowook agak memiringkan kepalanya bingung. Siapa kira-kira yang menunggunya di tengah hujan seperti ini. Pasti orang yang memiliki urusan penting dengannya.

"Kim Yesung"

Deg! Ryeowook segera memasuku lift-nya dan sebelumnya mengucapkan terimakasih pada office boy tadi.

Setengah berlari Ryeowook mencoba segera meraih pintu keluar dan segera menemui namja yang katanya sedang menunggunya itu.

Saat ia sudah berhasil keluar, dia melihat Yesung yang berdiri di teras kantornya, hanya mengenakan kemeja putih sedangkan jas abu-abunya ia pegang bersama payung transparan di tangan kirinya.

"Yesung!" panggil Ryeowook sambil menghampiri namja tersebut.

Yesung tersenyum sambil menyambut kedatangan Ryeowook.

"Sudah lama menunggu?" tanya Ryeowook cemas.

"Tidak kok" balas Yesung dengan tersenyum lembut.

"Kenapa tak menelponku saja tadi"

"Kau lupa ya kalau kita tak sempat bertukar nomer telepon"

Puk

Ryeowook menepuk keningnya "Ah...aku lupa"

"Pakai ini!" Yesung menyampirkan jas abu-abunya pada tubuh kecil Ryeowook "...agar kau tidak masuk angin. Kajja!" lanjut Yesung sambil menarik tangan Ryeowook ke dalam payung yang sudah ia buka untuk berjalan ke mobilnya, Ryeowook hanya bisa terpaku menerima perlakuan hangat Yesung dan segala perhatiannya padanya, perlakuan yang sudah lama tak ia dapatkan dari seorang namja.

Yesung datang menjemputnya, ia menepati janjinya, walau tadi pagi ia tak datang untuk mengantarnya membuat ia ragu apa Yesung akan menemuinya kembali.

"Mianhae tadi pagi aku tidak mengantarmu ke kantor, aku ada urusan penting" kata Yesung di tengah perjalanan menuju apartement Ryeowook.

"Ah...gwenchana. Aku tidak terlalu memikirkannya kok" jawab Ryeowook yang tentu saja ia berbohong, karena nyatanya ia sungguh ingin namja itu datang mengantarnya tadi pagi dan berharap dapat bersua kembali.

"Aku tetap saja merasa bersalah Wookie..."

"Wookie?"

"Bolehkah aku memanggilmu begitu?" tanya Yesung sungkan.

"Tentu saja" jawab Ryeowook ringan.

"Nah, sebagai tanda permintan maaf aku ingin mengajakmu makan malam sekarang. Kau mau ya?"

Karena aku sudah menyiapkannya dengan susah payah" ujar Yesung penuh harap.
"Kalau begitu baikkah" sahut Ryeowook pasti ia tak dapat menolak permintaan namja itu apalagi di sela kesibukannya Yesung sempat membuat sesuatu untuk tanda permintaan maafnya untuk Ryeowook. Itu membuar Ryeowook mengartikannya, bahwa namja itu peduli padanya.

" Gomawo" kata Yesung sambil menyunggingkan senyuman manis pada yeoja cantik di sampingnya itu serta mengelus lembut pipi sebelah kanan yeoja berambut coklat muda tersebut.

Sebuah rumah besar yang letaknya di sekitar bukit adalah tempat dimana Ryeowook berada saat ini,rumah ini memiliki desain yang klasik, dan warna cat pada tembok dan juda segela funiturenya yang di dominasi berwarna-warna pastel.

Yesung menariknya pada bagian barat dari rumah itu, disana terdapat sebuah taman dan air mancur kecil di tengah taman tersebut dan terlihat sebuah meja persegi panjang dengan balutan kain putih dengan berbagai hidangan makanan yang sangat menggugah selera apalagi perutnya sedang ada dalam keadaan yang sangat lapar sehingga pasti membuat rasa makan-makan itu akan terasa lebih nikmat dua kali lipat tentunya, tak lupa pula hiasan buah dan bunga juga lilin yang indah tertata rapih di atas meja itu. Ryeowook benar-benar merasa sangat terpukau dengan sajian di depannya itu.

"Karena hujan tadinya aku akan menyiapkan ini semua di dalam saja, tapi dalam perjalan menuju kemari hujan reda" kata Yesung seraya mempersilahkan Ryeowook untuk duduk pada kursi yang telah ia sediakan sebelumnya dan setelah itu ia berjalan berlawanan dari tempat Ryeowook duduk menuju ujung meja seperti Ryeowook sehingga ia dapat duduk saling berhadapan dengan yeoja cantik tersebut.

"Sepertinya di daerah sini tidak terjadi hujan. Jarak rumahmu dan kantorku memang cukup jauh jadi pantas jika disini tidak juga terjadi hujan" tukas Ryeowook "Aku setuju. Hanya saja karena aku tinggal di sekitar bukit, di sini lebih sering terjadi hujan daripada di dataran rendah. Dan hari ini aneh sekali di pusat kota hujan tapi di daerah rumahku tidak. Mungkin karena akan ada seorang yeoja istimewa yang hendak datang ke rumahku, dan tuhan tak mau sesuatu yang kubuat untuk yeoja itu
sia-sia. Tuhan pasti juga menyukai yeoja otu, karena dia sangat manis" tutur Yesung dengan kata-katanya yang agak menggoda.

"Benarkah? Siapa yeoja beruntung itu? Beruntung sekali dia" ujar Ryeowook biasa seakan ia memang tidak tau siapa yang dimaksud oleh Yesung. Yang memang begitu, otaknya memang agak lambat jangan suka berbicara sesuatu yang implisit dengan yeoja ini, dia terlalu polos yang kadang membuat orang mengiranya bodoh padahal ia termasuk yeoja yang sangat pintar.

"Hm...kalau kukatakan dia Kim Ryeowook, apa kau akan percaya?"

"Meragukan"

"Wae?"

"Karena aku... dibanding dengan keberuntungan aku lebih sering mengalami kesialan. Mungkin tuhan kasian padamu" tutur Ryeowook santai sambil menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi di belakangnya.

"Hm? Kenapa pikiranmu buruk sekali" ujar Yesung sambil agak terkikik.

"Aniyo, aku hanya berbicara tentang realita kehidupanku yang selalu sial. Hidup memang tidak enak, keindahannya itu fatomorgana" sahut Ryeowook santai.

"Kau merasa tisak senang dengan hidupmu?" tanya Yesung kembali ia menautkan kedua tangannya di atas meja, menatap Ryeowook dengan wajah yang tertarik untuk mendengar jawaban yeoja itu.

"Tidak. Meski hidup tak menyenangkan dan hanya sekali, jika kurasakan buruk dan tak menyenangkan membuatku semakin sulit untuk menjalani hidup. Maka aku hanya menjalaninya tanpa harus sibuk-sibuk berpikir hidupku yang malang ini sangat berat. Ya, berpikir lebih simple meringankan kenyataan hidupku" jawab Ryeowook.
Yesung hanya bisa tersenyum selain ia pikir Ryeowook sangat enerjik, ternyata yeoja ini juga sangat menarik dari segi personaliti.

"Jadi apa yang menarik dalam hidupmu?"

Mata Ryeowook menerawang memandang langit sejenak.

"Sesuatu yang kutunggu itu masih kucari" tuturnya dengan senyum manis yang teduh.

"Aku rasa segala yang menarik itu kau habiskan sendiri sehingga tak menyisakan untuk mungkin hanya ingin bersikap adil" tukas Yesung sambil balas tersenyum.

"Kau benar hidup yang menjemukan inilah yang membuatku hidup mungkin kalau tidak begini, tidak akan menarik. Haha" kata Ryeowook diselingi tawa renyah.

"Haha...Sesuatu yang menarik itu adalah yang menantang"

"Kau benar. Haha"


Ryeowook mengusap bibirnya menghapus jika ada noda yang tersisa dibibirnya jejak makanan yang ia santap, dengan serbet.

"Ugh, aku kenyang sekali" ujar Ryeowook sambil mengusap perutnya yang terasa mengembung dan lebih berisi dari sebelumnya "Sepertinya minggu ini aku harus pergi ke-gym untuk meratakan perutku kembali" katanya lagi
sambil menatap dan meraba bentuk perutnya, tanpa ia sadari Yesung terus memperhatikannya sambil terkikik geli melihat tingkahnya itu.

"Hhh~" Ryeowook menghela nafasnya dia merasa menyesal karena hampir menghabiskan semua makanan di meja makan itu dengan membabi buta, ia tak bisa membayangkan bagaimana jadinya ia besok pagi ketika ia bangun dan mendapati tubuhnya yang akan jadi seperti gulungan kasur, sudah badannya pendek di tambah lagi dengan tubuh lebar yang besar. Dia pasti akan terlihat seperti drum bensin saja nantinya.

Ryeowook memutar bola matanya menatap Yesung yang sedang tertawa kecil "Kenapa wajahmu murung?" tanya Yesung.

Ryeowook menggelengkan kepalanya dang segera mengubah ekspresi wajahnya dan sedikit tertawa "A...aniyo hehe..."

Yesung meneguk wine pada gelasnya, matanya menatap Ryeowook dalam, dan yeoja manis itu mendadak merasa gugup karena di pandangi seperti itu.

Yesung berdiri dari duduknya ia berjalan menghampiri tempat Ryeowook duduk. Yeoja itu semakin di buat gugup sebab Yesung yang menghampirinya itu terus menatap matanya dalam penuh pesona yang tak mampu untuk dapat di hindari oleh Ryeowook, ia sudah sangat terjerat karena sorot mataYesung yang seakan memenjarakan hatinya yang hanya dapat terbuka dan membalas untuk namja
yang takkan terbagi untuk yang lainnya selain ia.

"Wookie~"
Yesung menggenggam tangan yeoja itu ketika ia telah tepat berdiri di depannya. Ryeowook pun refleks menegakkan tubuh dan berdiri, tatapan matanya tak lepas sedikitpun pada kedua mata dengan sorot mata yang tegas dan menghanyutkan itu.

"Hm...Kim Ryeowook! Kau tau... aku mencintaimu"

Kedua mata Ryeowook membulat. Ini...ia tak menduga bahwa namja ini akan mengutarakan perasaannya dalam waktu pertemuan yang singkat ini.

"Kau tidak merasa ini terlalu konyol?"

"Apa kau merasa aku konyol. Kau tau...kau adalah yeoja pertama yang aku bawa ke rumahku. Dan aku tidak menganggap kalau ini suatu kekonyolan aku memperlakukanmu beda bukan karena ingin bertindak konyol dengan me bodoh padahal ia termasuk yeoja yang sangat pintar.

"Hm...kalau kukatakan dia Kim Ryeowootiku akumelihat kesungguhan juga kebenaran
dari perkataan namja itu dari dalam matanya. Kata orang mata dapat mengatakan segalanya yang tak dapat kau ketahui dari sekedar apa yang orang itu katakan, terlepas ia berbohong atau berkata jujur. Tapi satu yang hanya dapat menjelaskan dan sulit untuk menampilkan sorot kebohongan adalah jauh dari dalam matanya. Terkecuali ia memang seorang penipu ulung.

"Ini terlalu cepat" ucap Ryeowook lirih "Aku memang menyukaimu tapi aku belum bisa memulai cinta kembali. Perasaan itu pernah membuatku sakit" tuturnya dengan suara rendah juga mata yang memandang lekat mata Yesung dengan sorot mata terluka.

"Aku pernah menjadi pecundang karena tak dapat mempertahankan cinta itu sampai dia berkhianat, aku terluka. Aku perlu mengembalikan keyakinanku untuk perasaan itu" katanya lagi, Yesung semakin erat menggengam tangan yeoja manis itu.

Chu~

Yesung mengecup punggung tangan Ryeowook matanya tertutup seakan menikmati.

"Arraseo. Kita coba, aku akan terus mempertahankanmu. Takkan kulepas"

Sekali lagi Yesung menatap dalam pada kedua bola mata Ryeowook dengab penuh keyakinan, wakil bukti kalau perkataannya itu sungguh-sungguh.


Sudah sebulan tepatnya Ryeowook dan Yesung bersama hubungan mereka sangat dekat selayaknya sepasang kekasih, status rasanya tak cukup penting bagi mereka yang terpenting adalah mereka sama sama tau jika mereka saling menyukai dan menyayangi. Walau kata cinta masih tabu untuk Ryeowook.

Kemanapun pergi selalu bersama selepas mereka kerja yang membuat mereka harus terpisah ataupun pula malam hari. Mereka selalu bersama mehabiskan waktu bersama dengan kegiatan- kegiatan yang mereka lakukan berdua. Hubungan seperti ini memang sudah lazim bagi orang orang di sekitar mereka. Selalu beesama kemdian pergi kencan, tanpa terikat hubungan apapun hanya perasaan ingin selalu bersamalah yang mengikat keduannya.

" Bagaimana harimu? Melelahkan?" tanya Yesung menyambut Ryeowook yang baru keluar dari kantornya, seharusnya ia pulang pukul 8 tadi, tapi karena ada kerjaan dadakan yang harus di tangani segera olehnya, Ryeowook terpaksa menunda pulangnya.

Ryeowook memandang wajah Yesung dengan seberkas senyum manis di wajah lelahnya "Aku tidak mungkin lelah jika aku hanya tiduran diatas kasur dan kenyataannya adalah tidak. Sudah pastiku aku sangat lelah"

"Kita langsung pulang?" tanya Yesung seraya menggenggam tangan yeoja di depannya itu.

"Aku lelah~~~" jawabnya dengan nada memelas.

"Kalau begitu kita pulang saja"

Yesung segera membawa Ryeowook kedalam mobilnya, memakaikan yeoja itu sabuk pengaman lalu berjalan menuju kemudi mobilnya.

Mobil Yesung berhenti di depan gang menuju apartement Ryeowook. Mereka berjalan saling berpegangan tangan dengan di selingi saling melemparkan senyuman manis.

"Itu kamarmu,kan Wookie ?"

Ryeowook menatap arah yang di tunjuk tangan Yesung pada sebuah kamar apartemenr yang jendelanya terbuka.

"Omo! Aku lupa menutup jendela apartement ku" pekik Ryeowook heboh.

Yesung tersrnyum kecil lalu ia berlari kearah gedung apartement Ryeowook, ia meloncat memanjati paralon-paralon yang ada pada dinding gedung itu dan berpijak pada bemper jendela pada beberapa kamar di bawah kamar milik Ryeowook.

Ryeowook membelalakan matanya terkejut dengan apa yang sedang Yesung lakukan sangat ini, dia sangat lincah saat memanjati paralon-paralon itu dan dalam waktu sepersekian menit ia sudah dapat memasuki kamar Ryeowook. Yeoja itu mencoba memanggil nama namja itu dan menyuruh ia untuk turun, namun sayangnya namja itu seakan berpura-pura tak mendengar dan terus melanjutkan aksinya. Ryeowook yang cemas dengan apa yang akan ia lakukan pada kamar apartement nya itu, segera berlari cepat menuju pintu masuk gedung apartement nya.

BRUKK

Yesung berhasil mendarat di dalam kamar Ryeowook, tanpa sadar wajahnya menabrak beberapa bra milik sang pemilik kamar itu yang ternyata menggantung di hanger yang sedang di jemur dan membuat Yesung cukup terganggu, sebab jendela itu langsung mengarah pada kamar mandi milik Ryeowook. Setelah tau apa yang ia tabrak itu, sejenak karena penasaran Yesung melihat-lihat benda-benda pribadi milik Ryeowook itu lalu beralih mrngitari isi kamar apartement milik Ryeowook.

Ryeowook sudah sampai di depan pintu kamar apartement nya ia merogoh dalam tasnya mencari kunci dari pintu kamar apartement nya itu, namun sia-sia saja membuat kesal, kunci itu tak ada pada tempatnya. Ini pasti karena tingkahnya yang selalu terburu-buru dan ceroboh yang mungkin telah menjatuhkan atau mungkin asal menyimpan kunci kamar apartement nya itu di sembarang tempat.

TOK TOK TOK

Ryeowok mengetuk pintu apartement nya dari luar "Ya! Kim Yesung, buka pintunya" teriaknya sangat nyaring.

Yesung di dalam sana tersenyum kecil sambil menoleh pada pintu kamar apartement Ryeowook dimana suara teriakan yeoja itu berasal.

"Ya! Cepat buka pintunya..." Ryeowook semakin cepat menggedor pintunya.

"Wah...Wookie kau punya koleksi bra yang seksi..." ujar Yesung di dalam sana yang dapat terdengar oleh Ryewook.

" Ya! Jangan sentuh itu"

"Wow...ukurannya besar sekali! 36B , eoh?"

"Ya!" mendengar perkataan Yesung yang barusan itu membuat Ryeowook semakin kesal dan malu.

Saat ia berusaha memutar knop pintunya, tak di duga pintu kamarnya itu dapat terbuka. Ternyata sejak tadi Yesung sudah menbuka kunci apartement nya.

Ryeowook masuk ke dalam apartement nya dengan wajah cemas, takut Yesung telah mengacak-acak kamar apartement nya itu.

Yesung yang sedang berdiri di depan Ryeowook tersenyum manis pada yeoja itu, walau keadaan apartement nya itu hanya di terangi lampu sudut, namun Ryeowook dapat melihat jelas senyum Yesung untuknya.

Tangan Ryeowook beranjak menekan saklar lampu untuk menyalakan lampu pada ruang tamunya itu.

Mata kecilnya membulat saat melihat sebuah tanda cinta yang tersusun dari kertas HVS berwarna pink pada tembok ruang tamunya.

Ryeowook berusaha menahan dirinya untuk tidak tersenyum, ia berjalan mendekati tembok itu dan melepas satu persatu kertas yang menempel disana "Cinta? Aku belum bisa percaya dengan itu"

"Mwo? Laporanku?" Ryeowook memikik kaget saat tau kertas-kertas yang di tempel Yesung adalah laporan pekerjaannya.

Karena sebenarnya tindakan Yesung ini membuatnya sangat berdebar dan juga salah tingkah, itulah sebabnya ia tak bisa sekedar menatap mata namja itu atau bahkan memarahinya. Ia kembali beranjak menuju dapur untuk menyalakan lampu dapur, namun sekali lagi ia mendapati tanda cinta yang tersusun dari kertas memo yang menempel di lemari es nya.

"Lelucon macam apa ini?" kata Ryeowook sambil menahan senyum, sekali lagi ia berusaha melepas tempelan-tempelan itu. Yesung tak merespon setiap ucapan yeoja itu, dia hanya tersenyum dan berdiri di belakang Ryeowook.

BRUKK

Ryeowook yang berbalik terlalu cepat tak menyadari Yesung yang berdiri di belakangnya, membuat tubuh mereka jadi saling menubruk.

Mata mereka saling memandang satu sama lain, mereka bagai tenggelam pada sorot mata masing-masing yang menciptakan dimensi lain yang sangat menghanyutan juga romantis. Hingga akhirnya kontak mata mereka terputus karena Yesung menarik tengkuk dan kemudian melumat bibir Ryeowook cepat. Yeoja itu juga mengimbangi ciuman panas Yesung melingkarkan tangannya di leher si namja lalu Yesung mendorong tubuh Ryeowook menuju kamar si yeoja, tangan mereka berusaha mematikan lampu yang baru saja Ryeowook nyalakan.

"Ini terlalu cepat" ucap Ryeowook di sela ciuman mereka.

"Tidak" sahut Yesung.

"Tapi...aku...merasa ini terlalu cepat" ujar Ryeowook lagi dengan terputus putus.

Logikanya terus menolak, tapi tubuh terasa lemas ia tak kuasa untuk mrmberontak malah hanya dapat terus menerima. Ryeowook hanya menurut saja ketika Yesung membuka baju kantorya menyisakan ia yang hanya mengenakan tank top putih. Tangan Ryeowook pun mulai nakal membuka satu persatu kancing kemeja yang di kenakan Yesung hingga menyisakan kaos dalamnya saja.

BRUKK

Keduanya telah berbaring di atas kasur dengan tubuh Yesung yang menindih tubuh kecil Ryeowook.

Tangan Yesung membawa selimut untuk mentupi pergumalan mereka, di dalam selimut itu kedua orang berbeda jenis itu terus bergerak liar di kamar gelap itu.

Dan tiba-tiba Ryeowook membuka kembali selimut yang menutupi tubuh mereka, Yesung pun dengan terpaksa melepas ciumannya.

"Wae?" tanya Yesung.

Ryeowook menyalakan lampu sudut di atas meja nakas di samping tempat tidurnya "Aku tidak mau melakukannya tanpa pengaman" sahut Ryeowook

"Kau punya kondom?"

"Mana mungkin aku punya benda semacam itu"

"Baiklah akau akan naik sepeda untuk membelinya" jawabnya asal.

Yesung berlari keluar dari apartement Ryeowook di tengah malam itu dengan hanya mengenakan celana bahan hitam dan kaos dalam putih. Ryeowook yang memperhatikan tingkah Yesung itu tertawa kemudian beranjak menuju kamar mandi.

Ryeowook menyikat giginya dengan semangat ia mengintip Yesung dari jendela kamar mandinya yang sedang berlari menuju mobilnya. Ryeowook tak bisa menahan tawanya melihat Yesung yang tergesa-gesa seperti itu. Setelah beres menyikat gigi ia membersihkan wajahnya.

Yesung membuka pintu mobilnya memilih beberapa jenis kondom yang ia miliki, setelah itu segera berlari menuju apartement Ryeowook.

CLEKK

Dengan terburu-buru Yesung masuk ke dalam kamar Ryeowook. Ia tercengang melihat Ryewoook yang...tertidur pulas dengan tubuh yang di balut dengan selimut seperti kepompong bahkan dengkuran halus sudah terdengar dari bibirnya. Yesung yang tidak tega membangunkan Ryeowook yang tertidur nyenyak sedangkan dia sedang ada dalam keadaan terangsang hanya mampu menghela nafas frustasi lalu beranjak ke dalam kamar mandi menyelesaikan sesuatu yang ia rasakan.


Ryeowook berdiri di depan meja Kim Heechul yang sedang serius memeriksa laporannya dan menunggu tanda tangan dari atasannya itu.

Heechul menorehkan pena mengukir tanda tangan pada proposal laporan milik Ryeowook.

"Ini!" Heechul mengembalikan kembali proposal itu pada Ryeowook dan segera diterima oleh Yeoja itu.

"Oh iya, eonnie soal Cho Kyuhyun itu...?" tanya Ryeowook.

Wajah Heechul berubah senang "Ah! Baru saja aku akan mengatakannya padamu. Kau tidak usah repot- repot untuk membawanya kembali pada perusahaan, karena dia kemarin menghubungi kami dan mengatakan kalau dia akan kembali pada perusahan kita"

"Jinja?" pekik Ryeowook antusias.

"Aku sangat penasaran dengan orang itu" tutur Ryeowook lagi tentu dengan antusias yang tinggi.

"Jika di lihat dari segi fisik dia itu sangat tampan dan juga tinggi. Kalau aku tidak punya Siwon mungkin aku sudah memacarinya dulu. Hahaha" kata Heechul dengan candaan.

"Kau jahat nona Kim atau seharusnya segera kau mengganti margamu itu dengan Choi, jangan membuat Siwon-mu itu lumutan karena terlalu lama menunggu cinderella menerima lamarannya. Hahaha..." balas Ryeowook berguyon.

"Ya!"

"Permisi Heechul noona"

Kedua yeoja itu menoleh pada seorang namja bersuara rendah dan lembut yang baru saja memasuki ruangan Heechul 'Aku seperti mengenal suara itu' gumam Ryeowook sebelum melijat wajah namja itu.

"Kau!" pekik Ryeowook kaget saat melihat wajah namja tersebut, Ryeowook menunjuk namja itu dengan tidak sopannya. Heechul mengerutkan dahinya mrelihat tingkah Ryeowook yang seakan tidak asing lagi pada namja yang kedatangannya sangat ia tunggu-tunggu.

"Chi Kyuhyun imnida" namja tampan bertubuh tinggi itu membungkukkan badannya memberi salam sekaligus memperkenalkan diri pada Ryeowook.

Yeoja bermata coklat karamel itu memperhatikan penampilan namja yang pernah ia temui beberapa bulan yang lalu dengan tatapan tak percaya dalam berbagai sudut dari mulai penampilan sampai tentang identitas sebenarnya namja itu. Ryeowook bergumam di dalam hati dan menatap wajah Kyuhyun dengan mimik wajah tercengang 'Dia memang tampan'

"Kalian saling mengenal?" sela Heechul bertanya pada kedua orang yang berdiri di depannya itu.

"Ne" jawab mereka serentak sambil memandang kearah Heechul.

"Sejak kapan dan dimana?" tanya Heechul penasaran.

"Kami tak sengaja bertemu di jalan dan kamipun saling berkelanan. Iyakan nona Kim Ryeowook?" kata Kyuhyun sambil tersenyum.

Ryeowook agak terkejut, darimana namja itu tau namanya, padahal mereka tak sempat menanyakan nama mereka masing-masing saat mereka bertemu saat itu.

Ryeowook hingga saat ini memang tak pernah melupakan pertemuan singkat mereka yang sangat berkesan bagi Ryeowook. Ia tak menduga akan bersua kembali dalam keadaan seperti ini.

"N...ne" sahut Ryeowook setelah cukup lama termenung.

"Ah...geure"

Heechul tampak menemukan sesuatu hal menarik dari pertemuan Kyuhyun dan Ryeowook karena hal itu terlihat dari matanya.

"Itu apa Kyuhyun?"

Heechul menunjuk akuarium kecil yang di bawa Kyuhyun dengan seekor kodok berwarna hijau di dalamnya.

"Ah...ini hyung ku" jawab Kyuhyun dengan sedikit terkikik.

Ryeowook tak menduga Kyuhyun akan menjaga kodok pemeriannya hingga sekarang ini.

"Aku selalu membawanya kemana-mana, dia adalah sahabat kecilku" ujar Kyuhyun sambil memperhatikan kodok miliknya itu.


Ryeowook dan Kyuhyun berdiri didepan kaca gedung kantor mereka yang menghandap langsung pada jalanan ramai kota Seoul.

"Aku tak menduga kita akan bertemu dengan cara seperti ini. Kau Cho Kyuhyun yang berniat kucari keberadaannya dan kubujuk tuk kembali. Ternyata namja yang aku temui beberapa bulan lalu. Sungguh kejutan" kata Ryeowook sambil menoleh kearah Kyuhyun yang sedang tersenyum menatap lurus kedepan.

"Kalau denganmu bagaimana?" tanya Ryeowook.

"Aku merasa ini takdir"

"Takdir?"

"Ya...rangkaian peristiwa yang kebetulan itu bukankah itulah takdir?" ujar Kyuhyun, sekarang matanya mulai menatap wajah Ryeowook dengan senyum memesona membuat Ryeowook gugup. Kyuhyun memiliki senyum yang jauh lebih indah dari Yesung, apalagi dari setiap senyumnya itu dia seakan meresakan sesuatu perasaan yang berusaha namja itu sampaikan padanya. Perasaan yang Ryeowook rasa sangat dalam dan membuat Ryeowook merasa nyaman.

"Em...bertakdir denganku kau maksud? Berdekatan denganku pasti membuat mu tak nyaman aku ini Yeoja yang berisik dan teledor. Sangat menyusahkan" ujar Ryeowook dengan nada bercanda.

"Tak apa, aku memang di takdirkan untuk selalu membantumu keluar dari hidup yang menyusahkan dan untuk kau andalkan" kata Kyuhyun di selingi tawa.

"Mohon bantuannya!" Ryeowook membungkukkan badannya di depan Kyuhyun dengan bercanda.

"Hahahahahahaha..." keduanya terus tertawa.

"Mau menghabiskan waktu bersamaku dengan bermain sepulang kerja ini?" tawar Kyuhyun.

"Tentu aku sudah lama ingin bermain lagi denganmu. Bagaimana kalau besok saja, besok adalah akhir pekan"

"Baiklah"

"Kau punya ponsel?" tanya Ryeowook pelan.

"Tenang saja aku sudah bukan manusia primitif lagi sekarang. Haha.." canda Kyuhyun sambil memberikan ponselnya pada Ryeowook.

"Hahaha...ku pikir masih begitu"

Ryeowook mengetik nomer ponselnya dan menyimpannya di kontak ponsel Kyuhyun juga alamat apartement nya.

"Ini! Aku telah menyimpan nomer teleponku dan alamat apartement ku"

Kyuhyun menerima kembsli ponselnya dari tangan Ryeowook dang menge-check nya. Kyuhyun tertawa melihat nama kontak ysng Ryeowook berikan untuk nomer ponselnya "Supergirl?"

Ryeowook mengangguk mantap.

"Hahaha"


TOK TOK TOK

Pintu apartement Ryeowook berbunyi. Yeoja itu merasa tak nyaman pada tidurnya. Perlahan matanya terbuka karena suara itu semakin teedengar nyaring, siapa yang tengah malam begini datang ke apartement nya. Dengan langkah lesu Ryeowook beranjak membukakan pintu apartement nya.

CLEKK

"Yesung?" gumamnya dengan suara serak dan wajah mengantuk.

Namja itu mengelus rambut Ryeowook dan bertanya "Kau sedang tidur?"

"Ne" Ryeowook mengangguk manis.

Yesung membawa Ryeowook masuk kembali kembalin ke kamarnya. Ia membaringkan tubuh Ryeowook kembali di atas kasur, begitu pula dengan dirinya. Tangannya merengkuh tubuh Ryeowook dalam pelukannya.

"Ada apa datang kemari tengah malam begini?" tanya Ryeowook sambil menyamankan tubuhnya dalam pelukan Yesung.

"Kemarin dan sekarang kita tidak bertemu. Aku merindukanmu jadi karena pekerjaanku baru selesai sekarang , aku segera kemari ingin beetemu dengan mu" jawab Yesung. Ryeowook tersenyum walau matanya mulai terpejam.

"Aku juga. Terimakasih untuk datang" ucap Ryeowook, mengeratkan tangannya yang juga memeluk tubuh Yesung.

Yesung mencium pucuk kepala Ryeowook berkali-kali "Anything for you"

TBC

I Know, chapter ini memang full tentang Yewook aku sengaja. Karena ini bercerita tentang cinta segitiga aku harus bikin cinta Wookie buat kedua namja itu seimbang walau, di chapter ini lebih condong ke Yesung tapi gimana dengan chapter selanjutnya? Karena aku KWS, jadi ff ini akan kubuat KyuWook, hehehe...

Gomawo untuk yang review, fav dan follow. Jeongmal gomawo :)

Oke, yang berkenan tinggalkan review nya ya ! :)