hanna

dul

set

"aku benar – benar heran dengan sikap aroganmu Kyuhyun-ah! kau masih tidak bisa meninggalkan sikapmu itu bahkan saat kau sedang menjadi sandera. Kau sama sekali tidak takut pada orang yang sudah menculikmu" Siwon melepaskan pelukan Kyuhyun, tersenyum ramah pada namja tampan yang dia culik sejak kemarin

"karena aku tahu penculik itu tidak akan melukaiku! Aku bisa menebak apa yang diinginkan penculik itu adalah uang tebusan. Jika dia memang berniat untuk melukaiku, bisa saja dia sudah melakukannya saat aku memuntahkan makanan yang disuapkan kemulutku! Aku bisa merasakan penculik itu sama sekali tidak ingin melukaiku meskipun dia sudah memukulku untuk membuatku pingsan" Kyuhyun bersikap manja masih melingkarkan tangannya dipinggang Siwon

"tetap saja kau harus pintar menjaga sikapmu! Bagaimana jika penculik itu bukan aku?" Siwon membelai wajah Kyuhyun, menatapnya begitu dalam

"entahlah! Dan aku tidak ingin memikirkannya" Kyuhyun kembali memeluk Siwon dan selalu bersikap manja

"apa kau sama sekali tidak mencurigaiku? Gerak – gerikku?" Siwon menuntun Kyuhyun melangkah menuju ranjang

"sama sekali tidak hyung! kau menulis dengan tangan kirimu dan tulisan itu sungguh jelek hampir tak dapat aku baca. Kau bukan seorang kidal" jawab Kyuhyun seperti berfikir

"seharusnya kau curiga sejak tadi malam saat aku memberimu makan! Apel, roti gandung juga susu rendah lemak! Semua itu adalah makanan yang dianjurkan dokter untukmu! Bagaimana mungkin seorang penculik mengetahui menu sehat yang harus dikonsumsi pasiennya?" Siwon mencolek hidung mancung Kyuhyun untuk menggodanya

"aku sedikit curiga! Tapi aku pikir mungkin saja itu sebuah kebetulan!" ujar Kyuhyun tersenyum

"istirahatlah! Kau harus membaringkan tubuhmu karena semalam kau duduk dalam waktu yang lama! Miane karena membuatmu tidak nyaman" Siwon membaringkan Kyuhyun diatas ranjangnya

"gwencanayeo! Seperti yang kau katakan tadi, aku jauh lebih nyaman disini bersamamu daripada dirumahku melihat ibu tiriku yang menyebalkan itu! lalu apa kau akan pergi meninggalkanku disini?" Kyuhyun kembali duduk menatap Siwon dengan dahi mengerut

"bukankah kau memintaku untuk menebuskan obat anti diabetikmu?" Siwon kembali membaringkan Kyuhyun

"kau bisa melakukannya nanti hyung! temani aku karena ada banyak yang ingin aku tanyakan padamu" Kyuhyun menarik tangan Siwon untuk tinggal bersamanya

"baiklah! Katakan apa yang ingin kau tanyakan?" Siwon ikut berbaring disebelah Kyuhyun memberikan dadanya sebagai sandaran kepala Kyuhyun

"kenapa kau menculikku? Apa tujuanmu?" tanya Kyuhyun menyandarkan kepalanya didada Siwon

"hmm... ingin mendapatkan uang yang sangat banyak agar aku bisa melanjutkan kuliahku di Amerika!" jawab Siwon mengusap – usap kepala Kyuhyun

"apa hanya itu saja hyung? apakah tidak ada alasan lainnya?" Kyuhyun menunjukan ekspresi tidak puas dengan jawaban Siwon

"aku juga ingin menjagamu disini bersamaku, membuatmu nyaman bersamaku" jawab Siwon sedikit tersenyum

"apakah itu berarti kau sudah tidak lagi menganggapku hoobae dan kau sudah menerima perasaan cintaku hyung?" Kyuhyun duduk menghadap Siwon menatap Siwon begitu antusias

"aku menyayangimu Kyu! Tapi aku masih belum yakin dengan hatiku, aku terbiasa berkencan dengan yeoja. Tidak pernah terbayangkan aku berkencan dengan seorang namja. Walau denganmu aku bisa seperti ini, memelukmu, membelai rambutmu, membiarkanmu bersandar didadaku" Siwon menatap Kyuhyun dengan ekspresi yang sama, menyunggingkan senyum sehingga menunjukan pimple dikedua pipinya.

"kau selalu seperti itu hyung! kau selalu membuatku gelisah! Apakah begitu sulit buatmu untuk bisa menyukaiku?" Kyuhyun memajukan mulutnya cemberut

"jujur saja aku sudah lama ingin sekali menanyakan hal ini padamu Kyu! Kenapa kau begitu menyukaiku? Kau tahu aku adalah seorang yang brengsek, mengencani banyak yeoja hanya untuk mendapatkan uangnya. Aku bahkan pernah mengencani yeoja yang usianya lebih tua dari eommaku sendiri hanya karena dia menawariku uang yang sangat banyak. Apa yang membuatmu tertarik padaku?" Siwon merubah posisi duduknya tegak berhadapan dengan Kyuhyun

"karena kau nyaris sempurna hyung! cara pandangku terhadapmu tidak berbeda dengan cara yeoja memandangmu, aku adalah namja yang tidak normal. Aku memang sangat menyukai namja seperti kau hyung" jawab Kyuhyun lalu wajahnya memerah

"gomawo! Untuk saat ini kita jalani saja seperti ini. Aku akan menjagamu dan merawatmu selama kau menjadi sanderaku?" Siwon turun dari ranjang melangkah menuju meja untuk mengambil minum didalam gelas

"dan selama aku menjadi sanderamu, aku akan terus berusaha untuk membuat kau mencintaiku hyung!" jawab Kyuhyun ikut turun melangkah menghampiri Siwon lalu memeluk Siwon dari belakang

"kau memang keras kepala dan tidak mudah menyerah Kyu!" Siwon tersenyum menggelengkan kepalanya, meneguk air minum dari gelas yang dia pegang, membiarkan Kyuhyun memeluknya.

"itulah aku Cho Kyuhyun!" balas Kyuhyun memeluk Siwon semakin erat

.

.

.

Two days later

Tingtong

Suara pesan masuk keponsel Siwon yang dikirim seseorang. Siwon merogoh saku celananya untuk membaca isi pesan yang diterima ponselnya yang isinya

'chagiya! Aku sudah menunggumu di kamar nomer 709 Hyatt hotel. Ada hadiah besar yang sudah aku siapkan untukmu. Temui aku segera!' Siwon terdiam membaca pesan masuk yang diterimanya lalu menarik nafas panjang

"baiklah aku rasa ini untuk yang terakhir kalinya!" Siwon memasukan kembali ponsel itu kedalam saku celananya

"weiyeo? Ada apa hyung?" tanya Kyuhyun membalikan badan Siwon yang sedang membelakanginya mengarah padanya

"hmmm... Kyuhyun-ah! apa kau benar – benar akan membuktikan janjimu padaku? Memberikan uang seperti yang kau janjikan padaku?" Siwon menatap Kyuhyun serius dan tanpa senyum

"tentu saja! Apa kau meragukanku hyung?" jawab Kyuhyun mengerutkan dahinya

"aku mempercayaimu! Baiklah Hyung harus pergi! Sekalian menebuskan obat anti diabetik untukmu! Hyung janji saat hyung kembali nanti kita akan memulai hari – hari kita dengan bahagia" Siwon mencengkram bahu Kyuhyun memandangi Kyuhyun dengan begitu bersemangat

"lalu apa yang harus aku lakukan disini?" Kyuhyun cemberut dan menunjukan kekecewaannya

"istirahatlah karena kau akan membutuhkan banyak energi. Hyung akan membuat kau berkeringat nanti malam!" Siwon mengecup kening Kyuhyun beberapa detik lalu melepaskannya dan melangkah melewati Kyuhyun, meraih jaketnya yang tergantung di capstock dan segera memakainya

"aku akan memegang janjimu hyung! dan kau harus membuktikannya!" Kyuhyun tersenyum riang setelah merasakan kecupan hangat dari Siwon dikeningnya.

.

.

.

Heechul berjalan mondar mandir didalam kamarnya dirumah keluarga Cho. Ekspresi wajahnya begitu gelisah dan gesture tubuhnya tampak tidak tenang.

'sebenarnya kau kemana Siwon-ah? kenapa sampai saat ini kau masih belum menghubungiku?' Heechul menggigit kuku tangannya, dahi mengerut dan nafas yang berhembus cepat

'lebih baik aku menelponnya!' Heechul mengambil ponsel pintarnya dari atas meja nakas lalu men-dial nomor telpon Siwon

Tuuut tuuuut

Suara nada tersambung menuju nomer Siwon. namun sang pemilik tidak juga segera menjawabnya

"sebenarnya apa yang kau pikirkan Siwon-ah?" Heechul mencoba kembali menghubungi nomer Siwon

Triing

Suara pesan masuk terdengar diponsel milik Heechul. Heechul segera membukanya untuk membaca isi pesan yang dikirim oleh Siwon

'aku akan menghubungimu nanti noona! Saat ini aku tidak dapat menjawab panggilanmu! Karena aku sedang sibuk dengan urusanku'

'apa yang sedang kau lakukan dibelakangku Siwon-ah? apakah kau masih mengencani yeoja lainnya selain denganku?' Heechul melempar ponselnya keatas kasur lalu menjatuhkan tubuhnya diatas kasur itu

.

.

.

"seperti biasanya! Kau memang selalu memuaskanku Siwon-ssi!" ujar seorang yeoja yang usianya tidak lebih muda dari usia mendiang eomma Siwon memberikan pujian atas pelayanan yang baru saja Siwon berikan padanya

"saya senang jika nyonya merasa puas!" balas Siwon yang mulai memakai kembali pakaiannya

"ini adalah pertemuan terakhir kita Siwon-ssi! Suamiku mendapatkan promosi untuk memimpin cabang perusahaan yang dibuka di Vietnam! Aku harus mengikutinya dan tinggal di negeri itu. aku sangat menyesal karena kita tidak akan bertemu lagi" yeoja tua itu mengeluarkan amplop dari dalam tas mahalnya berlogo sebuah Bank swatsa lalu menyerahkannya pada Siwon

"saya pasti akan merasa kehilangan anda nyonya!" Siwon mengangguk menerima amplop itu

"aku lebihkan jumlahnya! Anggap saja ini adalah hadiah perpisahan kita!" yeoja tua itu menarik blusnya lalu memakainya

"jeosomida nyonya!" Siwon kembali mengangguk

.

.

Tuuut tuuut

Siwon sedang berada didalam lift dan menghubungi seseoang

"Siwon-ah! kenapa kau baru menghubungiku? Apa kau tidak tahu betapa aku mencemaskanmu!" suara Heechul terdengar bergitu panik saat menjawab panggilan Siwon

"miane noona!" balas Siwon singkat

"aku lupa memberitahukanmu tentang penyakit yang diidap Kyuhyun! Dia mengidap penyakit Diabets! Kau harus menjaga makanannya" ujar Heechul

"arra! Lalu apa lagi?" tanya Siwon dengan ekspresi dingin

"bogoshipoyo Siwon-ah! tapi aku menjadi sulit untuk keluar rumah karena penculikan itu!" terdengar suara Heechul merajuk

"bukankah penculikan itu adalah ide noona sendiri? Tentu saja akan menjadi sulit bagi noona untuk dapat keluar dengan bebas tanpa pengawalan yang ketat! Karena bagi tuan Cho penjahat yang sudah menculik puteranya mungkin saja sedang mengincar istri barunya yang sangat muda dan begitu cantik" Siwon menyandarkan tubuhnya kedinding lift

"kenapa nada suaramu terdengar begitu dingin Siwon-ah? sepertinya kau sama sekali tidak merindukanku! Apakah kau sudah tidak mencintaiku lagi?" Heechul mengeluh

"noona aku mohon hentikan semua ini! Semakin lama kau membuatku semakin sulit! Kau tidak pernah memikirkan perasaanku! Kau terlalu egois dan hanya memikirkan dirimu sendiri! Bukankah kita sudah membuat kesepakatan! Pertemuan kita saat ini adalah pertemuan bisnis tanpa ada asmara didalamnya?" Siwon melangkah keluar lift yang sudah mengantarnya menuju loby hotel tempat dia berkencan dengan seorang istri pengusaha

"shiroo! Hatimu hanya milikku Siwon-ah! seperti yang dulu selalu kau bilang, kau hanya mencintaiku dan selalu mencintaiku tidak akan ada yeoja lain dalam hatimu kecuali aku! Bentak Heechul

"aku memang sangat mencintaimu noona! Sangat mencintaimu! Aku lebih memilih untuk menemanimu saat kau sembunyi dari kejaran appa tirimu yang berusaha memperkosamu dibanding menemani eommaku yang terbaring koma diruang ICU hingga ajal menjemputnya! Aku lebih memilih menyerahkan uang tabungan yang selama ini eomma kumpulkan untuk biaya kuliahku padamu agar kau dapat mewujudkan mimpimu kuliah jurusan sekertaris seperti yang selama ini kau cita – citakan, aku lebih memilih menemanimu melamar pekerjaan menjadi sekertaris diperusahaan tuan Cho Hankyung diwaktu yang sama saat aku seharusnya mengikuti tes akhir calon pegawai Negeri dan tidak akan ada kesempatan kedua jika aku melewatkannya! Lalu apa yang kau lakukan noona? Kau lebih memilih menikahi bos mu yang kaya itu dari pada menungguku, memberikan aku kesempatan mendapatkan pekerjaan yang layak untuk dapat hidup bahagia denganmu dalam sebuah ikatan pernikahan!" Siwon memejamkan matanya dan air bening itu mengalir membasahi pipinya

"aku menikahinya bukan karena cinta Siwon-ah! aku menikahinya demi masa depan kita. Aku akan segera menggugat cerai setelah kau lulus dari kuliahmu di Amerika! Kau pasti akan mendapatkan pekerjaan yang sangat layak dengan gelar yang kau dapatkan dari negeri itu! lalu kita akan menikah dan memiliki keluarga bahagia" Heechul bersuara dan tedengar begitu berapi – api

"itu semua sudah tidak aku inginkan lagi noona! Kau terlalu sering menyakitiku dan mengecewakanku! Sudahlah lupakan masa lalu kita. Bukankah noona sekarang sudah bahagia dengan tidak adanya Kyuhyun dirumah itu? nikmatilah dan hiduplah dengan baik bersama suamimu noona! Kau tidak perlu memikirkan aku lagi! Aku sudah memutuskan untuk tidak menemuimu lagi noona! Aku tidak ingin menghancurkan kehidupan rumah tanggamu bersama tuan Cho! Aku sudah lelah menjalani hidupku seperti ini" Siwon menyeka air matanya dan tatapan tertuju pada jalanan mencari taksi yang akan mengantarnya pulang

"aku tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja Siwon-ah! kau ingat kesepakatan kita bukan? Kau akan mendapatkan uang tebusan untuk biaya kuliahmu di Amerika dan kau akan terus memberikan aku kepuasan? Aku akan terus menagihnya padamu" Heechul tidak putus asa dan terus mencoba membujuk Siwon

"aku akan memberikan noona kesempatan untuk menikmati hari – hari tanpa ada Kyuhyun dirumah mewah itu hingga aku akan membebaskannya kembali! Aku sudah tidak tertarik dengan uang tebusan itu noona! Maka itu nikmatilah hingga Kyuhyun kembali dan memulai pertikaian denganmu seperti biasanya

"apa maksud ucapanmu Siwon-ah? apa yang akan kau lakukan? Apakah kau membongkar rencana penculikan itu pada Kyuhyun? Apa kau menceritakan akulah dalang dibalik penculikan itu?" Heechul membentak dan terdengar nada suaranya begitu cemas

"kau memang tidak pernah berfikir hal yang baik tentangku noona! Kau selalu menganggapku namja yang tidak berguna" Siwon melambaikan tangannya pada taksi yang akan melewatinya

"lalu apa yang sudah kau lakukan dengan anak tiriku selama dia menjadi sanderamu? Apa yang sudah kau lakukan dengannya?" Heechul berteriak

"aku rasa itu bukan urusanmu noona! Kau benar noona! Dia memang seorang gay sejati. Sepertinya dia jauh lebih bergairah melihatku dari pada melihat eomma tirinya walau dia begitu cantik! Tidak banyak yang sudah aku lakukan dengannya! Kami hanya sedikit bersenang – senang! Aku rasa aku mulai menikmati pesona dan hasrat seorang namja" Siwon membuka pintu belakang taksi yang dia berhentikan lalu masuk dan menutup kembali pintu taksi itu

"kau gila Choi Siwon!" teriak Heechul histeris

"ucapkan selamat yang sangat besar untukmu Kim Heechul! Karena luka yang telah kau torehkan itulah yang sudah membuat seorang Choi Siwon menjadi gila!" Siwon menutup panggilannya

.

.

"brengseeeeek!" Heechul melempar ponsel pintarnya kedinding ruangan dan segera berlari keluar kamarnya

Langkah Heechul begitu cepat dan sangat tergesa – gesa membuat pelayannya bertanya – tanya dan memutuskan untuk memberinya pertanyaan

"nyonya! Anda mau kemana?" tanya sang pelayan mengikuti langkah Heechul

"siapkan mobil untukku! Aku harus segera menemui suamiku!" Heechul memerintah dengan wajah yang sinis

"tuan sudah pulang noona! Dia sedang berada diruang kerjanya berbincang dengan Kapten Gil yang baru saja datang" pelayan mengabarkan

"jinja!" pandangan Heechul tertuju pada ruang kerja Hankyung

'kebetulah yang sangat baik!' Heechul bergegas melangkah menuju ruang kerja Hankyung

.

.

"yeobo! Seseorang yang merahasiakan identitasnya baru saja menelponku dan dia yang mencurigai orang yang sudah menculik uri Kyuhyunnie! Dia mengatakan sepertinya melihat Kyuhyun disekap disebuah kamar apartemen sederhana didaerah Ilsan" teriak Heechul saat masuk kedalam ruangan itu, berpura – pura tidak menyadari kehadiran Kapten Gil diruangan itu menyebutkan apartemen dimana Siwon tinggal selama ini dan disanalah Kyuhyun berada menjadi sanderanya

"jinja?" Hankyung tersentak lalu segera berdiri menatap dengan mata terbuka lebar kearah Kapten Gil

'miane Siwon-ah! inilah ganjaran yang harus kau dapatkan karena kau berani menantangku dan melawanku! Kau sepertinya lupa aku bukanlah Kim Heechul yang dulu saat masih menjadi kekasihmu! Aku kini adalah Kim Heechul dengan semua kekuasaan yang dimiliki suami kayaku' Heechul menarik nafas dalam, memandang jauh kedepan dengan tatapan kosong karena yang ada didalam pikirannya saat ini adalah wajah tampan Siwon yang sudah membuatnya meradang.

Tbc

annyeong!

update lagi nihh

coz vai semangat bener karena baru kali ini ff wonkyu yang vai bikin dapet reviews over 30 di chapter awal #yipppyyy

mudah"an chapter selanjutnya makin ramai reviewnya

deep bow buat semua reviewers yang g bisa vai sebutin satu -satu

tapi pliiisss percaya dehh nama kalian vai inget loh termasuk isi reviewnya

gmn ama chapter 2? banyak kejutannya juga yah?

aihh uri Chulie jahat bener #ditabokpetals

gomawo udh setia mantengin ff vai yah!

review yang semakin banyak biar update cepet dengan banyak kejutan didalamnya

next chap ada nc Wonkyu loh

sekian chitchatnya

saranghae kisseu hugs

muaaccchhh

annyeong