hanna

dul

set

'aku harus segera melakukan perintah tuan Cho demi kelangsungan hidupku' Kapten Gil menutup telponnya bergegas masuk kembali kedalam kamarnya untuk bersiap menjalankan rencana liciknya atas perintah Cho Hankyung

Buuukkk

Tiba – tiba seseorang menghantam tengkuknya dengan gagang pistol sehingga membuatnya jatuh tersungkur diatas lantai hingga tidak sadarkan diri

"masukan atasanmu itu kedalam kamarnya! Ikat kedua tangannya lalu bungkam mulutnya!" Kapten Yunho bersikap tegas memerintah kedua anak buah Kapten Gil yang kini menjadi anak buahnya juga

"siap Kap!" jawab kedua anak buahnya

"kita sudah menyadap telpon milik Kapten Gil. kalian sudah menyaksikan dengan mata kalian sendiri. Bahwa atasan kalian sembunyi – sembunyi menerima suap dari tuan Cho! aku paling tidak suka bekerja sama dengan seorang petugas yang korup! Atasan kalian itu bukan seorang pemimpin yang baik! Sekarang tugas kalian adalah melakukan apa yang menjadi komandoku! Mengerti?" bentak kapten Yunho tegas

"siap Kapten!" jawab kedua anak buahnya lalu mengangkat tubuh Kapten Gil dan membawanya masuk kedalam kamar sesuai apa yang diperintahkan Kapten Yunho

.

.

At the Hospital

Bangsal kelas tiga dimana Kyuhyun dirawat terasa begitu dingin meski ada 8 pasien lainnya yang menginap ditempat itu. Changmin, Victoria juga Yoona sudah kembali pulang ke tempat mereka dan membiarkan Kyuhyun sendirian dibangsal itu.

Dari semua orang yang menjadi pasien ditempat itu mungkin hanya Kyuhyun yang masih belum bisa memejamkan matanya meski ada obat yang memberikan efek kantuk tidak juga membuat mata Kyuhyun terpejam.

Otaknya dipenuhi dengan rasa khawatir akan keselamatan kekasih tercinta Choi Siwon yang kini berada dipenjara. Gelisah membuat tubuhnya mengeluarkan keringat yang banyak hingga basah kuyup.

'hyung eottokhe? Aku sungguh ingin menemuimu hyung!' lirih Kyuhyun monolog dengan air mata menggenang dipelupuk matanya

Terdengar suara langkah kaki seseorang yang semakin jelas masuk kedalam bangsal itu. perasaan Kyuhyun menjadi semakin gelisah dengan suara langkah yang semakin dekat dengan ranjangnya

"tuan muda! Ayah anda memerintahkan kami untuk membawa tuan muda kembali ke Seoul dan menerima perawatan dirumah sakit disana! ikut kami sekarang juga" seorang yeoja berpakaian mirip seorang dokter berkata pada Kyuhyun dan mulai mencabuti beberapa selang yang menempel ditubuh Kyuhyun

"apa yang kalian lakukan? Aku akan berteriak!" Kyuhyun berontak melakukan perlawanan

"Kau harus tenang tuan muda! Aku seorang dokter yang disewa tuan Cho untuk memberikan perawatan sementara untuk anda! Satu suntikan ini bisa membuat anda tidur hingga kita sampai di Seoul" yeoja itu menyuntikan suatu cairan berwarna kuning bening ke leher kanan Kyuhyun dibantu dua namja berperawakan besar memegang kedua tangan Kyuhyun yang terus meronta

Semakin lama semakin terasa berat kedua mata Kyuhyun untuk terus terbuka. Gelap dan semakin kantuk hingga semua menjadi gelap dalam pandangan Kyuhyun.

"bawa dia dengan kursi roda ini! Aku yang akan mendorongnya! Mereka tidak akan mencurigaiku karena pakaianku ini" yeoja cantik itu menyerahkan kursi roda yang baru ditariknya dari pojok ruangan pada dua namja gagah itu

Kelas tiga memang sangat jauh berbeda dengan kelas satu terutama dengan kelas VIP. Penjagaan para perawat untuk kelas itu tidaklah ketat. Perawat tidak sering mengunjungi pasien untuk mengecek kondisi mereka apalagi lewat tengah malam seperti saat Kyuhyun dibawa secara paksa oleh orang suruhan appanya sendiri.

Yeoja itu terus mendorong kursi roda dimana Kyuhyun duduk dengan mata terpejam melewati lorong rumah sakit yang amat sepi. Saat melewati ruang perawat yang dijaga oleh tiga orang perawat yeoja, seorang perawat menegurnya dan menghentikan langkahnya

"maaf dok! Anda mau bawa kemana pasien itu? bukankah dia adalah pasien dokter Park yang didiagnosa Diabets?" tegur sang perawat dari ruangannya menghentikan langkah yeoja

"anak buah saya yang akan menjelaskannya!" jawab sang yeoja dingin dan terus mendorong Kyuhyun yang pingsan keluar dari tempat itu

"kyaaa!" teriak perawat menyusul langkah yeoja disusul kedua rekan yang lainnya

"berhenti atau kalian akan terluka!" namja gagah orang suruhan Hankyung mengancam para perawat itu dengan sebuah pistol

"aaaaa!" perawat spontan menjerit ketakutan

Dan ketiga perawat itu diikat bersama – sama diruangannya memakai sebuah tali tambang plastik. Mulut mereka disumpal lakban hitam yang mereka temukan diruang perawat itu.

.

.

Sebuah mobil Van hitam sudah terparkir dipelaratan parkir rumah sakit itu. kyuhyun yang masih pingsan segera dimasukan kedalam Van oleh kedua namja gagah itu diikuti yeoja duduk disebelah Kyuhyun.

"kita harus cepat sampai di Seoul! insulin ini tidak akan membantu banyak untuknya" yeoja itu mengusap keringat Kyuhyun yang menetes diwajah tampan itu

"aku akan berusaha sampai lebih cepat!" namja berperan sebagai supir mulai memasukan kunci mobilnya masuk kedalam kontak lalu mulai menyalakan mesinnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh meninggalkan asap dari knalpot kendaraan besar itu.

.

.

At The Cho Place

Cho Hankyung sedang berdiri memandangi luar dari jendela ruang kerjanya yang berada dilantai 2. Menghisap dalam – dalam cerutu mahalnya lalu mengeluarkan kepulan asap dari mulutnya menimbulkan aroma khas diruang kerja itu. Dia masih terjaga bersama dua orang tangan kanannya meski jam didinding sudah menunjukan pukul 2 pagi.

"nyonya sudah bisa dipastikan menaiki sebuah bus executive menuju desa dimana tuan muda berada bersama penculiknya tuan" seorang mata – mata yang ditugasi untuk mengawasi Kim Heechul melaporkan

"apa kau sudah memeriksa barang dikamarnya? Apa saja yang dia bawa?" tanya tuan Hankyung tanpa menunjukan ekspresi berlebihan

"hanya beberapa pakaiannya saja dan semua perhiasan juga sejumlah uang" jawab mata – mata itu lagi

Tuan Cho hankyung tersenyum sinis mendengar laporan yang diberikan mata mata itu, dia lalu melirik kearah satu tangan kanannya dan tersenyum

"dia tidak akan pernah kembali kemari. Hubungi pembunuh bayaran itu untuk merubah targetnya karena Choi Siwon sudah berada dalam genggemanku. Perintahkan pembunuh bayaran itu untuk membunuh istriku yang telah mengkhianatiku" perintah tuan Cho dengan ekspresi wajah yang amat sadis.

"nee! Arraseo" jawab kedua anak tangan kanannya itu.

.

.

.

At the Motel

Kapten Jung Yunho dan kedua anak buahnya sedang berkemas beberapa barangnya untuk segera kembali ke Seoul. langit didesa itu masih begitu gelap dengan udara yang aman dingin menusuk hingga ketulang. Suara berisk terdengar dari kamar Kapten Gil yang disekap oleh rekannya juga anak buahnya. Sepertinya dia sudah sadar dari pingsannya dan berusaha berontak untuk melepaskan diri dari sekapan.

"apa yang harus kita lakukan terhadap Kapten Gil Kap?" tanya satu anak buah bernama Goo Ha Na itu

"kita tetap mengikatnya juga membungkam mulutnya kembali ke Seoul" jawab Kapten Jung

Suara panggilan di ponsel kapten Jung terdengar. Dia lalu menjawab panggilan itu yang ternyata dari nomer yang tidak dikenal.

"yeobseo" jawab Kapten Jung mengerutkan dahinya karena penasaran

~~~~~~0000000~~~~~~

Kapten Jung memasukan kembali ponselnya kedalam saku celananya. Masih dengan ekspresi wajah yang heran dan tampak bingung.

"ada apa Kap?" tanya anak buah

"istri dari tuan Cho baru saja menghubungiku. Dia mengatakan sesuatu yang sangat mencengangkan. Tuan Cho menyewa seorang pembunuh bayaran untuk menghabisi tahanan kita. Saat ini dia berada disebuah hotel didesa ini dan meminta perlindunganku karena dia merasa terancam" jawab Kapten Jung menarik nafas panjang lalu menghembuskan perlahan

"eottokhe?" Goo Ha Na bertanya

"kau segera amankan tahanan kita dan membawanya kemari! Aku akan memberikan surat perintah pemindahannya. Aku akan menemui nyonya Cho untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut darinya" Kapten Jung membawa mantel tebalnya yang digantung di capstok didekat pintu keluar

"arraseo Kapten" respon kedua anak buah itu

.

.

.

Mobil Jeep putih melaju dengan kecepatan penuh untuk segera sampai ditempat yang dituju. Sebuah pelataran parkir hotel berbintang 4 menjadi tujuannya. Wajah – wajah bengis dan berkesar sadis adalah dua orang penumpang mobil Jeep itu.

"hyung! apa kau yakin target kita menginap ditempat ini?" tanya satu pembunuh bayaran itu

"nyonya Cho itu hanya memiliki kecantikan yang sempurna saja dalam hidupnya. Tapi tidak dengan otaknya. Dia terlalu manja untuk menginap ditempat yang tidak nyaman. Aku sudah mendapatkan nomer kamarnya dari recepsionist hotel ini!" jawab pembunuh yang sudah kehilangan satu buku jarinya karena dipotong tuan Cho

"apa kau akan benar – benar membunuhnya hyung?" namja itu bertanya lagi

"targetku sebenarnya adalah Cho Hankyung itu sendiri. Aku ingin sekali membunuhnya karena telah membuat jariku terluka juga karena hinaannya. Aku akan memanfaatkan istri cantiknya itu untuk mendapatkan informasi berguna tentang namja brengsek itu" jawabnya membuka pintu mobilnya lalu menutupnya kembali

'lebih baik aku menunggunya disini! Mungkin saja hyung ingin sedikit bersenang – senang dengan yeoja itu'

.

.

Toktoktok

Pintu kamar dimana Kim Heechul menginap diketuk pembunuh bayaran. Didalam kamar Heechul yang sudah menukar pakaiannya dengan pakaian tidurnya berpikir kalau seseorang yang mengetuk pintu kamarnya itu adalah Kapten Jung. dengan antusias Heechul membuka pintu kamar itu.

Clek

"kau?" wajah Heechul memucat saat seorang pembunuh bayaran yang disewa tuan Cho berada didepan pintu kamarnya

"biarkan aku masuh jika kau tidak ingin terluka!" pembunuh bayaran itu mendorong paksa pintu kamar Heechul untuk masuk kedalam kamar

"apa yang kau inginkan dariku? Apa kau ditugaskan untuk membunuhku?" Heechul bertanya tanpa menutup kembali pintu kamarnya

"tutup dan kunci pintunya atau kau akan aku lukai!" perintah pembunuh itu menodongkan pistol pada Heechul

Tidak ada pilihan lain yang harus diambil Heechul selain menutup pintu kamarnya demi keselamatan nyawanya. Walau dengan penuh ketakutan Heechul tutup pintu itu lalu menguncinya.

"tuan Cho merubah targetku menjadi kau nyonya! Sepertinya tuan Cho sudah tidak lagi tertarik mempertahankan nyonya menjadi istrinya. Dia menyuruhku untuk menghabisi nyawamu dengan bayaran 10 juta Won" pembunuh itu perlahan melangkah mendekati Heechul dengan pistol yang dia genggam ditangannya

"tunggu apalagi? Lakukan sekarang juga! Aku sudah berada dihadapanmu!" tantang Heechul penuh emosi dengan derai air mata

"jika nyonya bisa membayarku lebih banyak dari itu, aku bisa merubah targetku! Akan aku bunuh namja keparat yang sudah memotong jari tanganku" pembunuh itu mencengkram pipi Heechul dengan keras

"aku akan memberimu uang tapi bukan untuk membunuh lelaki itu! aku akan membayarmu untuk menukar nyawaku jika kau memang memberiku pilihan" jawab Heechul berusaha melepaskan cengkraman tangan sang pembunuh bayaran

"waeyeo? Kau tidak ingin membunuhnya? Bukankah dia sudah begitu kejam ingin membunuhmu?" tanya pembunuh bayaran itu menatap Heechul heran

"aku sudah terlalu banyak membuat kesalahan karena telah menikah dengannya dan meninggalkan kekasihku! Menjebak mantan kekasihku dalam conspiracy penculikan puteranya lalu menyalahkannya. Kini langkahku kemari adalah untuk lari dari kehidupanku bersama lelaki tua itu dan berusaha untuk mencari kebahagiaanku kembali. Membunuhnya bukanlah hal yang benar yang aku lakukan!" Heechul duduk diatas sofa lalu menenggelamkan wajahnya dikedua telapak tangannya

"jadi kau akan membayarku untuk mengganti nyawamu dan bukan membunuh keparat itu?" tanya pembunuh bayaran itu duduk diseberang Heechul

"jika kau masih memiliki belas kasihan padaku! Yah aku akan membayarmu" jawab Heechul memelas

"dia akan tetap membunuhku jika kau masih hidup nyonya!" pembunuh bayaran itu kembali menatap Heechul

"buatlah seolah kau sudah membunuhku! Kau bisa berpura – pura melukaiku dan menunjukan sebuah gambarku yang terbaring penuh luka! Kau bisa mengatakan padanya kau sudah menguburku didesa ini untuk menghilangkan jejak bukan?" otak Heechul yang sejak lama beku kembali mencair

"baiklah! Berbaringlah! Aku akan mengambil fotomu dengan ponselku! Aku membutuhkan darah agar semakin memperkuat rencana kita. Aku terpaksa melukalimu nyonya!" pembunuh bayaran itu mulai menggeser sofa untuk membuat ruangan lebih lebar tempat Heechul berbaring.

Memecahkan kaca meja, membuat berantakan beberapa isi kamar hotel itu, melukai telapak tangan Heechul untuk mengeluarkan darah yang akan dipakai untuk membuat Heechul benar – benar dilukai hingga mati. Semua sudah dilakukan dengan lancar.

Heechul berbaring dengan darah dikeningnya juga mengotori wajahnya, seolah dia ditembak dikepalanya oleh pembunuh bayaran itu. pembunuh bayaran itu memotretnya dalam berbagai angel demi mendapatkan gambar yang paling sempurna.

"sudah selesai! Mana uang yang kau janjikan itu nyonya?" tanya pembunuh bayaran itu menagih janji Heechul lalu membereskan barangnya

Toktoktok

Tiba – tiba pintu kamar Heechul diketuk lagi oleh seseorang. Heechul dan pembunuh bayaran itu saling menatap kaget

"apa kau sedang menunggu seseorang?" tanya pembunuh bayaran itu mendekati Heechul

"seorang polisi dari Seoul! kau bersembunyilah aku akan membereskannya sendiri! Percayalah aku akan membayarmu karena aku berhutang nyawa padamu!" Heechul berkata dengan gesture yang panik mengeluarkan dompet dari tasnya lalu menunjukan sejumlah uang pada pembunuh itu

"aniya! Aniya! kau harus ikut denganku! Aku akan menjadikanmu sanderaku! Aku harus menyanderamu" pembunuh itu menarik Heechul lalu mendekapnya dan menodongkan pistol dikening Heechul

"kenapa harus seperti ini? Aku pasti akan membayarmu! Lepaskan aku aku mohon!" Heechul berusaha dengan sangat hati – hati melepaskan diri dari cengkraman pembunuh itu

"ikuti perintahku jika kau memang ingin selamat!" pembunuh itu memasukan kembali dompet beserta uang Heechul kedalam tasnya lalu membawa tas itu dipundaknya

"sekarang kita pergi!" pembunuh itu membuka kunci pintu kamar Heechul dengan menodongkan pistol itu

Clek

"mundur atau yeoja ini aku tembak!" tiba – tiba pembunuh itu berteriak saat membuka pintu kamar yang memang diketuk Kapten Jung

"tenanglah! Aku akan mundur dan jangan kau lukai yeoja itu!" Kapten Jung perlahan mundur dengan ekspresi wajah yang panik saat melihat Heechul dengan darah diwajah menjadi sandera namja yang baru dilihatnya

Pembunuh itu berjalan mundur membawa Heechul dalam dekapannya masih dengan pistol yang menempel dikeningnya. Terus melangkah menyusuri lorong kamar hotel itu menuju pintu lift yang akan membawanya turun dari kamar itu.

Tring

Pintu lift terbuka lalu pembunuh itu masuk kedalam lift masih bersama Heechul. Terdengar teriakan beberapa orang yang ada didalam lift itu segera berhamburan keluar menghindari pembunuh bayaran itu yang menyandera Heechul.

Kapten Jung berlari mengejar hingga kelift namun terlambat pintu itu sudah tertutup dan membawa Heechul turun bersama pembunuh bayaran itu.

.

.

Semua orang yang berpapasan dengan pembunuh itu menjerit ketakutan saat melihat Heechul dengan darah diwajahnya menjadi sandera ditodong sebuah pistol. Dengan langkah yang semakin cepat pembunuh itu membawa Heechul hingga kepelataran parkir.

"aku terpaksa membawamu pergi denganku nyonya! Ada yang harus kau lakukan untukku" pembunuh itu memasukan Heechul dengan paksa masuk kedalam mobil yang ditunggui oleh rekan kerjanya

"apapun akan aku tururi selama kau tidak melukaiku" Heechul menangis dan begitu panik saat mobil itu mulai melaju

Kapten Jung berlari sekuat tenaga untuk mengejar penjahat yang sudah menculik Heechul. Namun pengejarannya sia – sia karena Heechul sudah dibawa pergi oleh kedua pembunuh bayaran itu.

.

.

Langit sudah terang saat Siwon dibawa oleh kedua anak buah kapten Gil. Tangannya masih terikat oleh borgol yang membelenggunya. Dengan pasrah Siwon mengikuti langkah kedua polisi itu.

"kami akan membawamu kembali ke Seoul! kau akan menjalankan pemeriksaan disana" ujar Goo Ha Na memapah langkah Siwon masuk kedalam mobil sedan hitam

"apakah kau bisa mencari tahu bagaimana kondisi Cho Kyuhyun dirumah sakit? Aku sangat mengkhawatirkannya!" tanya Siwon sebelum kepalanya masuk kedalam mobil sedan itu

"kami tidak tahu!" jawab anak buah yang satunya ketus

'brengsek sekali kalian ini! Tidak bisakah kalian bersikap lebih ramah padaku? Aku bukan penjahat yang sudah merugikan negara!' keluh Siwon menggerutu dalam hati melihat sikap petugas yang begitu sinis memperlakukannya.

.

.

.

At the Seoul International Hospital

Tubuh Kyuhyun yang terbaring lemas diatas blankar didorong masuk kedalam ruang perawatan oleh petugas medis yang berpakaian serba putih itu. jam didinding ruangan UGD sudah menunjukan pukul 8 pagi. Kyuhyun masih tidak sepenuhnya sadar kakekurangan insulin selama perjalanan panjangnya menuju Seoul.

Para petugas medis diruang UGD dirumah sakit mewah itu segera memberikan pertolongan pada Kyuhyun yang sudah semakin lemas dan berkeringat. Infusan, selang oksigen dan jarum – jarum suntik menjadi kawan baiknya dalam kondisi badan yang rapuh itu.

Kyuhyun sudah mendapatkan pertolongannya dan segera dipindahkan keruang rawat inap dikelas VVIP sesuai dengan statusnya yang merupakan anak seorang konglomerat kakap.

.

.

Ditemani beberapa orang anak buahnya, tuan Cho Hankyung datang untuk melihat kondisi putera kesayangannya yang juga adalah pemuas hasrat sexualnya.

Clek

Pintu kamar rawat Kyuhyun dibukakan oleh pengawal tuan Cho. Tuan Cho segera masuk kedalam kamar rawat itu dan mendapati puteranya sedang terbaring lemas dengan mata terpejam.

Melangkah berlahan semakin mendekati puteranya. Menghalau langkah pengawalnya kemudian memerintahkan pengawalnya itu untuk menunggu diluar

"biarkan aku berdua dengan puteraku ini! Kalian tunggu diluar" tuan Cho berkata tanpa memberikan muka pada anak buahnya dimana tatapannya terus tertuju pada Kyuhyun

"nee arraseo" respon pengawal lalu segera keluar dari kamar itu.

Tangan kanan tuan Cho menyentuh kening Kyuhyun untuk mengukur suhu badan puteranya itu. sentuhan itu mampu membangunkan Kyuhyun dari tidurnya. Perlahan mata rubah itu terbuka lalu melirik kaerah sosoj namja yang berdiri dihadapannya

"appa!" suara Kyuhyun terdengar lemas memanggil tuan Cho

"apa kau baik – baik saja sayang?" tangan itu kini berpindah membelai wajah Kyuhyun

"tidak! Aku akan baik jika Choi Siwon berada disini bersamaku!" jawab Kyuhyun menepis tangan tuan Cho lalu memalingkan wajahnya

"kau milikku! Kau hanya milikku Cho Kyuhyun!" bentak tuan Cho lupa untuk mengontrol emosi

"apakah beginilah seorang ayah memperlakukan puteranya? Aku bukan budak sexmu appa? Aku puteramu!" Kyuhyun bangkit dari tidurnya berusaha berdiri dan melepaskan selang oksigen dihidungnya

"kau adalah milikku!" tuan Cho memeluk Kyuhyun dengan paksa

"aku sudah menemukan cintaku appa! Dan aku sangat mencintainya! Kami bercinta dengan penuh kelembutan juga kasih sayang! Cara dia menyentuhku aku sungguh menyukainya! Aku sungguh menikmati saat dia melakukan anal padaku appa! Tidak seperti denganmu!" bisik Kyuhyun dengan desahan nafas ditelinga tuan Cho

"bajingan!" tuan Cho mencekik leher Kyuhyun lalu menghempaskannya kembali dengan sangat kasar

"wae? apa kau cemburu appa? Apa kau tidak rela ada orang lain yang menyentuh anusku?" tantang Kyuhyun dengan wajah sinis dan semakin berani

"kau tidak akan pernah melihatnya lagi Cho Kyuhyun! Karena aku sudah menugaskan seseorang untuk membunuhnya" tuan Cho membentak dengan kedua mata terbuka lebar mengancam puteranya sendiri

"andweeee! Andweeee!" teriak Kyuhyun histeris lalu kemudian Kyuhyun kembali menggigil juga berkeringat

Tuan Cho panik melihat kondisi Kyuhyun yang terlihat payah. Dia lalu berteriak memanggil pengawalnya

"kau panggilkan dokter segera untuk memeriksa puteraku itu" tuan Cho memerintah dengan teriakan yang mampu mengusik ketenangan pasien lainnya

"baik tuan" pengawal itu segera berlari menuju ruang perawat

Kyuhyun segera ditangani dokter jaga juga beberapa perawat yang bertugas siang itu. dokter meminta tuan Cho untuk menjaga emosi Kyuhyun agar lebih tenang. Karena stres yang dirasakan Kyuhyun mampu mengundang gula darah menjadi tinggi.

.

.

.

Diluar kamar rawat Kyuhyun, tuan Cho berbisik pada satu tangan kanannya dengan ekspresi wajah yang amat marah

"apa polisi itu sudah menghubungimu? Apakah tikus itu sudah berada ditangan kita?" tanya tuan Cho dengan tangan mengepal menahan emosi

"tidak ada tuan! Polisi itu tidak menghubungiku dan juga tidak bisa dihubungi" jawab anak tangan kanannya itu menunduk

"bangsat! Apakah tidak ada diantara kalian yang bisa bekerja dengan baik?" bentak tuan Cho mendorong tangan kanannya itu

.

.

.

Rombongan Kapten Jung beserta Siwon sudah sampai di Seoul. Siwon yang diringkus didesa dengan tuduhan penculikan segera digelandang masuk kedalam kantor polisi kota Seoul. kapten Gil masih terikar dengan mulut ditutup lakban. Kapten Jung memapahnya masuk kedalam ruangan pemeriksaan. Hampir semua petugas yang berpapasan dengan mereka berkiacauan membicarakan tentang keadaan kapten Gil yang terikat dimawa masuk kedalam ruangan yang biasa dipakai untuk memeriksa petugas polisi yang bermasalah.

Siwon duduk dikursi tersangka untuk menjalankan beberapa pemeriksaan. Kedua tangannya masih terikat borgol dia simpan diatas meja persegi panjang itu.

'aku sudah kembali ke Seoul Kyu! Dimana kau? Apakah kau baik – baik saja?' lirih Siwon dalam hati. Dia begitu tersiksa karena sangat mengkhawatirkan kekasihnya itu

"kenapa kau menangis?" tanya Kapten Jung membuka catatannya yang dia letakan diatas meja untuk memeriksa Siwon

"Jika aku jawab apakah itu bisa memuaskanmu tuan?" Siwon bersikap sinis melirik kapten Jung

"kau tidak akan pernah memuaskanku karena aku adalah namja yang sangat normal" jawab Kapten Jung menggebrak meja menatap Siwon marah

"woow lihat! Siapa yang sedang emosi disini?" sindir Siwon tersenyum licik

"aku dengar kau adalah mantan kekasih dari nyonya Cho? Apakah kau masih akan setenang ini jika aku memberi tahumu tentang nyonya Cho yang diculik oleh seseorang yang sudah membuatnya terluka hingga bersimbah darah?" kapten Jung membalas

"mwo?" wajah Siwon memerah karena dia memang masih mengkhawatirkan mantan kekasihnya itu

"sekarang jawab pertanyaanku dengan jujur dan jelas! Apakah pernyataanmu waktu itu bisa dibuktikan? Tentang kekerasan sexual yang dilakukan tuan Cho terhadap anaknya sendiri?" tanya kapten Jung menyandarkan bokongnya diatas meja

"buktinya ada pada pengakuan Cho Kyuhyun sendiri! Kau harus mencarinya dan meminta keterangan darinya" jawab Siwon datar menatap mata kapten Jung tajam

"nyonya Cho mengatakan padaku kalau tuan Cho sudah menyewa seseorang untuk menghabisi nyawamu! Dia bilang pembunuh bayaran itu sudah berada didesa untuk membunuhmu. Sebenarnya kerugian apalagi yang kau lakukan padanya sehingga dia begitu ingin melenyapkanmu?" tanya kapten Jung menutup kembali catatannya karena pertanyaan yang dia ajukan semua tidak ada yang sesuai dengan yang ingin dia tanyakan pada Kyuhyun

"aku sudah meniduri istri dan anaknya! Itulah kejahatanku" jawab Siwon singkat namun begitu tegas. Tatapan mata yang kosong menatap kapten Jung

"kau memang penjahat!" Kapten Jung menggelengkan kepalanya menertawai pengakuan Siwon yang amat sensasional

.

.

.

Toktoktok

Pintu ruang pemeriksaan diketuk petugas polisi. Tanpa menunggu jawaban petugas itu segera membuka pintu untuknya sendiri. Petugas itu adalah asisten Kapten jung

"kapten Jung! ada yang harus kau lihat dikomputermu!" ujar asisten menunggu dipintu

"apakah begitu penting sehingga kau menginterupsiku yang sedang memeriksa tersangkaku?" Kapten Jung bertanya terlihat dia sama sekali tidak tertarik pada apa yang diomongkan asistennya

"sangat penting Kap! Bukankah kau ingin sekali memenjarakan konglomerat flamboyan itu? apa yang kau lihat dikomputer nanti akan mampu menyeret namja kaya itu kedalam penjara. Dan kau berhasil" jawab asiten dengan senyum puas menunggu Kapten Jung keluar lalu menyusulnya

tbc

annyeong!

wahh merasa bersalah nih updatenya telat terus

miane jeongmal miane

gmn ama chapter ini?

Heechul lagi dihukum ama vai tuh sesuai permintaan airi1491 :p

gmn kalian suka gak ama sikap Kyu yang amat sinis ke Hankyung?

kalo vai sih sukaaaaa bgt #gakdaygnanya

kira - kira isi video yang dikomputer Kapten Jung tuh apa yah?

next chap adalah ending dari ff ini

kalian pgnnya Hankyung vai bikin mati atau dipenjara aja?

klo soal wonkyu sudah pasti happy dong #wink

nasib Heechul masih dalam pemikiran nihh gmn kalian aja dehh

vai tunggu reviewnya yah!

kasih masukan kalian buat chapter ini

bocoran nih

buat FF Yunjae vai publish setelah ini tamat yah!

buat WKS jgn khawatir di ff Yunjae ntar juga ada Wonkyu loh dan punya peran penting juga di ff itu

sekian chitchatnya

saranghae aishiteru wo ai ni

annyeong!