Disclaimer : Eichiro Oda
Based on Stay out of the basement
Flora
Monet, seorang perempuan muda berambut pirang dengan bentuk ikal, nampak sedang menonton televisi di sebuah tamu dengan wajah bosan.
"Liburan musim panas yang membosankan." Gerutu perempuan itu seraya memainkan remote control seraya menggonta-ganti saluran televisi.
Saat ini, Monet sedang berada di rumah paman nya, Caesar. Memang sudah menjadi sebuah tradisi bagi Monet untuk berkunjung ke rumah paman nya pada liburan musim panas, itu dikarenakan paman nya yang seorang ilmuwan spesialis tumbuhan selalu menunjukan penemuan-penemuan yang selalu menakjubkan Monet setiap kali Monet berkunjung pada liburan musim panas, namun liburan kali ini ada sesuatu yang berbeda, paman nya menjadi lebiih tertutup bahkan Monet yang biasanya selalu diundang untuk ke ruang bawah tanah yang merupakan laboratorium pamannya untuk melihat hasil penemuannya kini dilarang untuk memasuki bahkan mendekati ruang bawah tanah itu.
"Maaf Monet, paman akhir-akhir ini sibuk dengan penelitian terbaru paman." Ujar Caesar yang baru saja masuk ke ruang tamu, sementara Monet masih memasang wajah cemberut.
"Paman aneh deh! Kenapa aku gak boleh melihat penelitian paman? Dan lagi lepasin tuh topi baseball yang paman pakai, di dalam rumah kok pake topi!" ketus Monet seraya memandang aneh pamannya yang memakai topi baseball sehingga menutupi sebagian kepala pamannya.
Caesar tidak mempedulikan teguran keponakannya, dia mengambil kunci mobil yang tergeletak di atas meja seraya memperingatkan Monet, "Ingat, jangan memasuki ruang bawah tanah! Paman mau pergi membeli pupuk dulu."
Caesar pun berlalu meninggalkan Monet sendirian di ruang tamu dan peringatan Caesar tadi justru membuat Monet semakin penasaran dengan apa yang ada di ruang bawah tanah Caesar.
Monet berdiri dari tempat duduknya, lalu dia melangkah menuju ruang bawah tanah milik pamannya dan ternyata ruang bawah tanah itu tidak terkunci.
Ketika memasuki ruang bawah tanah itu, Monet menjadi sangat kaget, terlihat banyak tumbuhan aneh memenuhi ruangan itu, ada akar berwarna hijau yang sangat panjang, persis seperti ular dan bergerak-gerak juga berdesis, ada pula bunga yang sangat aneh yang bersiul-siul pelan bahkan bunga itu bisa berjalan.
Belum selesai dengan rasa kagetnya, Monet dikejutkan lagi dengan suara pintu rumah yang terbuka.
"Monet? DI mana kamu?" terdengar suara Caesar dari ruang tamu.
Panik, Monet segera bersembunyi di lemari yang berada di dekatnya.
Cklek..
Terdengar suara pintu ruang bawah tanah terbuka, Monet yang mengintip dari sela-sela lubang yang berada di lemari tempat dia bersembunyi melihat Caesar masuk ke ruang bawah tanah sambil membawa sekarung pupuk yang baru dibelinya.
"Sepertinya anak itu sedang keluar." Gumam Caesar seraya membuka pupuk yang dibawanya.
Caesar lalu menuangkan pupuk itu ke sebuah piring yang berada di meja, kemudian dia mengambil sebuah sendok lalu dia memakan pupuk itu.
Mata Monet terbelalak menyaksikan pemandangan aneh itu, dan dia segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya ketika dia menyaksikan apa yang terjadi berikutnya, pamannya yang sedang mengunyah pupuk melepaskan topi baseballnya dan sangat mengejutkan, ternyata sebagian rambutnya adalah tanaman berwarna hijau!
Setelah beberapa saat, Caesar tampak menandaskan pupuk yang dimakannya, kemudian dia berlalu meninggalkan ruang bawah tanah itu.
Setelah Caesar pergi, Monet segera keluar dari persembunyiannya, wajah shock masih terpapar jelas di muka cantiknya.
Dengan sangat berhati-hati dan mengendap-endap, Monet melangkah menuju pintu keluar ruang bawah tanah, namun kemudian...
Duk Duk Duk!
Terdengar suara gaduh seperti seseorang menghantam tembok membuat Monet tersentak kaget, lalu Monet melihat ke arah kloset, tempat suara gaduh itu berasal.
Dengan tangan bergetar Monet membuka pintu kloset, dan dia nyaris berteriak ketika melihat pamannya, Caesar, terikat tangan dan kakinya dengan mulut tersumpal, nampak berusaha membuat kegaduhan.
Mengikuti nalurinya, Monet segera mengambil pisau yang berada di meja, dan memotong ikatan Caesar, dan membuka kain yang menyumpal mulut Caesar.
"Paman, apa yang terjadi di sini!" jerit Monet, melepaskan segala kekalutan yang dialaminya.
"Jangan ribut, berbahaya bila kloninganku kembali." Bisik Caesar.
"Kloningan?"
"Ya, dua bulan yang lalu aku melakukan penelitian tentang menciptakan kloningan dengan sel tumbuh-tumbuhan dan aku berhasil! Tapi sayang kloningan itu melawan dan menahanku di kloset ini, bukan hanya itu dia melanjutkan penelitianku sampai pada tahap mengerikan, dia mengubah manusia menjadi tumbuhan!" jawab Caesar seraya menunjuk tanaman-tanaman aneh yang berada di ruang bawah tanah itu.
"Ja-jadi tumbuhan yang ada di sini..." kata-kata Monet tertahan setelah mengetahui kenyataan yang mengerikan.
"Ya, tadinya mereka manusia." Sambung Caesar yang segera memberikan sinyal agar Monet bersembunyi karena terdengar langkah kaki menuju ruang bawah tanah.
Pintu ruang bawah tanah kembali terbuka, kloningan Caesar tampak sangat terkejut melihat Caesar yang asli telah lepas dari tempatnya disekap.
"Bagaimana bisa kau..."
Belum sempat kloningan Caesar menyelesaikan kata-katanya, Caesar yang asli segera melompat dan menyergapnya, membuat kloningan Caesar terjatuh ke lantai.
Caesar lalu bersiap memukul kloningan nya namun tangannya tertahan oleh akar tumbuhan panjang yang berderik seperti ular.
"Kerja bagus anak-anak." Seringai kloningan Caesar yang bangkit berdiri sementara Caesar yang asli tampak terikat oleh akar hidup yang melilit tubuhnya.
"Kau!" geram Caesar seraya berusaha melepaskan diri dari ikatan akar yang melilit tubuhnya.
Kloningan Caesar mengambil sebilah kapak lalu bersiap untuk menebas Caesar, namun sebelum dia sempat melukai Caesar tiba-tiba...
Jleeebbb!
Monet yang keluar dari persembunyiannya segera menikam kloningan Caesar, tepat di punggung, membuat kloningan Caesar bergetar akibat kesakitan dan yang anehnya, darah yang mengucur dari punggung itu berwarna hijau.
Kloningan Caesar menjatuhkan kapaknya, Monet dengan sigap mengambil kapak itu dan membelah tubuh kloningan Caesar dengan sekali tebas, membuat kloningan itu terbelah dua, darah hijau pun berhamburan keseluruh ruangan.
Menyadari kloningan Caesar sudah meninggal, akar yang melilit tubuh Caesar segera melepaskan Caesar.
Caesar yang sudah terlepas dari ikatannya segera mengambil kapak dari tangan Monet yang tampak ketakutan setelah membelah kloningan pamannya menjadi dua.
"Jangan takut Monet, biar paman mengurus sisanya." Ujar Caesar yang dengan penuh amarah menebas dan membunuh semua tanaman yang berada di ruang bawah tanah itu.
Flora
Esok harinya..
Monet duduk di halaman belakang rumah pamannya, kejadian kemarin tampak masih membuat dia shock.
"Monet, ayo kita makan malam!" terdengar panggilan Caesar dari dalam rumah.
"Baik aku akan segera kesana!" sahut Monet, yang segera berdiri dan bersiap memasuki rumah.
Namun sebelum dia memasuki rumah, terdengar ada suara lain, suara yang mirip dengan pamannya namun berasal dari halaman belakang tersebut.
"Monet..."
Monet yang terkejut segera mengedarkan pandangan matanya, mencari sumber suara, lalu dia melihat setangkai bunga kecil yang tampak aneh berjalan mendekatinya dan yang lebih mengejutkan lagi, bunga itu berbicara.
"Monet, ini aku paman mu, Caesar."
The end
A/N : Fict ini berganti judul menjadi Trilogy karena melibatkan cross over 3 fandom berbeda dan juga mempunyai 3 cerita.
